Sudut Pandang Mas Kika

Pagi-pagi selesai menemani mbak Luluk dan mas Lilo membuat Mie aku hidupkan komputer dan mataku langsung tertuju pada halaman web mas Kika. Ada sebuah kesaksian yang dibuat oleh mas Kika terhadap perilakuku dalam menjalankan bisnis mie ayam sehati.

Judul tulisan mas Kika adalah “Mie Ayam Sehati

Aku langsung menulis komentar di kolom komentar. Isinya kurang lebih ucapan terima kasih atas apa yang telah mas Kika tuliskan di Blognya. Tidak gampang mendapat tulisan dari mas Kika dan hari ini aku telah terpilih untuk ditulis oleh mas Kika.

Pasti mas Kika sudah menyediakan waktu khusus untuk menulis, mengingat kesibukan beliau yang luar biasa padatnya dan untuk ini aku hanya dapat mengucapkan salut dengan mengangkat dua jempolku.

Ada salah satu bagian dari tulisan mas Kika yang terasa sangat pas mengena dengan misiku.

+++

Kegiatan-kegiatan positif seperti inilah yang memang harus menjadi tanggung jawab kita sebagai bangsa. Membangun dengan “hati” dan mengulurkan tangan sebisa mungkin. Inilah yang dinamakan “Sedekah Berjamaah” dan menurut saya pula, bila kegiatan ini terus menjadi pegangan bagi Mas Eko dan tim untuk bersosial bahkan dikembangkan lebih bagus lagi, maka akan banyak orang yang bisa mendirikan usahanya sendiri yang bisa jadi menyebar se-antero Indonesia (mumpung perijinannya tidak sulit seperti di Negara-negara maju)

+++

Di penutup tulisannya, mas Kika kembali menyentil kita dengan sebuah kalimat yang semoga menjadi pencerahan bagi mereka yang masih menganggur dan ingin bekerja dengan baik (dan halal).

+++

Dan bagi teman-teman yang masih menganggur, saya mohon pula “jangan hanya menunggu pemerintah untuk memberimu pekerjaan” karena itu sama saja dengan menunggu salju turun di pulau jawa

+++

Terima kasih mas Kika. Tim Mie Sehati sangat menghargai tulisan mas Kika.

+++

foto-foto diambil dari FB Mas Kika

Share and enjoy

10 thoughts on “Sudut Pandang Mas Kika

  1. Pingback: Mie SEHATI
  2. Terima kasih kembali Mas Eko. Keindahan Hidup di dunia ini diperuntukkan bagi orang yang menggunakan “akal sehat” dalam menjalaninya.

    Seperti yang sering saya katakan “Bisnis itu senang-senang dan Sosial adalah pekerjaan”. Insya Allah semua akan menjadi barokah, tidak sekedar menumpuk harta. Toh ketika kita mati, kita hanya butuh uang untuk membeli selembar dua lembar kain kafan sebagai baju, bukan kekayaan atau gedung yang ikut di kubur.

  3. Bisnis adalah ibadah “Tidak diciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk menyembah ALLAH”

  4. Pingback: Pelatihan Gratis? Kenapa tidak !
    • Yes!
      Mas Kika ini memang asli keren.
      Cuma tidak banyak yg bisa memahami pola pikirnya yang sudah melangkah ke depan kita.

      Salam sehati.

Tinggalkan Balasan