Kalau Warung penuh

Kalau Warung penuh, maka pembeli terpaksa antri di luar dan makan di teras tetangga. Maklum warung ini ada di kampung yang lokasinya di pinggir jalan yang membelah kampung cungkuk, sebuah kampung yang cukup padat penduduknya.

Semoga tetangganya di sekitar warung mie sehati tetap baik-baik terus, jadi tidak perlu pindah warung. Syukur hanya kepada Allah swt, semoga barokah rejeki yang datang hari ini dan hari-hari nanti selalu mengalir tak kenal putus.

Memang namanya kalau Warung penuh tidak tiap hari, pasti ada pasangnya dan ada kalanya surut. Apapun yang terjadi harus tetap kita syukuri. Kita tidak pernah tahu tamu yang mana yang paling menguntungkan bisnis kita, jadi harus selalu berbaik sangka pada setiap tamu yang datang.

Seperti yang sering kita dengar tamu adalah raja, dia adalah pelanggan kita dan tidak pernah ada pelanggan yang cerewet yang ada adalah penjual yang kurang kreatif, artinya jangan pernah menyalahkan pelanggan. Semua kritik yang menimpa kita, harus disikapi dengan mawas diri agar kita menjadi lebih baik.

Insya Allah. Amin.

Kalau Warung penuh memang suasana jadi meriah dan semua terasa indah, uangpun mengalir deras, tapi kita jangan pernah takabur. Selalu berinovasi agar ketika warung sedang tidak penuh, kita tetap bersyukur dan tetap penuh semangat mengelola apapun kendala yang menimpa kita.

Selalu tersenyum adalah resep paling jitu untuk semua hal tidak baik yang menimpa kita. Tersenyum dengan ikhlas, cukup sebentar saja, hanya beberapa detik, tetapi lakukanlah sesering mungkin. Usahakan senyum hari ini lebih lama dan lebih sering dari kemarin. Nanti akan kita rasakan perasaan yang indah setiap hari.

Share and enjoy

Tinggalkan Balasan