Mie Ayam "Amat" SEHATI

Dalam grup BBM Management TDA, kulontarkan ide Mie Ayam “Amat” Sehati dan hampir semua menyarankan untuk mengganti nama itu dengan nama yang sedang trend di kalangan para petinggi TDA, yaitu menjadi Mie Ayam “Amat” Sakses!!! [dengan tiga tanda seru!:-)]

Mas Nukman juga kumintai pendapatnya tentang nama itu dan mas Nukman lebih cenderung dengan nama Amat Sehati. Nama itu bukan milik CNI, karena di CNI yang menjadi andalan mereka adalah Mie Sehat bukan Sehati.

Nama Sehati dimaksudkan agar dalam setiap tindakan kita selalu mengacu pada suara hati yang satu tetapi bisa menyuarakan 99 nama Allah.

Nama Sehati juga klop dengan nama blog ini dan dimaksudkan agar selalu sehati dengan teman apalagi dengan keluarga kita.

Tekad itu terus menggumpal dan makin lama makin kuat. Semua persiapan untuk membuka Mie Ayam di Yogya sudah mendekati final, tinggal menunggu hari “H” saja. Apalagi di koran KR Bisnis terpampang tulisan yang sangat menantang “Yogya Terbaik Untuk Bisnis”. Wouw…mantap !

Semua “angin” telah menunjukkan pertanda yang baik sampai akhirnya muncul sebuah berita yang mengganggu.

“Ada sedikit masalah di pemilik warung makan ini. Jadi belum bisa diputuskan bisa memakai lokasi itu atau tidak. Saat ini sedang “diterawang” oleh ahlinya. Begitu kata berita itu.

Perkembangan selanjutnya adalah belum diperbolehkannya aku membuka warung Mie Ayam di lokasi itu. Ini adalah awal sukses pertama dari Mie Ayam Sehati ini. Berarti aku harus mencari lokasi lain yang lebih “sehati” untuk membuka warung ini. Ini bukan suatu kegagalan tetapi suatu awal sukses dari Warung Mie Ayam Sehati. Mari kita berbaik sangka saja padaNya.

Kita mulai lagi dari dasar. Kita fokuskan lagi bisnis ini ke wilayah Cikarang Bekasi. Untuk sementara buka Mie Ayam di Yogya ditunda dulu sampai tanda kesuksesan ke dua nanti muncul.

Tanggal 10 Januari 2010 adalah saat kita fokus untuk membuka Mie Ayam Sehati di dekat SMA Cipus [Cikarang Pusat]. Kita lihat seberapa sukses hasil dari Mie Ayam di Jalan Beruang ini.

Kata Master Mie Ayam Pak Syamsu, maka kita tidak boleh khawatir terhadap ketidak suksesan bisnis kita, yang perlu kita khawatirkan hanya satu, “…kalau bisnis ini terus memberi keuntungan yang berlipat-lipat, maka kemana lagi aku harus menyalurkan zakat malku ….”

Salam Sakses Mulia.
+++
penulis : eshape

Share and enjoy

Tinggalkan Balasan