Berbisnis dengan Allah sebelum dengan sesama : Buka Bersama

“Sebaiknya kalau ingin bisnis kita sehat dan berkah, kita dahului dengan bisnis dengan Allah dahulu”

“Maksudnya?”

“Misalnya kita pedagang buah, mari kita pilih yang bagus sebelum kita berjualan dan berikan pada yang membutuhkan”

“Wah kalau kita penjual berlian sulit donk pak”

“Hahahaha…. itu tadi kan hanya contoh, tidak bisa diterjemahkan seperti itu”

“Iya ya, kalau pedagang BBM, atau pedagang kayu atau pedagang ponsel, pasti juga akan kesulitan melakukannya”

“Yah begitulah, tidak semua nasihat bisa diterima secara tersurat, kadang yang kita terim ajustru yang tersirat”

Bagi mereka yang berbisnis kuliner, maka nasehat itu lebih mudah diterapkan. Penjual mie akan dengan mudah membuat semangkok mie sebelum berjualan dan memberikannya pada yang berhak. Penjual jajan pasar juga bisa menggratiskan pembelian pertamanya sebelum mulai menarik uang dari para pembelinya.

Inspirasi itulah yang sebenarnya membuat kita lebih rajin bersedekah. Dengan Rajin bersedekah, maka dijamin berkah akan datang dengan tanpa kita duga dan dari tempat yang tidak kita ketahui. Semuanya serba surprise. Kita kadang menyadari berkah itu ketika kita merenungkannya. Kita lebih sering memperhatikan doa kita dibanding apa yang sudah kita terima,sehingga lupa kalau sudah terlalu banyak nikmat yang telah kita terima.

Dalam bulan puasa ini aku jadi berpikiran untuk mengadakan acara buka bersama di warung mie sehati. Ada bebeapa hal yang ingin kulakukan dalam acara itu. Mungkin ini berdasar pengalaman buka bersama tadi malam dan pengalaman tahun lalu saat diundang berbuka bersama.

Jajanan buka puasa

1. Aku ingin menunjukkan acara buka bersama yang tidak hanya hura-hura tetapi tetap ada acara tarwikh bersamanya. Hura-hura dalam acara buka bersama itu perlu, selain untuk mempererat tali silaturahmi, juga untuk membuat suasana menjadi hidup, tapi sholat tarwikh berjamaah di bulan puasa sebaiknya tetap dilakukan.

2. Aku ingin berbisnis dengan Allah dengan mengundang teman-temanku untuk mencicipi jajan pasar yang selama bulan puasa ini dijajakan di depan warung mie sehati. Tentu selain jajan pasar kusediakan juga makan malam bagi mereka yang masih belum kenyang dengan suguhan jajan pasar.

3. Aku ingin acara jualan makanan berbuka ini tidak hanya milik Kampung Kauman Jogja saja, tetapi bisa menjadi milik seluruh kampung di Jogja, termasuk Kuncen ataupun Cungkuk. Kulihat Kauman tetap semarak, sementara itu di Kuncen juga terlihat semarak. Semoga di Cungkuk juga bisa ikut memeriahkan kegiatan di bulan Puasa ini.

pasar sore kauman

Jadi mari kita icip-icip jajan pasar di warung mie sehati, selain dapat kenyang insya Allah dapat mempererat tali silaturahmi juga.

Salam sehati.

+++

Artikel terkait : Buka puasa bisa sesat dan menyesatkan.

jeruk plus kelapa muda

Jeruk plus kelapa muda ini kalau ditambah es, bisa jadi tidak cocok untuk buka puasa

 

 

Berbuka di Mie Sehati untuk sahabat (yang) Mudik

“Pak ada kawan dari Cikarang yang pingin merasakan nikmatnya mie sehati, gimana? Apa perlu buka warung di sore hari?”

“Maksudnya? Kawan kita mudik dan lewat Yogya?”

“Iya bener. Mereka mudik dan menyempatkan diri untuk mampir ke Yogya. Kita buka warung mie sehatinya sekalian ya?”

mie-hijau-asli-sehati1

Begitulah, akhirnya kita buka warung mie sehati di bulan puasa ini. Para pemudik yang kenal dengan mie sehati secara online, bisa merasakan kenikmatan mie sehati yang berwarna hijau segar secara offline.

Beberapa kawan sering merasa heran dengan warna hijau segar dari mie sehati. Mereka tidak mengira kalau mie sehati warnanya hijau. Pikir mereka warnanya sama dengan warna mie yang lain. Kuning cerah !

“Hati-hati pak kalau beli mie dan warnanya kuning cerah”, begitu kata orang

“Warna asli mie tanpa pewarna buatan adalah kuning lusuh atau putih kekuning-kiningan”

“Lalu kenapa mie sehati warnanya bisa hijau segar?”

“Pada setiap adukan tepung untuk mie sehati selalu dicampurkan air hasil perasan daun sawi yang kaya gizi”

“Maksudnya di-juice?”

“Benar. airr juice ini akan memperkaya kandungan gizi mie sehati. Dengan demikian selain lezat juga sehat!”

“Hahahaha…. pak Eko iklan!”

Pertemanan di dunia online, baik melalui socmed maupun aplikasi lain selalu perlu aplikasi kopdar agar lengkap. Seperti yang sering diucapkan teman-teman Bengawan. “Sharing online dan offline!”

Jadi bagi teman-teman pemudik yang ingin merasakan suasana hangat (karena kadang AC-nya lupa dihidupin:-), silahkan mapir di Mie Sehati.

Jajanan Buka Puasa terlaris

Jajanan Buka Puasa terlaris

Kenapa Warung Mie Ayam terus bermunculan ?

Resto mie ayam baru di Cawang Jakarta Timur

Resto mie ayam baru di Cawang Jakarta Timur

Saat jalan-jalan di seputaran Cawang – Jakarta Timur, kulihat beberapa warung baru sedang dibuka. Dua warung yang kulihat adalah warung mie ayam, salah satunya terletak di jalan ramai dan cukup besar.

“Mengapa pak Eko memilih bisnis mie? Kenapa bukan sate atau kuliner yang lain?”

Pertanyaan itu sering kudengar dan jawaban yang kuberikan selalu jawaban standard.

“Mie Ayam adalah salah satu jenis kuliner yang cocok untuk dijual di waktu pagi, siang maupun malam”

“Mie Ayam juga cocok di saat musim hujan maupun musim panas”

“Mie Ayam adalah bisnis kuliner yang memerlukan modal relatif kecil dan sudah cukup menantang”

“Mie Ayam adalah awal bisnis yang lebih besar, nantinya akan ada bisnis kuliner lain di warung mie ayam. Bisnis kuliner lain itu bisa saja titipan teman kita atau memang kita yang ingin mengembangkan menu di warung kita. Jadi nama mie ayam hanya merk dagang saja, begitu pelanggan masuk, maka tidak hanya mie ayam yang dijual”

“Keuntungan dari bisnis mie ayam sedang-sedang saja, keuntungan terbesar sebenarnya ada pada bisnis minuman yang menjadi teman mie ayam”

Jawaban standard di atas tinggal dibalik-balik saja urutan njawabnya. Kadang hanya perlu satu jawaban dan penanya sudah puas, tetapi kadang sampai semua jurus dikeluarkan, masih saja sang penanya merasa belum puas.

Bila sudah seperti itu, maka aku biasanya mengalihkan topik pembicaraan ke filosofi sebuah komunitas bisnis, dalam hal ini yang sering kuceritakan adalah tentang model sinergi ala mastermind Tangan Di Atas.

Mastermind adalah model pertemuan dari sekelompok orang yang -diharapkan- mempunyai kedekatan letak geografis, sehingga mudah melakukan pertemuan dan mempunyai semangat yang sama untuk saling memberi.

Kalau aku sudah cerita tentang mastermind, biasanya mereka puas dan langsung bertanya bagaimana caranya agar bisa membuat sebuah kelompok mastermind. Nah, kalau pertanyaan ini, maka jawabannya hanya satu.

“Silahkan bergabung dengan komunitas Tangan Di Atas!”

Atas jawaban ini, biasanya masih ada kelanjutannya. Kadang mereka manggut-manggut, tapi banyak juga yang masih bertanya, “Apa itu kelompok Tangan Di Atas?”

Nah, aku harus bercerita lagi tentang Tangan Di Atas.

“Tangan Di Atas adalah sebuah komunitas wirausaha yang ada di Indonesia dan anggotanya tersebar di seluruh Indonesia”, begitu biasanya aku memulainya.

“Apa bedanya dengan Entrepreneur Universitynya pak Purdi?”

“Namanya jelas beda, isinya kurang lebihsama,meskipun ada perbedaan minor disana-sini. Anggota TDA -Tangan Di Atas- banyak juga yang menjadi anggota EU -Entrepreneur University”

“Apa prestasi TDA?”

“Wah pertanyaan ini susah njawabnya. Yang jelas, TDA adalah komunitas para wirausahawan yang terbaik di Indonesia versi majalah SWA”

“Kok susah njawabnya? Bukannya sudah bisa dijawab?”

“Susah dijawab saking banyaknya, hahahaha……”

Kitapun tertawa bersama dan biasanya diakhiri dengan makan mie sehati bersama. Salam sehati.

resto mie baru (1)