Mie Ayam Sehati Jogja : EMIA !:-)

Ada label baru di gerai Mie Ayam Sehati yang dibuka di Jogjakarta. Acara pembukaan direncanakan pada tanggal 14 September 2010, sesuai janji dalam mastermind cikarang 1. Namun belum dibuka sudah mendapat beberapa happy problem.

Yang pertama permintaan dari teman-teman dari Temanggung untuk mendapat bimbingan pelatihan membuat mie ayam dan cara pemasarannya. Mereka bersedia membayar dengan harga khusus untuk acara ini. Istriku yang tidak tegaan pasti langsung mengabulkan permintaan mereka untuk berbagi ilmu bisnis mie ayam Sehati | Perto group.

Happy problem yang kedua adalah pesanan 20 porsi pada saat pelatihan diadakan. Jadinya harus dibuat dua acara pada waktu yang bersamaan. Acara pertama tentu acara pelatihan pembuatan mie ayam dan acara kedua adalah pemenuhan order 20 porsi mie ayam Sehati : EMIA !:-).

Suasana pelatihan di bulan puasa ini tentu sangat berbeda dengan pelatihan yang pernah dan biasa diadakan. Saat menggoreng pangsit misalnya, biasanya peserta yang kebagian menggoreng suka dibikin jengkel dengan ulah para peserta lainnya yang terus menyantap hasil gorengannya. Kalau sudah jengkel, maka makin banyaklah orang yang membuat jengkel sebagai salah satu bahan gurauan sambil menanti acara puncak, yaitu merasakan nikmatnya mie ayam Sehati.

Para peserta angkatan ke – 11 ini sangat santun dan tetap semangat meskipun puasa dan telah menempuh perjalanan yang cukup jauh dari Temanggung ke Jogjakarta. Mereka dua pasang pasutri yang begitu antusias mencatat setiap kalimat yang dianggap patut dicatat.

“Setengah kilogram tepung bisa menjadi berapa mangkuk ya?”, begitu misalnya salah satu pertanyaan dari ibu-ibu

“Biasanya sekitar 9 mangkuk”, jawab istriku

“Wow … itu gak usah dicatat, ada di blog mie sehati. Satu kilogram tepung untuk 18 mangkok, berarti setengah kilogram tepung setara 9 mangkuk”, sela sang suami yang selalu sigap memperhatikan apa yang ditanya oleh istrinya.

Canda ria pasutri itu membuat suasana panas di kota Jogja seakan tidak terasa lagi. Indahnya rasa kebersamaan mereka membuat ada sedikit rasa iri. Subhanallah. Sungguh indah belajar mie bersama-sama dan nanti membuka gerai mie ayam setelah sama-sama sepakat dengan tujuan membuat gerai mie ayam.

Mie Ayam Sehati |Perto Group ini memang berbeda dengan model waralaba yang sangat banyak bertebaran di Indonesia. Tidak ada kewajiban memakai nama Perto ataupun Sehati. Pemilik gerai mie dibebaskan untuk berkreasi dengan nama yang menurut mereka paling asyik didengar dan bisa mendatangkan pengunjung yang berlimpah ke gerai mie mereka.

Bulan lalu, tidak sampai seminggu setelah mengikuti pelatihan semacam ini, maka para peserta pelatihan langsung membuat gerai mie ayam baru, itulah Mi Jawara Sehati|Perto Group yang langsung laris manis.

Sukses tidaknya bisnis makanan memang sangat ditunjang oleh kualitas makanan yang disajikan dan baru kemudian model pelayanannya. Seberapapun hebatnya sang pemasar mie, kalau produknya sendiri tidak disukai konsumen, maka mereka hanya akan datang sekali dan akan mengakibatkan tidak datangnya banya orang karena propaganda negatip mereka.

Hal inilah yang menyebabkan para pemilik gerai mie ayam sehati harus melalui pelatihan yang optimal agar mereka benar-benar menguasai ilmu membuat mie. Pemilik gerai mie ayam memang wajibmenguasai seluruh proses pembuatan mie ini, karena bila karyawan yang lebih mengetahui akan membuat pemilik warung sangat tergantung pada pekerjanya.

Dengan menguasai ilmu pembuatan mie ini , maka pemilik akan dapat dengan mudah mengganti pekerja yang keluar dari pekerjaannya karena berbagai alasan. Tahun-tahun pertama berwirausaha biasanya diisi dengan banayk masalah tentang sumber daya manusia yang keluar masuk.

Tahun pertama juga diisi dengan belum untungnya usaha yang dirilis, namun sudah didapat peta pasar mi ayam di lokasi watrung didirikan.

Selanjutnya terserah anda. Mau ikutan membuka lapangan usaha baru atau masih berkutat dengan lapangan yang sudah ada? Semuanya baik asal dikerjakan dengan penuh hati.

Jadi inget dengan ucapan mas Amril, “Mie Sehati, nyangkut di mulut dan lengket di hati” (begitu kira-kira makna ucapan mas Amril)

Yang penting untuk Mie Ayam Sehati di Jogjakarta ketambahan label baru EMIA : EnakNya Minta Ampun !:-)

+++

+++

Share and enjoy

18 thoughts on “Mie Ayam Sehati Jogja : EMIA !:-)

  1. Saya tertarik sekali dengan bisnis mie ayam, untuk itu mohon di email berapa biaya untuk mengikuti kursus masak mie ayam Sehati. atas balasannya saya ucapkan terima kasih.

    • Salam Mas Doni

      Biaya untuk ikut kursus ini di Jogja 25 ribu per orang.
      Kalau di Cikarang 20 ribu per orang.

      Silahkan dipantengin blog ini kalau ingin tahu jadwal pelatihan kita, atau hubungi ibu Yeni saja di 0888 308 7532

      Salam Sehati

  2. Pingback: Jadwal Pelatihan Bulan Oktober (Jogja) | Mie SEHATI
  3. Pingback: Mie SEHATI
  4. selamat siang,apa saja materi yang akan diberikan pada pelatihan besok di jogya? apakah di klaten sudah ada gerai mie ayam sehati?

    • Pak Sabar Iman,
      Pelatihan besok akan membahas beberapa resep Mie Sehati yang dapat diunduh disini
      http://miesehati.com/2010/07/unduh-file-resep-mie-sehati-perto-group/

      Jadi akan ada pelatihan untuk membuat beberapa menu sbb :
      1. Minyak Mie
      2. Kuah Mie
      3. Ayam
      4. Mie Sehati

      Semua bahan ada di lokasi pelatihan. Bapak tinggal bawa alat tulis saja (bila dianggap perlu). Bawa camera dan handy cam juga boleh.

      Di Klaten saat ini belum ada yang buka gerai mie ayam sehati ini.

      Salam Sehati

  5. mas ada pelatihan nasgome nggak? saya pingin sekali bisa membuat nasgor yg uenak..kalo bisa pelatihan mie ayam plus nasgome gitu soalnya ada rencana buka warung tapi untuk ikut pelatihannya masih terkendala waktu dan jarak soalnya saya ada dikalimantan…trims

    • makasih masukannya.
      dulu pernah diadakan pelatihan mie ayam sekaligus nasgome, tapi belakangan ini hanya mie saja sudah kewalahan di sisi waktunya

      semoga lain kali bisa diadakan pelatihan nasgome
      amin

      salam sehati

  6. kalo kuah pakai tulang daging, itu bisa dipakai lebih dari 1 hari ga ya (2-3 hari)? makasih

  7. ibu Fafa yang berbahagia,sebaiknya jangan bu,karena sudah tdk segar lagi,karena harus kita panaskan ulang,akibatnya selain tidak segar juga rasa kurang menggigit

    meskipun rasanya kadang masih enak,itu cukup kita sebagi penjual saja yang makan,karena pembeli adalah “Raja”yang selalu kita berusaha untuk menjual yang terbaik

    terima kasih ibu,semoga bermanfaat

  8. mau tanya2 lagi boleh ya… apakh bisa pesan sausnya? bagmna cara pesannya? insyaAllah mau buka warung mi ayam. apkh diperbolehkan memakai nama ‘mie ayam sehati’?

Tinggalkan Balasan