Pemuda dari Sumbawa

“Perjalanan 48 jam menuju Jogja hanya untuk belajar membuat mie?”, kataku melihat penampilan seorang pemuda dari Sumbawa yang sedang mengaduk adonan mie.

Sang pemuda dari Sumbawa yang kuperhatikan masih tetap asyik dengan kegiatannya, sementara itu beberapa peserta pelatihan bisnis mie juga asyik dengan kegiatannya masing-masing.

Mas Bagus Jeha, manajer mie sehati mendekatiku dan berkata sambil ikut memperhatikan sang pemuda dari Sumbawa yang naik bus 2 hari 2 malam untuk menuju ke lokasi pelatihan mie di Jogja.

“Pak Eko, kisah dia ini sangat bagus diangkat sebagai pembangkit motivasi lho”

“………..”, aku spechless tak bisa menjawab. Naik bus dua hari dua malam belum pernah kubayangkan. Naik pesawat 5 jam Jogja Papua saja sudah membuatku jet lag, bagaimana rasanya kalau dua hari dua malam di sebuah tempat yang sempit dan tidak terlalu nyaman.

 

Pemuda dari Sumbawa

Pemuda dari Sumbawa

Salah satu peserta pelatihan mie dari Sragen juga mendekatiku dan menyapa ramah padaku sambil bercerita.

“Saya sebenarnya punya dua acara yang sama di hari ini. Satu di Surabaya dan satu lagi di sini”

“Yang di Surabaya pelatihan mie juga?”

“Iya mas, tapi akhirnya kuputuskan untuk ikut acara pelatihan mie yang di Jogja saja. Saya bawa teman untuk mengawani saya”

“Kenapa memilih Jogja?”

“Waktu itu saya pilih yang lebih dekat saja”

“Hahahaha…. alasan yang sederhana ya mas, tapi penting:-)”

“Waktu itu saya merasa sebagai peserta terjauh, hahahaha…. ternyata ada yang lebih jauh lagi. Dari Sumbawa sampai Jogja lewat berapa selat tuh?”

“Ada peserta pelatihan mie yang dari Papua lho mas”

“Iya ya.. sudah kubaca juga di blog mie sehati. Hebat sekali mereka. Luar biasa semangat wirausahanya”

Peserta dari Sragen

Peserta dari Sragen

Sang pemuda yang kita bahas masih tetap asyik melakukan kesibukannya bahkan sampai pelatihan mie selesai, sang pemuda tetap saja betah di warung mie sehati untuk melanjutkan diskusi tentang usaha mie sehati dan pernak perniknya.

Dalam dialog singkatku dengannya, aku sempat memberi pelajaran membuat nasi goreng mewah padanya. Nasgome, begitu kita menyebutnya. Inilah salah satu menu andalan dari mie sehati ciptaan master Mie Perto Syamsu Irman yang berhasil mendapatkan penghargaan dari ketua TDA Bekasi waktu itu.

Dengan memanfaatkan minyak hasil pengolahan ala mie sehati, maka proses pembuatan nasi goreng menjadi sangat mudah. Cukup tuangkan minyak mie sehati dan kemudian masukkan bawang putih yang digeprak plus nasi putih, maka jadilah Nasgome (Nasi Goreng Mewah).

Dengan tekun sang pemuda Sumbawa mencatat semua keteranganku maupun keterangan dari instruktur pelatihan.

“Kira-kira peralatan apa yang tidak ada di Sumbawa yang bisa diadakan disini ya mas?”, katanya bertanya padaku.

“Lihat saja file resep mie sehati yang bisa diunduh di blog mie sehati dan periksa di beberapa lembar terakhir. Ada daftar peralatan yang harus dipunyai untuk membuka usaha mie sehati”

Es Sehati

Es Sehati

Di akhir acara pelatihan, semua peserta mendapat sertifikat pernah mengikuti pelatihan mie dengan tanda tangan dari instruktur pelatihan bu Yeni Eshape.

“Wah pelatihan ini memang bonafide. Nanti saya pasang di dinding rumah saya untuk menunjukkan kalau saya sudah bisa membuat mie”

“Ternyata mudah ya pak membuat mie?”, kataku

“Terus terang pak Eko. Selama hidup ini, baru sekali ini saya memasak di dapur. Hahahaha….”

“Hahahaha….”

“Istri saya pasti heran dengan kemampuan baru saya ini”

“Yakin sudah bisa pak?”

“Paling tidak sudah bisa 50%, sampai di Sragen nanti akan saya biasakan sehingga kemampuan membuat mie makin terasah”

“Hahahaha…. dari guru SMK otomotif pindah menjadi ahli masak mie sehati”

“Saya juga dari SMK Otomotif lho pak”, tiba-tiba sang pemuda Sumbawa nimbrung pembicaraan

“Lho?”

Kitapun tertawa bersama dan berhenti ketika salah satu peserta pelatihan membagikan tepung krispi pada kita.

“Berapa harganya pak?”

“Gratis untuk peserta pelatihan mie sehati”, ujar sang bapak sambil tersenyum.

“Wah aku kasih resep satu lagi nih”, kataku ketika memegang tepung krispi yang berlabel halal ini.

“………….”

“Tepung ini cocok untuk menu nasi goreng istimewa. Saat kita memasak nasi goreng, maka ketika nasi sudah hampir siap dihidang, kita taburi dulu dengan tepung ini dan rasakan bedanya dengan nasi goreng biasanya”

“Hahahahaha…. pak Eko bisa saja tuh…”

Para peserta saling berjabat tangan masih dalam senyum dan akhirnya berpisah dengan meninggalkan sang pemuda Sumbawa dengan catatannya. Pagi ini aku coba kualitas tepung itu pada menu nasi goreng magelangan. Rasanya? Anakku tersenyum simpul sambil memuji masakanku dan pagi itu semua piring terlihat bersih tanpa sisa makanan sedikitpun.

Semoga perjalanan 48 jam menuju Jogja tidak sia-sia bagi sang Pemuda Sumbawa.

Mie Sehati Taman Kuliner Jogja

Mie Sehati Taman Kuliner Jogja

Lilo jadi penasehat TDA (reblog)

Tulisan Lilo jadi penasehat TDA ini adalah reblog dari tulisan TDA Cikarang Master Mind 1 yang kutulis pada tanggal 3 Januari 2010, saat Lilo masih sekolah di SD. Anak kecil ini selalu ikut kemana saja aku pergi dan aku memang senang mengajaknya kemanapun aku pergi. Sampai akhirnya ketika dia SMP sudah mulai banyak kawannya dan mulai kadang tidak bisa ikut kemana aku pergi. Kutulis ulang artikel ini karena blog yang memuat artikel ini sudah makin tidak terurus dan aku akan kehilangan tulisan tentang Lilo kecil yang sudah jadi penasehat Tangan Di Atas Cikarang.

Inilah ceritanya :

+++

Pagi-pagi aku menyiapkan perlengkapan untuk membuka warung lesehan di Cimart (Cikarang Mart) dalam rangka Bazar bulanan yang rencananya akan menjadi agenda rutin Cimart. Sebentar kemudian datang pak Nana dan pak Ipung, dua tokoh Cimarter yang memang tidak patut diragukan lagi kegigihannya mendukung semua kegiatan CiMart.

Setelah selesai menggelar tikar, menghidupkan kompor blue energy [baru], maka akupun meluncur ke rumah untuk mengambil perlengkapan lainnya, termasuk bahan untuk membuat Mie Hijau.

Jam 10.00 tepat, maka acara Bazar sudah mulai ramai dan akupun meninggalkan acara ini untuk mengikuti acara yang lain, yaitu wisata bisnis bersama MMC1 [Mastermind Cikarang 1]. Sambil tersenyum akupun jadi ingat beberapa acara tabrakan yang sering terjadi dalam hidupku. Kadang dua acara tabrakan dan beberapa kali aku juga mengalami tabrakan acara yang lebih dari dua acara dan akhirnya gagal kuikuti semua. Hari ini, alhamdulillah, aku sukses mengikuti kedua acara yang tabrakan itu. Itulah sinergi !

Ini adalah perjalanan bisnis menuju ke Bengkel pak Agus di Karawang.

Ada tujuh orang yang mengikuti perjalanan bisnis ini. Tujuannya adalah memberi masukan pada usaha bengkel yang dikelola oleh salah satu anggota MMC1. Kalau biasanya masukan diberikan saat diadakan pertemuan rutin MMC, maka kali ini rombongan MMC1 ini langsung menuju lokasi yang didiskusikan, sehingga diharapkan aura bisnisnya lebih terasa saat akan memberikan masukan. Yang juga membuat suasana menjadi lain adalah ikutnya Lilo dalam rombongan ini.

Begitulah, di pagi yang cerah ini kita akhirnya sampai ke lokasi Bengkel di pinggir jalan besar daerah Karawang.

Beberapa teman langsung berdiskusi tentang bagaimana sebaiknya bisnis bengkel ini dikelola dengan cara yang lebih baik. Masukan ini ada yang sudah dilakukan dan ada juga yang langsung ditindak lanjuti dengan “action” nyata.

Pak Rui dan pak Budi langsung memindahkan tempat jualan ban ke halaman depan bengkel. Rak ban ini tadinya berada di dalam ruangan bengkel dan mengganggu lalu lintas di dalam bengkel, sehingga begitu dipindahkan ke luar ruangan, suasana dalam bengkel jadi terasa lebih lega dan bengkelpun tampil lebih impresiv.

“Debu di ban ini harus dibersihkan”, begitu saran Lilo yang kemudian ternyata dilaksanakan oleh pak Rui.

Wah lilo sudah punya naluri bisnis juga rupanya. Memang lilo terlihat mondar mandir di bengkel dan di luar bengkel. Beberapa saat kemudian Lilo kembali menyampaikan masukannya, ” kok nggak ada pelek pak?”

“Stiker scotch light juga gak ada..”, begitu Lilo kembali memberikan masukannya.

Beberapa saat kemudian pak Mualib, ketua rombongan, juga memberikan masukan tentang perlunya pengadaan stok spare part yang paling sering dibeli dan dicari yang harganya murah agar tidak mengganggu perputaran modal [cash flow].

Kembali ucapan Lilo menjadi salah satu masukan buat diskusi para orang tua di bengkel ini.

Acara hari ini benar-benar terasa berbeda. Mungkin kelompok mastermind lain pernah mengadakan hal semacam ini, tetapi bagi MMC1 ini adalah kegiatan wisata bisnis perdana yang membuat pertemuan rutin menjadi tidak monoton.

Jadi inget beberapa bulan lalu, pak Gun juga telah memberikan idenya untuk melakukan pertemuan di udara terbuka. Pertemuan rutin MMC memang kadang memgalami pasang surut peserta, tetapi dengan adanya variasi model pertemuan, maka sampai saat ini MMC1 tetap rutin melakukan pertemuan sesuai jadwal.

Insya Allah MMC1 terus melahirkan ide-ide baru dan selalu sukses mengadakan acaranya. Saat ini acara besar yang sudah menghadang adalah Workshop Cara Cepat Menulis Buku dengan metode 12 PAS, tanggal 16 Januari 2010 di Resto Samikuring.

Semoga sukses. Amin.

+++

Lilo jadi penasehat TDA

Lilo jadi penasehat TDA

Sampai di Bengkel, langsung melihat situasi kondisi setempat.

Lilo jadi penasehat TDA

Lilo jadi penasehat TDA

Setelah rak ban dikeluarkan dari dalam bengkel. Sepeda motor yang ada di dalam bengkel, meskipun milik montirnya atupun milik siapa saja, dikeluarkan juga dan ditempatkan di dekat rak ban agar suasana bengkel terlihat lebih impresif.

Lilo jadi penasehat TDA

Lilo jadi penasehat TDA

Lilo merasa debu di ban yang masih baru ini terlalu tebal, sehingga perlu dibersihkan dulu agar tidak malah menjadi publikasi negatip.

Lilo jadi penasehat TDA

Lilo jadi penasehat TDA

Pak Rui dan pak Budi tidak mendengar masukan Lilo, tetapi jalan pikiran mereka sama dengan Lilo, sehingga langsung “action” untuk membersihkan ban yang ada di rak ban tersebut. Lilo mengawasi seolah-olah dialah bosnya. Hehehe…

Lilo jadi penasehat TDA

Lilo jadi penasehat TDA

Final check kebersihan ban oleh Bos LiLo. Hehehe…semoga jadi bos beneran nanti kalau kamu sudah besar ya nak. Insya Allah, Amin.

Berbisnis dengan Allah sebelum dengan sesama : Buka Bersama

“Sebaiknya kalau ingin bisnis kita sehat dan berkah, kita dahului dengan bisnis dengan Allah dahulu”

“Maksudnya?”

“Misalnya kita pedagang buah, mari kita pilih yang bagus sebelum kita berjualan dan berikan pada yang membutuhkan”

“Wah kalau kita penjual berlian sulit donk pak”

“Hahahaha…. itu tadi kan hanya contoh, tidak bisa diterjemahkan seperti itu”

“Iya ya, kalau pedagang BBM, atau pedagang kayu atau pedagang ponsel, pasti juga akan kesulitan melakukannya”

“Yah begitulah, tidak semua nasihat bisa diterima secara tersurat, kadang yang kita terim ajustru yang tersirat”

Bagi mereka yang berbisnis kuliner, maka nasehat itu lebih mudah diterapkan. Penjual mie akan dengan mudah membuat semangkok mie sebelum berjualan dan memberikannya pada yang berhak. Penjual jajan pasar juga bisa menggratiskan pembelian pertamanya sebelum mulai menarik uang dari para pembelinya.

Inspirasi itulah yang sebenarnya membuat kita lebih rajin bersedekah. Dengan Rajin bersedekah, maka dijamin berkah akan datang dengan tanpa kita duga dan dari tempat yang tidak kita ketahui. Semuanya serba surprise. Kita kadang menyadari berkah itu ketika kita merenungkannya. Kita lebih sering memperhatikan doa kita dibanding apa yang sudah kita terima,sehingga lupa kalau sudah terlalu banyak nikmat yang telah kita terima.

Dalam bulan puasa ini aku jadi berpikiran untuk mengadakan acara buka bersama di warung mie sehati. Ada bebeapa hal yang ingin kulakukan dalam acara itu. Mungkin ini berdasar pengalaman buka bersama tadi malam dan pengalaman tahun lalu saat diundang berbuka bersama.

Jajanan buka puasa

1. Aku ingin menunjukkan acara buka bersama yang tidak hanya hura-hura tetapi tetap ada acara tarwikh bersamanya. Hura-hura dalam acara buka bersama itu perlu, selain untuk mempererat tali silaturahmi, juga untuk membuat suasana menjadi hidup, tapi sholat tarwikh berjamaah di bulan puasa sebaiknya tetap dilakukan.

2. Aku ingin berbisnis dengan Allah dengan mengundang teman-temanku untuk mencicipi jajan pasar yang selama bulan puasa ini dijajakan di depan warung mie sehati. Tentu selain jajan pasar kusediakan juga makan malam bagi mereka yang masih belum kenyang dengan suguhan jajan pasar.

3. Aku ingin acara jualan makanan berbuka ini tidak hanya milik Kampung Kauman Jogja saja, tetapi bisa menjadi milik seluruh kampung di Jogja, termasuk Kuncen ataupun Cungkuk. Kulihat Kauman tetap semarak, sementara itu di Kuncen juga terlihat semarak. Semoga di Cungkuk juga bisa ikut memeriahkan kegiatan di bulan Puasa ini.

pasar sore kauman

Jadi mari kita icip-icip jajan pasar di warung mie sehati, selain dapat kenyang insya Allah dapat mempererat tali silaturahmi juga.

Salam sehati.

+++

Artikel terkait : Buka puasa bisa sesat dan menyesatkan.

jeruk plus kelapa muda

Jeruk plus kelapa muda ini kalau ditambah es, bisa jadi tidak cocok untuk buka puasa

 

 

Bisnis di bulan Puasa

Bulan puasa tinggal menghitung hari saja. Pada hari H-90, atau 90 hari sebelum lebaran, banyak yang sudah memesan tiket pulkam (pulang kampung) agar mendapat harga termurah. Meskipun harganya tetap mahal, tetapi akan jauh lebih mahal saat belinya pada H-7.

“Mas, ini puasa saja belum kok sudah pada sibuk mikir lebaran ya?”

Itulah kalimat yang sering kita dengar atau justru yang kita ucapkan pada teman-teman kita, ketika melihat mereka sudah sibuk mengurus tiket pulang kampung, mempersiapkan pakaian baru dan segala hal yang berhubungan dengan lebaran.

Sampai akhirnya ada satu pendapat yang membuatku merasa perlu memang untuk bicara lebaran jauh hari sebelum saat itu tiba. Rupanya, biasanya kita malah sibuk memikir lebaran saat seharusnya kita berpikir untuk meningkatkan ibadah kita. Jadi agar sebelum lebaran sudah tenang memikirkan ibadah, maka memikir lebarannya jauh hari sebelum datang harinya.

Ada yang bilang, lebaran adalah sorga bagi mereka yang punya bisnis tiket, kuliner ataupun rental kendaraan, tetapi bagi mereka yang bisnis kuliner, tidak semuanya akan bisa merasakan indahnya bisnis di bulan puasa. Padahal bisnis di bulan puasa justru sangat banyak, meskipun ada saja yang meninggalkan bisnisnya di bulan puasa demi untuk fokus pada kegiatan ibadah.

Beberapa bisnis kuliner atau yang dekat-dekat dengan dunia kuliner tetapi tetap lancar di bulan puasa antara lain adalah :

1. Berjualan makanan untuk berbuka puasa.

Mulai dari snack (kering maupun basah), minuman sampai makanan berat tetap laris manis di bulan puasa. Rumah makan kadang sampai antri saat berbuka puasa. Tempat parkir juga jadi penuh sesak. Kadang tempat sholat sampai tidak sanggup lagi menampung jamaah.

2. Berjualan kue-kue lebaran

Meskipun kue ini disajikan saat lebaran, tetapi proses penjualannya tetap dilakukan di bulan puasa. Kadang beberapa hari sebelum puasa, sudah ada yang mulai memasarkan dagangannya. Mulai dari menjadi reseller kue tertentu, jualan secara grosir sampai ke jualan sistem paket.

3. Jualan makanan import

Jualan makanan jenis ini biasanya laris manis di toko-toko atau di mall-mall. Kadang harganya cukup menarik karena banyak diskon dan kualitasnya cukup bagus. Meski demikian, makanan jenis ini pernah dihindari, karena banyaknya ditemukan makanan jenis ini dalam kondisi kadaluwarsa.

Masih banyak lagi kegiatan bisnis di bulan puasa dan pilihan bisa jatuh ke bisnis kuliner ataupun non kuliner. Bisnis yang menjanjikan di luar kuliner biasanya adalah bisnis pakaian jadi. Akan banyak penjual dadakan yang menjajakan pakaian murah meriah sampai yang tetap mahal harganya, karena sangat tergantung pada pasar yang dituju.

Warung Mie Sehati sendiri akan tutup selama puasa, tetapi akan buka pada sore hari menjelang berbuka puasa. Ini adalah kegiatan rutin dari ibu-ibu yang dilakukan setiap tahun di depan warung mie Sehati. Selain makanan yang diolah oleh mie sehati, banyak juga para penjual makanan ringan yang menitipkan dagangannya di warung mie sehati. Prinsipnya adalah win-win solution. Mereka butuh dagangannya laku tapi tidak punya tempat jualan dan mie sehati mendapat keuntungan karena menjualkan dagangan mereka secara bagi hasil.

Di Jakarta sendiri aku mulai memasarkan makanan andalan yang dijual setiap bulan puasa berupa kacang mete kualitas super dengan harga 145.000 per kg. Tahun lalu aku sampai kehabisan barang karena banyaknya minat para pembeli terhadap barang yang satu ini.

Anda sendiri, apa bisnis yang anda lakukan untuk bulan puasa yang beberapa hari lagi datang?

Kacang Mete 111

 

BISNIS itu dimulai dari BERBAGI

“Dulu saya suka pusing memikirkan borosnya bensin kendaraanku, maklum mampunya hanya beli kendaraan kuno yang bensinnya boros”

“Sekarang ternyata masalahnya masih sama, bensin boros! Soalnya mobil mewah ini semuanya di atas 3.000 cc, jadi borosnya lumayan juga”

“Dulu mikir gimana cara membayar sewa kios yang sempit di pasar yang sempit”

“Sekarang mikir dimana mencari sewa kios seharga 3 Milyar, yang lokasinya strategis”

Rangkaian kalimat itu keluar dari para pelaku bisnis yang memulai usahanya dari nol dan kemudian belajar dari berbagai macam kegagalan yang mereka peroleh. Banyak sekali pelajaran yang dapat diambil ketika kita mengalami kegagalan dalam berbisnis. Tentu bagi yang mau belajar untuk menjadi lebih baik.

CFD Bekasi (6)

Kegagalan bisnis selalu menjadi nuansa dalam duni abisnis. Hampir tidak ada bisnis yang langsung dapat berlari kencang tanpa pernah mengalami tersandung atau terjatuh. Bisa dibayangkan kalau saat kita sendirian terjatuh dan kemduian akhirnya bisa bangkit kembali, dibandingkan kalau kita jatuh bersama serombongan orang dan barang yang kita bawa, maka proses bangkitnya akan berbeda.

Saat bisnis awal, maka kalau kita terjatuh, hanya diri kita yang terkena dampaknya. Segala macam kegagalan bisnis hanya kita rasakan sendiri. Kejatuhan bisnis bisa jadi karena kita kurang menguasai bisnisnya, ditipu rekan bisnis, atau karena bisnis yang kita jalani sedang tidak musim. Akibatnya bisnis rugi, harta melayang dan hutang menumpuk.

Saat kita jatuh di awal bisnis, maka kerugian bisnis biasanya masih kecil-kecilan juga, harta yang kita punyai juga masih belum banyak, sehingga harta yang hilang juga tidak banyak. Orang juga belum percaya dengan bisnis kita, sehingga hutang yang kita tanggung juga tidak akan banyak.

Bandingkan kalau kita jatuh saat bisnis kita sudah berjalan lancar, sudah mempunyai aset milayaran dan sudah mapan. Kekayaan kita sudah banyak dan hutang kita juga sudah banyak. Kalau pada saat itu kita mengalami kejatuhan bisnis, maka dapat dibayangkan akibatnya.

Lalu darimana kita belajar gagal?

Mari kita mulai bisnis dengan berbagi. Dari hal-hal yang kecil dulu dan kemudian makin lama makin kita besarkan. Seorang pakar wirausaha pernah menasehatiku untuk melakukan jual beli dengan Tuhan dulu sebelum dengan manusia.

“Cobalah dagangan yang anda produksi itu disishkan untuk mereka yang membutuhkan”, katanya.

“Sudah pak, setiap selesai berdagang, kusisihkan daganganku untuk mereka yang membutuhkan”, jawabku

“Nah yang dilakukan itu masih model berbagi cara biasa, belum ekselen”

“Maksudnya?”

“Artinya barang untuk yang membutuhkan itu diberikan setelah selesai berdagang kan? Bukan di awal sebelum berdagang?”

“Ya benar. Setelah selesai berdagang baru diberikan”

“Coba dipikirkan, bagaimana kalau kita sudah berikan dagangan kita sebelum berdagang. Kita perkirakan keuntungan kita dan kemudian kita bagikan sebagian dari keuntungan kita di depan, bukan di belakang”

“Maksudnya sebelum berdagang, kita sudah membagikan sebagian dari estimasi keuntungan kita?”

“Ya benar”

Nasihat sederhana itu sebenarnya mengandung makna sangat dalam. Dengan sudah membagikan sebagian keuntungan di depan, maka sudah terpatri dalam diri kita bahwa kita akan mempunyai keuntungan sebesar yang kita estimasikan. Saat kita berdagang, maka konsentrasi kita secara tidak sadar sudah mengarah pada keuntungan sebesar yang kita estimasikan itu.

Lalu kalau ternyata tetap gagal?

Mari kita intropeksi diri kita. Dimanakah salahnya. Apa yang salah? Mengapa salah? Coba gunakan analisa Why, What, When Where dan How, tapi jangan gunakan WHO! Bila kita mulai dengan WHO, maka akan ketemu orang yang belum tentu mau disalahkan. Tetapi kalau kita kesampingkan analisa WHO, maka akan ketemu kesalahan di beberapa tempat dan pelaku (WHO) akan melaksankan tugasnya sesuai perbaikan kesalahan yang didapat.

Dengan dimulai dari BERBAGI, maka kita jadi sudah mempunyai target keuntungan yang harus dikejar dan itulah sesuatu yang harus kita perjuangan keberhasilannya. Ada target dan ada semangat memenuhinya.

Salam sehati.

Mie Sehati di Car Free Day Bekasi 8 Juli 2012

Mie Sehati di Car Free Day Bekasi 8 Juli 2012

+++

Inspirasi (nasehat diri) dari acara Car Free Day, sinergi Blogger Bekasi dan TDA Bekasi 8 Juli 2012

 

Menentukan lokasi usaha (apapun bisnisnya)

Minggu lalu, juragan Butik Baju POETI mampir ke warung mie sehati dan menyempatkan menginap satu hari di Jogja. Banyak hal yang bisa didapat dari pak Afrizal, sang pemilik Baju POETI ini, salah satunya adalah bagaimana kita menentukan pilihan lokasi tempat usaha kita.

Selama setengah hari, bertiga dengan istriku, kita keliling di sebagian jalan protokol kota Jogja untuk menentukan lokasi mana yang cocok untuk membuka usaha. Kiat-kiat pak Afrizal kusimak dengan seksama dan akhirnya aku hanya bisa mengangguk-angguk mendengarkannya.

Kiatnya memang mirip dengan bisnis properti type UKM.

Pada bisnis properti tingkat menengah ini, maka unit rumah yang dibangun tidak banyak, hanya sekitar 5 sampai 15 rumah saja. Yang menentukan adalah dimana lokasi rumah itu dibangun.

“Kalau ada sebuah perumahan besar atau yang diestimasikan akan menjadi besar, maka cobalah kita beli tanah di sekitar rumah itu yang cukup untuk membangun beberapa unit rumah. Begitu rumah kita selesai dibangun, maka infrastruktur di sekitar rumah kita sudah memadai untuk dikatakan sebagai perumahan elite”

Kita tidak perlu membangun jalan aspal, fasilitas umum maupun sosial (Fasum dan Fasos). Berapa biaya yang bisa ditekan karena kita tidak perlu membangun bangunan tersebut. Harga rumah yang kita jual dijamin akan sangat bersaing dengan harga rumah yang ada di dalam kompleks perumahan itu.

Dengan membangun beberapa unit rumah di dekat perumahan elite, maka tanpa kita iklankanpun rumah kita sudah akan dilirik oleh para pembeli rumah elite yang menginginkan harga lebih murah dengan lokasi tidak jauh dari perumahan elite tersebut.

Akan lebih baik lagi kalau ternyata pemilik tanah bisa diajak bekerja sama. Kita ajak dia sharing modal. Dia bermodalkan tanah yang dimilikinya dan kita bermodal jasa untuk membangun rumahnya. Biaya pembangunan rumah bisa kita pakai dari sertifikat tanah dan memanfaatkan jasa sub kontraktor. Dengan demikian modal yang kita perlukan menjadi sangat sedikit.

Dalam bisnis pakaian jadi, pak Afrizal juga mempunyai kiat bisnis yang mirip dengan bisnis properti di atas.  Seperti yang diucapkannya saat melewati toko butik terkenal yang terlihat ramai dikunjungi.

“Pak Eko, kalau ada toko butik yang laris seperti ini, maka kita tinggal mendirikan toko disebelahnya dan kitapun tidak perlu biaya iklan lagi”

“Dalam berbisnis juga harus serius dan jangan setengah-setengah. Kalau setengah-setengah, maka rejekinya juga akan setengah-setengah, sebaliknya kalau kita fokus dan total, maka rejekinya juga ikut fokus dan total”

Akupun jadi ingat nasehat Opik tentang Obat Hati. Kita sebaiknya suka berkumpul denga mereka yang menebarkan energi positip (EPOS), karena energi itu akan membuat kita makin positip dalam berprasangka dan bertindak.

Salam sehati

kartunama mie sehati edit baru web

 

 

Ilmu Bisnis Lotek SEHATI : Kenali pelangganmu

Lotek sehati

“Baru jam 14.00 kok sudah habis lotek sehatinya ya?”

“Benar, hari ini lotek sehati hanya tersedia sampai jam 14.00”

“Kemarin kayaknya sampai jam 14 lebih deh”

“Benar dan kemarin-kemarinnya lagi bahkan sampai jam 16.00 baru habis”

“Lalu kenapa tidak ditambah bahan lotek sehatinya, sehingga tetap jam 16.00 habisnya?”

“Pada saatnya nanti pasti kita tambah, tapi tidak untuk bulan ini”

“Kenapa?”

“Begini. Namanya bisnis kuliner memang fluktuasinya bisa kecil bisa juga besar dan kita harus mencermatinya dengan baik-baik. Kita harus tahu perilaku pelanggan kita”

“Maksudnya?”

“Ada saatnya pelanggan tiba-tiba melonjak tinggi dan ada kalanya juga pelanggan tiba-tiba habis tak tersisa. Semua itu harus kita perhatikan baik-baik”

“……..”

“Pada kasus lotek sehati ini, seorang teman pernah memberi nasehat padaku dengan sebuah contoh tentang larisnya sebuah bisnis kuliner pecel dan akhirnya harus rela kehilangan omzet pecelnya, bahkan warungvnya akhirnya tutup”

“Gimana ceritanya?”

“Saat bisnis pecelnya naik omzetnya, maka bahan baku pecel juga ikut naik seiring dengan makin banyaknya pelanggan. Begitu seterusnya, yang tadinya hanya jualan pagi, lama-lama jadi sampai malam”

“Terus?”

“Tiba-tiba pelanggannya habis sedikit demi sedikit. Merasa pelanggannya mulai kabur, maka dia mulai menambah porsi jualannya dengan harapan pelanggan akan berbondong-bondong datang lagi. Benar adanya, beberapa pelanggan yang tadinya sudah pergi mulai bermunculan kembali”

“Terus kok bisa akhirnya pelanggannya hilang?”

“Ternyata kembalinya para pelanggan itu hanya semu, beberapa saat kemudian pelanggannya benar-benar habis, bahkan untuk jualan yang lainnya pelanggannya ikut habis”

“Apa sebabnya?”

“Ada beberapa sebab”

“Apa itu?”

“Pertama, ternyata ketika dia mulai kuwalahan melayani pelanggannya, maka kualitas dari pecelny amulai menurun. Bahan baku yang tadinya hanya sedikit dan dalam kondisi yang segar, sekarang jadi kurang segar dan para pelangganpun mulai menanyakan kenapa mutunya menurun tetapi kuarng mendapat perhatian yang baik dari penjual”

“……….”

“Ketika pelanggan mulai menurun, ternyata dia sikapi dengan menambah jumlah porsi jualan dan otomatis harga jadi murah dan margin keuntungan menurun, tapi masalahnya justru pada porsi pecel yang jadi kebanyakan bagi beberapa orang. Yang tadinya satu porsi terasa pas, sekarang jadi kebanyakan dan tidak termakan habis”

“Oh aku tahu. Porsi makanan untuk kuliner sebaiknya ukurannya adalah hampir kenyang. betul kan?”

“Ya benar. Sebaiknya satu porsi terasa kurang tapi dua porsi mungkin kelebihan sedikit. Dengan demikian selesai menyantap satu porsi rasanya masih ingn nambah lagi karena rasa enakny amasih ada dan rasa kenyangnya juga belum tercapai”

“Contohnya di warung soto medan atau soto sulung yang sering orang sudah pesan dua mangkuk padahal satu mangkuk juga belum dimakan”

“Benar. Dalam kasus ini, meskipun harganya sudah murah tapi karena porsinya jadi besar ada beberapa pelanggan yang tidak merasa nyaman lagi. Hal ini masih ditambah dengan fluktuasi naik turunnya pelanggan yang terjadi secara signifikan. Pada saat pelanggan turun, maka bahan baku jadi begitu banyaknya yang tersisa dan pelanggan jadi bertanya-tanya melihat sisa bahan baku yang masih banyak. Mereka mulai berpikir bahwa kualitas pecel ini mulai menurun”

“Akibatnya penikmat pecel makin sedikit ya?”

“Benar dan ternyata saat disibukkan oleh masalah pecel ini, jualan yang lain terlupakan, sehingga warung akhirnya sampai pada satu titik, tutup !”

“Wah kasihan ya. Ini cerita beneran atau karangan ya?”

“Ini cerita tidak 100 persen nyata, tapi intinya kurang lebih seperti itu dan terjadi beneran hanya disamarkan nama jualannya agar menjadi pelajaran bagi kita semua dan tidak memalukan bagi pelakunya. Semoga menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua”

Merekapun bersalaman dan saling tersenyum penuh arti. Sebuah pelajaran berharga telah didapat. Meskipun tidak seratus persen benar, tapi satu hal yang bisa diambil hikmahnya untuk bisnis kuliner adalah masalah RASA. Kualitas jualan harus selalu prima agar pelanggan tidak lari.

Semoga artikel “Ilmu Bisnis Lotek SEHATI : Kenali pelangganmu” ini bermanfaat bagi para pembaca. Ambil yang benar buang yang salah. Semoga sukses, mulia dan berkah bisnis kita. Amin.

Sahabat dan pelanggan Lotek Sehati

Pelatihan Bisnis Mie Sehati bulan Oktober 2011

Mie Ayam Sehati Kuliner Club

Mie Ayam Sehati Kuliner Club

Dari diskusi di milis Mie sehati didapat data pelatihan untuk bulan Oktober adalah sebagai berikut :

1. Di Cikarang, pada tanggal 2 Oktober 2011 dan 23 Oktober 2011. Kontak person Ipung 081510901803

2. Di Yogyakarta : Mie Sehati Jl Cungkuk Raya 258, dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2011, jam 09.00 s.d makan siang. Penanggung jawab acara Ibu Yeni 08883087532.

3. Di Surabaya : Mie Sehati TK Islam Nurul Azizi 3 – Jl Blimbing XI Pondok Candra Surabaya, dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2011, jam 09.00 s.d makan siang. Penanggung jawab acara Ibu Yeni 08883087532

4. Di Cibubur, pada tanggal 9 Oktober 2011 bertempat di Komplek Ruko Kranggan Permai Blok RT.16/9 Jatisampurna Bekasi [Sebrang Plaza Cibubur]. Penanggung Jawab Oni arionisy@yahoo.com Twitter : @MieHijauJawara

 

Pelatihan Mie Sehati 29 Mei 2011

Pelatihan Mie Sehati 29 Mei 2011

 

Sebelum ikut acara pelatihan sebaiknya unduh dulu resep mie sehati | Perto group, meskipun saat pelatihan akan tetap dibagikan materi ini.

Pengalaman menunjukkan, mereka yang sudah mbaca resep mie sehati tersebut lebih lancar memahami pelatihan dibanding yang tidak dapat file resep mie sehati.

Pembayaran administrasi pelatihan sebesar Rp. 100.000 dapat ditransfer ke masing-masing nama di bawah ini.

1. Di Yogya ke Bank Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367 BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045. Alamat pelatihan di Warung Blogger : Jl Cungkuk Raya 258 Yogyakarta 55182

2. Di Cikarang ke rekening CIMB Niaga # 025 010 4374 118 – an Purwanto

3. Di Cibubur, ke Rekening MI JAWARA di Bank MUAMMALAT : 013.0286439 [a/n Arioni ]

+++

Jangan lupa Unduh File resep mie ayam sehati !:-)

Modal Bisnis 2 Juta cukupkah untuk buka usaha Mie Ayam

“Modal Bisnis 2 Juta cukupkah untuk buka usaha Mie Ayam?”, sebuah pertanyaan muncul dan perlu jawaban segera, maka kujawab dengan cepat. “Cukup!”

“Pak Eko, bukannya modal warung mie sehati 3 juta tidak termasuk tempat?”

“Ya benar, tetapi ada yang bisa buka warung mie sehati hanya dengan modal 400 ribu rupiah saja kok!”

“Dimana itu?”

“Namanya Abi dari Priok”

Abi dari Priok adalah nama pemilik warung Mie Sehati yang dibuka di Priok. Hanya bermodalkan 400 ribu dan kenekadan yang luar biasa, maka akhirnya usaha mie sehati berhasil dibuka di kawasan Priok.

Tentu saja kalau kita baca keperluan apa saja yang harus diadakan dalam rangka membuka warung mie sehati, maka harganya berkisar di angka 3 jutaan. Harganya bisa naik kalau kita pilih peralatan yang mahal-mahal dan akan turun drastis kalau kita bisa memakai barang yang sudah ada di rumah kita, misalnya kompor, mangkok, sendok, baskom dll.

Harga akan semakin turun kalau kita bisa meminjam peralatan yang tidak kita punyai ke saudara kita dan inilah yang dilakukan oleh Abi dari Priok. Dia meminjam peralatan dari saudaranya dan akhirnya sukses membuka mie sehati dengan modal hanya 400 ribuan.

Di milis Tangan Di Atas (TDA), kubaca ada yang menulis tentang adanya modal 2 juta, sebaiknya  mau digunakan untuk apa. Langsung saja aku balas dengan sepenggal cerita di atas. Diskusi itu cukup seru, karena masukan untuk modal sebesar 2 juta ternyata sangat banyak. Masing-masing anggota TDA mengajukan masukan tentang penggunaan uang 2 juta rupiah sebagai modal awal bisnis. Tenryata banyak sekali yang bisa dilakukan oleh uang dua juta itu.

Aku sendiri menyarankan, kalau adanya uang cuma dua juta, maka bisa langsung buka warung dengan memanfaatkan garasi rumah dan atau teras rumah.

Waktu itu karena ada yang masih berpikir untuk membuka usaha dengan uang dua juta, maka aku menulis begini :

Salam

Sambil mikir, bisa baca-baca blog http://miesehati.com pak

Modalnya 3 juta untuk buka mie ayam, di luar tempat (bisa pakai garasi atau teras rumah).
Kalau sudah punya kompor, maka modal 3 juta bisa dikurangi harga kompor.
Kalau sudah punya mangkok, maka modal bisa kurang lagi.
Untuk sementara bisa khusus buka hari Sabtu dan Minggu.
Jangan lupa bisnis kuliner yang paling untung adalah jualan minuman, jadi mie hanya dipakai sebagai brand image saja.

Kalau sudah besar usahanya, jangan lupa zakat minimal 2,5 %
Insya Allah berkah. Amin.

Kalau mau coba baca-baca resep mie sehati bisa diunduh disini
http://miesehati.com/2010/07/unduh-file-resep-mie-sehati-perto-group/

Begitu aku menulis sebagai jawaban dari kegalauan seorang anggota milis TDA yang menulis begini :

Assalamuallaikum,.

Perkenalkan nama saya A***,.
saya sudah bergabung dg milis TDA sudah lumayan cukup lama namun sampai saat ini saya masih menjadi karyawan,.
saya sangat ingin sekali menjadi seorang pengusaha tapi niat itu blm pernah terlaksana karena alasan modal dan bingung mau usaha apa,.
saat ini saya mempunyai uang sebesar Rp.2 jt,.kira2 dengan uang yg hanya sedikit ini usaha apa yg bisa saya jalankan,.
mohon masukan nya dari rekan2 yg sudah lebih dulu sukses menjadi pengusaha..
sebelumnya saya ucapkan terima kasih…

wassalammuallaikum…

+++

Komunitas Tangan Di Atas memang sebuah komunitas yang sepintas terlihat nekad tetapi semuanya ternyata masuk akal dan terbukti benar. Mereka adalah kumpulan para pengusaha yang lebih sering memakai otak kanan dibanding otak kiri. Beberapa di antaranya sukses dan sebagian lagi sangat sukses menjalankan bisnisnya.

Kalau ada yang sedang merasa tidak sukses, biasanya karena sudut pandangnya saja yang berbeda. Bahkan seorang anggota TDA pernah dengan bangga berkata, “Aku sudah sukses menutup usaha!”

Jadi kalau anda punya niat untuk menjadi pengusaha dan hanya punya uang dua juta, maka silahkan dicatat bahwa Modal Bisnis 2 Juta cukup kok  untuk buka usaha Mie Ayam.

Salam sehati