Mie Sehati ikut Deklarasi Blogger Asean

Ketika aku ikut membubuhkan tanda tangan saat deklarasi Blogger Asean di Jakarta, maka jepretan lampu blitz menyertai proses penandatanganan piagam Asean Blogger itu. Namun bukan itu yang menarik, tapi justru celetukan para cameraman yang membuat aku tersenyum sambil membalas ucapan mereka.

“Hidup Miesehati!”

Rupanya aku lebih dikenal sebagai owner Miesehati dibanding sebagai anggota blogger asean.

Acaranya sendiri berlangsung dengan sederhana dan khidmat. Ruangan Es Teler 77 yang didisain khusus terasa sangat pas untuk acara ini.

Beberapa temanpun langsung mengabadikan acara ini melalui blog mereka masing-masing. Maklum puluhan blogger yang hadir adalah blogger yang suka gatal kalau tidak segera menulis apa yang mereka lihat.

Banyak sekali blogger kawakan yang hadir pada acara Deklarasi Blogger Asean ini. Mulai dari Blogger Internasional, mas Amril TG, Ndoro Kakung Cah Andong, Gempur TPC Surabaya, Bloentank Poer Solo, Aris HU Bekasi, Ajengkol Muslimah (Mahadewi sejuta komunitas), Iman Brotoseno Sutradara Film, Mubarika IdBlognetwork, Dian Kelana, Iskandar Admin Kompasiana, Isnuansa, dan puluhan blogger ngetop yang renah hati (karena duduk mojok di keremangan lampu ruangan).

OmJay terlihat hilir mudik motret kesana kemari dan sebelum semua sempat menulis, tulisan Om Jay sudah terpampang di beberapa media sekaligus dengan memanfaatkan fasilitas WiFi yang ada di ruangan pertemuan.

Acara diakhiri dengan talk show yang melibatkan seorang Dubes Pohan. Seorang birokrat yang begitu dekat dengan dunia blog dan mau bersusah payah menjemput mas Bloentank Poer dari persembunyiannya di Solo untuk didapuk sebagai moderator acara talk show sesaat setelah acara Deklarasi Blogger Asean.

Diskusi MC dan Stage Manager

Menjelang tengah malam acara berakhir dan Sang Owner Miesehati pamit mendahului teman-teman blogger yang masih asyik bercengkerama, mumpung ketemuan di tempat yang nyaman.

Pelatihan Menulis

Tim Pelatihan Mie Sehati akhirnya mulai mengembangkan dirinya dengan memasukkan berbagai macam pelatihan untuk memperkaya usahanya.

Jadwal pelatihan Menulis Buku dan menulis Blog, sebagai tambahan baru program pelatihan setelah adanya tambahan pelatihan bisnis tiket adalah sebagai berikut :

1. “Workshop menulis Buku Cepat”, tanggal 19 Pebruari 2011, biaya Rp. 350.000 (diskon 100 ribu untuk 20 orang pendaftar pertama). Tempat garden Resto di Monjali.

2. Blogshop “Caraku menulis Blog” untuk blogger pemula, 27 Pebruari 2011, biaya Rp. 100.000 (untuk mahasiswa, pelajar, guru dan anggota komunitas TDA cukup bayar 50 ribu saja). Tempat pelatihan di RM Pondok Cabe Gejayan. Alternatif adalah di DOJO.

Khusus untuk pelatihan “caraku menulis Blog” akan dilanjutkan dengan klinik blog yang diadakan secara rutin. Tempat untuk klinik blog akan mengambil tempat di DOJO dan Gerai Mie Ayam Sehati Cungkuk.

Peta lokasi klinik blog bisa disimak disini.

Peduli Merapi

Meletusnya Merapi dan kegundahan teman-teman di Bekasi akan bencana Merapi membuat tim Mie Sehati mempersiapkan diri untuk menjadi salah satu titik komunikasi anatar Bekasi dan Jogyakarta.

Teman-teman di Blogger Bekasi sudah mencanangkan untuk membentuk tim peduli Merapi dan menyediakan akun di Bank Mandiri untuk menerima bantuan dari teman-teman yang peduli akan bencana Merapi.

Begitu juga teman-teman Komunitas Tangan Di Atas Bekasi. Mereka juga langsung tanggap dan membuat wadah rutin mereka yaitu TDA Peduli.

Silahkan simak pernyataan dari masing-masing komunitas ini untuk mendukung kepedulian terhadap bencana di Indonesia.

Dari komunitas BeBlog (Blogger Bekasi) memfasilitasi bantuan ke korban Merapi dikomandoi oleh Adyanti – 085691461203.
Kepedulian bisa dikirim ke Rek Mandiri No 125-000-7393-267 an Adyanti
Bantuan berupa barang, sembako, selimut dsb bisa dikirim ke Taman Narogong Indah Blok E 11 No. 2 Bekasi 17115
Dari Komunitas Tangan Di Atas Bekasi juga mengeluarkan pengumuman yang kurang lebih sama.
Bantuan dana juga dapat disalurkan ke TDA Peduli Bekasi sbb:
Bank BCA.No Rekening : 0650603648, atas nama Enjang Muharim.
Bank Mandiri.No Rekening : 125 0000154 666, atas nama Enjang Muharim
Untuk konfirmasi dapat dilakukan ke no tlp 082110394715 atau pin BB : 20DBE361.
Dana yang terkumpul akan disalurkan kepada ACT dan TDA Peduli Pusat.

+++

Tim Mie Sehati akan menyiapkan diri membantu komunikasi antara dua komunitas itu sebagai salah satu titik komunikasi yang bisa dimanfaatkan untuk bertukar berita, tempat berdiskusi atau apa saja yang bisa dimanfaatkan oleh teman-teman Komunitas Bekasi di Jogyakarta.

+++

Kiriman Apri Joko

Kiriman Apri Joko

+++

Foto Merapi sebelum meletus (kiriman mas MBR)

Foto Merapi sebelum meletus (kiriman mas MBR)

+++

artikel terkait : Pesta Blogger di Merapi

Testimoni dari Blogger Internasional : Amril TG

Saat pembukaan gerai Mie Ayam Sehati cabang Jogya, ada tamu istimewa yang datang. Dia adalah blogger internasional yang pernah menjadi tetanggaku di Cikarang.

Berikut adalah tulisannya tentang Mie Sehati yang dimuat di Kompasiana.

Hari Minggu (12/9) lalu, saya menghadiri peluncuran Mie Ayam Sehati Emia Yogyakarta di Jl. Cungkuk Raya 258. Bersama keluarga serta adik ipar, saya–yang kebetulan mengambil cuti lebaran untuk mudik ke kampung halaman istri tercinta tersebut–berkesempatan hadir dalam pembukaan gerai Mie Ayam Sehati Emia yang dikelola oleh rekan blogger Mas Eko Eshapedan sang istri tercinta, mbak Yeni.

Sebelum di Yogya, saat masih tinggal di Cikarang, Mas Eko dan mbak Yeni juga membuka gerai Mie Ayam Sehati di Jl Beruang Perumahan Cikarang Baru.

Setelah hijrah ke Yogya, mereka kembali membuka gerai serupa tapi menyandang nama komersil Mie Ayam Sehati Emia atau Enaknya Minta Ampun.

Seperti diungkapkan di situsnya, filosofi nama Mie Ayam Sehati yang bernaung dalam Mie Perto Grup ini adalah karena Mie ini  dibuat sendiri dan langsung disajikan hari itu juga, sehingga terjamin dari sisi kesehatan dan kandungan gizinya, sehingga harus ada kata SEHAT dalam merk ini. Mie Ayam ini telah menyatukan beberapa hati dari teman-teman yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan ini, sehingga layak kalau ada kata SEHATI dalam merk makanan ini.

“Mie Sehati di Yogya ini kita berikan nama EMIA atau Enaknya Minta Ampun,” kata Mas Eko menjelaskan istilah EMIA yang tertera pada spanduknya.

“Semua filosofi mie ayam Sehati sama dengan mie ayam EmiA, “tambah wakil ketua Komunitas Blogger Bekasi ini, “hanya ada satu tambahan rasa saja. Kalau Mie Ayam Sehati terkenal dengan tiga rasa, maka Mie Ayam EmiA tambah satu rasa yaitu rasa Emia alias Enaknya Minta Ampun”.

Konsep Bisnis Mie Sehati dijelaskan secara rinci di blog Mie Sehati, dan memang bila anda tertarik menekuni bisnis ini maka prospek cerah berada didepan mata.

Dalam Grand Launching Mie Sehati Yogya, kami melahap habis mie ayam yang sangat lezat itu dan diberikan secara cuma-cuma hanya di hari peluncuran. Warna mie yang hijau berasal dari sayur sawi yang dihaluskan dan dicampur dengan adonan mie, memberikan sensasi rasa yang luar biasa.

“Selain sayur sawi, bisa juga digunakan bayam atau daun katuk, namun selama ini, sayur sawilah yang terbukti paling awet untuk dipakai sebagai bahan campuran pembuatan mie ini,” kata Mas Eko.

Rasa Mie Sehati semakin “nendang” ketika ditambahkan saos sambal Dua Belibis yang konon, kata Mas Eko, merupakan jodoh yang paling tepat untuk menyantap Mie Sehati.

Sebelum pamit pulang, berfoto bersama dulu di Gerai Mie Ayam Sehati EMIA Yogyakarta

Rasa Mie Sehati bila disantap dalam keadaan hangat memang sangat “maknyus”. Pokoknya langsung “nempel” di hati. Kelezatannya tentu saja setara dengan tingkat kesehatan mie ini yang masih segar dan bebas dari bahan pengawet. Dengan harga yang relatif terjangkau, kita bisa mendapatkan kenyamanan dan kenikmatan luar biasa dari Mie Sehati ini.

Tak heran, animo masyarakat yang ingin jadi peserta pelatihan pembuatan mie sehati sangat tinggi. Setidaknya 2 kali seminggu akan diadakan pelatihan/workshop membuat mie di gerai tersebut. Bila anda ingin ikut silahkan lihat informasi lengkapnya di www.miesehati.com.

Maju terus Mie Sehati Emia, Sukses selalu buat Mas Eko dan mbak Yeni

Terima kasih mas Amril atas liputannya. Salam Sehati