Mie Rebus Singapore

Kesempatan main ke Singapore kumanfaatkan untuk melakukan benchmarking terhadap warung makan yang ada di sana. Hari pertama kupilih sarapan dengan sepiring Mie Rebus. Tadinya aku mau pesan Mie Goreng, tetapi kelihatannya mie rebus lebih mirip dengan Mie Ayam Sehati, jadi untuk keperluan benchmarking aku harus memilih mie rebus.

Seperti biasa yang menemani adalah segelas teh tarik. ini sesuai dengan pesan pak Amril, agar aku merasakan kembali nuansa teh khas Singapore ataupun Malaysia.

Pelayanan warung disini cukup cepat, meskipun yang antre banyak tetapi dalam waktu yang tidak terlalu lama hidangan sudah tersedia lengkap di meja kita.

Melihat suasana yang serba teratur disini, membuat kita tidak bisa seenaknya sendiri meninggalkan sampah di sembarang tempat. Lebih nyaman kalau kita buang sendiri sampah yang kita hasilkan ke tempat pembuangan sampah yang terlihat mencolok di beberapa tempat.

Sayangnya aku tidak sempat membayar hidangan ini. Pak Amid yang menjadi host pada hari ini tidak mengijinkan tamunya untuk membayar makanan yang kita makan. Awas nih, nanti giliran pak Amid main ke Yogya, kita buat uangnya tidak laku. Kita bayar semua yang dia makan.

Sehabis makan mie rebus, pak Amid masih juga memesan Gado-gado.

“Ini gado-gado istimewa pak Eko, jadi harus dirasa”, kompor pak Amid sambil tersenyum-senyum penuh kegembiraan.

Akupun mencoba mengambil sedikit hidangan gado-gado yang ada di meja. Ternyata rasanya manis sekali, jadi sangat pas buat lidah orang Yogya. Tentu saja aku kembali menyeberangkan tanganku untuk mengambil gado-gado lagi.

Makan siangnya aku pesan ayam bakar dan pak Amid pesan ayam penyet. Ternyata yang keluar ya ayam gorang biasa dan tidak dipenyet.

“Wah aku pernah di Jakarta dan makan ayam penyet rasanya sungguh sangat lezat”, kata pak Amid sambil mencoel ayam penyet yang ada di depannya.

“Lain kali ke Yogya pak, biarpun tidak khas tapi kita juga ada ayam penyet. Atau mau coba gudeg manis Yogya?”

Enaknya makan di Singapore adalah terjaganya kebersihan dimanapun kita berada. Bahkan jalan raya yang setiap hari di hiasi kotoran burungpun tetap terjaga kebersihannya. Itulah nikmatnya tinggal di Singapore.

Meski begitu seenak-eanknya Singapore, aku tetap memilih Indonesia sebagai negara yang sangat kucintai. Daripada hujan emas di negeri orang lebih baik hujan berlian di negeri sendiri.

Share and enjoy

3 thoughts on “Mie Rebus Singapore

  1. Jakarta kan ibu kota ya, kok jorok sih, kalah sama kampung2 di seluruh Indonesia, apa nggak malu tuh.

  2. Thanks for this nice blog posting info! Saya memang suka menjelajah dan mencoba tempat kuliner yang baru tiap kali berkunjung ke Singapura.. Apalagi yang berhubungan dengan noodle! Hehe .. Dgn adanya info ini, wah saya jadi semakin termotivasi untuk menabung lagi dan merencanakan liburan ke Singapura lagi!

Tinggalkan Balasan