Kuliner Pakem Jogja

Salah satu direktur BUMN bertanya pada grup WA (Whatapps), menanyakan tentang Kuliner Pakem Jogja yang paling maknyus lezatnya. Akupun langsung upload foto direktur anak perusahaan yang sedang menikmati lezatnya kuliner kopi klothok Pakem.

Kusampaikan bahwa meskipun belum lama berdiri tapi tempat ini sudah langsung laris dan sangat kental dengan suasana Jogja yang adem ayem dan penuh kekerabatan.

Semua pengunjung bisa menikmati suasana malam ala Maliboro, tapi di pagi hari sampai sore. Bedanya mungkin belum adanya iringan musik dari pengamen untuk menciptakan suasana malioboro.

Kuliner kopi- klothok

Kuliner kopi- klothok

Soal selera kuliner, sudah tersedia berbagai macam menu kuliner Pakem, mulai jadah tempe, sayur lodeh, gudeg ceker sampai ke pisang goreng yang aduhai antrinya. Semua disajikan dengan cara “self service” alias prasmanan.

Halaman belakang kopi klothok

Halaman belakang kopi klothok

Pengunjung yang datang beraneka ragam, dari pesepeda mahasiswa sampai menteri, campur baur dalam suasana yang merakyat. Boleh pilih tempat duduk yang ada, baik berduaan atau rombongan, di kursi atau lesehan di lembaran tikar tanpa atap.

Suasana yang dijual memang dekat dengan suasana pedesaan, tempat duduknya yang di dekat pematang sawah, terasa menyegarkan karena hembusan angin yang semilir mendayu-dayu.

Halaman belakang kopi klothok

Halaman belakang kopi klothok

Lokasi Kuliner Pakem Jogja yang kurekomendasikan memang jauh dari mahal, meskipun bagi beberapa goweser yang biasa mangkal di Warung Ijo terasa masih kurang murah, tapi kulihat banyak juga goweser yang menjadi pelanggan kopi klothok. Kota Jogja memang hanya sekitar 16 km dari kopi klothok, kalau berkendara dari Jogja, belok kanan sebelum simpang-4 menuju Cangkringan dan Turi.

Bagi istriku, sayur yang disukainya adalah sayur lodeh dan nasi megono yang lezat. Pagi ini, aku sengaja agak siang datang, akibatnya aku kehabisan gudeg ceker dan harus antri panjang ketika ingin melahap pisang goreng.

Aku memilih halaman belakang sebagai tempat duduk dan cukup memakai bambu untuk tempat menaruh makanan. Rasanya sejuknya alam Pakem yang indah menambah selera makanku. Padahal yang dilihat hanya pematang sawah yang sempit dan mungkin beberapa tahun lagi sudah jadi rumah gedong.

Giliran bayar, hanya kejujuran yang dipertaruhkan oleh empunya warung kopi klothok. Kita tinggal menyebutkan apa yang kita makan dan minum, kasir langsung menyebut angka. Harganya dijamin murah untuk kantong wisatawan. Syaratnya pengunjung tidak boleh membawa makanan untuk di rumah. Harga yang diberikan adalah harga untuk makan di tempat.

Kapada para pengunjung kopi klothok, diminta untuk mengambil kuliner semampu perutnya saja, sehingga tidak ada makanan yang tersisa. Tidak disediakan plastik di warung kopi klothok, dengan harapan tidak ada yang membungkus makanan dengan plastik untuk dibawa pulang.

Sayang memang aku datang tidak mengajak anak-anak dan agak kesiangan datangnya. Kebetulan hari ini pengunjungnya cukup padat, sehingga lokasi parkir penuh sesak dan apalagi antri makanannya. Sangat berjubel !

Di warung lain mungkin akan banyak sumpah serapah karena sistim antrian yang tidak jelas, tapi di warung ini, meskipun pengunjung berjubel tetap muncul banyak canda tawa. Apalagi jika bertemu dengan kenalan jauh, ditanggung gurauan makin kencang di telinga.

Seusai dari kopi klothok, akupun menyempatkan diri untuk mampir di Jadah Tempe Mbah Carik Km 14. Banyak oleh-oleh yang menarik bagiku disini. Utamanya tentu Jadah tempe, sama dengan yang ada di Kaliurang hanya lokasinya yang beda. Kemudian yang kucari adalah wedang uwuh model sasetan.

Masih banyak sebenarnya “Kuliner Pakem Jogja”, tapi lebih baik kutulis di postingan yang lain,

Jadah tempe mbah carik

Jadah tempe mbah carik

 

Gudeg ceker Jogja Solo

Wisatawan Jogja Solo tentu tidak perlu berpikir panjang kalau mau cari kuliner gudeg, tapi kalau gudeg ceker harus milih lagi tempat yang buka di malam hari. Di Jogja memang masih banyak gudeg ceker yang istimewa dan buka malam hari, bahkan khusus di Solo ada tempat yang istimewa dan hanya dibuka setelah lewat tengah malam. Beralamat di jalan Wolter Monginsidi no 41-43, RT 02 RW 01, Banjarsari, Margoyudan, Jawa Tengah dengan Telepon:(0271) 630703 gudeg ceker mulai buka sejak jam: 01.30–07.00. Itulah ciri khas Gudeg ceker Jogja Solo.

Di Jogja sendiri yang namanya gudeg ceker terkenal ada di banyak tempat, misalnya di Gudeg Ceker Sedep Raos Jalan Gejayan-Affandi No.30 atau di Gudeg Ceker Seturan Sri Rahayu jalan Seturan Raya No. 15, tapi gudeg ceker favoritku tetap di GUDEG IBU KOTA, di jalan Urip Sumoharjo No.88 (depan toko mas ibu kota) jalan solo.

Gudeg ceker Ibu Kota

Gudeg ceker Ibu Kota

Ini adalah gudeg ceker nostalgiaku. Sejak jaman aku mahasiswa, tahun 70an, sampai sekarang tahun 2016, masih sama cita rasanya, bahkan malam ini terasa berbeda karena ditemani oleh mantan pacarku. Sepiring dengan dua sendok, sedap sekali rasanya. Ceker langsung dilahap termasuk tulangnya dan tidak lupa sudah disediakan juga piring untuk tulang yang tidak ingin kita makan. Kalau agak “rakus”, tulangnya yang kecil-kecil sebenarnya masih bisa juga ikut dimakan, tapi tulang yang gedhe sebaiknya tidak usah dimakan.

Makan gudeg waktu malam memang memberikan suasana yang jauh berbeda dibanding ketika siang atau sore, ada sesuatu ketentraman yang ditawarkan dalam suasana malam. Jalan di Joga Solo yang tadinya riuh di waktu terjaga, saat malam mulai larut jadi terasa sepi dan memberikan katentraman ala Jogja Solo, teduh dan terasa nyaman di hati.

Kalau hati sudah nyaman, makanan apapun memang terasa makin nyaman, apalagi makan ditemani istri dengan makanan kesukaan berdua, wuih dunia rasanya makin indah saja. Akupun jadi ingat pada adikku paling kecil yang pernah kuajak makan malam di suasana jalan solo Jogja. Saat itu adikku belum pernah makan gudeg di Jogja di suasana larut malam, maka ketika kuajak makan malam di Jogja tentu dia sangat menikmatinya.

Gudeg ceker Ibu Kota

Gudeg ceker Ibu Kota

Di Solo aku sering ketemu public figur kalau makan gudeg ceker, mereka tampak biasa saja kalau sedang makan di pinggir jalan. Kesan anggun sudah hilang, berganti kesan kehangatan dalam canda tawa yang lepas tanpa batas. Tidak ada lagi kesan artis atau seleb, yang ada adalah omongan merakyat yang mungkin juga sudah tidak mereka dapatkan lagi di Jakarta yang ruwet.

Kawanku pernah begitu rindunya suasana Jogja Solo, sehingga dia rela lepas dari protokoler dan gabung bersama kelompok teman mahasiswanya. Akibatnya kita yang ditegur pimpinan kita, karena telah menculik tamu agungnya untuk menikmati malam bersama. Indahnya suasana nostalgia memang membuat makan yang sudah nikmat menjadi lebih nikmat lagi.

Banyak tempat untuk Gudeg ceker Jogja Solo, lengkap dengan pernak perniknya. Bagi yang belum suka cita rasa gudeg ceker, sebaiknya perlu dicoba. Cari di mbah Gugel pasti ketemu, kalau mau yang penuh nostalgia tapi tetap enak pilihlah Gudeg Ceker Ibu Kota. Lebaran sebentar lagi itulah waktu yang tepat untuk bermacet ria di jalan solo Jogja.

Selamat makan gudeg ceker !

Gudeg ceker Ibu Kota

Gudeg ceker Ibu Kota

Go Food dari Go Jek

Aplikasi pemesanan taksi online akhirnya jadi masalah bagi para pengemudi taksi konvensional, imbasnya juga mempengaruhi pelayanan aplikasi Go Jek meskipun saat itu belum Go Car. Sehari setelah terjadi demo “anarkis” yang membuat adanya tasi gratis dari Blue Bird, maka aplikasi Go Food dari Go Jek juga sudah berjalan normal lagi. Teman-teman kantor mulai bisa menikmati mie rempah Kulaki dari Go Jek.

KFC layan antar service

“KFC layan antar service”

Memang fenomena kuliner dengan model free delivery sudah lama ada dan sudah lama menjadi andalan dari KFC maupun resto lainnya. Simak layanan antar dari KFC :

KFC Pesan Antar juga melayani pesanan secara online. Cukup masuk ke web www.kfcku.com lalu klik online order, daftarkan data diri Anda berikut menu KFC yang Anda pilih, pesanan Andapun akan segera diantar, kapan saja dan di mana saja. Syarat dan ketentuannya adalah:

  1. Batas wilayah antar maksimum 5 km dari outlet KFC terdekat.
  2. Waktu antar pesanan +/- 30 menit (low hour), sedangkan +/- 45 menit (peak hour).
  3. Tanpa minimun order.
  4. Dikenakan delivery cost Rp 12.000 ,- untuk sekali antar.

Coba kita bandingkan dengan layan antar ala Go Food Go Jek.

  1. Delivering your favorite food under 60 minutes
Delivering food under 60 minutes

Delivering food under 60 minutes

Terlihat perbedaan yang signifikan antara model KFC dan Go Food, 4 ketentuan dibanding ketentuan tunggal. Jelas masyarakat umum, bukan KFC maniac, pasti akan memilih Go Food dari Go Jek. Apapun menu yang kita inginkan, asal terdaftar di Go Food Go Jek, dapat kita pesan dalam waktu dibawah 60 menit.

Memang pemesan harus memilih lokasi resto yang dekat lokasinya dan bukan pada peak hour (jam sibuk) kalau ingin makanan favorit cepat terhidang di depan meja. Pengalamanku dengan Mie Rempah Kulaki atau Bebek Panggang Go Food memang sangat berbeda antara pesan sebelum jam makan siang dan pesan saat adzan maghrib.

Makanan yang maknyus ketika panas akan lebih baik dipesan  pada sekitar jam 11.00, saat resto baru buka, sedang makanan yang tetap nikmat kala dingin, bisa dipesan pada jam-jam sibuk.

Bagi pemilik resto juga sangat terbantu dengan adanya layanan Go Food dari Go Jek. Tidak ada lagi meja kursi yang harus dilengkapi agar dagangan laris dan makin berkembang. Cukup rajin di sosmed untuk melariskan dagangan dan tunggu pembeli memesan secara online.

Kadang-kadang model jualan online memang seperti berjualan yang di awang-awang, tapi manfaat yang dirasakan penjual maupun pembeli telah memangkas banyak kendala. Semua jadi mudah ketika mempergunakan sarana online. Itu mungkin yang menjadi  salah satu pemicu demo sopir taksi konvensioanl.

Untuk masalah online, layanan antar dari KFC yang sudah ada sejak dulu, mungkin akan terusik dengan adanya layanan model Go Food, tetapi segmen pasarnya berbeda, sehingga kemungkinan tidak terjadi demo pengemudi KFC versus penyedia layanan antar makan dari Go Jek.

Bagi masyarakat Jakarta, layanan Go Food ini terasa sekali bedanya. Meskipun jelas lebih mahal, tetapi hidangan yang diinginkan dapat terhidang tanpa naik mobil sendiri dan tanpa mencari lahan parkir yang makin susah ditemui. Tak perlu lagi berebut menggunakan lajur jalan yang makin padat situasinya, pengendara lain yang main serobot tak lagi dijumpai. Cukup tetap bekerja di ruang kita dan makan datang diantar Go Food.

Inilah kelebihan Go Food dari Go Jek untuk daerah Jakarta :

  1. MOST COMPREHENSIVE dengan 15000+ Restaurants featured
  2. FASTEST Powered by 1000s of drivers across JABODETABEK
  3. EASIEST Powered by GO-JEK app
Go Food Go Jek

Go Food Go Jek

Mie Rempah Online

Barangsiapa pernah merasakan nikmatnya Mie Aceh, maka biasanya terus akan ingat pada cita rasanya yang penuh rempah. Mienya yang besar-besar merupakan ciri dari kuliner ini, selain rasa rempahnya. Repotnya adalah lokasi yang menjual mie Aceh tidak banyak dan kalau ketemu lokasinya, kadang ada kendala saat mencoba menikmatinya. Jadi ketika ada Mie Aceh yang bisa didapat dengan jasa Go-Jek, akupun jadi tertarik mencobanya. Mie Rempah Online begitu yang kutahu.

Go Jek

Syaratnya kita harus pasang aplikasi Go-Jek di ponsel dan kemudian pilih menu Go-Food. Setelah itu pilih nama warungnya, maka akan ditemukan Warung Mie Rempah yang sebenarnya adalah Mie Aceh. Mungkin nama itu berdasar pada banyaknya rempah di kuliner Mie Aceh sehingga dinamai Mie Rempah.

Mie Rempah Kulaki

Setelah kita pilih Mie Rempah melalui Go Food pada aplikasi Go Jek, maka selanjutnya seperti kalau kita pesan kuliner online pada situs web. Kita akan diberi tahu harga kulinernya dan ongkos bawanya berdasar jarak yang ditempuh.

Mie Rempah Kulaki

Dalam waktu sekitar setengah jam kuliner Mie Rempah Online sudah terhidang di meja kita. Dari penampakannya sudah terlihat aroma Acehnya dan ketika akhirnya merasakan suapan pertama, maka kita jadi yakin bahwa yang sedang kita santap adalah Mie Aceh.

Mie Rempah Kulaki 02

Mie Aceh memang banyak dijumpai di warung-warung, rasanya bermacam-macam. Ada mie yang rasanya enak ada juga yang rasanya enak sekali atau enak banget, kalau yang Mie Rempah Online ini rasanya memang Enak Banget.

Tanpa terasa nostalgia tanah aceh muncul kembali dan inilah salah satu pelepas rindu pada bumi aceh. Siapapun yang pernah merasakan mie Aceh dengan rempahnya yang khas pasti akan sepakat bahwa mie ini memang cocok dengan aslinya, Pedasnya tidak hanya karena Lombok, tapi lebih dominan karena bumbunya yang khas.

Kalau dipikir-pikir model jualan online dengan bantuan Go Jek jadi murah meriah. Kita bisa tetap di tempat kerja dan kuliner yang kita pesan akan datang sendiri. Sebenarnya modelnya mirip fitur delivery pada Pizza atau Ayam Bakar Mas Mono, tapi terasa berbeda ketika kita bisa mengikuti proses delivery secara online.

Warung ini mulai dibuka pada jam 11:00, dan ditutupnya pada jam 20:00 malam. Cocok untuk makan siang maupun makan sore atau awal malam. Kalau ingin makan malam harus dihangatkan lagi. Yang jelas untuk anak kost atau karyawan kantor sangat cocok. Mudah pemesanannya, murah dan yang penting rasanya benar-benar maknyussss !

Bagi yang penasaran bisa kontak via WA saja, jadi sebelum Go Jek datang kita sudah pesan makanan sudah siap hantar.

Pesan dari kawanku di FB-nya kira-kira begini : “Mie Rempah Kulaki bisa menerima pesanan online, juga bisa lewat Go-Jek. Selain itu, bisa juga menghubungi lewat WA 08119543488 – 087875022887. Atau cek juga di instagramnya: @mierempah”

Sekarang harus kita tambahi bahwa rasanya sangat maknyuss, enak banget !

Mie Rempah Aceh Pulogadung

Mie Rempah Aceh Pulogadung

Ada apa di Brebes

Seusai menempuh perjalanan Jakarta Brebes, maka yang muncul adalah sebuah pertanyaan,”Ada apa di Brebes?”, maksudnya biar setelah ini aku bisa menulis tips mudik Jakarta Brebes.

Tidak perlu berpanjang lebar, bertanya kesana kemari, temanku langsung maklum akan apa yang kucari. Mereka segera mengajak aku ke sebuah toko telur asin “Lina Pandi”, sebuah toko dekat jembatan dan alun-alun kota Brebes.

“Apa kelebihan toko ini?”, kataku

“Di toko ini nanti bisa dirasakan betapa enaknya telur asin dari Brebes. Rasanya berbeda dengan di tempat lain yang menulis di tokonya sebagai toko yang pertama kali berjualan telur asin”, kata kawanku.

Aku jadi ingat saat beli klepon Wahyu di ujung tol Surabaya Gempol. Semua penjual klepon memasang merk Wahyu dan menuliskan sebagai klepon paling jhoz di Surabaya. Rupanya kebiasaan penjual memang selalu begitu. Di Jogja ada Gudeg, di Solo ada tengkleng dsb, semuanya menganggap dirinya yang paling unggul, paling nomor satu.

Di bungkus telur asin kulihat ada catatan cara memasak telur itu, tapi aku hanya membacanya selintas saja. Begitu sampai di Jakarta, aku baru ngeh, ternyata aku belum tuntas mempelajari cara memasak telur asin ini.

Telur asin mentah Brebes

Telur asin mentah Brebes

Aku tidak memperhatikan bahwa ada tanggal yang tertera di bungkus telur asin mentah itu. Tertulis kalau telur asin itu dibuat pada tanggal 9 Juli 2015, kemudian ada tulisan digoreng pada tanggal 16 Juli 2015, rasa asin sedang tanggal 21 Juli 2015, asin berminyak 29 Juli 2015.

Kawanku memberitahuku kalau tanggal itu maksudnya adalah tanggal yang menentukan kualitas telur atau sifat dari telur. Misalnya digoreng pada tanggal sebelum 16 Juli, maka seperti goreng telur biasa, tapi kalau setelah 21 Juli, maka akan muncul sifat asin sedang pada telur yang digoreng.

Rupanya untuk toko Linda, tidak semua telur ada pada saat kudatangi, sehingga akupun diantar ke toko lain. Namanya toko Tjoa, jadi ketika kutanya pada temanku,”mau kemana lagi kita?”

“KETJOA”, jawab temanku yang kemudian tertawa sendiri.

“Ke toko Tjoa maksudnya!”

Telur asin Tjoa

Telur asin Tjoa

Toko telur asin Tjoa mengklaim sebagai toko yang menjual telur asin istimewa di Brebes. Akupun bertanya pada temanku, apa keistimewaan toko ini dibanding toko yang lain, maka sambil tertawa temanku menunjuk pada satu kursi kosong yang di depannya ada meja dan sepintas lalu suasananya seperti tempat agen travel.

“Jadi bila cocok dengan rasa telur disini, kita bisa pesan via telepon dan akan diantar ke alamat tujuan, karena toko ini juga merangkap sebagai agen travel”, kata temanku terbahak-bahak.

Di toko Tjoa ini terlihat memang semua jenis telur ada dan siap hantar atau siap diambil. Usai membeli telur disini, perjalanan dilanjutkan ke tempat penjual tahu khas Tegal. Sedikit agak jauh lokasinya tetapi masih di dekat Brebes juga.

Tahu murni Tegal

Tahu murni Tegal

Inilah toko Tahu Tegal, tertulisnya Tahu Murni Putra makanan khas Tegal. Masuk ke lokasi toko, terlihat para karyawannya membungkus beberapa kotak tahu. Ketika kita pesan jenis tahu yang istimewa, mereka langsung berkata sedang kosong dan perlu waktu untuk memasaknya.

“Lha itu apa mbak ?”

“Itu milik orang lain, sudah dipesan pak”

“Gini saja mbak, orang lain itu disuruh tunggu lagi, bilang sama dia kalau tahunya masih belum masak dan tahu yang sudah masak itu biar kubawa pulang. Enak kan?”

“Wah enak untuk bapak, saya kan dimarahi nanti”, jawab mbaknya dengan tersenyum

“Lho yang dimarahi kan embak bukan saya, gakpapa toh?”

Kitapun tertawa bersama, mbaknya tertawa begitu juga para karyawan yang mendengar gurauan temanku.

Perjalanan masih berlanjut ke toko Pia yang paling istimewa di Tegal. Inilah perjalanan ke toko rekomended sebelum kembali ke Jakarta.

“Kenapa toko pia ini direkomendasikan ke kita? Apakah toko ini memang yang nomor satu disini ?”, kataku.

“Inilah toko satu-satunya disini, jadi sangat rekomended !:-)”

Telur asin asap

Telur asin asap

Perjalanan ke toko Mutiara Pia dan roti di Tegal akhirnya menutup perjalanan Jakarta Brebes sebelum hari mudik tiba. Sekarang masih sepi di jalan, tapi di hari Minggu, 11 juli 2015, kudengar kabar kalau untuk membayar tol perlu antri sepanjang 8 km. Jadi Jakarta Brebes 3 jam, tapi antri keluar tol sendiri mungkin sudah berjam-jam 🙂

Tahu Isi Samikuring

Beberapa tahun lalu aku sering mampir ke Resto Samikuring Cikarang untuk menikmati sajian kuliner khas Jawa dan Sunda. Salah satu menu unggulan yang sering kulahap, sebelum makanan utama muncul, adalah menu tahu isi. Inilah tahu isi paling enak yang pernah kunikmati di berbagai resto yang kujumpai. Tahu isi Samikuring mempunyai cita rasa yang berbeda dibanding berbagai tahu isi yang pernah kucoba.

Aku sebenarnya bukan penggemar tahu, aku adalah penggemar tempe bacem. Sampai saat ini aku tetap gemar menikmati sajian tempe bacem, meskipun aku sudah mencintai tempe bacem sejak aku masih kecil. Sama dengan kuliner Gudeg, aku sampai saat ini masih belum bosan menikmatinya, meskipun sudah puluhan tahun aku makan gudeg. Yang sedang mulai kugemari saat ini adalah pete, kabarnya mempunyai khasiat pete yangkhusus. Anyara lain disebutkan pete mengandung tryptophan, sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Inilah yang akan membuat relax, memperbaiki mood dan secara umum membuat seseorang lebih bahagia.

Pete Samikuring

Pete Samikuring

Mas Nu, pemilik resto Samikuring pernah berkata padaku tentang tahu isi ala Sami Kuring. “Ini tahu isi khas Samikuring, mas Eko perlu mencobanya. Dijaminm ketagihan”, kata mas Nu dan akupun mencoba melahap seporsi tahu isi. Hasilnya, aku nambah seporsi lagi.

Tahun sudah terus berlalu, akupun ingin mampir ke Samikuring lagi dan mencoba tahu isi unggulan resto ini. Apakah cita rasanya masih sama dengan beberapa tahun yang lalu ataukah sudah berubah rasanya ?

Ketika kutanya pramusaji yang membawa menu hidangan, ternyata manajer resto ini sudah ganti, begitu juga beberapa pengurus resto ini sudah ganti. Akupun jadi ikut deg-degan, karena kebetulan aku mengajak beberapa teman untuk menikmati sajian khas Samikuring ini. Kalau sampai rasanya sudah berubah, maka aku akan mendapat komplain dari teman-temanku.

Untungnya rasa tahu isi Samikuring masih tetap seperti dulu. Begitu juga rasa ikan asam manisnya masih seperti dulu. Rasa tidak bisa bohong ! Masih tetap membuat aku menghabiskan separo porsi ikan asam manis.

Ikan Asam Manis Samikuring

Ikan Asam Manis Samikuring

Akupun langsung kontak pemilik restoran ini untuk memuji masakannya, Sayang beliau sedang sibuk ngajar, sehingga hanya beberapa patah kata yang bisa kita komunikasikan. Namun itu sudah cukup untuk membuat pemilik restoran ini merasa senang, karena aku memang biasanya menyampaikan hal-hal yang kualami, terutama jika hal itu membuat yang kuberi pesan makin semangat untuk menyajikan makanan yang lebih enak.

Resto ini terletak di samping Hotel Shantika Cikarang, berdekatan dengan terminal bayangan A59, Cikarang Cawang. Kalau anda kelaparan di sekitar lokasi ini, resto Samikuring bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengenyangkan perut anda.

Harga wajar dan ada fasilitas WiFi gratis, seperti di resto modern yang lain. AC cukup memadai dan pelayanan juga cukup cepat.

Salam kuliner !:-)

Tahu isi Samikuring

Tahu isi Samikuring

 

Paguyuban Pecinta Kuliner Nusantara

Saat ini aku menjadi salah satu admin grup Kulinus, Paguyuban Pencinta Kuliner Nusantara, di facebook. Anggotanya saat ini tercatat ada 24.004 orang, sedangkan yang masih posisi mendaftar ada ratusan orang. Sengaja jumlah angotanya dibatasi, karena saat ini baru ramai pendaftar yang mengaku penggemar kuliner, tapi sering memasang foto non kuliner bahkan sampai foto para penjaja sex online. Salah satu anggota grup kulinus ini yang menarik perhatianku adalah mas Susanto Soetojo, ngakunya pedagang mie.

Mas Susanto pernah menulis begini,”Salah satu pelanggan terlama saya adalah executive chef Stefu Santoso. Beliau adalah presiden asosiasi chef profesional (ACP) indonesia”

“Wow keren !”, begitu kataku setelah membaca testimoni beliau.

Meski hanya produsen home industry, tapi pelanggan mas Susanto memang sudah merambah kemana-mana. Beliau masuk ke horeka (hotel, resto dan kafe) dan bukan kelas pasar melalui beberapa rekan yang ada di organisasi chef profesional, sehingga ketika ditanya harga jual mienya, jawaban yang diberikan melalui japri (jalur pribadi).

Ketika kutanya, “Kenapa tidak dimuat di jalum (jalur umum)?”

Ini jawabnya.”Kami melayani pengiriman ke mana saja. Kami bisa di hubungi via BBM 7D88D021 atau telp/WA 085216200333. Soal harga tidak ditampilkan di jalur umum, sesuai dengan kode etik bisnis online saja, karena bisa saja pembeli produk kami bukan pemakai langsung tapi supplier atau reseller. Kami menjual dengan harga yg sama. Baik mulai gerobakan sampai hotel bintang 5. Mulai yg order 5 kg sampai 200 kg”

Mie Hongkong Tix n Tog 01

Mie Hongkong Tix n Tog

Waktu kutanya mengapa tertarik bisnis mie ini, mas Susanto menjawab begini,”Sekitar 10 tahun yang lalu saya bekerja di management sebuah resto. Produk mentah kami banyak peminatnya dari luar, tapi pimpinan kami tidak berminat. Ya saya melihat itu sebagai peluang usaha”.

Naluri bisnis mas Susanto telah membuat bisnis mienya berkembang dan makin banyak peminatnya. Lebih lanjut mas Susanto ingin mewariskan ilmu membuat mie ini ke putra putrinya, karena lebih bermanfaat mewariskan ilmu dibanding mewariskan harta. Ilmu bisa menjadi harta dan harta belum tentu bisa menjadi ilmu yang bermanfaat.

Keluarga Susanto Penjual mie

Keluarga Susanto Penjual mie

Berdasarkan pengalamanku, para penjual mie biasanya sayang keluarga. Mungkin terobsesi dengan sifat mie yang bisa disajikan kapan saja dan dimana saja, sehingga keluarga penjual mie adalah keluarga yang harmonis, selalu siap dimana saja dan kapan saja untuk keluarga tercinta.

Hal ini terjadi mungkin karena aku hanya kenal dengan para penjual mie yang baik-baik saja, kebetulan penjual mie yang tidak baik, yang suka memakai pengawet, tidak ada yang kukenal. Jadi kesimpulan ini tidak ada dasarnya dan hanya untuk menginspirasi kita semua, agar menjadi penjual apapun, tetap punya niat baik untuk menyehatkan masyarakat dengan membuat makanan yang sehat dan jauh dari bahan-bahan berbahaya.

Selamat makan mie dengan cita rasa Indonesia, meskipun nama mienya sudah memakai bahasa Asing.

 

 

 

 

Over Rice

Di situs Over Rice kubaca “Winner of Jakarta’s Best Restaurant Awards 2007 & 2008 in Modern Asian Category by Jakarta Java Kini Magazine”, sangat meyakinkan !

Kitapun sepakat untuk memesan menu Over Rice yang menurut sebagian orang harganya mahal, tapi tetap diminati karena rasanya yang enak. Itu sebuah kejadian yang terjadi beberapa tahun lalu dan hari ini kulihat ada lagi box Over Rice di mejaku, langsung saja kusingkirkan menu lain yang ada di mejaku. Bukan aku tidak suka nasi kotak konvensional yang duluan ada di mejaku, tapi memang Over Rice yang ini masih terlihat panas dan kemudian terbukti memang masih hangat, sementara nasi kotak yang satunya sudah tidak hangat lagi.

Sebenarnya dalam dunia kuliner itu tidak dikenal menu yang mahal dan menu yang murah. Harga mahal dan murah bisa jadi relatif ketika rasa sudah berbicara. Rasa memang tidak bisa menipu, menu yang lebih mahal biasanya memang lebih nikmat rasanya, tapi ketentuan ini tidak seratus persen benar. Masih banyak warung pinggir jalan yang rasanya jauh lebih enak, lebih maknyus,  dibanding resto yang mahal.

OverRice

OverRice

Bisnis kuliner ini memang berbeda dengan bisnis lainnya. Ada sebuah tempat yang terlihat kumuh, tetapi ternyata yang datang di lokasi kuliner itu adalah orang berduit dan pecinta kuliner sejati. Mereka bisa jadi datang dari tempat yang cukup jauh, tetapi tetap datang lagi, begitu mereka berwisata di dekat lokasi kuliner tersebut.

Ayam Goreng H Soleh Pandaan salah satu contoh lokasi warung yang “nylempit” (tersembunyi), jauh dari keramaian, tetapi larisnya luar biasa. Kunci di warung ini adalah sebelum digoreng, ayamnya dimasak dulu dengan campuran air kelapa, sehingga rasanya berbeda dengan ayam di tempat lain. Jamu beras kencur juga menjadi daya tarik warung ini.

Kalau sudah begini, maka harga yang mahal, lokasi yang jauh sudah tidak berpengaruh lagi bagi pembeli. Itu sebabnya aku lebih suka menyebut harga kuliner itu “reasonable” atau tidak , masuk akal atau hanya ngejar setoran !:-)

Semahal apapun harganya, selama masih seimbang dengan kenikmatan yang didapat, maka harga jadi nomor dua. Akan berbeda dengan selera mahasiswa, senimmat apapun makanan, selama tidak terjangkau isi kantong dianggap tidak nikmat lagi. Bagaimana bisa merasa nikmat, kalau makan seporsi kemudian harus puasa dua hari 🙂

Kembali soal nasi kotak Over Rice, harga mahal dari kuliner ini menurutku memang reasonable. Lihat saja bungkus plastiknya yang memenuhi standar internasional sebagai bahan pembungkus makanan. Tertulis di bawah bungkus plastik keterangan tentang jenis plastik yang dipakai, yaitu PP (polypropylene) yang merupakan pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman, seperti botol minuman, tempat menyimpan makanan dan terpenting botol minum untuk bayi. Biasanya bahan PP dengan angka 5 berupa botol transparan yang tidak jernih.

Soal rasa, Over Rice juga sangat memanjakan lidah, terutama yang sedang lapar maupun yang sudah tidak begitu lapar. Tentu makanan ini kurang cocok bagi kantong mahasiswa, tapi bagi mahasiswa yang berduit tebal, harga pasti tidak menjadi kendala untuk menyantap Over Rice.

OverRice

OverRice

Pecinta Kuliner

Setiap berwisata kuliner, aku sering menjadi sumber informasi teman-teman yang belum kenal kuliner yang dikunjungi. Biasanya mereka ingin tahu apa keistimewaan dari sebuah tempat kuliner, baik dari sisi hidangan, posisi tempat duduk maupun sesuatu yang berbeda di banding lokasi wisata kuliner lainnya. Mereka mungkin belum tahu bahwa aku adalah anggota aktif di Tripadvisor, sehingga aku sering bisa memberikan penilaian yang pas terhadap lokasi wisata kuliner yang didatangi. Maklum profilku di Tripadvisor salah satunya adalah sebagai Pecinta Kuliner.

Yang paling berkesan adalah ketika ada sebuah pertanyaan dari mantan bosku yang sudah lama pensiun.

“Ko, sekarang tempat wisata kuliner di Semarang mana ya?”

“Lho, bukannya bapak lebih ahli dari saya?”, saat di Medan dulu, beliau kalau main ke Medan selalu tidak mau tak ajak ke tempat wisata kuliner, karena dia merasa lebih punya banyak bank data kuliner dibanding aku yang masih muda. Jadi kalau sekarang dia bertanya lokasi wisata kuliner padaku, jelas sebuah kejutan buatku.

“Hahahaha….. Gini Ko, langganku jaman dulu sudah pada tutup dan sudah gak senikmat dulu. Aku perlu data kuliner terbaru kota Semarang”, kata beliau sambil pasang ikon tertawa.

Tentu tidak masalah untuk memenuhi permintaan beliau, tinggal klik Tripadvisor dan akan muncul sederetan lokasi wisata kuliner. Meskipun tidak lengkap banget, tapi sebagian besar resto yang bonafide sudah tersaji di layar ponsel kita.

Memang akan lebih lengkap, kalau para pengguna TripAdvisor ikut memberi masukan tentang resto pinggir jalan yang layak masuk lokasi wisata kuliner unggulan. Risikonya, kalau lokasi penjual pindah, maka kita agak kesulitan untuk menemukannya di TripAdvisor. Bahkan saking banyaknya nama resto yang sama, kadang keliru juga memberi testimoni, misalnya Soto Kadipiro Jogja yang jumlahnya banyak sekali !:-)

Profil TripAdvisor

Profil TripAdvisor

Belum banyak lokasi yang kuulas, tetapi beberapa ulasanku sudah mendapat apresiasi dari para pembaca TripAdvisor, bahkan salah satu ulasanku ikut memberi andil dalam pemilihan pemenang “Pilihan Traveller”.

Sampai saat ini aku baru membuat 79 ulasan, 42 ulasan khusus tentang tentang hotel, kemudian 20 ulasan tentang restoran, disusul 17 ulasan tentang obyek wisata. Semua ulasan itu kulakukan pada 34 kota yang berbeda. Dari 79 ulasan yang kubuat, terdapat 44 ulasan yang dinilai bermanfaat bagi penggemar TripAdvisor, sehingga aku sering mendapat surat penghargaan dari TripAdvisor, karena sudah menulis sesuatu yang bermanfaat bagi para Traveller.

Kontributor Senior TripAdvisor

Kontributor TOP TripAdvisor

Dari semua ulasanku, yang paling menarik memang ulasan tentang Punthuk Setumbu. Sebuah lokasi yang sangat sarat makna kehidupan. Kita serasa sedang berada di kerajaan para Dewa dan sedang menyaksikan ciptaan Tuhan yang begitu indah serta mengagumkan. Sebelum subuh, semua wisatawan sudah sampai di lokasi dan mulai bergerak bersama ketika adzan subuh sudah berkumandang. Beberapa wisatawan non muslim tentunya sudah lebih dulu menuju Punthuk Setumbu. meskipun adzan belum dikumandangkan.

Lokasi resto yang menurutku menarik saat ini adalah resto Taktakan, makanannya sangat pas di lidah dan di hati. Jadi bila anda atau siapa saja ingin mencari testimoni resto atau tempat wisata yang layak didatangi, silahkan klik di Tripadvisor. Semoga menemukan yang dicari dan seleranya sesuai dengan selera para anggota TripAdvisor.

Salam sehati para Pecinta Kuliner !:-)

Pelatihan Mie sehati di Semarang

Pelatihan Mie sehati di Semarang