Minyak goreng bekas (jelantah) itu limbah

goreng dengan minyak jangan terlalu panas

“Minyak goreng bekas (jelantah) itu limbah lho !:-) Jangan gunakan untuk menggoreng makanan yang akan kita konsumsi”

Kalimat itu sudah sering kita dengar, tetapi pada kenyataannya, masih saja terjadi di masyarakat. Lalu dimana salahnya kalimat itu? Mari kita coba lihat satu demi satu.

1. Tidak benar minyak bekas penggorengan tidak boleh dipakai lagi.

2. Yang benar, minyak yang dipakai untuk menggoreng sesuai SOP (suhu dibawah 200), boleh digunakan untuk menggoreng lagi maksimal 3 kali. Akan lebih baik kalau dua kali saja.

3. Makanan yang digoreng dengan minyak jelantah lebih lezat karena minyak tersebut sudah mengandung bumbu, jadi bisa hemat biaya.

4. Yang benar, makanan yang digoreng dengan minyak jelantah biaya gorengnya lebih hemat dan harga jualnya jadi lebih murah.

5. Makin besar api penggorengan akan makin cepat masak dan akan membuat gorengan jadi lebih “kemripik”.

6. Api yang terlalu besar akan membuat kandungan asam lemak tak jenuh rusak kemudian akan teroksidasi, membentuk gugus peroksida dan monomer siklik, sehingga yang tersisa adalah asam lemak jenuh saja.

Kasus mencari makanan sehat memang semakin marak akhir-akhir ini. Kesadaran untuk mengkonsumsi makanan sehat makin tinggi seiring dengan makin cerdasnya kita memilih hidup sehat. Hidup ini hanya sekali dan akan sangat sayang kalau yang seklai itu kita isi dengan memakan makanan tidak sehat dan akhirnya harus sering berurusan dengan dokter dan rumah sakit.

Saatnya kita jadi panutan untuk memulai hidup sehat, makan makanan yang sehat dan menyehatakan, rajin berolah raga dan lengkapi dengan bebruat baik untuk lingkungan kita. Sebarkan berita baik dan yakinkan siapa saja yang bisa kita yakinkan untuk mulai berbuat baik, demi hidup yang lebih sehat dan lebih baik.

Hasil search di google, inilah cara menyimpan minyak goreng bekas (jelantah) yang masih baik (bukan limbah) :

1. Simpan minyak di tempat yang tertutup atau sejuk
2. Jaga dari pengaruh udara yang terlalu lembab
3. Jauhkan dari sinar matahari langsung
4. Gunakan tempat minyak dari porselen atau plastik
5. Penyimpanan minyak segar dan minyak jelantah jangan dicampur.

Salam sehati

goreng dengan minyak jangan terlalu panas

goreng dengan minyak jangan terlalu panas

+++

Catatan :

Pelatihan miesehati di Surabaya akan dilaksanakan hari Jumat, 15 Juni 2012
Mulai tepat jam 08:00 agar sebelum Jumatan bisa selesai.
Info detil hubungi Ibu Yeni di 08883087532 (sms nama dan alamat lengkap)

Share and enjoy

2 thoughts on “Minyak goreng bekas (jelantah) itu limbah

  1. sebuah suguhan menarik yang mendatang kan pengetahuan bagi yang gak tau menjadi tahu banyak pengetahuan yang saya dapat kan dari blog ini tq

Tinggalkan Balasan