Mie Sehati di Pasar Kangen Jogja

Mie Sehati di Pasar Kangen Jogja

Pasar Kangen Jogja kembali digelar untuk yang ke lima kalinya di tahun 2013 ini. Dimulai 19 Juni 2013 dan berakhir di hari Senin 24 Juni 2013. Inilah kegiatan rutin tahunan yang sudah menjadi agenda para pelanggannya. Acara ini sendiri memang dijadikan salah satu agenda wisata di Jogja.

Bila kita lihat pelaksanaan acara Pasar Kangen di Jogja, maka akan terlihat banyak acara lain yang dilaksanakan berbarengan dengan acara ini. Di seputaran Kilometer Nol Jogja, kita akan disuguhi berbagai macam acara, utamanya yang bertajuk seni pentas, baik bernuansa modern maupun tradisional.

Para pecinta lokasi Kilometer Nol selalu punya acara untuk mengisi malam-malam yang ada di sana. Bahkan sampai tengah malam, Kilometer Nol selalu tetap hidup dengan berbagai acaranya. Beberapa acara terlihat spontan, biasanya berlangsung dengan penjagaan ketat dari aparat maupun pendukung acara. Hal ini tentu dilakukan karena acara spontanitas itu biasanya memakai lokasi di tengah jalan persis, sehingga perlu dijaga agar tidak menganggu kelancaran pengguna jalan di lokasi yang selalu ramai ini.

Pasar klithikan ala pasar Kangen Jogja 5

Pasar klithikan ala pasar Kangen Jogja 5

Acara yang tidak spontan, biasanya memakai lokasi di dekat Patung SO 1 Maret. Kadang kalau skala pertunjukannya kecil, cukup di depan Gedung Negara di sisi selatannya (arah Alun-alun Utara).

Di Taman Budaya, sebelah utara dari Taman Pintar, tidak hanya kesenian yang ditampilkan, disini dijual juga berbagai macam pernak-pernik khas tempoe doeloe, meskipun ada juga kreatifitas dari para seniman”preneur” untuk membuat karya dari barang-barang bekas, misalnya Dluwang Art yang menjual sandal dari bekas kertas koran yang didaur ulang dan diproses melalui proses mereka.

Disamping memanjakan para penggemar pasar Klithikan, para penikmat kuliner Nusantara (Kulinus) juga dimanjakan dengan berbagai macam makanan ala Jogja. Penggemar jamu godhog bisa dengan santai menyruput jamunya sambil nonton pertunjukan gratis yang digelar di halaman Taman Budaya Yogyakarta.

Makanan yang jarang dijumpai juga muncul di ajang Pasar Kangen Jogja ini. Sebut saja Thiwul yang sangat khas bagi para penggemar makanan tempoe doeloe.

Makanan modern khas kaki lima juga muncul, misalnya bakso bakar yang terlihat laris manis dikerubungi oleh pembeli. Es Tebu juga terlihat laris manis, sehingga penjualnya sudah tertutupi oleh para pembelinya.

Di sudut belakang utara, ada satu stand yang dikelola oleh Mie Sehati. Lokasi stand yang sempit memang menjadi kendala tersendiri. Para pembeli harus rela bersmepit ria saat menikmati sajian Mie Sehat yang merupakan produk kuliner yang dibuat secara langsung di lokasi.

Pasar Kangen Jogja 5

Pasar Kangen Jogja 5

Kelebihan mie sehat ini memang pada mienya yan gberwarna hijau dan dibuat tanpa mempergunakan bahan pengawet. Konsekuensinya mie haru shabis dan tidak boleh menginap, karena mie sehat ini hanya direkomendasikan 8 jam setelah digiling harus sudah dijual.

Tentu kalau untuk dikonsumsi sendiri mie ini masih bisa, bahkan bila ingin digoreng rasanya juga tidak kalah nikmatnya. Pada kenyataannya, mie sehat selalu habis sebelum waktu pelaksanaan pasar Kangen ditutup.

Stand Mie Sehati di Pasar Kangen

Stand Mie Sehati di Pasar Kangen

Kelebihan stand mie sehati adalah pada sebagian pengunjungnya yang rata-rata adalah aktifis seniman Jogja yang memakai lokasi ini sebagai tempat mereka saling bertukar kata, bertukar pikiran. Namanya saja seniman, maka mereka tidak mau duduk manis di depan stand Mie Sehati, tetapi sengaja memilih duduk bergerombol di beberapa sudut di sekitar mie sehati dan lesehan atau langsung saja duduk dimanapun mereka anggap bisa cocok dengan suasana hati mereka.

Para penggemar baru mie sehat, biasanya memang nongkrong di kursi banmbu yang disediakan oleh penjual, disamping bisa ngobrol asyik mereka juga bisa menikmati musik dari panggung kesenian yang terdengar jelas di lokasi stand mie sehati.

Nonton Pentas Pasar Kangen Jogja

Nonton Pentas Pasar Kangen Jogja

Panggung seni biasanya memang selalu penuh, baik yang lesehan maupun yang memakai kursi. Demikian juga arena pentas tanpa panggung yang digelar di kala belum malam. Arena untuk pentas Jathilan atau Reog diberi pagar pembatas, sehingga diharapkan para penonton bisa menonton tanpa mengganggu pemain dan pemaian juga bisa lepas mengekspresikan jiwa seni mereka.

Menarik disimak untuk melihat kiprah anak muda dalam acara tempoe doeloe ini, tepatnya di hari Minggu, 23 Juni 2013, anak muda dari SMA De Britto akan menampilkan karawitan khas mereka. Bis ajadi karawitan beneran, bisa juga karawirtan versi mereka.

Acara sisa sampai hari Senin, 24 Juni 2013 bisa disimak di bawah ini. Jadi jangan lupa dicatat, hari dan tanggalnya.

Sabtu, 22 Juni : Jathilan, Tari dan Wayang golek
Minggu, 23 Juni : AFC (tari teater), Karawitan De Britto, Reog Putri, Jarhilan, Srandul, Dalang anak
Senin, 24 Juni : Reog, Thek-thek dan Wayang Kulit — bersama Milona Ilza Sakantira di Taman Budaya Yogyakarta.

Sampai ketemu di Stand Mie Sehati di Pasar Kangen Jogja. Salam sehati.

Mie Sehati di Pasar Kangen Jogja

Mie Sehati di Pasar Kangen Jogja

Share and enjoy

Tinggalkan Balasan