Makanan bisa jadi sumber penyakit

semangkok mie sehati

“Makanan bisa jadi sumber penyakit, bisa juga jadi penyembuh penyakit. Semuanya tergantung apa yang dimakan dan kapan memakannya”

“Juga tergantung seberapa besar porsi makannya”

“Hahahaha… benar, makanan sehat kalau dimakan dengan porsi yang berlebihan akan mendatangkan penyakit juga”

“Apalagi makanan tidak sehat. Junk food kita tahu adalah jenis makanan yang miskin nutrisi, tetapi menjadi kecintaan banyak anak jaman sekarang dan mereka (anak-anak itu) mengkonsumsinya secara berlebihan. Lalu mau jadi apa mereka nanti?”

Keprihatinan tentang dunia makanan tidak sehat sering menjadi perbincangan dalam diskusi kita, orang-orang yang terlahir dari produk jaman lalu. Kita sering rindu akan makanan sederhana buatan para penjual makanan jaman dulu, tapi mencari jenis makanan sederhana itu di jaman sekarang susahnya setengah mati. Tidak banyak yang berjualan makanan ala jaman dulu dan laris manis.

gerobag mie sehati

gerobag mie sehati

Makanan jaman dulu hanya laris saat diadakan event nostalgia makanan jaman dulu. Setelah event itu berlalu, maka sang penjual akan kembali pada jualan masa kininya.

“Ibu saya dari kecil mengajari saya makanan sehat, selalu tanpa penyedap dan rasanya menurut saya tidak masalah. Tetap enak dan akibatnya ibu saya juga tetap sehat di usianya yang sudah senja”, kata salah seorang murid pelatihan mie sehati hari ini.

“Jaman sekarang ini repot kok mbak, waktu mahasiswa prihatin, makan yang murah meriah, jauh dari daging atau makanan berkolesterol tinggi. Setelah kaya dan sukses dicap sebagai penderit apenyakit A, B, C dst, sehingga tidak boleh sembarang mengkonsumsi makanan, akhirnya dari mahasiswa sampai sekarang makanannya ya itu-itu saja”

“Saudara saya ada juga yang sudah menjaga makanan yang dia makan, tetapi ternyata tiba-tiba divonis sakit kanker”

Jadi memang kita tidak hanya menjaga makanan yang dimakan tetapi pola hidup juga harus diatur agar hidup tetap sehat, awet muda dan mati masuk sorga !:-)

“Murid-murid yang ikut pelatihan mie sehati ini memang bermacam-macam. Ada yang begitu ingin melakukan ACTION menjadi pengusaha dan akhirnya mereka datang dengan semangat menggebu, pulang membawa mimpi dan sampai di rumah mewujudkan mimpinya”

“Ada juga yang ingin menambah ilmunya tentang cara membuat mie yang sehat dan kemudian menjadikan menu mie sehati sebagai menu tambahan di warungnya”

“Beberapa murid malah datang untuk belajar membuat mie sehat dan kemudian memasak mie tersebut untuk keluarganya. Mereka tidak rela keluarganya hobi makan mie instan”

“Mas Eko, apa bener ada yang hanya ingin belajar masak dan buikan belajar mejadi pengusaha mie?”

“Ya begitulah. mereka datang dengan mobil mewah ke warung kita saat di Cikarang dan ternyata mereka hanya bertujuan memasak makanan yang sehat”

Pelatihan mie sehati ini memang unik. Tidak hanya mencetak para wirausahawan baru, tapi memberi pengertian bahwa makanan bisa jadi sumber penyakit, sehingga sudah saatnya kita sadar bahwa membuat makanan yang sehat apalagi untuk dijual adalah kewajiban kita bersama untuk menjaganya.

Kandungan sawi dalam mie sehati yang berwarna hijau adalah cara cerdas mengajak anak-anak makan mie tanpa sayur tetapi mienya sudah dicampur sari daun sawi. Kita tahu, kandungan gizi sawi sangat kaya.

Di hari lain, kita juga bisa memasak mie sehati dengan campuran wortel atau bahan lain yang kaya gizi, sehingga mie sehati akan menjadi makanan yang sudah penuh gizi meskipun ujud luarnya seperti mie biasa yang dijual di warung mie.

“Bagaimana cara memasukkan sari daun sawi dalam sajian mie sehati mas Eko?”

“Gampang saja, ambil daun sawi kemudian diblender menjadi jus sawi. Setelah disaring, air jus sawi ini dijadikan campuran dalam membuat adonan mie. Demikian juga jika kita ingin membuat mie sehati dengan bahan yang lain, wortel atau buah bit, misalnya”

Makanan bisa jadi sumber penyakit, jad imari kita buat makanan yang bisa menghindarkan kita dari penyakit.

semangkok mie sehati

semangkok mie sehati

 

Share and enjoy

Tinggalkan Balasan