Lilo jadi penasehat TDA (reblog)

Tulisan Lilo jadi penasehat TDA ini adalah reblog dari tulisan TDA Cikarang Master Mind 1 yang kutulis pada tanggal 3 Januari 2010, saat Lilo masih sekolah di SD. Anak kecil ini selalu ikut kemana saja aku pergi dan aku memang senang mengajaknya kemanapun aku pergi. Sampai akhirnya ketika dia SMP sudah mulai banyak kawannya dan mulai kadang tidak bisa ikut kemana aku pergi. Kutulis ulang artikel ini karena blog yang memuat artikel ini sudah makin tidak terurus dan aku akan kehilangan tulisan tentang Lilo kecil yang sudah jadi penasehat Tangan Di Atas Cikarang.

Inilah ceritanya :

+++

Pagi-pagi aku menyiapkan perlengkapan untuk membuka warung lesehan di Cimart (Cikarang Mart) dalam rangka Bazar bulanan yang rencananya akan menjadi agenda rutin Cimart. Sebentar kemudian datang pak Nana dan pak Ipung, dua tokoh Cimarter yang memang tidak patut diragukan lagi kegigihannya mendukung semua kegiatan CiMart.

Setelah selesai menggelar tikar, menghidupkan kompor blue energy [baru], maka akupun meluncur ke rumah untuk mengambil perlengkapan lainnya, termasuk bahan untuk membuat Mie Hijau.

Jam 10.00 tepat, maka acara Bazar sudah mulai ramai dan akupun meninggalkan acara ini untuk mengikuti acara yang lain, yaitu wisata bisnis bersama MMC1 [Mastermind Cikarang 1]. Sambil tersenyum akupun jadi ingat beberapa acara tabrakan yang sering terjadi dalam hidupku. Kadang dua acara tabrakan dan beberapa kali aku juga mengalami tabrakan acara yang lebih dari dua acara dan akhirnya gagal kuikuti semua. Hari ini, alhamdulillah, aku sukses mengikuti kedua acara yang tabrakan itu. Itulah sinergi !

Ini adalah perjalanan bisnis menuju ke Bengkel pak Agus di Karawang.

Ada tujuh orang yang mengikuti perjalanan bisnis ini. Tujuannya adalah memberi masukan pada usaha bengkel yang dikelola oleh salah satu anggota MMC1. Kalau biasanya masukan diberikan saat diadakan pertemuan rutin MMC, maka kali ini rombongan MMC1 ini langsung menuju lokasi yang didiskusikan, sehingga diharapkan aura bisnisnya lebih terasa saat akan memberikan masukan. Yang juga membuat suasana menjadi lain adalah ikutnya Lilo dalam rombongan ini.

Begitulah, di pagi yang cerah ini kita akhirnya sampai ke lokasi Bengkel di pinggir jalan besar daerah Karawang.

Beberapa teman langsung berdiskusi tentang bagaimana sebaiknya bisnis bengkel ini dikelola dengan cara yang lebih baik. Masukan ini ada yang sudah dilakukan dan ada juga yang langsung ditindak lanjuti dengan “action” nyata.

Pak Rui dan pak Budi langsung memindahkan tempat jualan ban ke halaman depan bengkel. Rak ban ini tadinya berada di dalam ruangan bengkel dan mengganggu lalu lintas di dalam bengkel, sehingga begitu dipindahkan ke luar ruangan, suasana dalam bengkel jadi terasa lebih lega dan bengkelpun tampil lebih impresiv.

“Debu di ban ini harus dibersihkan”, begitu saran Lilo yang kemudian ternyata dilaksanakan oleh pak Rui.

Wah lilo sudah punya naluri bisnis juga rupanya. Memang lilo terlihat mondar mandir di bengkel dan di luar bengkel. Beberapa saat kemudian Lilo kembali menyampaikan masukannya, ” kok nggak ada pelek pak?”

“Stiker scotch light juga gak ada..”, begitu Lilo kembali memberikan masukannya.

Beberapa saat kemudian pak Mualib, ketua rombongan, juga memberikan masukan tentang perlunya pengadaan stok spare part yang paling sering dibeli dan dicari yang harganya murah agar tidak mengganggu perputaran modal [cash flow].

Kembali ucapan Lilo menjadi salah satu masukan buat diskusi para orang tua di bengkel ini.

Acara hari ini benar-benar terasa berbeda. Mungkin kelompok mastermind lain pernah mengadakan hal semacam ini, tetapi bagi MMC1 ini adalah kegiatan wisata bisnis perdana yang membuat pertemuan rutin menjadi tidak monoton.

Jadi inget beberapa bulan lalu, pak Gun juga telah memberikan idenya untuk melakukan pertemuan di udara terbuka. Pertemuan rutin MMC memang kadang memgalami pasang surut peserta, tetapi dengan adanya variasi model pertemuan, maka sampai saat ini MMC1 tetap rutin melakukan pertemuan sesuai jadwal.

Insya Allah MMC1 terus melahirkan ide-ide baru dan selalu sukses mengadakan acaranya. Saat ini acara besar yang sudah menghadang adalah Workshop Cara Cepat Menulis Buku dengan metode 12 PAS, tanggal 16 Januari 2010 di Resto Samikuring.

Semoga sukses. Amin.

+++

Lilo jadi penasehat TDA

Lilo jadi penasehat TDA

Sampai di Bengkel, langsung melihat situasi kondisi setempat.

Lilo jadi penasehat TDA

Lilo jadi penasehat TDA

Setelah rak ban dikeluarkan dari dalam bengkel. Sepeda motor yang ada di dalam bengkel, meskipun milik montirnya atupun milik siapa saja, dikeluarkan juga dan ditempatkan di dekat rak ban agar suasana bengkel terlihat lebih impresif.

Lilo jadi penasehat TDA

Lilo jadi penasehat TDA

Lilo merasa debu di ban yang masih baru ini terlalu tebal, sehingga perlu dibersihkan dulu agar tidak malah menjadi publikasi negatip.

Lilo jadi penasehat TDA

Lilo jadi penasehat TDA

Pak Rui dan pak Budi tidak mendengar masukan Lilo, tetapi jalan pikiran mereka sama dengan Lilo, sehingga langsung “action” untuk membersihkan ban yang ada di rak ban tersebut. Lilo mengawasi seolah-olah dialah bosnya. Hehehe…

Lilo jadi penasehat TDA

Lilo jadi penasehat TDA

Final check kebersihan ban oleh Bos LiLo. Hehehe…semoga jadi bos beneran nanti kalau kamu sudah besar ya nak. Insya Allah, Amin.

Mengembangkan Bisnis

“Pada bulan pertama sampai bulan ke empat bisnis saya lancar mas, sehingga saya optimis ketika melakukan tanda tangan kontrak untuk sewa tahunan, ternyata bisnis saya langsung melorot dan beberapa di antaranya malah rontok”

Begitu kata salah satu peserta Kelompok Mastermind yang baru dibentuk di BCP pada hari Minggu, tanggal 3 April 2011 ini. Aku langsung menebak, pasti ada hubungannya dengan cash flow.

“Bener mas, cash flow jadi tidak lancar dan akibatnya pasokan jadi ikut terhambat, akibatnya penjualan jadi ikut terganggu”

Aku jadi ingat cerita dari seorang teman ketika bisnisnya naik begitu cepat dan akhirnya harus turun perlahan-lahan dan terus turun sampai akhirnya tutup (CMIIW Friend).

“Ketika pembeli mulai banyak, maka kita mulai menaikkan jumlah persediaan sesuai permintaan. Begitu terjadi terus sampai akhirnya permintaan turun tetapi persediaan tetap tinggi, akibatnya persediaan rusak karena waktu dan akhirnya barang yang kita sajikan ikut menurun kualitasnya”

“Kok bisa mas?”

“Ya bisa, karena kita memakai bahan baku yang kurnng bagus, sisa dari persediaan kemarin yang tidak habis”

Nah kalau model begini ini pasti bisnis kuliner, dimana rasa adalah nomor wahid. Begitu rasa berubah, maka pembeli akan menjauh.

“Seharusnya saat permintaan tinggi kita tetap setia dengan jumlah yang biasa kita siapkan untuk pelanggan, sehingga rasa tetap enak dan biarkan pembeli kecewa karena kehabisan pesanan”, kata temanku itu.

“Jadi kita biarkan pembeli kecewa karena tidak kebagian produk yang kita jual”, lanjut temanku.

“Besok atau kapan dia pasti akan datang lagi karena penasaran. Nah ketika dia datang maka dia akan mendapatkan makanan yang rasanya tetap enak dan akibatnya lagi dia tetap setia dengan apa yang kita sajikan”

Ternyata mengembangkan bisnis perlu seni tersendiri. Banyak hal yang harus dipikirkan ketika kita ingin mengembangkan bisnis. Harus memakai banyak referensi agar hasilnya sesuai dengan harapan kita, begitu kata teori manajemen.

Pak Ato, salah satu penganut pola pikir APH, selalu mengedepankan ACTION dalam setiap langkahnya. Hasilnya memang tidak membuat semua usahanya berjalan lancar, tapi sebagian besar usahanya memang berasal dari pola pikir APH (Action-Pikir-Hitung).

“Nanti kalau buku karangan pak Ato sudah terbit, kita perlu beli bukunya”, kataku ketika melihat pak Ato berapi-api memberikan masukan untuk para anggota KMM (Kelompok Mastermind) yang baru saja terbentuk.

Ada dua belas orang yang hadir di acara ini. Mirip dengan ketika pembentukan mastermind Cikarang 5 dan 6. Ketentuan di KMM peserta maksimal adalah 8 orang dan minimal 5 orang, sehingga hari ini terbentuklah dua kelompok mastermind. Satu kelompok isinya cewek semua dan satu kelompok isinya cowok semua.

Pembentukan mastermind biasanya selalu meriah, tetapi yang penting bukan pembentukannya. Yang penting adalah menjaga agar kegiatan KMM ini dapat terus berlangsung”

“Yang utama adalah komitment untuk hadir. Kalau ada yang berhalangan hadir, tinggal saja, jangan diikuti kemauan mereka yang tidak bisa hadir, karena bila tanggalnya dirubah belum tentu dia bisa hadir”

“Berapapun yang hadir, terus laksanakan pertemuannya”

Pertemuan diakhiri pada siang hari selepas sholat Dzuhur. Aku menuju ke parkiran mobil bersama mbak Tikka, Ternyata mbak Tikka ini mau menunjukkan loaksi bisnisnya di Giant. Sebuah tempat yang ramai kalau hari libur tetapi kurang ramai kalau hari tidak libur.

Wah kalau urusan bisnis offline seperti ini perlu disuntik dengan promosi online agar lebih nendang bisnisnya. Sempat mampir juga ke mantan kios mbak Tikka yang terlihat semarak dan laris, karena setidaknya ada tiga kios yang tumbuh bersama naiknya omzet.

Mengembangkan bisnis memang tujuan kita semua dan caranya bisa berbeda-beda sangat tergantung pada kreatifitas, semangat dan model bisnisnya. Kiat dari pak Ato hanya ada dua.

Rajin berbagi dan bersilaturahmi, maka bisnis akan berkembang dengan sendirinya”

Cebi Cafe

Akhirnya kesampaian juga aku nongkrong di Cebi Cafe. Pelayanan yang ramah menjadi sajian awal di cafe “cekli” ini. Senyum yang terkembang dan kecekatan pelayanan membuat kitamerasa nyaman serasa di rumah sendiri.

Suasana layaknya rumah sendiri ini sangat terasa kalau kita duduk di sofa yang ada di lantai atas. Sofanya cukup empuk dan warnanya “matching” dengan hidangan yang keluar begitu cepat.

“Rasanya baru pesan kok langsung dianter ya?”, kata mas Hendy mengomentari kecepatan pelayanan ini.

“Mereka sudah tahu apa yang akan dipesan mas Hendy, jadi mereka sudah membuatnya sejak sebelum mas Hendy masuk ke cafe ini. Mereka orang yang waskita, sudah tahu sebelum terjadi (ngerti sakdurunge winarah)”, komentarku atas keheranan mas Hendy.

Ajang kopdar alumni UGM ini akhirnya malah jadi kopdar Alumni Teknik Sipil UGM, karena hanya mbak Ratih yang bukan alumni Teknik Sipil. Sekelompok laki-laki dari Teknik ketemu dengan seorang wanita cantik dari alumni Non Teknik, ya sudah bisa dibayangkan sendiri suasananya.

Pemilik Cebi Cafe ini alumni UGM juga, tetapi karena hari ini dia bertugas sebagai pemilik Cafe, maka dia lebih sering duduk menghadapi para pelanggannya dibanding ikut ngumpul dalam acara kopdar alumni UGM ini.

Keinginanku untuk mencoba cita rasa cafe ini memang sudah lama, disamping untuk menikmati sajian menu khasnya, aku juga ingin mencoba fasilitas hotspot yang ada di cafe ini. Maklum dua minggu lagi, tanggal 27 Februari 2011 aku akan memimpin acara workshop tentang blog di cafe ini. Istilahnya Blogshop alias klinik blog, bagi pemula.

Hari kasih sayang yang diperingati dimana-mana rupanya mendatangkan berkah juga di cafe ini. Terlihat pengunjungnya cukup rame dan didominasi oleh kalangan remaja. Mas Riza, pemilik cafe terlihat membidik kalangan muda yang enerjik sebagai target pasar cafe ini.

Meskipun hotspotnya tidak terlalu kencang dibanding DOJO Hotspot (hehehehe…cafe kok dibandingin dengan warnet), tetapi sudah cukup memadai untuk berselancar di dunia maya. Tentu saja jangan memilih berselancar di situs yang “berat”.

Menu yang disajikan cukup beragam, mulai dari kue, Ice Cream sampai minuman yang menyegarkan. Harga per porsi juga berkisar antara 8.000 sampai 12.000, sehingga cukup “reasonabe” untuk pasar sekelas remaja.

Kalaulah ada kekurangan soal tempat, maka akses tangga dari bawah ke atas cukup sempit, sehingga jadi gang senggol dan cukup licin karena tidak ada stopper. Lilo sempat meluncur di tangga ini ketik adengan sedikit ngantuk dia menuruni tangga.

Mungkin ma Riza bisa menambahkan pengaman atau minimal peringatan untuk berhati-hati bila naik turun tangga ini.

Suasana yang nyaman ini membuat pembicaraan kita makin asyik, sehingga tahu-tahu sudah jam 22 lewat. Padahal aku nongkrong sejak usai berbuka puasa di rumah, artinya sudah lebih dari 3 jam aku nongkrong di cafe ini.

Pembicaraan awal dimulai dengan bahasan seputar kartu kredit BNI Kagama. Rupanya masih banyak yang belum ngeh bahwa dari dulu sudah ada kartu kredit BNI UGM, sehingga ketika kutunjukkan kartu kredit BNI UGM , maka sebagian peserta kopdar merasa perlu untuk mempunyai kartu kredit BNI Kagama yang dijanjikan akan lebih bermanfaat dibanding kartu kredit BNI UGM.

Bahasan kedua adalah tentang kelompok mastermind yang terbukti mampu membuat percepatan bisnis di kalangan anggotanya. Salah satu contoh adalah bisnis cebi cafe yang dikelola oleh salah satu alumni UGM yang juga anggota komunitas Tangan Di Atas.

“Kelompok mastermind adalah sebuah kelompok kecil dari berbagai disiplin ilmu dan usaha. Mereka ada yang sudah punya usaha dan ada juga yang belum punya usaha”, kataku ketika memulai ceramah tentang mastermind.

“Bagi yang belum punya usaha diharapkan bisa segera punya usaha dan bagi yang sudah punya usaha diharapkan omzetnya bisa meningkat secara signifikan”

“Syaratnya apa mas untuk jadi anggota mastermind?”

“Syaratnya ikut milis TDA Jogja. Alamat postingan ada di tdajogja@yahoogroups.com dan bagi yang mau mendaftar silahkan kirim imil kosong ke tdajogja-subscribe@yahoogroups.com. Alamat TDA Pusat ada di http://tangandiatas.com dan TDA Jogja sementara ada di http://tdajogja.blogspot.com”

“Hehehe…aku catat nih mas”

Pertemuan kopdar akhirnya harus selesai, karena hujan sudah reda, anak mbak Ratih dan anakku sudah tidur nyenyak dan perut sudah kenyang semua.

Kado Untuk IBU

Bulan Desember adalah bulannya para bapak dan anak-anak memanjakan ibunya. Lalu apa yang dilakukan oleh tim Mie Sehati untuk mengisi hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2010 ini?

Tim Mie Ayam Sehati memutuskan untuk ikut berpartisipasi dalam sebuah rangkaian acara Bazar dalam rangka memeriahkan hari ibu. Bazar itu bertajuk “Kado Untuk Ibu” dan digelar di Galerry Amri Yahya, seorang pebatik internasional yang sudah kondang sejak jamannya Affandi, maestro lukis Indonesia.

Selain bazar, ada juga pameran handycraft, workshop dll. Semuanya dimulai pagi hari jam 09.00 s.d jam 17.00 sore pada tanggal 19 Desember 2010.

Untuk yang tertarik mengikuti acara workshop “Kado Untuk Ibu”, silahkan menghubungi Sdri. Elza (0274) 7178833.  Silahkan catat alamat Amri Museum and Art Galerry , Jl Ki Amri Yahya No. 6 Jogyakarta

Inilah acara untuk mengenang sosok ibu kita yang telah membuat kita menjadi bisa seperti ini. Selamat bergabung dalam workshop “Kado Untuk Ibu” dan salam sehati.

+++

Inilah salah satu berkah kenal dengan anggota TDA Jogyakarta terutama dengan kelompok mastermind yang ada di TDA Jogyakarta.

TDA Jogya di Markas Mie Sehati

Seharusnya judulnya adalah pertemuan berseri, tetapi yang tertulis di judul sudah terlanjur TDA Jogya di Markas Mie Sehati, jadi ya sudahlah dipakai judul itu saja.

Pertemuan tanpa tuan rumah ini berjalan dengan banyak nuansa dan yang paling membuat penuh kenangan adalah acara mati lampu pada sekitar jam 20.00 lewat. Aku yang baru saja datang dari acara teman sekelas langsung mencari sumber matinya lampu.

Setelah memegang sekering yang kurasakan seperti bekas terbakar, aku punya kesimpulan bahwa masalahnya kayaknya ada di sekering yang putus. Aku langsung saja mencari toko listrik yang buka. Alhamdulillah, meskipun malam hari dapat juga kutemukan toko yang menjual sekering dan test pen. Akhirnya “BYAR!”, lampupun menyala dan terdengar teriakan syukur dari ruangan pertemuan teman-teman TDA Jogya di Gerai Mie Sehati Cungkuk.

Acara di dalam ternyata sangat seru. Biarpun gelap tanpa lampu, acara sharing tetap berlangsung dengan seru. Aku hanya mendengar suara tertawa bersahutan di antara mereka, artinya suasana diskusi dalam gelap masih under control dan tidak sempat terjadi “chaos” (wuih…kayak di pilem saja).

Saat lampu sudah mulai nyala dan AC dihidupkan suasana makin meriah dan sharing terus berlanjut, mereka asyik membahas bagauimana caranya meingkatkan prospek, meningkatkan konversi, meningkatkan transaksi, meningkatkan rata-rata penjualan dll yang merupakan satu rangkaian dalam ilmu “…5 ways to increase…”, sampai akhirnya tuan rumah harus kenalan dulu.

“Tidak afdol kalau tuan rumah tidak kenalan!”

Selesai acara kenalan, maka acara langsung ditutup, tetapi pada kenyataannya ternyata masih saja ada setengah jam diskusi setelah acara dinyatakan resmi ditutup. Saat menulis tulisan ini jam sudah menunjukkan pukul 00.34, karena setelah acara di dalam ruangan selesai, ternyata masih juga dilakukan acara tambahan lagi di depan warung.

Beberapa tetangga kulihat sempat membuka jendela rumah mereka untuk melihat siapa sih yang masih seru ngobrol di tengah malam ini.

Beberapa meter dari warung ini kulihat ada kerumuman orang yang sedang latihan olah raga, artinya di kampung ini memang sedang dibolehkan ngobrol dan bercanda ria sampai larut malam,  jadi kubiarkan saja mereka para pemuda TDA-wan Jogya itu ngobrol sebebas-bebasnya. Biarlah hari ini jadi pertemuan berseri mereka. Ada seri tanpa tuan rumah, seri dalam kegelapan (seri setengah jam mati lampu), seri penutupan, seri diskusi setelah penutupan dan terakhir seri ngobrol di depan warung mie. Tidak lupa tentu seri narsis berjamaah.

Dengan kekuatan tenaga muda dan pikiran muda seperti ini, maka tidak lama lagi Jogya akan dapat diguncang oleh bara semangat mereka.

Sukses untuk TDA Jogya, selamat berkarya dengan kemampuan masing-masing. Sinergi di antara kita akan membuat Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Insya Allah. Amin.

Diskusi UKM dengan BPPT

Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bekasi saat ini telah mampu melayani 28 jenis perijinan dari 91 jenis perijinan yang harusnya bisa ditangani oleh BPPT.

28 Jenis Perizinan yang dilayani di BPPT Kota Bekasi saat ini adalah sebagai berikut :

  1. Izin Usaha Pariwisata (SIUK) dan Izin Hiburan
  2. Izin Pengolahan Air Bawah Tanah
  3. Rekomendasi Amdal, UKL dan UPL
  4. Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) dan Rencana Tapak/Site Plan
  5. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  6. Izin Trayek Angkutan Kota
  7. Izin Pengusaha Angkutan
  8. Rekomendasi ANDALL Lalu Lintas
  9. Izin Undang-undang Gangguan (IUUG-HO)
  10. Izin Tempat Usaha (ITU)
  11. Izin Usaha Perdagangan (IUP)
  12. Izin Data Daftar Gudang (TDG)
  13. Izin Usaha Industri (UI)
  14. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
  15. Izin Reklame
  16. Izin Penggunaan Tampat Makan (IPTM)
  17. Izin Pelayanan Kesehatan
  18. Rekomendasi Teknis Peil Banjir
  19. Rekomendasi Penyerahan Fasos Fasum
  20. Persetujuan Pemanfaatan Ruang (PPR)
  21. Izin Lokasi (IL)
  22. Rekomendasi Pendirian Sekolah
  23. Pemeriksaan Proteksi Kebakaran
  24. Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK)
  25. Izin Rekomendasi Galian Golongan C
  26. Sewa Lahan
  27. Izin Sewa Tanah Sarana Sosial
  28. Izin Pembuangan Limbah Air (SIPLC)

Lalu apakah komentar seorang Blogger Bekasi terhadap hal ini?

“Ini adalah sebuah langkah yang bagus dari BPPT untuk membuat layanan perijinan menjadi lebih mudah dan lebih transparant. Tidak perlu lagi adanya calo dalam hal ini, karena semua sudah secara transparan dilakukan di BPPT”

“Hanya akan ada 3 loket di BPPT Kota Bekasi, loket informasi, loket pendaftaran dan loket pembayaran. Tentu ini adalah suatu langkah yang sangat bagus untuk memangkas semua prosedur yang tadinya tidak jelas atau yang sering dibuat menjadi tidak jelas”

“Akan lebih baik lagi kalau hanya ada satu loket saja di BPPT, yaitu loket pendaftaran sekaligus loket pembayaran. Untuk loket informasi, cukup melalui sarana web site saja atau cukup dengan brosur/selebaran”

Begitulah yang kusampaikan pada para petugas BPPT yang mendatangiku di gerai Mie Ayam Sehati dalam rangka interview ini.

Kebetulan saat interview itu ada juragan mie ayam Perto Pak Ato, yang juga pengusaha kupat tahu Bandung, jadi akupun memberi kesempatan pada pak Ato untuk diinterview dalam rangka mencari harapan apa saja yang diinginkan oleh para pelaku bisnis UKM di Kota Bekasi.

“Sebagai anggota komunitas Tangan Di Atas (TDA), maka adanya BPPT tentu sangat membantu proses pengurusan ijin dari para anggota komunitas TDA. Buat para pengusaha UKM yang non TDA, tentu adanya BPPT ini akan membantu mereka mempermudah pengurusan ijin”

“Yang juga perlu dibenahi adalah adanya kemudahan saat pengurusan persyaratan perijinan sebelum mendaftarkan ijin melalui BPPT. Inilah proses di RT/RW, Kelurahan maupun Kecamatan”

Rangkaian diskusi tentang BPPT ini berlangsung lancar di Gerai Mie Ayam Sehati dengan melibatkan beberapa teman TDA yang saat itu asyik berbagi pengetahuan bisnis UKM utamanya tentang bisnis Mie Ayam Sehati dengan para petugas dari BPPT yang terlihat sangat enerjik dan kaya ide.

Diskusipun akhirnya berlanjut di Kupat Tahu Bandung. Banyak sekali hal-hal yang dibahas di acara diskusi ini. Mulai dari kesulitan mengurus kelengkapan perijinan di tingkat bawah, sebelum masuk ke BPPT maupun tentang fungsi BPPT dalam menghadapi era tantangan jaman yang terus berubah ini.

Selama diskusi ini, salah satu anggota tim BPPT terlihat terus asyik melakukan pengambilan gambar di lokasi diskusi dan dua yang lainnya terus asyik mengikuti acara diskusi ini.

Seperti biasa, Lilo anakku yang nomor tiga, terus mengikuti proses diskusi ini dengan tekun. Semoga bermanfaat bagi kehidupan anakku kelak dan bagi para pengusaha di kota Bekasi, baik yang menjadi anggota TDA maupun yang belum menjadi anggota TDA.

Aku sendiri sangat respek terhadap para petugas BPPT ini yang mau mendengarkan suara dari seorang blogger dalam melakukan jajak pendapat terhadap kinerja BPPT. Komentar seorang Blogger memang sering dinilai mempunyai nilai yang lebih bermutu dibanding komentar resmi dari institusi lainnya.

Akhirnya penyakit narsisku yang sudah hampir sembuh langsung “kumat” lagi. Semoga Tuhan mengampuni penyakit yang satu ini. Amin.

+++

Diskusi bisnis UKM Mie Sehati sebelum acara diskusi dengan BPPT. Acara ini juga mengawali pertemuan mastermind Cikarang yang dilaksanakan setelah acara diskusi UKM selesai.

Terbentuknya Mastermind Cikarang 2 [MMC2]

Setelah lama hanya sampai di niat, akhirnya pada hari Jumat malem, 12 Juni 2009, di JB Plaza, terbentuklah kelompok mastermind Cikarang yang kedua. Seperti biasa, yang membidani terbentuknya kelompok ini adalah pak Annas My dan pak Ato.

Pak Ipung, sang kompor dari UB CImaRt nampak tersenyum-senyum terus sepanjang acara ini berlangsung. Kayaknya dia baru membayangkan betapa inahnya mempunyai keluarga baru, seperti yang pernah dia baca di MMC1 yang sudah mengadakan tiga kali pertemuan.

Semua anggota kelompok MMC2 ini memang terlihat senang dan surprise banget. Mungkin tadinya diperkirakan pertemuan akan alot dan menegangkan. Ternyata pertemuan berlangsung dalam suasana yang sangat cair, penuh canda dan seperti mendapat saudara baru yang sudah lama didambakan.

Terpilih sebagai koordinator adalah pak Iman Sumantri, yang meskipun masih TDB, tapi semangat berwirausahanya terlihat sudah menyala-nyala.

Sebentar hari lagi akan kita dengar kiprah dari MMC2 ini. Seperti biasa juga, awal pertemuan selalu diikuti dengan satu topik acara yang mudah dicerna dan menarik, yaitu pelatihan blogger.

Tidak pelak lagi, saat ini memang sedang pada demam ngeblog dan demam fisbuk, sehingga acara yang berbau blog, pasti akan diikuti dengan antusias.

Sebentar bulan lagi juga akan ada acara pesta blogger 2009, itulah saatnya para blogger bersilaturahmi, menambah kenalan baru, menambah saudara baru dan menambah wawasan baru. Selalu ada yang baru, jika kita memandang hidup ini dengan kacamata positif.

Selamat menyebarkan EPOS, selamat berbagi EPOS, dan jauhkan diri dari ENEG yang slalu bikin eneg hati.

Salam….

yeni eshape dan bu Iman
sampai lupa pesen minum, untung ada pak Iman yang ingat [makanya dipilih sebagai koordinator]
pakAnnas tangannya sampai kabur gara2 terlalu semangat memberi penjelasan mastermind

…..

.

Blogged with the Flock Browser

+++