Mompreneur Class di “Kado buat Ibu”

Seperti biasa, satu jam sebelum acara aku sudah nongkrong di lokasi acara bazar “Kado buat Ibu”. Inilah acara bazar di Gallery Amri Yahya yang digagas oleh seorang cewek cantik yang penuh prestasi, mbak Adinindyah. Alumni arsitektur UGM ini tadinya kupikir usianya di bawah 30 tahun, tapi ternyata aku keliru.

Acara bazar di Gallery Amri Yahya  ini tergolong unik dan khas Jogya banget. Satu sisi lokasi dipenuhi para penjual kerajinan, busana, beras, sabun dll kemudian di sisi yang lain diisi dengan bisnis kuliner. Ada yang model lesehan dan ada yang model dengan kursi.

Di sisi lain lagi terlihat seperangkat alat musik band yang nongkrong di depan gallery, sehingga artis yang tampil bisa dilihat dari semua penjuru. Musik yang tampil beragam, mulai dari pop, jazz bahkan ada nuansa blues di salah satu musik yang tampil.

Para pemusik ini tampil sangat relax dan sangat enjoy memainkan alat musik mereka ataupun melantunkan tembang-tembang kesayangan mereka. Penonton yang sibuk berjualan kadang sempat bertepuk tangan, kadang tetap asyik dengan jualannya.

Di ruang dalam inilah digelar acara mompreneur, “Kado buat Ibu”. Secara guyon kusampaikan pada mbak Adinindyah, bahwa acara ini khusus ibu-ibu saja dan judulnya “menulis di blog untuk menjadi lebih cantik”, tapi di perjalanan waktu tema ini kuperluas dengan judul “social media dengan semangat berbaginya”.

Tema baru ini kurasa lebih cocok untuk peserta acara yang kebanyakan pengusaha dan hanya beberapa orang yang berprofesi sebagai blogger. Dalam tanya jawab selama acara banyak dibahas mengenai perkembangan penggunaan social media, mulai dari Facebook (FB), blog, twitter dll.

“Pak, sukses acaranya”, kata anakku Lilo yang setia menemaniku selama sesi “mompreneur” ini.

“Apanya yang sukses?”

“Bapak banyak iklan mie sehatinya”

Aku senang Lilo ikut memberi komentar tentang penampilanku hari ini. Aku memang sengaja banyak bercerita tentang cara iklan di social media yang tidak membuat pembacanya bosen.

Apa jadinya kalau kita tiap hari iklan di social media yang kita miliki?

Bisa dipastikan, pembaca akan bosan dan pada akhirnya tidak mau lagi membaca pesan dari kita. Akun kita akan diblok oleh pembaca agar tidak mengotori bacaan mereka. Apapun yang namanya berlebihan memang kurang baik akibatnya, demikian juga dengan iklan di social media.

Di akhir acara, pertanyaan malah banyak yang membahas tentang blogger. Salah satu penanya kulihat sempat mengambil gambarku, jadi akhirnya kukejar dengan perkenalan dan akhirnya dapat kutemui alamat blognya dan kuambil foto yang ada di blognya untuk ditampilkan di blog ini.

Ketika akhirnya acara telah selesai, teryata buntut acara ini masih banyak. Saat ngobrol di salah satu sudut acara dengan mbak Adinindyah, terlontar banyak ide untuk membuat sebuah komunitas berbasis online yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan bisnis para wirausahawan muda yang tampil di acara bazaar ini.

Di sudut lain, ketika menyaksikan acara ketrampilan batik, beberapa cewek mendekatiku dan kembali bicara tentang dunia blogger. Akupun dengan penuh narsis menyampaikan caraku menulis blog.

“Pakai otak kanan untuk menuangkan ide kita di blog. Setelah ide selesai dituangkan sampai tumpah ruah di blog, maka tugas otak kiri menyortir kata atau kalimat sehingga bisa dibaca dengan nyaman”

“Pak Eko, aku masih ragu menulis, takut tidak bagus tulisannya”

“Nah ini penyakit semua penulis pemula. Padahal sebenarnya tulisan itu tidak ada baik atau buruk, yang ada adalah cocok atau tidak cocok”

“……………..”

“Kita lihat buku Laskar Pelangi yang sukses itu, apakah semua orang suka dengan tata bahasa yang ada di laskar pelangi? Belum tentu, ada pembaca yang sukanya dengan tulisan to the point dan sangat tidak nyaman membaca laskar pelangi”

“Kesimpulannya semua penulis pasti punya fans masing-masing, jadi mari kita mulai menulis sejak saat ini sampai kita sudah tidak mampu menulis lagi”

“Hidupkan selalu semangat berbagi ilmu berbagi berkah!”

Jepretan mbak Adinindyah

Jepretan mbak Adinindyah

137 views