Blogpreneur di Blogilicious Trah Yogyakarta

Jempol buat Blogger IBN Yogyakarta

Minggu pagi jam 08.30 aku sudah berada di lokasi acara Blogilicious Trah Yogyakarta, tepatnya di Kampus UPN. Suasana masih sepi dan aku dengan leluasa mempersiapkan komputer serta tampilan di dua layar di samping panggung yang ada. Setelah semua beres dan kuambil fotonya, akupun mulai bersantai menunggu kedatangan para peserta.

Blogilicious Trah Yogyakarta

Blogilicious Trah Yogyakarta

Mas Amril menyusul kemudian seteklah selesai sarapan Gudeg di Yu Jum Barek dan bergabung bersama mas Julian dari Berniaga.CoM. Kitapun asyik ngobrol ngalor ngidul sambil menunggu kedatangan para peserta. Setahuku acara dimulai jam 09.00 jadi aku memang sengaja datang jam 08.30, setengah jam sebelum acara dimulai. Ini adalah salah satu tips presentasi yang masih kuanut sampai sekarang. “Datang minimal 15 menit sebelum melakukan presentasi!”.

Aku tidak tahu apakah jam panitia yang ngaret atau jam penonton yang juga ngaret, tapi acara akhirnya dimulai tepat jam 10.00 wib. Budaya ngaret katanya memang masih jadi budaya Indonesia, meskipun banyak sudah yang berusaha mengikis budaya ini.

Blogilicious Trah Yogyakarta

Blogilicious Trah Yogyakarta

Begitu dapat kesempatan melakukan presentasi, maka aku langsung mengajak para peserta acara semi workshop ini untuk memahami betapa pentingnya sebuah action. Peluang yang datang tidak akan pernah kita ketahui frekuensinya maupun kualitasnya, jadi sebaiknya tangkap peluang yang ada di depan mata secepat mungkin.

Mungkin peluang itu kecil atau kita melihat masih ada peluang lain di balik peluang yang sekarang ada di depan mata dan kitapun berkata dalam hati, “…. di belakang peluang ini ada peluang yang lebih besar menanti, aku akan ambil peluang yang ada di belakang peluang kecil yang saat ini ada di depan mataku…!”

Laluj apakah yang terjadi, pastikah peluang besar di balik peluang kecil itu muncul?

Jawabannya “…belum tentu..!” Yang paling pasti adalah peluang kecil yang ada di depan mata kita. Tangkap dan jadikan peluang kecil itu sebagai peluang besar. Disini diperlukan partisipasi dari otak kanan kita untuk menunjang tugas otak kiri. Karakter otak kanan yang melompat-lompat, tidak terstruktur dan sering out of the box akan membuat peluang yang kecil bisa menjadi peluang yang besar.

Setelah menggunakan otak kanan, maka kita gunakan otak kiri untuk melihat pasar peluang yang ada. Saat ini pasar peluang yang paling banyak ada di dunia maya. Kehidupan manusia Indonesia sudah tersita untuk melanglang dunia maya. Mereka sangat gandrung dengan SocMed (Social Media), mulai dari Facebook (FB) Twitter maupun surel (surat elektronik) berupa BBM, WA ataupun webmail lainnya.

Beberapa orang bahkan tidak paham internet tetapi sangat paham akan FB atau twitter dan inilah pasar besar yang ada di depan kita. Manfaatkan pasar ini untuk meneguk peluang yang ada. Tentu saja yang namanya social media pasti punya etika masing-masing dan harus benar-benar dijaga agar kita mengikuti etika itu. Salah memnggunakan socmed akibatnya bisa membuat orang menjauhi kita.

Dalam kaitan socmed ini pelru juga kegiatan offline. Wajib huukumnya ikut sebuah komunitas yang sesuai dengan jalan hidup kita. Di sekitar kita banyak sekali komunitas yang akan membuat kita tidak egois tapi mulai berpikir untuk saling memberi dan otomatis saling menerima.

Kelompok Mastermind dari Komunitas Tangan Di Atas (TDA) adalah contoh paling bagus untuk mengetahui kedahsyatan sebuah komunitas. Kelompok ini beranggotakan 5-8 orang dan saling bersinergi, bahu membahu mendukung mimpi anggota kelompoknya. Ikut dalam kelompok ini seperti kita mendapatkan 4-7 orang konsultan gratis yang benar-benar memberikan advis secara jujur untuk kita. Kit amendapatkan advis yang jujur karena kitapun memberikan advis yang jujur pada anggota kelompok yang lainnya.

Bila sudah ACTION dan sudah BERBAGI dalam komunitas, maka pasanglah senyum selalu di bibir. Rumusnya 2-2-7. tarik bibir 2 cm ke kiri dan 2 cm ke kanan. Tahan selama 7 detik, maka itulah senyum seimbang yang tulus ikhlas dari kita. Sejelek apapun wajah kita, maka waktu kita tersenyum dunia akan ikut tersenyum pada kita. Ada peserta yang menambahi rumusan ini, ” …jangan lebih dari 7 menit, karena bisa dianggap gila ..”

Sudah ACTION-BERBAGI-SENYUM, maka selanjutnya adalah selalu berdoa di setiap kesempatan. Kita sering mengungkit-ungkit doa yang belum dikabulkan Tuhan, tapi sering lupa mensyukuri doa yang sudah dikabulkan Tuhan. Kitapun sering merasa cukup dengan beberapa kali doa, padahal kita bukan nabi yang sekali berdoa pasti makbul. kita hanya orang biasa, sehingga harus lebih sering berdoa, karena kita tidak pernah tahu doa mana yang sesuai dengan ajaran agama kita dan doa mana yang akan dikabulkan Tuhan.

Itulah inti berbagiku dalam acara Blogilicious Trah Yogyakarta dengan materi Blogpreneur.

1.Gunakan Otak kanan (untuk membantu otak kiri bekerja)
2.Gaul (SocMed) sesuai etiket
3.Berbagi (tidak egois) dengan ikut komunitas
4.Senyum (2-2-7) di setiap kesempatan
5.Doa (sebagai pendorong ACTION)
6.Syukur (terhadap apa saja yang kita terima)

Selamat buat panitia lokal Blogilicious Trah Yogyakarta yang telah menunjuk Tim Miesehati sebagai pemateri dalam acara Roadshow di 7 kota ini.

Salam sehati.

Jempol buat Blogger IBN Yogyakarta

Jempol buat Blogger IBN Yogyakarta

+++

Materi blogpreneur dapat diambil disini

Share and enjoy

5 thoughts on “Blogpreneur di Blogilicious Trah Yogyakarta

    • Makasih sudah mampir mas Sibair.

      Sori telat njawab ya, soalnya begitu update ke WP terbaru langsung ada plugin yang tidak kompatibel. Situs ini jadi tidak bisa diakses lagi.

      Salam sehati

Tinggalkan Balasan