Bisnis di bulan Puasa

Kacang Mete 111

Bulan puasa tinggal menghitung hari saja. Pada hari H-90, atau 90 hari sebelum lebaran, banyak yang sudah memesan tiket pulkam (pulang kampung) agar mendapat harga termurah. Meskipun harganya tetap mahal, tetapi akan jauh lebih mahal saat belinya pada H-7.

“Mas, ini puasa saja belum kok sudah pada sibuk mikir lebaran ya?”

Itulah kalimat yang sering kita dengar atau justru yang kita ucapkan pada teman-teman kita, ketika melihat mereka sudah sibuk mengurus tiket pulang kampung, mempersiapkan pakaian baru dan segala hal yang berhubungan dengan lebaran.

Sampai akhirnya ada satu pendapat yang membuatku merasa perlu memang untuk bicara lebaran jauh hari sebelum saat itu tiba. Rupanya, biasanya kita malah sibuk memikir lebaran saat seharusnya kita berpikir untuk meningkatkan ibadah kita. Jadi agar sebelum lebaran sudah tenang memikirkan ibadah, maka memikir lebarannya jauh hari sebelum datang harinya.

Ada yang bilang, lebaran adalah sorga bagi mereka yang punya bisnis tiket, kuliner ataupun rental kendaraan, tetapi bagi mereka yang bisnis kuliner, tidak semuanya akan bisa merasakan indahnya bisnis di bulan puasa. Padahal bisnis di bulan puasa justru sangat banyak, meskipun ada saja yang meninggalkan bisnisnya di bulan puasa demi untuk fokus pada kegiatan ibadah.

Beberapa bisnis kuliner atau yang dekat-dekat dengan dunia kuliner tetapi tetap lancar di bulan puasa antara lain adalah :

1. Berjualan makanan untuk berbuka puasa.

Mulai dari snack (kering maupun basah), minuman sampai makanan berat tetap laris manis di bulan puasa. Rumah makan kadang sampai antri saat berbuka puasa. Tempat parkir juga jadi penuh sesak. Kadang tempat sholat sampai tidak sanggup lagi menampung jamaah.

2. Berjualan kue-kue lebaran

Meskipun kue ini disajikan saat lebaran, tetapi proses penjualannya tetap dilakukan di bulan puasa. Kadang beberapa hari sebelum puasa, sudah ada yang mulai memasarkan dagangannya. Mulai dari menjadi reseller kue tertentu, jualan secara grosir sampai ke jualan sistem paket.

3. Jualan makanan import

Jualan makanan jenis ini biasanya laris manis di toko-toko atau di mall-mall. Kadang harganya cukup menarik karena banyak diskon dan kualitasnya cukup bagus. Meski demikian, makanan jenis ini pernah dihindari, karena banyaknya ditemukan makanan jenis ini dalam kondisi kadaluwarsa.

Masih banyak lagi kegiatan bisnis di bulan puasa dan pilihan bisa jatuh ke bisnis kuliner ataupun non kuliner. Bisnis yang menjanjikan di luar kuliner biasanya adalah bisnis pakaian jadi. Akan banyak penjual dadakan yang menjajakan pakaian murah meriah sampai yang tetap mahal harganya, karena sangat tergantung pada pasar yang dituju.

Warung Mie Sehati sendiri akan tutup selama puasa, tetapi akan buka pada sore hari menjelang berbuka puasa. Ini adalah kegiatan rutin dari ibu-ibu yang dilakukan setiap tahun di depan warung mie Sehati. Selain makanan yang diolah oleh mie sehati, banyak juga para penjual makanan ringan yang menitipkan dagangannya di warung mie sehati. Prinsipnya adalah win-win solution. Mereka butuh dagangannya laku tapi tidak punya tempat jualan dan mie sehati mendapat keuntungan karena menjualkan dagangan mereka secara bagi hasil.

Di Jakarta sendiri aku mulai memasarkan makanan andalan yang dijual setiap bulan puasa berupa kacang mete kualitas super dengan harga 145.000 per kg. Tahun lalu aku sampai kehabisan barang karena banyaknya minat para pembeli terhadap barang yang satu ini.

Anda sendiri, apa bisnis yang anda lakukan untuk bulan puasa yang beberapa hari lagi datang?

Kacang Mete 111

 

Share and enjoy

Tinggalkan Balasan