Hidup Sehat dengan Taichi

Mie Sehati sudah lama mengidamkan agar bisa berbuat sesuatu untuk membuat hidup ini menjadi lebih indah dinikmati. Tanpa MSG mie sehati berani menawarkan kelezatan yang menyehatkan, demikian juga dengan pewarna alami dari saripati daun sawi, membuat penampilan mie sehati tetap cantik dengan rasa yang tidak kalah enaknya. Kali ini Mie Sehati ingin berbagi kesehatan dengan cara lain, konsep acara yang akan ditawarkan pada publik adalah “Hidup Sehat dengan Taichi”

Jusuf Sutanto sang Master Taichi

Jusuf Sutanto sang Master Taichi

Tidak tanggung-tanggung, akan didatangkan master Taichi dari Jakarta yang sudah malang melintang dalam kegiatan membangun kesehatan umat melalui berbagai kegiatannya. Bermacam kampanye sudah dilakukan untuk hidup sehat melalui pencegahan bukan melalui pengobatan, berbagai judul buku sudah ditulis, berbagai pola gerak Taichi sudah diperagakan dan dimasyarakatkan demikian juga bermacam-macam pola kegiatan sudah disosialisaikan untuk menuju hidup yang lebih sehat. Itulah master Taichi Jusuf Sutanto @jusufsutanto dari THE Jusuf Sutanto CENTER Jakarta.

Dalam artikel Pikiran, Tubuh dan Jiwa ditulis “tai chi dapat membuka pembuluh darah sampai 30%”, jadi tidak salah kalau olah raga sekaligus meditasi ini sangat bermanfaat bagi tubuh. Para master Tai Chi memang terlihat hanya melakukan gerakan-gerakan lembut dan sederhana, tetapi lihatlah hasilnya, dalam usianya yang sudah tidak muda lagi, mereka terlihat segar dan jauh dari berbagai macam penyakit.

Perspektif kearifan 70 tahun Indonesia merdeka

Perspektif kearifan 70 tahun Indonesia merdeka

Kali ini sang Master akan menyempatkan datang ke Jogja untuk berbagi ilmu kesehatan bersama beberapa peserta terbatas yang mempunyai kesempatan bergabung di Padepokan Padma Jogja. Yeni Eshape akan menyediakan semua sarana dan prasarana untuk suksesnya acara ini. Silahkan bergabung bagi yang tertarik mengenal taichi master dengan mengirim SMS atau pesan WA ke Yeni Rumiyaningtyas 08883087532.

Tentang buku barunya “Jalan Cerdas Menuju Sehat”

No ISBN : 978-979-709-6-144
Penerbit : Penerbit Buku Kompas
Penulis : Jusuf Sutanto ( Editor )
Tahun Terbit : 2013
Tebal Halaman : 400

Inilah yang bisa kita telaah :

“Manusia, ketika dilahirkan lunak dan lemah-setelah mati, keras dan kaku. Semua mahluk hidup saat tumbuh, lembut dan lentur. Ketika mati, kering dan getas. Yang kaku dan keras sahabat kematian-yang lembut dan lentur, sahabat kehidupan” (Tao Te Ching)

Tahun 2005 penduduk dunia berusia di atas 60 tahun berjumlah 1,2 milyar, menjadi 2 milyar pada 2050, atau 21% dari total penduduk dunia. Pertumbuhannya lebih cepat dari orang muda. Di Indonesia, saat ini sekitar 20 juta atau di antara 10 orang terdapat satu lansia.

Kalau para lansia terpaksa hanya hidup di kursi roda atau tempat tidur, negara dan keluarga tidak akan mampu menanggungnya. apalagi kini banyak orang muda yang sudah menderita penyakit lansia akibat perubahan gaya hidup.

Tai Chi adalah salah satu solusi masalah kesehatan bagi siapa saja, pria-wanita, dari yang muda sampai lanjut usia, bahkan anak dalam masa pertumbuhan. Dalam jurnal kesehatan internasional disebut sebagai Meditation and Medication in Moving. Tarian dan olah raga di bumi Nusantara bisa dikembangkan untuk ikut mengatasi masalah kesehatan dalam peradaban masa depan.

Waktu yang disediakan seharusnya dua hari pertemuan, tetapi karena keterbatasan waktu, maka hanya akan diadakan dalam sesi sehari saja. Konsekuensinya acara harus dimulai tepat waktu dan akan selesai lebih lama dari biasanya.

Jalan Cerdas Menuju Sehat

Jalan Cerdas Menuju Sehat

Silahkan kontak Vita Agustina +62 817-5148-843 atau Yeni Eshape 08883087532 via SMS atau WA untuk info lebih lanjut. Biaya administrasi 400 ribu dan untuk 50 pendaftar pertama cukup 300.000 saja.

Salam sehat.

Mie Sejati di Tangerang

Beberapa hari lalu aku menerima kiriman gambar launching Mie Sejati di Tangerang. Pengirimnya keluarga Basyari yang beberapa waktu lalu ikut pelatihan pembuatan Mie Sehati di Taman Kuliner Condongcatur Jogja. Saat pelatihan itu, memang terjalin komunikasi yang lebih intens antara instruktur pelatihan dengan peserta pelatihan, sehingga semua yang disampiakan oleh instruktur bisa dipahami dengan baik oleh para peserta pelatihan.

Pelatihan Mie Sehati Taman Kuliner Jogja

Pelatihan Mie Sehati Taman Kuliner Jogja

Di tahun awal pelatihan, peserta pelatihan bisa sampai puluhan bahkan pernah lebih dari seratus orang ketika pelatihan dilakukan di sebuah Mall Bekasi. Interaksi antar instruktur dan peserta pelatihan menjadi kurang optimal, hanya sebagian peserta yang bisa melakukan komunikasi secara intensif. Sampai angka 20 orang, komunikasi masih bisa dilakukan meskipun masih ada beberapa orang yang tetap kurang mendapat perhatian secara penuh.

Akhirnya diadakan juga kelas peserorangan alias privat, tetapi biaya pelatihan jadi lebih besar, karena harus menyiapkan bahan untuk dipakai sebagai praktek percobaan pembuatan mie dan pelengkapnya. Paling ideal ternyata bila pesertanya cukup 4 orang saja atau maksimal 10 orang.

Keluarga Basyari setelah pada tanggal 28 Maret 2015 mendapat pelatihan di Jogja langsung membuka usaha di Tangerang, tepatnya di jalan Dipatiunus no 38 RT 01/03 Kampung Cibodas Kelurahan Cibodas Kecamatan Cibodas kota Tangerang Banten pada tanggal 26 April 2015.

Mie Sejati Cibodas Tangerang

Mie Sejati Cibodas Tangerang

Pusat pelatihan Mie Sehati atau Mie Perto atau Mie Hijau, memang mencoba melakukan misi komunitas Tangan Di Atas (TDA), yaitu mencetak wirausahawan baru sebanyak mungkin dengan cara yang semudah mungkin. Dengan demikian aroma semangat wirausaha segera memasuki mindset para wirasuahawan baru tersebut. Setelah usaha dijalankan, pasti akan banyak kendala yang muncul, disinilah semangat wirasuaha diasah lebih mengkilap lagi. Ada yang gagal itu pasti, tapi pasti juga ada yang berhasil. Salah satu murid pak Ato di Cikarang bahkan pernah dengan bangga menulis “sukses menutup bisnis!”.

Mie Sejati Cibodas Tangerang

Mie Sejati Cibodas Tangerang

Setelah membuka sebuah usaha, memang ada dua kesimpulan yang akan terjadi, yaitu gagal atau berhasil. Yang penting adalah keyakinan untuk berbuat lebih baik, semangat untuk lebih maju dan tak kenal menyerah. Yakin pada diri sendiri bahwa kegagalan adalah sukses yang tertunda, keberhasilan menutup usaha yang rugi juga sebuah tantangan untuk menjadi lebih cermat dalam melakukan wirausaha.

Pelatihan mie Sehati di Jogja, Surabaya maupun Jabodetabek, selalu mementingkan komunikasi yang lebih intens antara instruktur dengan para murid. Sampai-sampai tetap ada komunikasi setelah pelatihan selesai diadakan. Memang tidak ada pelatihan yang sempurna bagi para murid, sehingga mereka selalu merasa ada yang terlewat ketika sudah sampai di rumah. Hubungan via SMS ataupun telepon langsung biasanya dilakukan saat sang murid menemui kendala ketika melakukan praktek di rumahnya masing-masing.

Mie Sejati Cibodas Tangerang

Mie Sejati Cibodas Tangerang

Salah satu nasehat yang selalu diberikan oleh sang instruktur saat sang murid akan membuka usaha adalah kewajiban untuk berbagi rejeki saat bisnisnya sudah mulai untung.

“Silahkan lihat keuntungan dan sisihkan 2,5% untuk diberikan pada yang berhak. Siapakah yang harus diberi ? Siapa saja yang anda anggap berhak dan lakukan tanpa lapor ke saya, karena Tuhan sudah mengurus malaikat untuk mencatat amal kita, baik yang akan dilakukan maupun yang nantinya dilakukan”

Konsep Mie Sehati memang mengajak siapapun warga Indonesia untuk tertarik dalam bidang kuliner sehat dan setelah lulus sebagai murid mie sehati, maka mereka diperbolehkan untuk membuat warung dengan nama mereka sendiri atau memakai nama mie sehati. Tidak ada beaya yang harus dibayarkan bila memakai nama mie sehati, yang penting mereka memang membuat mie sesuai yang telah diajarkan.

Mie Sejati Cibodas Tangerang

Mie Sejati Cibodas Tangerang

Mie Sehati ikut Baksos Kampung UGM

Sabtu, 12 Juli 2014, Mie Sehati ikut Baksos Kampung UGM di Panti Asuhan Daarut Taqwa. Acara baksos ini benar-benar meriah, jauh melampaui harapan panitia. Kegiatan yang dikemas hanya dalam hitungan hari ini ternyata sukses mendatangkan sumber dana berlimpah dan banyaknya anggota kampung UGM yang menyempatkan diri untuk bergabung. Meskipun di antara mereka ada juga yang tidak sampai pada acara buka bersama, karena mereka harus menghadiri acara lain pada jam yang sama, tapi suasana benar-benar meriah dan berkesan.

Gabung BAKSOS Kampung UGM pasti manfaat

Gabung BAKSOS Kampung UGM pasti manfaat

Ustadz Abi Romi sampai mengucapkan kalimat takjub,”biasanya yang datang ke panti asuhan ini hanya satu atau dua mobil, maksimal empat mobil, tapi hari ini banyak sekali mobil yang datang dengan membawa aneka barang. Syukur Alhamdulillah”

Panti asuhan Daarut Taqwa sebenarnya mempunyai lokasi yang cukup luas, tapi karena terletak di desa yang cukup terpencil, maka tidak banyak bantuan yang mengalir ke panti ini. Alhamdulillah, berkat kegiatan baksos Kampung UGM ini, maka ada salah satu kawan yang tergerak hatinya untuk menyalurkan bantuan beras 50 kg setiap bulan.

Ada sebuah pertanyaan lagi dari ustadz Abi yang menggelitik,”Mas yang memimpin acara ini ya? Terima kasih mas”. Ucapan itu disampaikan ke mas Bagus Jeha, non alumni UGM yang hadir memeriahkan acara ini. Tentu saja mas Bagus Jeha menampik pertanyaan itu dan menunjuk padaku,”Ini yang alumni UGM pak ustadz”

“Oooo … panjenengan ketuanya ya?”

Yang menjawab justru teman-teman alumni yang duduk di sekitarku,”Kampung UGM ini tidak ada ketuanya pak ustadz…”. Tentu pak Ustadz nyengir saja, karena mana mungkin sebuah organisasi kok tanpa ada ketuanya. Akupun akhirnya harus menjelaskan tentang organisasi Kampung ini secara ringkas.

“Ini adalah komunitas yang kebanyakan hanya bertemu lewat internet. Kita mempunyai kesamaan pandangan dan kesamaan kampus, sehingga tanpa ketuapunbisa mengadakan berbagai macam acara dengan penuh semangat. Jika salah satu dari kita punya ide yang menurut sebagian anggota Kampung dianggap menarik, bermnafaat dan bisa dilaksanakan, maka kitapun mendukung tanpa perlu komando dari panitia”

“Contohnya ide mbak Denies untuk acara ini kita anggap menarik, maka dalam waktu singkat kitapun sudah mewujudkan ide itu menjadi kenyataan”

“Jadi mbak Denies itu sudah berperan secara lengkap, sebagai ketua, bendahara, sekretaris dan lain-lainnya. Bener ya mbak Denies?”, kataku ketika kulihat mbak Denies ikut memperhatikan diskusiku dengan pak Ustadz.

Bingkisan simbolis dari Kampung asli UGM 1

Bingkisan simbolis dari Kampung asli UGM

Acara ini berlangsung santai dan tidak banyak protokoler. Sehabis Dhuhur aku langsung menuju lokasi, menurunkan semua barang panitia bersama mas Agus, mas Ricky dan mbak Denies. Istrikupun langsung berinteraksi dengan anak-anak panti untuk memulai acara pelatihan Mie Sehati. Meski acara resminya dimulai sehabis asar, tetapi untuk memanfaatkan waktu, sudah dilakukan acara persiapan memasak Mie.

Turunkan barang di Panti Asuhan Daarut Taqwa

Turunkan barang di Panti Asuhan Daarut Taqwa

Urutan acara yang sudah disusun dan sudah kusampaikan ke hadirin juga diubah semau hadirin. Acara yang seharusnya di tengah mereka minta diajukan di depan. Aku sampai melihat lagi susunan acara sebelum akhirnya merasa tidak apa-apa juga kalau acara dimajukan.

Ada acara yang menarik selain acara pelatihan membuat mie sehat. Acara menanam di lahan terbatas ternyata sangat menarik dibawakan oleh mbak Sribudi Astuti. Sayangnya acara menanam di lahan terbatas ini memang sejatinya memerlukan waktu yang cukup panjang, sehingga keterbatasan waktu ini membuat mbak Tutik hanya bisa memberikan prolog menggunakan sarana audio visual memakai projector mini. Meski demikian kelas lanjutan tetap ditawarkan, bila memang pihak Panti merasa manfaat menanam di lahan terbatas ini cocok dengan kehidupan di panti ini.

Aku sendiri melihat lahan yang ada di panti ini cocok untuk berbisnis hasil tanaman yang dikelola dengan model mini.

Anggota Kampung yang beberapa diantaranya membawa anak-anak menambah suasana Baksos ini menjadi semakin meriah. Pelatihan mie sehat yang memang diperuntukkan buat warga panti ternyata menarik perhatian mereka, sehingga begitu pelatihan dinyatakan selesai, merekapun mencoba membuat mie dengan mesin giling mie yang masih menyisakan beberapa gram adonan mie siap giling.

Peserta pelatihan Mie Sehati yunior

Peserta pelatihan Mie Sehati yunior

Bapak dan ibu anggota Kampung juga ternyata antusias dengan model pelatihan mini ini. Beberapa pertanyaan mereka, kalau dituruti pasti akan membuat pelatihan ini molor dari jadwal yang disediakan. Memang terlihat beberapa pertanyaan justru disampaikan oleh bapak-bapak dan ibu-ibu warga kampung dibanding adik-adik warga Panti.

Mbak Any kepingkel-pingkel

Mbak Any kepingkel-pingkel

Acara paling meriah bisa dipastikan adalah acara narsis berjamaah di akhir acara. Warga pantipun terkesima dengan tingkah laku warga kampung yang tadinya terlihat santun dan alim. Ternyata pada sesi poto bersama, terlihat saling berimprovisasi baik dengan gaya maupun dengan komentar yang nyleneh.

Kampung asli UGM Kopdar Baksos Daarut Taqwa

Kampung asli UGM Kopdar Baksos Daarut Taqwa

+++

Info buat teman-teman yang kemarin menyaksikan Mie Sehati ikut Baksos Kampung UGM dan menanyakan kapan pelatihan Mie Sehati, bu Yeni memberikan jadwal pelatihan pada hari Sabtu, tanggal 19 Juli’14 jam 14.00-17.00 di taman kuliner Condong catur Yogyakarta.

Silahkan kirim SMS ke bu Yeni di nomor 08883087532Sabtu, 12 Juli 2014

Pelatihan Mie di Surabaya 18 April 2014

“Kapan pelatihan mie sehati di Surabaya mas Eko?”

“Jumat tanggal 18 April 2014 mas”

“Di Pondok Candra lagi?”

“Yes, di TK Nurul Azizi Pondok Candra Sidoarjo”

“Mau nanya mas, tentang pelatihan-pelatihan mie sehati yang sudah pernah diadakan”

“Silahkan”

“Apakah semua peserta selalu sukses dalam berlatih?”

“Maksudnya?”

“Apakah semua peserta setelah diajari praktek membuat mie, kemudian ketika selesai membuat hasilnya selalu sesuai standar mie sehati?”

“Tidak mas. Beberapa kali terjadi para peserta pelatihan ketika membuat mie hasilnya tidak sesuai dengan standard mie sehati

“Terus kalau terjadi begitu, apa yang dilakukan oleh instrukturnya?”

“Sebenarnya membuat mie yang salah itu banyak hikmahnya mas”

“Lho kok ?”

“Dengan membuat mie yang salah, maka kita jadi tahu bahwa proses membuat mie ini ada aturannya, kalau dilanggar bisa jadi hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan”

“……”

“Kalau sudah begitu, maka ada beberapa hal yang dilakukan oleh instrukturnya. Pertama dia akan membuat mie yang benar di depan peserta dan kemudian peserta diminta untuk membedakan rasa mie yang salah dan rasa mie yang benar”

“Aku pernah baca itu mas di blog mie sehati

“Setelah itu, instruktur juga akan menyediakan waktunya untuk komunikasi dengan peserta yang masih bermasalah ketika mencoba membuat mie di rumahnya atau di warungnya”

“Melalui SMS ya?”

“Biasanya begitu, bisa SMS atau langsung telepon ke ibu Yeni 08883087532”

Tanya jawab di atas kurangkum dari pertanyaan beberapa orang yang bertemu denganku dalam berbagai acara. Bisa acara gathering, atau acara sama-sama nunggu jemputan kereta api atau acara-acara yang tidak ada hubungannya dengan pelatihan mie sehati.

Kebiasaanku ngobrol dengan siapapun yang sudi diajak berbicara membuat aku sering bercerita tentang pelatihan mie sehati pada siapa saja yang kutemui. Paling seru memang kalau ngobrol saat kita kehabisan pembicaraan di kereta api atau di bis. Dari perkenalan awal yang membahas bermacam topik, kadang sampai juga di topik wirausaha atau topik kuliner. Setelah itu pasti akhirnya masuk ke topik pelatihan mie sehati.

Mesin giling Mie Sehati, kuat dan murah meriah

Mesin giling Mie Sehati, kuat dan murah meriah

Bagi pembaca artikel ini yang tertarik ikut pelatihan mie sehati di Surabaya, silahkan langsung saja kontak ibu Yeni 08883087532 melalui SMS. Sertakan nama dan alamat lengkap untuk memudahkan komunikasi sebelum maupun setelah pelatihan.

Biaya pelatihan mie sehati sebesar Rp. 200.000 dapat ditransfer ke rekening berikut :

Bank Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045.

Seusai transfer silahkan konfirmasikan kepesertaan kepada ibu Yeni melalui SMS nomor 08883087532. Akan lebih baik kalau sudah membaca file resep mie sehati dan peralatan apa saja yang dibutuhkan. Silahkan unduh disini untuk yang ingin membacanya dulu. Bagi yang belum sempat mengunduh, maka saat pelatihan akan dibagikan file tersebut dalam bentuk hard copy.

Ibu Yeni instruktur pelatihan Mie Sehati - 08883087532

Ibu Yeni instruktur pelatihan Mie Sehati – 08883087532

Pelatihan Mie Surabaya 21 Maret 2014

Pelatihan Mie Surabaya 21 Maret 2014 akan dilaksanakan di Pondok Candra, dimulai pada jam 13.00 dan berakhir pada jam 16.00 wib. Para peminat pelatihan bisa langsung kirim SMS ke Ibu Yeni 08883087532. Silahkan ditulis nama dan alamat lengkap untuk memudahkan instruktur mempersiapkan sarana dan pra sarana pelatihan.

Pada pelatihan yang lalu di Taman Kuliner Jogja, peserta mendapat pelatihan tentang beberapa hal yang penting. Biasanya pelatihan mie memang selalu menghasilkan adonan mie yang langsung enak, tetapi saat pelatihan di Jogja minggu lalu, peserta menikmati hasil pelatihan yang berbeda dengan cita rasa mie sehati yang umum.

“Apakah rasanya seperti mentah ?”, kataku pada peserta pelatihan yang sedang menyantap hasil masakan mereka.

“Iya nih, rasanya seperti kurang pas”

“Ukuran mienya juga ternyata gedhe banget nih”

Berbagai macam komentar langsung saling bersahutan mengomentari hasil masakan mereka saat praktek membuat mie sehati. Akupun menjelaskan pada mereka dimana keslahan yang telah dibuat, sehingga hasilnya tidak sesuai dengan ilmu yang diberikan.

Kesalahan pertama dan utama ada pada rebusan air yang belum mendidih tetapi mie sudah dipaksakan masuk, Rebusan air yang belum mendidih akan membuat mie tidak mengembang sempurna, sehingga rasanya akan sangat jauh berbeda. Bila air rebusan sudah mendidih, maka hanya diperlukan 12 hitungan alias 12 detik untuk membuat mie mentah menjadi matang sempurna.

Kesalahan ke dua yang juga membuat perebusan mie menjadi tidak matang sempurna adalah terlalu banyak menaburkan tepung “kanji” untuk membuat mie tidak lengket. Rebusan air menjadi keruh oleh tepung ini, sehingga proses perebusan juga menjadi tidak sempurna.

Sambil mereka menikmati mie yang kurang sempurna matangnya, di dapur dimasak juga mie baru dengan proses perebusan yang sesuai standard mie sehati. Hasilnya langsung dihidang pada mereka dan kembali komentar bersahutan memuji nikmatnya mie sehati yang dimasak secara benar dan matang.

“Wah memang beda rasanya”

“Iya nih, enak”

Satu hal lagi yang membuat mie tidak direbus secara sempurna adalah penempatan kompor yang ditaruh di ruang terbuka dan sedang banyak angin berhembus. Api yang dipakai memanaskan panci berisi air rebusan tidak secara cepat dapat memanaskan air, sehingga ketika mie direbus, sebenarnya air yang terlihat mendidih belum mendidih secara sempurna.

Pelatihan di Surabaya di hari Sabtu 21 Maret 2014 nanti bisa jadi hasilnya sempurna, bisa juga hasilnya kurang sempurna. Namun apapun hasilnya, instruktur Mie Sehati akan memastikan semua peserta mendapat ilmu membuat mie yang benar dan hasilnya sempurna.

Beberapa peserta pelatihan memang tidak semua mampu menyerap ilmu membuat mie dengan baik, bisa karena banyaknya peserta pelatihan atau bisa juga saat dijelaskan saat sedang tidak konsentrasi. Untuk hal ini, instruktur pelatihan sudah mencarikan solusinya, yaitu komunikasi lanjutan via SMS atau telepon langsung ke Ibu Yeni 08883087532.

Mesin giling mie sehati

Mesin giling mie sehati

Bagi yang sudah mantap untuk ikut latihan, silahkan melakukan pendaftaran ke Ibu Yeni dan mengirimkan biaya pelatihan sebesar Rp. 200.000 ke rekening berikut :

Bank Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045.

Seusai transfer silahkan konfirmasikan kepesertaan kepada ibu Yeni melalui SMS nomor 08883087532. Untuk peserta khusus Surabaya ini, sebaiknya sudah hadir sebelum sholat Jumat dan bagi yang beragama Islam dapat mengikuti ibadah Jumat di dekat lokasi pelatihan.

Akan lebih baik kalau sudah membaca file resep mie sehati dan peralatan apa saja yang dibutuhkan. Silahkan unduh disini untuk yang ingin membacanya dulu. Bagi yang belum sempat mengunduh, maka saat pelatihan akan dibagikan file tersebut dalam bentuk hard copy.

Salam sehati.

Instruktur mie sehati diapit 2 pelanggan

Instruktur mie sehati diapit 2 pelanggan

 

Pelatihan Mie 15 Maret 2014

Pelatihan Mie 15 Maret 2014 seperti biasa diadakan di Taman Kuliner Condongcatur Jogjakarta. Lokasinya di sebelah barat kantor Kelurahan Condong catur atau di belakang Terminal Condongcatur. Tempat ini selalu dipilih karena kebanyakan peserta pelatihan dari bulan ke bulan selalu didominasi peserta dari luar Jogja, bahkan ada juga yang dari luar pulau.

Pusat pelatihan Mie Sehati di Cungkuk letaknya memang sangat dekat dengan pusat kota, tetapi peserta dari luar kota jadi agak repot kalau tidak memakai kendaraan sendiri. Bagi yang datang pelatihan dari Papua, Kalimantan atau dari luar Jogja, seperti Bandung, Tegal maupun kota lain yang membawa kendaraan sendiri tentu tidak masalah, tetapi yang datang memakai jasa angkutan umum akan lebih mudah mencari Taman Kuliner Condongcatur, karena letaknya yang pas di belakang terminal Condongcatur.

Peserta pelatihan Mahasiswa UNSOED

Peserta pelatihan Mahasiswa UNSOED

Bagi peserta pelatihan yang turun di terminal Jogja atau terminal Trans Jogja (TJ) di daerah manapun, maka bisa memilih angkutan TJ yang menuju terminal Condongcatur, cukup 3.000 rupiah akan sampai ke lokasi. Bila datangnya pagi, maka naik TJ ini sangat nikmat. Angkutan masih belum ramai penumpang, masih terasa segarnya AC dan lalu lintas yang juga masih belum ramai. Bila sudah siang, maka AC jadi kurang terasa dingin karena banyaknya penumpang dan lalu lintas yang sudah mulai macet.

Bagi yang ingin bergabung dengan pelatihan mie 15 Maret 2014, silahkan langsung kontak via SMS ke Ibu Yeni 08883087532 atau mas Bagus Jeha nomor 0819-3174-6888. Kirimkan nama dan alamat lengkap serta transfer biaya administrasi sebesar 200.000 IDR ke rekening Yeni Rumiyaningtyas dengan nomor rekening sebagai berikut :

Bank Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045.

Disarankan sebelum hari pelatihan para peserta sudah mengunduh file resep mie sehati dan peralatan yang diperlukan untuk buka usaha mie disini. Silahkan dibaca dan yang dirasa tidak jelas bisa ditanyakan saat pelaksanaan pelatihan pada Hari Sabtu, 15 Maret 2014 jam 10.00 wib.

Mie Sehati plus krupuk

Mie Sehati plus krupuk

Pelatihan mie ayam ini akan berlangsung sekitar 2-3 jam dan biasanya selesai pas jam makan siang. Bagi yang masih merasa belum jelas, seusai pelatihan tetap diadakan diskusi bersama instruktur dan peserta pelatihan lain termasuk pemerhati mie sehati yang bergabung dalam acara ini. Semua peserta dijamin bisa membuat mie, bahkan bila sampai di rumah masih merasa belum mahir, komunikasi tetap dapat dilakukan melalui SMS atau telpon ke instruktur ibu Yeni.

Ajang diskusi seusai pelatihan biasanya menjadi ajang silaturahmi yang akrab di antara para peserta dan instruktur. Mereka saling tukar nomor hape dan alamat tempat tinggal atau bahkan alamat usaha mereka. Memang sebagian peserta pelatihan mie sehati kadang ada juga yang sudah punya usaha, baik usaha kuliner ataupun usaha lain yang berhubungan dengan kuliner atau yang bahkan tidak ada hubungan sama sekali.

“Saya ini sudah kelarisan jualan mie, tapi baru sekali ini tahu proses membuat mie dan ternyata sangat gampang dan asyik”, kata salah satu dari mereka.

Sepanjang pelatihan, peserta memang dihibur oleh gurauan mereka sendiri, padahal awalnya mereka “jaim” dan malu-malu karena baru ketemu pada hari itu dan belum saling mengenal. Proses pembuatan mie memang dilakukan di akhir pelatihan, pada awalnya mereka diberi ilmu tentang pernik-pernik seputar mie, antara lain membuat minyak mie, membuat kuah mie atau memasak ayam bersama jamur.

“Kalau tanpa jamur dan hanya ayam semua bagaimana ya bu? Kan namanya mie ayam bukan mie ayam jamur?”, kata salah satu peserta.

“Boleh kok hanya ayam saja tanpa jamur. Namanya juga boleh memakai nama mie ayam atau mie ayam jamur. Bagi kita terserah anda semua. Hanya saja pengalaman kita, kalau ayam semua tanpa campuran jamur, maka rasa ayamnya jadi terlalu tajam, jadi jamur itu membuat rasa ayamnya pas dan menambah kekayaan kandungan gizinya”

Sampai jumpa di pelatihan mie, Sabtu 15 maret 2014 di Taman Kuliner Condongcatur. Salam sehati.

Gerobak Mie Sehati

Gerobak Mie Sehati

Bisnis Instant ternyata ada

“Wah Bisnis Instant ternyata ada ya mas?”

“Hahahaha…. memang ada tapi bisnis mie sehati ini bukan bisnis sulapan, tetap perlu kerja keras dan tak kenal menyerah dari pemilik bisnisnya”

“Beda dengan bisnis yang tinggal ongkang-ongkang kaki kemudian uang datang sendiri ya mas?”

“Mungkin suatu saat sampai juga di situ, tapi untuk yang itu tidak bisa instan”

Usaha membuka warung mie sehati memang bisa dilakukan secara instan, langsung buka warung seusai pelatihan, tapi jangan harap langsung untung berjuta-juta rupiah. Perlu kerja keras agar bisnis kecil-kecilan ini bisa menjadi besar dan menguntungkan sang pemilik warung.

Instruktur pelatihan dan pengunjung warung

Instruktur pelatihan dan pengunjung warung

“Bisnis mie ayam ini memang bisnis yang kecil saat ini mas, tapi bisa jadi akan menjadi bisnis yang sangat menguntungkan kalau memang berjalan sesuai rencana”

“Terima kasih mas”

Petikan kalimat tersebut kuambil dari percakapanku dengan seorang pembeli di warung mie sehati Taman Kuliner Condong catur. Dia tertarik melihat kegiatan belajar membuat mie sehati dan akhirnya duduk di warung sambil mengamati proses pelatihan mie sehati.

“Pelanggan mie sehati dapat dengan jelas melihat proses pembuatan mie yang sehat dan higienis mas. Mirip seperti bread talk yang kita bisa melihat seluruh proses pembuatan kuenya”, kataku sambil tersenyum.

“Ternyata mudah ya membuat mie, hanya memakai alat yang sederhana dan langsung jadi mie”

“Alat giling mie itu memang paling sederhana dan awet, dibanding alat sejenis yang terlihat lebih mewah tetapi sangat mudah rusak atau alat yang lebih kuat tapi dengan harga yang berlipat-lipat”, kataku menjelaskan tentang mesin giling mie yang asli buatan Indonesia tetapi ada yang diimport dari negeri China dengan harga yang relatif sama.

Mesin giling mie

Mesin giling mie

Tamuku ini memang sangat antusias membahas pelatihan mie sehati bulan Pebruari 2014 ini. Dia mantan anggota parpol yang kemudian mulai menjauhi dunia politik dengan konsekuensi menurunnya harta kekayaannya.

“Saya suka dengan kegiatan pelatihan mie ini mas, bukankah ini mengajari kita untuk berwira usaha dengan cara yang paling mudah tapi tetap memerlukan kerja keras? Bukan cara ajaib bak pesulap?”

“Benar mas, usaha membuka warung mie sehati adalah cara instan untuk jadi pengusaha, tapi hanya di awal saja, setelah itu masih dibutuhkan kerja keras, bahkan kerja yang sangat keras mungkin agar omzetnya terus naik”

“Saya kagum dengan siapa saja yang mau membagikan ilmunya seperti kegiatan ini. Indonesia butuh orang seperti mas yang mau berbagi ilmu untuk siapapun”

“Wah pujian itu untuk istriku saja mas, soalnya dia yang memberi pelatihan ini. Saya sendiri sangat kagum dengan master Mie Perto yang membuat semua ini terjadi. Dia adalah pencetus ide membuat laboratorium mini kuliner di rumahnya dan membagikan hasilnya kepada kita semua”

“Siapa itu?”

“Namanya pak Syamsu Irman dan dia rajin berbagi seperti ini. Dulu dia berbagi ke berbagai kota di Jawa dan ada juga muridnya dari bali. Saya kebetulan sering ikut di kegiatannya”

“Mas ikut sharing seperti hari ini?”

“Bukan, saya hanya menuliskan cara pak Syamsu Irman sharing ilmu membuat mie dan kemudian menuangkannya dalam bentuk tulisan di blog Mie Sehati. Blog itu akhirnya malah merebut penghargaan tertinggi dalam ajang On Off dari Acer, karena kegiatannya yang nyata di dunia online maupun offline dan memberi inspirasi pada banyak orang”

Peserta pelatihan Mie Sehati 23 Pebruari 2014

Peserta pelatihan Mie Sehati 23 Pebruari 2014

“Mas, saya ini dulu pernah punya segalanya. Pengalaman sidah mengajarkan pada saya, bahwa yang penting adalah bergerak terus dan tidak mengandalkan kekayaan, karena kekayaan itu semu. Yang kita butuhkan nanti hanya selembar kain kafan dan tanah 1×2 meter saja. Kekayaan itu tidak kita bawa ke lubang kubur, tapi kegiatan kita yang akan menemani kita di alam kubur”.

Mak jleb, ucapan ini sangat masuk dalam hatiku. Kenapa kita khawatir tidak kaya, kenapa kita tidak khawatir akan kecukupan bekal kita nanti?

Percakapan yang seru ini akhirnya berakhir ketika pelatihan berakhir dan akupun larut dalam pembicaraan lain dengan para peserta pelatihan.

“Mas, tadinya aku mau buka warung mie yang lain lho”

“Oh iya?”

“Benar mas, sampai salah satu temanku bilang untuk belajar membuat mie sendiri dan menjualnya sendiri saja. Akupun mencari di internet dan ketemu blog mie sehati mas”

“Wow keren mas. Selamat bergabung dengan para murid mie sehati mas. Semoga manfaat ya”

Kami bersalaman dan diapun memacu motornya kembali ke kotanya, Solo. Peserta lain juga memacu motornya dan kembali ke kotanya, Lamongan. Luar biasa semangat mereka mengikuti pelatihan ini. Semoga kesuksesan bersama mereka. Amiin.

Salam sehati.

Peserta pelatihan Mie Sehati 23 Pebruari 2014

Peserta pelatihan Mie Sehati 23 Pebruari 2014

 

Pelatihan Mie di Surabaya dan Jogja

Pelatihan Mie di Surabaya dan Jogja pada bulan Pebruari 2014 akan diadakan pada hari Jumat dan Minggu. Tepatnya Jumat tanggal 21 Pebruari 2014 di TK Nurul Azizi Pondok Candra Sidoarjo Surabaya dan Minggu 23 Pebruari 2014 di TKC (Taman Kuliner Condongcatur) Sleman Jogjakarta.

Pelatihan mie sehati di Surabaya dimulai pada jam 13.30 wib atau selepas sholat Jumat. Peserta diharapkan sudah datang sebelum sholat Jumat dan melakukan ibadah Jumat di dekat lokasi pelatihan. Bagi peserta yang non muslim tentu dapat langsung menuju lokasi pada jam yang telah ditentukan.

Pelatihan Mie Sehati di TK Nurul Azizi Surabaya

Pelatihan Mie Sehati di TK Nurul Azizi Surabaya

Untuk wilayah Jogjakarta, pelatihan diadakan di warung mie sehati Taman Kuliner Condongcatur (TKC) pada jam 14.00 sampai sekitar jam 17.00 atau menjelang maghrib. Lama pelatihan ini akan sangat tergantung pada kesiapan peserta dan diskusi yang terjadi selama pelatihan berlangsung. Semakin banyak pertanyaan, maka semakin lama pelatihan berlangsung.

Konsep pelatihan ini adalah semua peserta harus mampu membuat mie sehati dengan cara yang benar, sehingga bila ada yang masih belum jelas akan dijelaskan secara detil. Bila tidak semua peserta yang tidak jelas, maka penjelasan bisa disampaikan secara privat pada peserta yang masih belum jelas. Kalau semua peserta merasa kurang jelas, maka pelatihan akan disampaikan ke semua peserta sehingga semua peserta merasa tuntas mendapat seluruh ilmu membuat mie.

Mie Sehati Taman Kuliner Jogja

Mie Sehati Taman Kuliner Jogja

Kadang peserta juga sudah merasa jelas, tapi begitu sampai di rumah ada beberapa bagian yang belum dipahami atau terlupa. Untuk kasus ini, biasanya peserta langsung menghubungi instruktur ibu Yeni Eshape 08883087532 untuk mendapat bimbingan melalui SMS atau kontak langsung.

Agar semua peserta mempunyai bekal pengetahuan sebelum mengikuti acara pelatihan, disarankan untuk melakukan pengunduhan file resep mie sehati dan peralatan apa saja yang dibutuhkan bila ingin membuat mie sehati. Silahkan masuk ke halaman unduh file resep mie sehati dan melakukan pengunduhan resep tersebut.

Mesin giling mie sehati

Mesin giling mie sehati

Biaya administrasi pelatihan Mie Sehati sebesar Rp. 200.000 dapat ditransfer ke rekening di bawah ini.

Bank Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045.

Setelah melakukan transfer dapat langsung menghubungi ibu Yeni Eshape ke nomor 08883087532 untuk melakukan konfirmasi. Sampaikan nama dan alamat lengkap untuk data base peserta pelatihan.

Sampai berjumpa di pelatihan Surabaya atau Jogjakarta. Salam sehati.

Pelatihan Mie Sehati bersama master Mie Perto

Pelatihan Mie Sehati bersama master Mie Perto

Untuk pelatihan di wilayah Jabodetabek dapat menghubungi master Mie Perto pak Syamsu Irman no hape  08561125392 atau ke pak Ipung EO pelatihan Mie Sehati Jabodetabek. dengan nomor hape 083894423763 ( email : ipung1ipung@yahoo.com )

Pemuda dari Sumbawa

“Perjalanan 48 jam menuju Jogja hanya untuk belajar membuat mie?”, kataku melihat penampilan seorang pemuda dari Sumbawa yang sedang mengaduk adonan mie.

Sang pemuda dari Sumbawa yang kuperhatikan masih tetap asyik dengan kegiatannya, sementara itu beberapa peserta pelatihan bisnis mie juga asyik dengan kegiatannya masing-masing.

Mas Bagus Jeha, manajer mie sehati mendekatiku dan berkata sambil ikut memperhatikan sang pemuda dari Sumbawa yang naik bus 2 hari 2 malam untuk menuju ke lokasi pelatihan mie di Jogja.

“Pak Eko, kisah dia ini sangat bagus diangkat sebagai pembangkit motivasi lho”

“………..”, aku spechless tak bisa menjawab. Naik bus dua hari dua malam belum pernah kubayangkan. Naik pesawat 5 jam Jogja Papua saja sudah membuatku jet lag, bagaimana rasanya kalau dua hari dua malam di sebuah tempat yang sempit dan tidak terlalu nyaman.

 

Pemuda dari Sumbawa

Pemuda dari Sumbawa

Salah satu peserta pelatihan mie dari Sragen juga mendekatiku dan menyapa ramah padaku sambil bercerita.

“Saya sebenarnya punya dua acara yang sama di hari ini. Satu di Surabaya dan satu lagi di sini”

“Yang di Surabaya pelatihan mie juga?”

“Iya mas, tapi akhirnya kuputuskan untuk ikut acara pelatihan mie yang di Jogja saja. Saya bawa teman untuk mengawani saya”

“Kenapa memilih Jogja?”

“Waktu itu saya pilih yang lebih dekat saja”

“Hahahaha…. alasan yang sederhana ya mas, tapi penting:-)”

“Waktu itu saya merasa sebagai peserta terjauh, hahahaha…. ternyata ada yang lebih jauh lagi. Dari Sumbawa sampai Jogja lewat berapa selat tuh?”

“Ada peserta pelatihan mie yang dari Papua lho mas”

“Iya ya.. sudah kubaca juga di blog mie sehati. Hebat sekali mereka. Luar biasa semangat wirausahanya”

Peserta dari Sragen

Peserta dari Sragen

Sang pemuda yang kita bahas masih tetap asyik melakukan kesibukannya bahkan sampai pelatihan mie selesai, sang pemuda tetap saja betah di warung mie sehati untuk melanjutkan diskusi tentang usaha mie sehati dan pernak perniknya.

Dalam dialog singkatku dengannya, aku sempat memberi pelajaran membuat nasi goreng mewah padanya. Nasgome, begitu kita menyebutnya. Inilah salah satu menu andalan dari mie sehati ciptaan master Mie Perto Syamsu Irman yang berhasil mendapatkan penghargaan dari ketua TDA Bekasi waktu itu.

Dengan memanfaatkan minyak hasil pengolahan ala mie sehati, maka proses pembuatan nasi goreng menjadi sangat mudah. Cukup tuangkan minyak mie sehati dan kemudian masukkan bawang putih yang digeprak plus nasi putih, maka jadilah Nasgome (Nasi Goreng Mewah).

Dengan tekun sang pemuda Sumbawa mencatat semua keteranganku maupun keterangan dari instruktur pelatihan.

“Kira-kira peralatan apa yang tidak ada di Sumbawa yang bisa diadakan disini ya mas?”, katanya bertanya padaku.

“Lihat saja file resep mie sehati yang bisa diunduh di blog mie sehati dan periksa di beberapa lembar terakhir. Ada daftar peralatan yang harus dipunyai untuk membuka usaha mie sehati”

Es Sehati

Es Sehati

Di akhir acara pelatihan, semua peserta mendapat sertifikat pernah mengikuti pelatihan mie dengan tanda tangan dari instruktur pelatihan bu Yeni Eshape.

“Wah pelatihan ini memang bonafide. Nanti saya pasang di dinding rumah saya untuk menunjukkan kalau saya sudah bisa membuat mie”

“Ternyata mudah ya pak membuat mie?”, kataku

“Terus terang pak Eko. Selama hidup ini, baru sekali ini saya memasak di dapur. Hahahaha….”

“Hahahaha….”

“Istri saya pasti heran dengan kemampuan baru saya ini”

“Yakin sudah bisa pak?”

“Paling tidak sudah bisa 50%, sampai di Sragen nanti akan saya biasakan sehingga kemampuan membuat mie makin terasah”

“Hahahaha…. dari guru SMK otomotif pindah menjadi ahli masak mie sehati”

“Saya juga dari SMK Otomotif lho pak”, tiba-tiba sang pemuda Sumbawa nimbrung pembicaraan

“Lho?”

Kitapun tertawa bersama dan berhenti ketika salah satu peserta pelatihan membagikan tepung krispi pada kita.

“Berapa harganya pak?”

“Gratis untuk peserta pelatihan mie sehati”, ujar sang bapak sambil tersenyum.

“Wah aku kasih resep satu lagi nih”, kataku ketika memegang tepung krispi yang berlabel halal ini.

“………….”

“Tepung ini cocok untuk menu nasi goreng istimewa. Saat kita memasak nasi goreng, maka ketika nasi sudah hampir siap dihidang, kita taburi dulu dengan tepung ini dan rasakan bedanya dengan nasi goreng biasanya”

“Hahahahaha…. pak Eko bisa saja tuh…”

Para peserta saling berjabat tangan masih dalam senyum dan akhirnya berpisah dengan meninggalkan sang pemuda Sumbawa dengan catatannya. Pagi ini aku coba kualitas tepung itu pada menu nasi goreng magelangan. Rasanya? Anakku tersenyum simpul sambil memuji masakanku dan pagi itu semua piring terlihat bersih tanpa sisa makanan sedikitpun.

Semoga perjalanan 48 jam menuju Jogja tidak sia-sia bagi sang Pemuda Sumbawa.

Mie Sehati Taman Kuliner Jogja

Mie Sehati Taman Kuliner Jogja