Empek-empek dan Mie Celor Palembang

Kalau bicara kuliner Palembang, maka yang terbersit di kepala kita pasti empek-empek dan Mie Celor Palembang. Empek-empek adalah makanan khas Palembang yang sudah meraja lela ke berbagai kota besar dan pelosok-pelosok kota kecil. Hampir di setiap food court besar pasti ada stand untuk empek-empek. Dengan ditemani semangkuk kecil saus berwarna hitam kecoklat-coklatan, beberapa irisan kecil timun dan sedikit mie kuning, maka lengkaplah sajian di depan kita. Saus pedas itu saat ini sudah tidak sepedas dulu, bahkan ada yang mempunyai rasa lain, misalnya diberi nuansa manis.

Saus hitam kecoklatan ini dibuat dengan cara air didihkan, kemudian diberi sedikit gula merah, cabe rawit tumbuk, bawang putih, udang ebi dan garam. Rasa pedas diperlukan di campuran saus ini agar nafsu makan menjadi meningkat dan dua kapal selam empek-empek bisa dengan tenang masuk ke perut.

Makanan khas Palembang empek-empek, sebenarnya tidak bisa disebut makaan asli Palembang, karena hampir semua daerah di Sumatera Selatan menjadikan empek-empek sebagai kuliner andalannya, namun bila kita tanya setiap orang yang kita jumpai, maka kebanyakan mereka menyebut empek-empek adalah makanan khas Palembang.

Empek-empek ada'an

Empek-empek ada’an

Selain empek-empek, maka satu kuliner khas Palembang lagi adalah Mie Celor. Kita biasanya mengasosiasikan mie celor ini dengan mie telor, karena mie yang disajikan memang terlihat sembulan beberapa potong telor (biasanya dua potong). namun sebenarnya mie celor adalah bahasa Palembang yang artinya Mie Rebus. Khas dari Mie Celor adalah kuahnya yang tidak sama dengan mie rebus di daerah lain. Ada santan di Mie Celor Palembang. Rasanya ? Jangan ditanya lagi, pasti seporsi mie celor akan begitu leluasa memasuki perut kita.

Mie Celor 16 Ilir H Syafei Z

Mie Celor 16 Ilir H Syafei Z

Dua jenis kuliner inilah yang menurutku harus dinikmati setiap kita berwisata ke Palembang. Saat ini kalau mencari empek-empek, maka yang standard diburu adalah empek-empek Candy. Outletnya sangat banyak bertebaran di Palembang dan pelayanannya cukup cepat. Para penyajinya juga tidak pelit kalau diajak bicara tentang palembang.

Empek-empek bahan dasarnya terbuat dari ikan dan sagu. Kalau menurut si empunya cerita, ikan sebagai bahan dasar dari empek-empek muncul karena banyaknya tangkapan ikan yang hanya diolah dengan cara jadul yaitu digoreng atau dibakar. Ternyata setelah diolah menjadi empek-empek, maka rasa dan bentuknya lebih menarik. Berkembangnya jaman, akhirnya membuat empek-empek menjadi menu tersendiri seperti juga tekwan, laksan ataupun celimpungan yang berbahan dasar empek-empek tetapi dengan model pengolahan yang berbeda dan kombinasi yang berbeda juga.

Pendamping empek-empek disebut Cuko, dipercaya dapat melindungi kesehatan gigi dari karies (kerusakan lapisan email dan dentin). Ini disebabkan karena dalam setiap liter Cuko biasanya terdapat sekitar 9 sampai 13 ppm fluor yang berfungsi melindungi gigi dari karies.

Jenis pempek ada bermacam-macam, antara lain pempek kulit ikan, pempek lenjer, pempek bulat (atau terkenal dengan nama “ada’an”), pempek telur kecil, pempek pistel (isinya irisan pepaya muda rebus yang sudah dibumbui) dan pempek keriting. Dari semua jenis empek-empek, maka yang paling terkenal adalah “pempek kapal selam”, bentuknya tidak mirip kapal selam, tapi begitulah mereka menyebutnya. Isi dari empek-empek kapal selam adalah telur ayam dan kemudian digoreng dalam minyak panas.

Mie Celor 16 Ilir H Syafei Z

Mie Celor 16 Ilir H Syafei Z

Bila bicara Mie Celor, maka siapapun yang ditanya jawaban pertama adalah Mie Celor 26 Ilir Palembang. Inilah warung khusus Mie Celor yang dikelola oleh H. Syafei Z. Mie Celor atau mie rebus dibuat dari mie biasa tetapi dengan kuah santan ditambah kaldu ebi dan taoge. Kalau belum terbiasa di warung itu, maka pasti kesan kumuh yang muncul duluan, tetpai kalau sudah masuk warungnya, maka kesan itu sudah berubah menjadi kesan lain.

Mie Celor 16 Ilir H Syafei Z

Mie Celor 16 Ilir H Syafei Z

Warung kecil itu penuh dengan penikmat Mie Celor dan sudah ramai sejak pagi, jadi kalau kita menginap di hotel, sebaiknya cukup makan buah dan minum air saja di hotel dan kemudian sarapannya di warung Mie Celor 26 Ilir H. Syafei Z ini. Harganya di tahun 2014 seporsinya 12 ribu rupiah. Cukup murah dan terjangkau kantong, namun disarankan cukup makan seporsi saja. Bila kita menambah porsi, maka bisa terjadi kelezatan porsi pertama akan tertutupi oleh kekenyangan di porsi ke dua.

Masih banyak kuliner di Palembang. Silahkan berburu lagi kuliner di Palembang, kata kuncinya hanya satu “Kuliner Palembang”, maka akan bermunculan berbagai macam jenis kuliner di Palembang.

Salam sehati.

Mie Celor 16 Ilir H Syafei Z

Mie Celor 16 Ilir H Syafei Z

Kuliner Seputar Halmahera

Saat memasuki daerah MALUT (Maluku Utara), maka yang terpikir pertama kali adalah “Kuliner seputar Halmahera”. Langsung gugling dulu di internet untuk mencari kuliner apa yang bisa dilahap di lokasi warung yang akan dituju. Harus yang berkesan agar bisa ditulis di Blog Mie Sehati !:-)

Teman-teman TDA (Tangan Di Atas), begitu melihat statusku ada di Maluku Utara, langsung memberi nama kontak yang bisa dihubungi di Halmahera. Akupun sukses ngobrol dengan teman TDA Halmahera. Biasa, setelah bicara kesana-kemari dulu baru kemudian bertanya tentang Kuliner seputar Halmahera. Ternyata banyak info yang masuk ke inbox, baik dari teman TDA maupun dari teman-teman kuliner yang lain.

Kuliner Ikan ala Halmahera

Kuliner Ikan ala Halmahera

Yang paling banyak ternyata info seputar nasi Kuning ala Halmahera dan air Guraka. Menu Nasi kuning selalu mengingatkan kawanku akan suasana ulang tahun di Jawa dulu, sekarang hampir tiap hari dia bisa melihat Nasi Kuning di depan mata. Kuliner ulang tahun itu sendiri sudah kucoba waktu aku transit di Lounge Garuda Makassar. Mumpung gratis akupun mencicipi semua makanan ala Halmahera itu di Makassar. Nasi kuning dan air Guraka atau kalau di tempat lain disebut sebagai minuman Bandrek.

Nasi Kuning Al Hikmah Jln Nasution Ternate

Nasi Kuning Al Hikmah Jln Nasution Ternate

Dari searching di internet, kutemukan resep air Guraka (bandrek) yang kuminum di Makassar sebagai berikut :

Bahan :

– 500 gram Gula Merah
– Air 2 liter
– 100 gram Jahe Merah
– 100 gram Kenari ( bahan baku khas Maluku )

Cara Membuat :
1. Jahe merah yang ada dikupas, dibakar dan dimemarkan.
2. Kenari direndam air dingin, kupas, dan iris melintang.
3. Jahe , gula merah dan gula tersebut direbus hingga mendidih dan saring airnya.
4. Terakhir tuangkan satu sendok teh kenari.
5. Sajikan saat panas

Malam hari di Halmahera, kunikmati air Guraka itu di tepi pantai, di trotoar jalan yang dulunya adalah laut yang ditimbun dan dijadikan jalan. Makanan yang disajikan selain minuman air Guraka adalah pisang goreng dengan cocolan sambal plus ikan teri. Kombinasi makanan seperti itu hanya ada di Halmahera kayaknya. Harganya murah dan rasanya boleh boleh dicoba. Inilah pisang goreng khas Halmahera, kriuk-kriuk pisang tipis kering atau pisang goreng biasa yang lebih tebal. Semuanya pakai cocolan sambal.

Makin ngejreng ketika temanku membawakan durian Halmahera. Kecil dan cukup cocok dengan suasana malam di tepi pantai. Harga per butir durian sekitar 20-30 ribu, sementara air Guraka hanya 5.000 rupiah.

Didatangi pengamen keren dari SMAN I Halmahera Ternate

Didatangi pengamen keren dari SMAN I Halmahera Ternate

Baru asyik makan, serombongan anak muda menghampiri dan bernyanyi menghibur kita yang sedang nongkrong sambil makan minum. Rupanya mereka rombongan anak SMAN I yang sedang mencari dana untuk PENSI. Wah kreatif juga mereka mencari dana. Suaranya juga merdu, tidak asal buka mulut. Sekolah ini katanya punya alumni yang ngetop, misalnya Fadel, Gafur dan lain-lain.

Nasi kuning pernah kurasakan yang cukup enak di kota Manado. tapi di Halmahera ternyata nasi kuningnya lebih lembut. Ikan yang disajikan juga lebih pas ukurannya. Lokasi warungnya ada di Jalan AH Nasution  nama warungnya Rumah Makan Al-Hikmah, Ternate. Anehnya lokasi ini sangat terkenal di internet tetapi kurang banyak orang yang tahu lokasi warung ini.

Penjaga warungnya juga terheran-heran ketika tahu kita adalah orang Jogja yang datang dari Jakarta. Padahal harusnya dia tidak heran karena teman-teman komunitas Bango Mania pernah mampir disini dan memberikan penghargaan pada warung ini. Kalau aku mengenalkan sebagai anggota Kulinus dan juga pernah aktif di Bangomania, mungkin sang penjual akan beda penyambutannya.

Al Hikmah Ternate

Al Hikmah Ternate

Porsi nasi kuning di Warung Makan Al-Hikmah cukup besar, sehingga tidak perlu membeli lauk tambahan. Lauknya sudah lengkap dan sudah cukup banyak. Aku yang nambah paha ayam, agak menyesal, karena jadi kebanyakan porsi yang kulahap.

Makanan lain yang juga khas Halmahera tetapi tidak sempat kucicipi adalah Papeda, bentuknya kayak lem kanji, sop singkong (?) atau parutan singkong (suami?). Kalau masakan ikan di Halmahera aku sempat mencobanya dengan bumbu asam manis, rasanya kurang lebih sama dengan daerah lain. Soal Kepiting, maka di Halmahera ini aku melahap kepiting Kenari meski cuma sedikit.

Kepiting Kenari Halmahera

Kepiting Kenari Halmahera

Pulau Ternate dan Tidore adalah salah satu tempat yang menjadi pusat penyebaran budaya di Indonesia. Daerah ini dahulu lebih maju dibanding daerah lain, karena masyarakatnya yang cinta laut dan lokasi pulau ini memang kecil dibanding lautnya yang begitu luas. Kalau di Jogja, pulau Ternate ini mirip daerah Pakem ke atas, jalannya naik turun dan ada gunung Gamalama di tengah pulau. Bagi penggemar gowes pasti langsung gatal kakinya melihat jalan yang begitu mulus dan tidak hanya datar-datar saja. Ada tanjakan, turunan dan jalan yang berkelok-kelok, semuanya membuat ingin turun dari mobil dan beralih ke gowes sepeda.

Halmahera, aku cinta lokasinya dan cinta Kuliner Halmahera 🙂

Lokasi Gambar Mata Uang 1.000 Halmahera

Lokasi Gambar Mata Uang 1.000 Halmahera

 

Mata Uang 1000

Mata Uang 1000

Ayam Panggang Herbal mas Agung

“Ini bukan Ayam Panggang Herbal mas Agung pak”, kata anakku begitu merasakan ayam panggang buatan mas Agus.

“Lho ini memang ayam panggang herbal mas Agung”, jawabku keheranan

“Ini namanya ayam JAMU !”, tukas anakku cepat

Akupun tergelak tertawa. Memang aku sejak kemarin menyampaikan pada anak-anakku bahwa hari ini kita akan makan Ayam Herbal buatan mas Agus.  Maklum anakku sangat tidak suka dengan jamu, sehingga aku harus menjauhkan kata Jamu dari pembicaraan tentang ayam herbal.

Ketika ayam panggang itu akhirnya datang, anak-anakku langsung menyerbunya. Waktu memang sudah menunjukkan saat adzan maghrib untuk wilayah Jogja dan sekitarnya. Kitapun langsung menyiapkan piring, nasi dll untuk menyantap ayam tersebut.

Biasanya kita selalu membatalkan puasa dengan makanan ringan, takjil, dan baru makan besar setelah selesai sholat maghrib. Hari ini kita berubah, langsung adegan makan berat sebelum sholat maghrib.

Ayam Panggang mas Agus

Ayam Panggang mas Agus

Ayam panggang mas Agus istimewanya adalah berbahan ayam kampung dan bukan ayam non kampung, sehingga bayanganku ayam ini pasti kecil badannya. Itu sebabnya aku juga langsung pesan dua ekor ayam panggang. Takutnya kalau hanya pesan satu ekor tidak mencukupi.

Ketika melihat ujud ayam panggang itu, maka terhenyaklah mata kita. Ternyata ukuran ayam panggang ini masuk kategori JUMBO alias besar banget. Sampai makan sahur, kita tetap masih belum sanggup menghabiskan dua ekor ayam panggang itu.

“Ini mirip ayam gudeg pak, besar banget”, kata anakku

“Ya benar, ini jadinya mirip makan ayam gudeg”, kataku

Hari berikutnya, kitapun sengaja tidak menyiapkan lauk untuk buka puasa. Du aekor ayam itu masih belum selesai kita sempurnakan, sehingga kitapun mencoba menyempurnakannya untuk makan buka puasa lagi.

“Kita masak apa ya?”, tanyaku pada anak-anakku

Saat tidak ada pembantu di rumah, maka akupun jadi punya tugas untuk memasak. Makanan favorit anakku adalah ayam bacem dan tentu tidak mungkin aku membuat ayam bacem dari mantan ayam bakar ini.

“Bapak kan ahli masak nasi goreng mewah, masak nasgome saja pak”

“Nasi goreng dari ayam bakar?”

“Iya pak, pasti enak”

“Oke, kalau begitu ambil ayam bakarnya dan kita potong kecil-kecil”

“Asyiiik…!:-)”

Ayam Panggang suwir

Ayam Panggang suwir

Tugas masak nasi gorengpun kita bagi-bagi. Aku bagian membuat bumbu, istri menambahi garam. Lilo menyiapkan bahan untuk bumbu dan membersihkannya, sedangkan Lita menyiapkan potongan ayam dari qayam bakar yang masih ada di beseknya (kotak dari bahan bambu).

Luluk menyusul kemudian menyaksikan proses pembuatan nasi goreng mewah alias nasgome. Bumbu asli nasgome adalah minyak mie sehati, tetapi karena mie sehati sedang tutup, maka aku harus menyiapkan bumbunya mulai dari “ngulek” bawang merah, putih dll.

“Tuang dulu minyak ke wajan dengan api sedang ya”, kataku memberi komando.

“Sudah jadikah adonan telornya? Kalau sudah oke, bawa bumbu kesini dan kita campur bumbu ini dengan satu butir telor di atas wqajan”

Kutuangkan telor, di orak-arik dan kemudian bumbu kita campur, sehingga menghasilkan bumbu nasi goreng plus telor satu butir. Selanjutnya bumbu di angkat dan kemudian tuangkan minyak lagi secukupnya. Setelah minyak siap untuk menggoreng, maka masukkan bumbu dan kemudian langsung disusul dengan nasi.

Ratakan nasi goreng dan masukkan kecap untuk pewarna nasi goreng, maka dalam waktu yang tidka terlalu lama sepiring besar nasi goreng sudah tersedia di depan TV untuk disantap.

“Bismillah…”, begitu adzan terdengar nasi gorengpun langsung masuk ke perut.

Inilah nasi goreng yang berkolaborasi dengan ayam bakar mas Agung. Yang belum pernah nyoba silahkan mencobanya. Akan lebih baik kalau begitu datang ayam bakar herbal, langsung dijadikan sebagai campuran nasi goreng, sehingga produk makanannya bisa dijamin sehat, karena dalam kondisi yang segar semua.

Ayam Panggang Nasi Goreng

Ayam Panggang Nasi Goreng

+++

Info pemesanan Ayam Panggang mas Agus : 081578813772

Testimoni Mie Sehati

“Anda sudah berhasil membuat mie, yang jadi masalah adalah, apakah mie anda sudah diterima pelanggan? Mari kita buat Testimoni Mie Sehati pada beberapa orang yang kita pilih”, begitu kata Master Mie Perto Syamsu Irman.

“Jangan memberikan mie buatan kita pada teman atau saudara kita yang dekat. Carilah orang yang netral, agar testimoni Mie Sehati bisa memberikan manfaat bagi kita. Yang pertama, cari anak-anak untuk merasakan nikmatnya mie sehati. Biasanya anak-anak ini lebih jujur dibanding orang dewasa. Dia akan langsung bereaksi begitu rasa mienya tidak sesuai dengan harapan mereka”

Nasehat itu selalu disampaikan Master Mie Perto setiap mengadakan pelatihan Mie Sehati Perto Group. Nasehat lain adalah minta testimoni ke orang yang kita anggap bisa menularkan hasil testimoninya pada orang lain. Misalnya orang yang gemar bercerita kesana-kemari, sangat cocok untuk diminta testimoninya tentang Mie Sehati.

Mie Sehati (foto by Krisma)

Mie Sehati (foto by Krisma)

Hari ini aku mencoba minta testimoni dari teman-teman dan kalau testimoni dari teman-teman dijadikan sebagai kebanggaan diri, maka kita telah berbuat salah. Testimoni dari teman adalah sebuah pernyataan yang menjadi doa untuk kita. Biasanya teman-teman kita akan memuji produk kita, kadang melupakan kekurangan yang ada pada masakan kita. Kalimat mereka itu harus kita jadikan sebagai doa untuk kita. Perlu segera diaminkan agar doa mereka terkabul.

Testimoni jujur dari anak-anak yang kurang menyukai rasa mie kita akan menjadi pemicu innovasi kita. Mungkin ada sesuatu yang masih kurang atau justru berlebih. Kekurangan garam akan memnbuat masakan terasa hambar, tapi masih bisa dinikmati dengan lezat bila ditambahkan garam secukupnya. Akan berbeda dengan kalau masakan kelebihan garam. Akan sangat sulit membuat masakan yang kebanyakan garam dibuat menjadi lebih lezat.

Mari kita baca doa dari teman-teman di FB tentang Mie Sehati.

Tri Sudarsono : Makanan apapun jenisnya ketika kita makan haruslah bisa memberi sugesti bahwa apa yang kita makan ini selain enak juga menyehatkan dan mie sehati selalu begitu, tentu saja semua karena Mie Sehati dibuat jauh dari bahan aditif yg sangat merugikan kesehatan. Mie Sehati memang enak dan bisa. It works men.
Ricky Candra kalo maem ini aku ga perlu kuatir ttg bahan2 dari yg dimakan….dah jelas alami dan sehat mas….
Satriyo Yok : Testimoni ya pak? siaaap:: “mie sehati enak dan bikin kangeen.. dan es sehati-nya sangat lezat! saya juga ga mungkin lupa sama lotek khas bu Yeni yang lezat itu, pokoe Mie Ayam Sehati recommended banget deh!”
Dari beberapa komentar teman-teman di atas, maka aku langsung mengaminkannya. Semoga doa dari teman-teman di atas dan juga doa dari teman-teman lain buat Mie Sehati dapat dikabulkan Allah swt. Amin. Tentu doa saja tidak cukup, jadi disamping mohon doa berupa testimoni dari teman-teman, kitapun tetap melakukan segala daya upaya agar Mie Sehati makin berkualitas, makin higienis dan makin bermanfaat bagi kita semua.
Amin.
Salam sehati
Mie Sehati (foto by Krisma)

Mie Sehati (foto by Krisma)

Minyak goreng bekas (jelantah) itu limbah

“Minyak goreng bekas (jelantah) itu limbah lho !:-) Jangan gunakan untuk menggoreng makanan yang akan kita konsumsi”

Kalimat itu sudah sering kita dengar, tetapi pada kenyataannya, masih saja terjadi di masyarakat. Lalu dimana salahnya kalimat itu? Mari kita coba lihat satu demi satu.

1. Tidak benar minyak bekas penggorengan tidak boleh dipakai lagi.

2. Yang benar, minyak yang dipakai untuk menggoreng sesuai SOP (suhu dibawah 200), boleh digunakan untuk menggoreng lagi maksimal 3 kali. Akan lebih baik kalau dua kali saja.

3. Makanan yang digoreng dengan minyak jelantah lebih lezat karena minyak tersebut sudah mengandung bumbu, jadi bisa hemat biaya.

4. Yang benar, makanan yang digoreng dengan minyak jelantah biaya gorengnya lebih hemat dan harga jualnya jadi lebih murah.

5. Makin besar api penggorengan akan makin cepat masak dan akan membuat gorengan jadi lebih “kemripik”.

6. Api yang terlalu besar akan membuat kandungan asam lemak tak jenuh rusak kemudian akan teroksidasi, membentuk gugus peroksida dan monomer siklik, sehingga yang tersisa adalah asam lemak jenuh saja.

Kasus mencari makanan sehat memang semakin marak akhir-akhir ini. Kesadaran untuk mengkonsumsi makanan sehat makin tinggi seiring dengan makin cerdasnya kita memilih hidup sehat. Hidup ini hanya sekali dan akan sangat sayang kalau yang seklai itu kita isi dengan memakan makanan tidak sehat dan akhirnya harus sering berurusan dengan dokter dan rumah sakit.

Saatnya kita jadi panutan untuk memulai hidup sehat, makan makanan yang sehat dan menyehatakan, rajin berolah raga dan lengkapi dengan bebruat baik untuk lingkungan kita. Sebarkan berita baik dan yakinkan siapa saja yang bisa kita yakinkan untuk mulai berbuat baik, demi hidup yang lebih sehat dan lebih baik.

Hasil search di google, inilah cara menyimpan minyak goreng bekas (jelantah) yang masih baik (bukan limbah) :

1. Simpan minyak di tempat yang tertutup atau sejuk
2. Jaga dari pengaruh udara yang terlalu lembab
3. Jauhkan dari sinar matahari langsung
4. Gunakan tempat minyak dari porselen atau plastik
5. Penyimpanan minyak segar dan minyak jelantah jangan dicampur.

Salam sehati

goreng dengan minyak jangan terlalu panas

goreng dengan minyak jangan terlalu panas

+++

Catatan :

Pelatihan miesehati di Surabaya akan dilaksanakan hari Jumat, 15 Juni 2012
Mulai tepat jam 08:00 agar sebelum Jumatan bisa selesai.
Info detil hubungi Ibu Yeni di 08883087532 (sms nama dan alamat lengkap)

Kulinus Yogya : Yuk kulineran di Jogja

Dari milis kulinus, hari ini aku membaca ajakan untuk berwisata kuliner di kota Jogjakarta. Sebuah ajakan yang langsung kusambut dengan meriah. Hampir setiap minggu aku memang selalu bersama-sama dengan teman-teman goweser berkeliling kota Jogja dan kemudian beristirahat sambil ngobrol ngalor ngidul di sebuah tempat kuliner yang murah meriah. Kulinus Yogya dijamin maknyus 🙂

Biasanya kita bayar dengan model “bantingan”. maksimal per orang 20 ribu rupiah saja, tidak boleh lebih. Itu aturannya, tetapi banyak sekali kejadian, peserta gowes membanting uang di atas 20 ribu, bahkan tidak jarang menyelinap ke kasir dan membayar semua biaya sarapan kesiangan para goweser ini.

Ini memang ajang sepeda santai dengan rute yang dekat-dekat saja, meskipun kadang sampai juga ke Candi Boko, Pantai selatan atau waduk Sermo, tapi tidak selalu rutin setiap minggu. Biasanya dalam sebulan ada satu kali memilih rute jauh, tetapi tergantung kesepakatan peserta dengan cara musyawarah. Maklum tidak semua peserta siap untuk jarak jauh.

Yang menajdi khas acara ini adalah obrolan dari jam 06.00 sd jam 07.00 di Gelanggang Mahasiswa UGM sambil menunggu kumpulnya para peserta dan kemudian acara wisata kuliner di akhir acara gowes.

Bagi yang ingin berwisata kuliner di Yogya, inilah info yang kukutip dari milis kulinus.

oseng oseng mercon (2)

Yuuuk Kulineran di Yogyakarta!!

– Angkringan 17
Jl. DI Panjaitan No. 17, Yogyakarta
Telp. (0274) 389612

– Bale Bengong Seafood Resto
Jl. Solo km 12,5 (belakang SBPU)
Kalasan, Sleman, Yogyakarta
Telp. 0274 496636

– Baso Tulang Muda
Jalan Magelang Km 5 (Depan TVRI) no. E26, Yogyakarta
Telp. (0274) 7164468
Jam buka: 10.00-22.00

– Bakpia 25
Kampung Pathuk, Jl. AIP II KS Tumbuan, Yogyakarta

– Bakpia Patuk 75 – Sejak Tahun 1948
P.IRT NO: 306347101011
REG. No. 005344
ISI: 20 biji
Jl. AIP II KS Tubun No. 75 Telp. (0274) 563903
Jl. AIP II KS Tubun No. 83 Telp. (0274) 566406
Jl. H.O.S. Cokroaminoto 119 B Telp. (0274) 619467
Jl. Magelang Km. 4,5 (Depan TVRI) Telp. (0274) 624434, 618185, 619470

– Bebek Goreng H Slamet (Asli) Cabang Kartasura
Jalan Kolonel Sugiono 26, Jokteng Wetan, Yogya

– Brongkos Koyor Kotik (Koh Tik)
Jl. Pajeksan GT I/670 (dari Malioboro kl. 300 mtr), Telp. 08882876211,
Buka: 18.00-22.00

– Cokro Tela Cake
Jl. HOS Cokroaminoto 97
Telp. (0274) 7011911
Malioboro Mall LG
Inna Garuda Hotel
SPBU Jl Solo km 9
Jl. Candi Gebang 214A

– Es Cendol Camcau
Depan pasar Beringharjo, Yogyakarta

– Gubug Makan Mang Engking,
Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta

– Gudeg Pawon
sebuah gang kecil dekat Jalan Kusumanegara, Yogya

– Gudeg Sagan
Jl. Prof Dr. Herman Yohanes No. 53, Sagan, Yogyakarta
Telp. (0274) 7443035

– Gudeg Yogya Yu Djum
– Jl. Wijilan No.31 (Sebelah Selatan Plengkung Wijilan) Yogyakarta
– Cabang: Jl. Kaliurang Km. 5 Kocoran, Gg. Srikaton No. 2 Yogyakarta
– Pusat: Jl. Kaliurang Km 4.5 Karangasem CT III/22 Yogyakarta 55281
Telp. 0274 – 515968 / HP. 085 6286 6001

– Ibu Tutik Jauzan
DM Baru Timur Pasar Pleret, Pleret Bantul Yogyakarta 55791
(0274) 747 1849

– Jamu Godog Khas Yogya
Jl. Palagan Tentara Pelajar KM 8,8
Telp. (0274) 866928
www.merapifarmaherbal.com

– JeJamuran – Volva Indonesia
Ds. Niron, Kel. Pandowoharjo, Kec. Sleman, Jogjakarta 55512
CV. VOLVA INDONESIA
Telp. (0274) 868170
Fax. (0274) 865554
volva_indonesia@yahoo.com / www.volvaindonesia.co.id

– Kedai Rumah Pohon Mas Dewo
Blunyahrejo TR II/808, Yogyakarta
Telp. 0817 545 2120
Buka 10.00-21.30 WIB

– Ketan Kedaton
Toko Progo Jl. Sriwedari Yogyakarta.
Telp (0274) 6651166 / 0812 2966 261

– Mie Gerabah
Jl. KatamsoNo. 214, Yogyakarta
Telp. (0274) 377549

– Pendopo Dalem
Jl. Sompilan No. 12, Ngasem, Yogyakarta
Telp. (0274) 385777

– Peyek Kacang Kedelai “Marni”
HP. 085868068016
P.IRT No. 215340201500
Bahan Baku: Tepung Beras, Kacang kedelai, Telur, dll
Kel. “Sedyo Rukun”, Pelemadu, Sriharjo, Imogiri, Bantul, Yogya

– Peyek/Kripik Murni
Depkes RI SP No. 389/1202/2001
Tiraman – Imogiri – Bantul
Telp. (0274) 6604830

– Pondok Cabe
Jl. C. Simanjuntak 41B, Yogyakarta
Hp. 081392922121
Jl. Affandi 28B, Yogyakarta
Telp. (0274) 7001180

– Rambak Asin – Gurih dan Renyah, Cap Dua Kelinci
Dinkes P-IRT No. : 201340201035
Produksi: Windasari Yogyakarta
Telp. (0274) 441464

– Restoran Griyo Kulo
Jl. Ontorejo 32a dsn. krikilan rt.4 / rw 21 sariharjo ngaglik, sleman, yogyakarta 55581 Indonesia

– RM Lesehan Sego Wiwit
Dusun Nambongan, Kecamatan Mlati, Ring Road Barat, Sleman, Yogyakarta
Buka: Pukul 09.00-21.00 WIB

– RM Pelem Golek
Jalan Palagan Tentara Pelajar Yogya

– Sate Kelinci Pak Djimsan
Jl. Kaliurang KM 19, Purwodadi, Sleman, Pakem, Yogyakarta
Telp. 0817 260424 / 0819 0376 3609

– Sate Klatak
Pasar Jejeran, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Yogyakarta

– Sawah Resto
Jl. Melon, Nologaten, Yogyakarta
HP. 081568448488

– Sego Macan
Jl. Selokan Mataram (Depan Fakultas Kedokteran UGM), Yogyakarta

– Siomay Bandung Asli Kang Otong
Jl. Monjali No. 177
Telp. (0274) 6522255
Jl. Raya Condong Catur No. 215, Sleman
Hp. 0888 273 4990

– Telo Penyet Resto
Jl. Nologaten No. 288, Catur Tunggal, Depok, Sleman *Barat Ambarukmo Plaza), Yogyakarta
Telp. (0274) 485327, 0818 460857

– The House of Raminten
Jalan Faridan M. Noto No. 7, Kota Baru, Jogjakarta
Telepon. (0274) 547315

– Warung Ijo
Jl. Argolobang Gg. Delima 39, Baciro (di halaman kantor DPD Golkar Jogja)
Telp. (0274) 549346

– Warung Kopi Joss
Pinggiran Stasiun Tugu, Yogyakarta
Buka: 16.00 hingga pukul 03.00 WIB.

– Warung Makan Lombok Ijo Sego Abang
Jl. Pakem Turi KLM 1
HP. 0856 4300 3076

– Warung Mbah Ti
Jl Sudirman, Temanggung

– Warung Nasi Bakar Wirosaban
Jl. Ki Pemanahan, Wirosaban
Telp. (0274) 6522455

– Warung Pecel Handayani
Plengkung Gading

– Warung Sate ”Pak Dakir”
Depan Pasar Klithikan
Jalan HOS Cokroaminoto, Yogyakarta

– Warung Soto Tan Proyek
Jalan Raya Utama Yogyakarta-Wonosari, Gunung Kidul, DIY

– Warung SS
Jalan Kaliurang, sisi barat Gedung Graha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta

– Warung Tempo Doeloe Pecel Solo
Jl. Palagan Tentara Pelajar 52
Telp. (0274) 866588

– Warung Vegetarian Soma Yoga
Jl. Kledokan Raya Gg. Garuni II, Seturan Raya, Babarsari, Yogyakarta
Telp. (0274) 7110221 / HP 0812 9402550

– Warung Welut Pak Sabar
Kampung Dokaran, Banguntapan, Bantul, DIY

+++

Bagi yang punya info berbeda atau tambahan, silahkan tulis di kolom komentar. Kalau ada koreksi alamat di atas, silahkan juga tulis di komentar.

Salam sehati.

oseng oseng mercon (1)

Oseng-oseng Mercon pak Dembo PDHI Alun-alun Lor Jogja

Siapa tak kenal warung ini. Sebuah warung sederhana yang buka setiap hari dan selalu habis sebelum sore. Letaknya di depan gedung PDHI, sisi utara barat alun-alun utara Jogja.

oseng oseng mercon (2)

“Yang paling laris brongkosnya mas. Kadang sebelum siang sudah habis, sedangkan menu yang lain habisnya setelah brongkosnya habis”, begitu ucap pak Dembo bersahaja.

Tim kuliner Mie Sehati sudah mencoba beberapa warung brongkos di Jogja dan rasanya warung pak Dembo ini masuk jajaran atas dalam hal cita rasa dan keramahan pelayanannya. Meski demikian ada juga temanku yang menolak pendapatku ini. Kuahnya terlalu kental dan koyornya membuat tidak sehat !:-)

oseng oseng mercon (4)

“Pengunjung warung ini dari berbagai usia dan dari berbagai kota mas. Ada yang khusus datang dari Prambanan berdua sama sopirnya hanya untuk beli oseng-oseng mercon dan kemudian balik lagi”

Saat ini memang sedang ngetrend makanan pedas. Semakin pedas makanan semakin menarik untuk dikunjungi dan dinikmati. Kepedasan saat makan sudah menjadi urutan nomor sekian.

“Kalau makan tidak keluar keringat rasanya belum makan mas”, ucap pengunjung warung ini.

“Hahaha… kalau kerja gak perlu keluar keringat ya mas?”, ucapku dan kitapun tergelak bersama.

Kalau ke Jogja, sempatkan mampir di warung ini. Ditanggung puas dan murah meriah.

oseng oseng mercon (1)

Ke Bantul ? Ada warung ENAAK tuh

“Mau jalan-jalan ke Bantul? Ada warung ENAAK tuh. Bisa dipakai untuk mencoba rasa lain dari warung yang banyak bertebaran di Bantul”.

Warung Enaak (5)

Warung Enaak

Benar di bantul memang agak kesulitan untuk mencari warung yang nyaman, ada tempat sholat yang luas dan bersih serta toilet yang juga luas dan bersih.

Warung Enaak

Warung Enaak

Maklum, meskipun aku tinggal di Bantul, tetapi sangat jarang main ke Bantul selatan. Aku lebih sering main ke Kotamadya Jogyakarta, yang hanya beberapa meter saja dari rumahku.

Memang letak rumahku sangat dekat dengan perbatasan Kodya Jogyakarta dengan Kabupaten Bantul, sehingga lebih sering melintas jalan-jalan di kodya dibanding yang di Bantul. bahkan kalaupun aku sepedaan lebih sering ke wilayah Kabupaten Sleman.

Warung Enaak (3)

Warung Enaak (3)

Warung ENAAK ini menarik karena konsepnya yang memanjakan tamu. Ada lokasi makan yang modelnya lesehan dan model duduk di kursi, baik kursi biasa atau yang model sofa. Ada fasilitas hotspot gratis juga, sehingga bagi yang ingin tetap terhubung ke dunia socmed (social media) tetap dapat eksis disana.

Meskipun kecepatan internetnya biasa-biasa saja, tapi cukup memadai untuk sekedar baca email atau chatting. Kalau untuk melihat film di Youtube mungkin belum memadai, tapi cukuplah untuk selingan menunggu datangnya pesanan makanan minuman kita.

Dari berbagai menu yang ada, aku memilih menu “Gulu (sapi) Bakar madu” dan rasanya ternyata tidak mengecewakan. Harganya juga cukup reasonable.

Dagingnya cukup empuk dan langsung lepas dari tulang begitu kita sentuh. Semoga kalau ada yang datang setelah membaca tulisan ini juga mendapat daging seperti yang kurasakan hari ini.

Biasanya aku memang lebih suka daging bakar dan bukan daging bakar madu, tapi ternyata lumayan oke juga rasanya. Ada rasa bakar yang manis. Bagi cewek-cewek yang sudah manis, mungkin tidak perlu pesan yang pakai madu, kecuali ingin tambah manis (guyon mode : ON).

Bagi yang punya akun di foursquare, bisa melihat lokasi RM Enaak ini disini.

Jadilah Petani dengan Mental Pemburu

Jadilah Petani dengan Mental Pemburu!“, kata mas Bambang Lare Solo ketika memberi pencerahan pada para peminat ilmu minum teh di Agri Park Bogor.

Acara tunggal sharing ilmu ngeteh ini memang menjadi acara inti pertemuan para alumni UGM yang berkumpul bersama dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar angkatan dan antar fakultas.

Syawalan Kagama Virtual Jabodetabek

Dalam paparannya, mas Bambang Lare Solo tidak hanya bercerita tentang aneka rupa teh, yang harganya bisa sampai puluhan juta, tapi juga bercerita tentang perlunya puny amental sebagai pemburu.

Pekerja, diumpamakan sebagai petani oleh mas Bambang dan wirausahawan diumpamakan sebagai pemburu. Pekerja selalu pasti dalam menerima gaji, seperti petani yang jelas tahu kapan memanen tanamannya. Sementara itu pemburu serba tidak jelas, apakah akan pulang membawa buruan atau pulang dengan tangan hampa. Petani yang dimaksud adalah petani penggarap yang bekerja kepada tuan tanah.

Perumpamaan ini sangat menarik bagiku. Meskipun tidak tepat benar, tetapi sangat mudah dipahami betapa kita kadang lebih suka menunggu datangnya rejeki dan bukannya menjemput rejeki.

Pada masa tuanya, maka muncul hantu pensiun di kalangan petani. Tenaganya sudah tidak dibutuhkan sementara itu dia masih perlu mencari rejeki, minimal untuk mempertahankan hidupnya. Keahliannya hanya bertani dan tidak ada keahlian dalam berburu.

Sementara itu pemburu juga diberi nasehat oleh mas bambang. Bahwa kalau berburu kelinci, maka jangan kebanyakan kelinci yang diburu. Bisa-bisa tak satupun kelinci yang didapat. Fokus dan burulah seekor demi seekor.

Tamsil ini tentu tidak tepat benar dan bahkan ada yang bisa mendebatnya semalam suntuk, tetapi aku lebih suka mengambil makna dari tamsil ini. Lupakan makna negatip dan temukan nilai positip dari tamsil ini.

Indahnya masa pensiun dalam bisnis teh sudah dirasakan oleh mas Bambang. Kuncinya harus fokus dan punya keunikan tersendiri dalam menjalankan bisnis.

“Passion dalam berbisnis sangat penting, tanpanya, maka bisnis akan berjalan seperti tanpa nyawa. Pasti akan jauh bedanya dengan bisnis yang berjalan penuh ruh”

Bagaimana mengelola passion, ada beberapa pointg penting yang harus diketahui :

  1. Googling
  2. Reading
  3. Writing
  4. Networking
  5. Mencari mentor
  6. Personal Branding
Intinya, harus haus ilmu, terus belajar dengan memanfaatkan berbagai macam sarana maupun prasarana, terus berbagi baik melalui tulisan maupun jalinan pertemanan (networking), mencari orang yang dapat dijadikan mentor dan tidak bosan untuk melakukan personal branding.
Contoh personal branding, misalnya menulis dalam sebuah blog dengan fokus pada suatu bahasan, misalnya teh. Jangan campuri dengan hal-hal yang lain, karena akan membuat tulsian kita menjadi seperti koran atau majalah. Hilang kekhasan kita dan personal branding akan kurang berhasil.
Mas Bambang menulis dalam presentasinya sebagai berikut tentang personal branding :

Personal Branding Merupakan sebuah pencitraan pribadi yang mewakili serangkaian keahlian suatu ide cemerlang, sebuah sistem kepercayaan dan persamaan nilai  yang dianggap menarik oleh orang lain. Personal Branding adalah segala sesuatu yang ada pada diri anda yang membedakan dan menjual, seperti pesan anda, pembawaan diri dan taktik pemasaran (Kupta by Silih Agung Wisesa)

Contoh personal branding juga telah diterapkan di blog ini. Meskipun artikelnya bermacam jenis, tapi tetap ada benang merah yang menghubungan antara kegiatan BISNIS, Mie Sehati – Testimoni dan maupun semangat bersinergi ala Tangan Di Atas.

Resep umum personal branding adalah 3 jurus sakti, yaitu :

1. Jadilah yang pertama

2. Jadilah yang berbeda

3. Jadilah yang lebih baik

Sepulang acara ngeteh bersama ini, tetap saja yang terngiang di kepalaku adalah kalimat penting dari mas Bambang : “Jadilah Petani dengan Mental Pemburu”. Suatu saat kita pasti jadi PEMBURU, entah kapan, untuk itu mulailah belajar berburu mulai dari sekarang !

Syawalan Kagama Virtual Jabodetabek (34)

Persaudaraan antara Owner Teh Lare Solo Bogor dan Mie Sehati Jogja