Lezatnya Ikan Patin Bakar Bambu

Seorangteman memberi komentar tentang Pondok Ikan Bakar khas Kalimantan seperti ini.

“…Saya paling suka sama soup guramenya.
Bening,gurih gak amis sama sekali.
Kapan kita kesana lagi pak eko!…”

Dua JempOL untuk rasa dan suasana rumah makan

Begitulah kalau sudah pernah ke warung ini pasti pingin kembali lagi. Warung yang terletak di dekati pintu tol Cimanggis ini memang khas banget rasanya, suasananya maupun harganya.

Pondok Ikan Bakar khas “Kalimantan” ini berbeda dibanding Pondok Ikan Bakar lainnya. Kalau melihat menu makanannya, model restorannya, maka pasti kita langsung menduga bahwa Pondok ini pasti mengusung warna Sunda.

Namun bila kita memesan Ikan Patin Bakar Bambu, maka orang sundapun akan bingung dengan cita rasanya. Kok model cita rasanya tidak seperti yang disajikan di warung sunda lainnya ya….

Rasanya benar-benar pas. Tidak gosong, lembut, gurih dan [mungkin ini yang utama] rasanya segar banget.

Setelah selesai makan, maka saat ke toilet, baru terjawab mengapa ikannya seger banget. Rupanya ada beberapa kolam besar yang dangkal [dengan aerasi pancuran air] dan penuh dengan ikan patin yang ukurannya sekitar sekiloan.

Rumusku untuk mengetahui rumah makan itu jorok atau tidak adalah dengan melihat kamar mandinya. Bila toiletnya bersih, terawat rapi, maka bisa dipastikan rumah makan ini dikelola dengan manajemen yang baik dan tidak asal bisa menyajikan makanan yang terasa enak tapi tidak jelas kebersihannya dan di rumah makan ini toiletnya sangat memadai. Semoga sampai kapanpun tetap memadai.

Menu lainnya yang kucoba adalah karedok yang khas sunda banget. Wuihhh ini juga rasanya pas banget.

Minumannya, kupilih kelapa muda [campur jeruk] dengan gelas besar. Biasanya aku kesulitan untuk menghabiskan minuman seukuran gelas besar ini, tapi penyajian warnanya yang megundang selera membuat aku sanggup menghabiskan minuman gelas besar ini.

Minuman ini juga dilengkapi dengan tambahan gula cair, sehingga bagi yang tidak suka manis, tidak perlu menuang gula cair itu. Bagi yang suka manis, maka bisa minta lagi gula cairnya, jika dirasa masih kurang manis.

Menu lain yang patut dicoba adalah pete [bakar, goreng maupun mentah]. Mungkin karena sudah terbius oleh kelezatan rasa ikan Patin Bakar Bambu, maka pete di warung ini terasa sangat lezat.

Kalau pete dibandingkan dengan apel, maka menurut hasil searching di internet, maka selain kaya akan kalium pete memiliki karbohidrat yang jumlahnya dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, protein empat kali lebih banyak, lima kali lipat Vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya.

[sumber internet, CMIIW]

Last but not least, pasti yang membuat semua itu terasa lebih mantap adalah sambalnya yang bener-bener bikin kelimpungan. Biarpun tidak pedas [tomatnya cukup banyak], tapi kelihatannya sudah di”set-up” agar pas dengan Patinnya.

Kalau anda pas berada di dekat pintu tol Cimanggis tidak ada salahnya mencoba menu di warung ini. Dijamin akan datang lagi.


Suasana yang teduh dan adem [teduh ya pasti adem donk]


Silahkan pilih yang sesuai kantong

+++

postingan ini repost dari blog pribadi

“Makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah (SWT) tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan”. (al-A’raf: 31)

Share and enjoy

Tinggalkan Balasan