Keakraban Pelatihan Mie Sehati

Pelatihan Mie Sehati Nop

Keakraban Pelatihan Mie Sehati selalu terasa sejak awal pelatihan di mulai. Meskipun mereka berasal dari berbagai kota, tetapi mereka cepat sekali berbaur dan saling merendahkan diri ketika saling bercerita tentang siapa mereka.

“Paling jauh peserta dari mana ya pak?”

“Dari Papua mbak. Sumatera ada juga, Kalimantan yang paling banyak”

“Jadi semua murid sudah pada jualan semua ya pak?”

“Nah ini, tidak semua murid mie sehati berjualan seusai mengikuti pelatihan ini. Memang peserta pelatihan seperti ini datang dari berbagai macam strata masyarakat dan mereka berangkat dari berbagai macam kepentingan”

“…………..”

“Ada yang sengaja datang untuk melihat bagaiman acara membuat mie yang sehat dan dengan cara yang mudah”

“……………….”

“Ada juga yang datang karena memang ingin berjualan mie sehati”

“……………………… ”

“Beberapa calon murid mie sehati juga sudah mempunyai warung yang sudah berjalan dengan baik, tapi mereka ingin mengembangkan usaha warungnya. Yang sudah punya usaha bakso, misalnya ingin menambah menu jualannya. Yang sudah jualan mie, ingin melihat bagaimana proses pembuatan mie, karena mereka biasanya membeli mie dari pedagang mie lainnya”

Pelatihan Mie Sehati Nop

Pelatihan Mie Sehati Nop

Khusus peserta dari Papua, sebenarnya instruktur mie sehati yang diminta untuk mengajar ke Papua. Ada sekitar 50 orang yang siap untuk belajar mie, namun sang instruktur memberi alternatif lain, yaitu men gundang wakil dari Papua dan mengajarinya cara mengajar membuat mie sehati. Setelah mahir, baru utusan dari Papua itu balik dan mengajar calon muridnya yang sudah menunggu di lokasi.

Cara ini ditempuh, karena bila instruktur yang berangkat dikhawatirkan peralatan yang dipersiapkan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Namun bila mereka yang dari Papua datang, maka mereka bis amelihat dengan pasti peralatan apa yang diperlukan. Bila tidak ada di Papua, maka mereka bisa membelinya di Jogja dan dibawa ke Papua.

“Pelatihan mie sehati ini pertama kali dilakukan di berbagai kota dengan cara instruktur berkeliling ke masing-masing kota dan panitia dari masing-masing kota sudah diyakini bisa mempersiapkan alat yang sesuai. Namun sejak pelatihan diadakan di Cikarang Bekasi, maka pelatihan mulai diadakan di satu tempat atau paling jauh di seputaran Jabodetabek”

“……………”

“Saat Mie Sehati pinda ke Jogja, maka pelatihan dibagi menjadi dua area, yaitu area Jabodetabek dengan instruktur pak Syamsu Irman Master Mie Perto dan area di Semarang, Surabaya dan Jogja dengan instruktur Ibu Yeni Eshape”

“…………”

Pelatihan Mie Sehati Nop

Pelatihan Mie Sehati Nop

Dua model pelatihan ini memang hanya intinya saja yang sama, tapi model penyampaiannya bisa berbeda. Pak Syamsu Irman selalu lucu dan penuh humor, sedangkan Ibu Yeni selalu lebih serius, to the point, namun biasanya peserta tetap merasa enjoy, sehingga yang tercipta adalah suasana yang akrab sejak pelatihan dimulai.

Sabtu, 30 Nopember 2013 ini juga pelatihan berjalan lancar dan semua peserta terlihat penuh dengan canda dan tawa, Akhir pelatihan juga ditandai dengan acara yang sama, yaitu narsis berjamaah di depan lokasi Pelatihan Mie Sehati, Jalan Cungkuk Raya 212, Jogja.

Satu pertanyaan yang selalu muncul adalah berapa keuntungan dari bisnis mie ini. Jawaban juga selalu standard, bahwa keuntungan makanan jenis mie bukan menjadi andalan dari sebuah warung. Keuntungan ada pada menu minumannya.

Pelatihan Mie Sehati Nop

Pelatihan Mie Sehati Nop

Share and enjoy

Tinggalkan Balasan