Pagi ini aku membaca tulisan dari lulusan pelatihan bisnis Mie Ayam Sehati di milis miesehati, intinya semua cita-cita yang diidamkan yaitu mendirikan usaha Mie Ayam Sehati mendapat tantangan yang sangat keras, sehingga dirinya jadi terombang-ambing antara meneruskan niat jualan mie atau mengurungkan niat.
Di satu sisi, mereka sudah bertekad untuk membuka usaha Mie Sehati. Baik sang Istri maupun sang Suami sama-sama telah ikut belajar bagaimana caranya membuat mie dan bagaimana cara memasarkannya, sehingga sudah bertekad bulat untuk segera membuka usaha mie ayam Sehati.
Coba kita simak apa yang ditulis oleh salah satu lulusan Mie Sehati ini.
+++
Assalamualaikum wr. wb
Salam kenal.. Perkenalkan nama saya “DeKa” (bukan nama asli) asli dari Pacitan, Jawa TimurSetelah saya dan suami ikut pelatihan mie sehati di yogya…wah rasanya kayak habis di kasih inspirasi segar, jadi segera pengin praktek dan buka gerai mie ayam sehati…
Akhirnya seminggu setelah pelatihan, praktek bikin mie ayam sehati di rumah saya..nggak nyangka banyak peminatnya…Semangat banget pengin buka warung mie ayam sehati..
Tapi saat ini saya dan suami berprofesi sebagai PNS apa bisa ya bisnis mie ayam???
Mendengar kami ingin bisnis mie ayam sehati ortu kami ga setuju banget…(katanya : dah jadi PNS kok capek2 jual mie ayam)
Haduuuuh..sedih banget dengernya…
Uppps..maaf, kok ajang perkenalannya jadi curhat…maaf…maaf..
Tapi… kami teguh pendirian pengin bisnis mie ayam sehati iniMohon petunjuknya dari bapak2 dan ibu2 yang udah sukses nih…Untuk memulainya bagaimana ya?
Terima kasih sebelumnya karena mie ayam sehati sudah memberi saya inspirasi yang berharga…
wassalamulaikum wr. wb.
+++
Membaca tulisan itu, tanganku langsung menari di atas keyboard.
Mbak DeKa,
Senang sekali mendengar cerita bahwa Mie Sehati telah memberikan pencerahan pada mbak berdua.Ini tentu sesuai dengan konsep mie sehati didirikan, yaitu untuk memberikan pencerahan bagi mereka yang mau bergabung.
Ada satu nasehat yang mungkin perlu mbak berdua renungkan, yaitu tentang doa dan berkah dari orang tua.Apapun yang kita lakukan, sebaiknya tetap mendapat restu orang tua.
Bahwa ternyata nasehat orang tua tidak sesuai dengan keinginan kita itu adalah bukti bahwa Allah swt sedang mencoba keteguhan iman kita.
Sesungguhnya sabar dan sholat adalah penolong yang baik.
Semoga jika sudah sampai waktunya, orang tua akhirnya menyetujui dan insya Allah bisnis mie itu akan berkah adanya.Amin.
Ada satu solusi yang mungkin bisa dipikirkan. Misalnya hanya berjualan diwaktu libur. Jadi dapat ilmu berjualan tapi tidak menyakiti hati orang tua.
Rupanya tulisanku ini ditanggapi oleh anggota milis miesehati yang lain.
+++
@Mbak DeKa
Salam kenal sebelumnya, saya juga asli JATIM tapi sementara tinggal di Banyumas (JATENG), he.he.he kok kisahnya agak mirip dengan saya ya? Meskipun saya karywan swasta…awal mulanya juga di ledekin sama ortu (kok mau2nya sarjana jualan mie ayam
). Tapi saya coba menjelaskan bahwa mumpung kita masih produktif (baca: muda) & ditambah saya yg di “perantauan”, maka saya bebas berekspresi (bisnis) tanpa ada gengsi/malu dgn sekitar, toh jarang yg mengenal saya lebih dekat.
Dan setelah beberapa bulan menjalani bisnis ini, ada sesuatu yg berubah dalam diri saya:
1. Yang sebelumnya serasa monoton…sekarang hidup lebih dinamis (bangun pagi2-belanja ke pasar-bikin adonan dll).
2. Mental serasa lebih kuat (berhadapan dengn pembeli yg beraneka-ragam karakternya).
3. Banyak pelajaran manajemen keuangan dari hasil jualan.
Dan yg lebih penting, menurut saya dgn segeranya kita memulai berwirausaha, secara tidak sadar kita telah memulai ber-INVESTASI skill/pengalaman berbisnis…dimana hal ini tidak didapat hanya dengan TEORI…apalagi secara INSTAN karena sunatullah bisnis menurut saya yg IDEAL harus dimulai dari NOL dan hal ini tidak bisa dibeli di franschise manapun he.he.he , coba lihat diperlukan berapa tahun TEH BOTOL S*SR* bisa beromzet milyaran seperti sekarang ini?
Jadi posisi kita sekarang yg mgkin sebagai pegawai/karyawan jgn dijadikan alasan untuk menunda-nunda memulai berbisnis, kalo minjem istilahnya para motivator => “THINK BIG….START SMALL…&…GROW FAST”
Saran dari Pak Eko dgn berjualan di akhir-pekan sangat cocok untuk diterapkan, apalagi kalo ada bazar minggu pagi di alun2 atau tempat2 keramaian itu lebih efektif, bikin brosur yg menarik & jgn lupa undang temen2 kita khususnya yg seneng njajan he.he.
Eh iya nanti kalo udah berjalan…jangan lupa juga 2,5% nya kalo bisa lebih, karena katanya itu batas nominal minimum orang yg pelit sedekah/zakat he.he.he
Semoga “jamu pahit” dari saya ini dapat berkhasiat buat mbak Dian & suami agar lebih TEGUH pendiriannya berjualan MIE AYAM HIJAU SEHAT ini. Mohon maaf jika ada kata2 yg kurang berkenan.
Salam Sehati & JOZZ selalu
Heri Purnomo
+++
Akhirnya mbak Deka menutup diskusi ini dengan sebuah imil.
Terima kasih banyak buat Pak Eko Eshape dan Pak Heri Purnomo…Masukan dan nasehat dari bapak2 semua sangat membantu dan membuka hati dan pikiran saya dalam menentukan langkah ke depan…
Alhamdulillah…
Mohon bimbingannya selalu..
Thank’s
+++
Senangnya bisa berbagi di milis miesehati. Bagi para pemerhati mie sehati, dipersilahkan ikut gabung di milis miesehati untuk berbagi apa saja, terutama tentang bisnis miesehati. Cara ikut milis miesehati yang paling gampang adalah dengan mengirim imil kosong ke alamat : miesehati-subscribe@yahoogroups.com
Salam sehati.
1,484 views








