Mie Pelangi POKSA 11 : Memang Enak

Saat pembentukan Mastermind Poksa 11, aku sempat ikut di pertemuan pertama mereka. Aku ajak juga pak Ruwi JM dari Mastermind Cikarang 1 untuk ikut acara itu.

Ada cerita lucu yang dilontarkan salah satu peserta Mastermind.

“Sehabis mendengar ceramah pak Purdi, saya langsung sewa kios pak. Sekarang saya bingung mau diisi apa kios yang sudah saya sewa itu?”, begitu katanya dan tentu hal ini langsung disambut dengan tawa maupun senyum dikulum oleh para peserta MM Poksa 11.

“Begitulah jiwa TDA Bu. Yang terpikirkan hanya action, sehingga setelah itu jadi bingung sendiri”

“Terus gimana pak?”

“Ya mari kita pikirkan bersama-sama, apa yang paling baik dilakukan terhadap kios yang sudah disewa itu”

Kitapun berdiskusi panjang lebar tentang sesuatu urutan kegiatan yang akhirnya dipopulerkan oleh pak Ato Kupat Tahu dengan sebutan APH (Action-Pikir-Hitung) atau KPK (Kerjakan-Pikir-Kalkulasi).

Sore ini ditemani pak Syamsu Master Mie Perto, kita coba cita rasa Mie Pelangi hasil kolaborasi MM Poksa 11 ini. Suguhan pertama yang disajikan adalah Dawet Hitam yang belum dirasa saja sudah menerbitkan selera. Gelasnya mengundang selera orang untuk meminumnya.

“Kalau mau dibikin lebih mantap, coba campur dengan daet ijo Bu”, demikian arahan dari pak Syamsu melihat aku langsung nyruput dawet Hitam tanpa sempat difoto lagi.

Setelah puas minum dawet hitam, maka yang muncul kemudian adalah Mie Pelangi. Aku yang belum pernah makan mie pelangi agak heran juga dengan tampilan mie ini.

Ada warna hijau (dari sari jus sawi), kuning (warna asli mie) dan kemerahan (dari warna wortel import). Ini rupanya yang membuat mi ini disebut mi pelangi. Mie yang penuh warna.

“Warnanya kurang ngejreng sore ini pak”, kata bu Neli salah satu pemilik warung Mie Pelamngi ini.

Oke soal warna bagiku tidak begitu menjadi masalah, karena toh aroma dan wajah mie itu sudah cukup sebagai pembangkit selera. jadi yang penting adalah bagaimana rasa mie itu sekarang.

Kucoba makan tanpa saus, kemudian kucoba lagi dengan ditambahi saus dan terakhir kutambahi dengan kecap Cap BANGO (selera Nusantara).

Hasilnya adalah suatu nuansa rasa lezat yang terus menanjak sampai akhirnya mie itu ludes habis tuntas.

Mie ini cocok sebagai contoh mie hasil binaan Pak Syamsu Perto Gourp. Salut buat pak Syamsu yang mau meluangkan waktunya untuk mengecek sejauh mana mitra binaannya berkembang, baik di pemasaran mienya maupun di proses produk mienya, termasuk cita rasa mienya.

Share and enjoy

3 thoughts on “Mie Pelangi POKSA 11 : Memang Enak

  1. Pingback: Mie Jawara bisa buat Bubur (enak) juga - Mie SEHATI

Tinggalkan Balasan