Ayam Panggang Herbal mas Agung

Ayam Panggang suwir

“Ini bukan Ayam Panggang Herbal mas Agung pak”, kata anakku begitu merasakan ayam panggang buatan mas Agus.

“Lho ini memang ayam panggang herbal mas Agung”, jawabku keheranan

“Ini namanya ayam JAMU !”, tukas anakku cepat

Akupun tergelak tertawa. Memang aku sejak kemarin menyampaikan pada anak-anakku bahwa hari ini kita akan makan Ayam Herbal buatan mas Agus.  Maklum anakku sangat tidak suka dengan jamu, sehingga aku harus menjauhkan kata Jamu dari pembicaraan tentang ayam herbal.

Ketika ayam panggang itu akhirnya datang, anak-anakku langsung menyerbunya. Waktu memang sudah menunjukkan saat adzan maghrib untuk wilayah Jogja dan sekitarnya. Kitapun langsung menyiapkan piring, nasi dll untuk menyantap ayam tersebut.

Biasanya kita selalu membatalkan puasa dengan makanan ringan, takjil, dan baru makan besar setelah selesai sholat maghrib. Hari ini kita berubah, langsung adegan makan berat sebelum sholat maghrib.

Ayam Panggang mas Agus

Ayam Panggang mas Agus

Ayam panggang mas Agus istimewanya adalah berbahan ayam kampung dan bukan ayam non kampung, sehingga bayanganku ayam ini pasti kecil badannya. Itu sebabnya aku juga langsung pesan dua ekor ayam panggang. Takutnya kalau hanya pesan satu ekor tidak mencukupi.

Ketika melihat ujud ayam panggang itu, maka terhenyaklah mata kita. Ternyata ukuran ayam panggang ini masuk kategori JUMBO alias besar banget. Sampai makan sahur, kita tetap masih belum sanggup menghabiskan dua ekor ayam panggang itu.

“Ini mirip ayam gudeg pak, besar banget”, kata anakku

“Ya benar, ini jadinya mirip makan ayam gudeg”, kataku

Hari berikutnya, kitapun sengaja tidak menyiapkan lauk untuk buka puasa. Du aekor ayam itu masih belum selesai kita sempurnakan, sehingga kitapun mencoba menyempurnakannya untuk makan buka puasa lagi.

“Kita masak apa ya?”, tanyaku pada anak-anakku

Saat tidak ada pembantu di rumah, maka akupun jadi punya tugas untuk memasak. Makanan favorit anakku adalah ayam bacem dan tentu tidak mungkin aku membuat ayam bacem dari mantan ayam bakar ini.

“Bapak kan ahli masak nasi goreng mewah, masak nasgome saja pak”

“Nasi goreng dari ayam bakar?”

“Iya pak, pasti enak”

“Oke, kalau begitu ambil ayam bakarnya dan kita potong kecil-kecil”

“Asyiiik…!:-)”

Ayam Panggang suwir

Ayam Panggang suwir

Tugas masak nasi gorengpun kita bagi-bagi. Aku bagian membuat bumbu, istri menambahi garam. Lilo menyiapkan bahan untuk bumbu dan membersihkannya, sedangkan Lita menyiapkan potongan ayam dari qayam bakar yang masih ada di beseknya (kotak dari bahan bambu).

Luluk menyusul kemudian menyaksikan proses pembuatan nasi goreng mewah alias nasgome. Bumbu asli nasgome adalah minyak mie sehati, tetapi karena mie sehati sedang tutup, maka aku harus menyiapkan bumbunya mulai dari “ngulek” bawang merah, putih dll.

“Tuang dulu minyak ke wajan dengan api sedang ya”, kataku memberi komando.

“Sudah jadikah adonan telornya? Kalau sudah oke, bawa bumbu kesini dan kita campur bumbu ini dengan satu butir telor di atas wqajan”

Kutuangkan telor, di orak-arik dan kemudian bumbu kita campur, sehingga menghasilkan bumbu nasi goreng plus telor satu butir. Selanjutnya bumbu di angkat dan kemudian tuangkan minyak lagi secukupnya. Setelah minyak siap untuk menggoreng, maka masukkan bumbu dan kemudian langsung disusul dengan nasi.

Ratakan nasi goreng dan masukkan kecap untuk pewarna nasi goreng, maka dalam waktu yang tidka terlalu lama sepiring besar nasi goreng sudah tersedia di depan TV untuk disantap.

“Bismillah…”, begitu adzan terdengar nasi gorengpun langsung masuk ke perut.

Inilah nasi goreng yang berkolaborasi dengan ayam bakar mas Agung. Yang belum pernah nyoba silahkan mencobanya. Akan lebih baik kalau begitu datang ayam bakar herbal, langsung dijadikan sebagai campuran nasi goreng, sehingga produk makanannya bisa dijamin sehat, karena dalam kondisi yang segar semua.

Ayam Panggang Nasi Goreng

Ayam Panggang Nasi Goreng

+++

Info pemesanan Ayam Panggang mas Agus : 081578813772

Share and enjoy

Tinggalkan Balasan