Pelatihan Mie 27 Desember 2015

Acara Pelatihan Mie 27 Desember 2015 kali ini akan diadakan di Taman Kuliner Condongcatur Jogja, mulai jam 10:00 sampai dengan jam 13:00.

Bulan Desember 2015 ini memang akan diadakan pelatihan Mie Sehati dengan model yang berbeda dengan pelatihan yang biasanya diadakan atau yang pernah diadakan. Acara pelatihan kali ini direncanakan akan diliput oleh beberapa media, terutama media audio visual. Inilah ajang narsis bagi yang pernah ikut pelatihan mie dan ingin memperdalam ilmunya lagi sambil berkenalan dengan alumni yang lain.

Instruktur pelatihan seperti biasa adalah Ibu Yeni yang bisa dihubungi di nomor 08883087532. Silahkan kirim nama dan alamat lengkap untuk memudahkan proses administrasi pelatihan ini. Biaya pelatihan untuk yang belum pernah ikut pelatihan sebesar Rp. 200.000 bisa ditransfer ke rekening ibu Yeni Rumiyaningtyas di nomor rekening sebagai berikut :

BCA : 8730004045
Mandiri : 156-00-0147636-7

Pelatihan ini dimungkinkan karena adanya beberapa orang yang bertindak sebagai panitia untuk menyiapkan tempat dan perlengkapan pelatihan. Pak Bhe selaku bagian Humas Mie Sehati telah merombak acara pelatihan mie sehati yang biasanya diadakan seperti yang sudah-sudah. Kali ini akan diundang beberapa komunitas yang anggotanya telah ikut pelatihan atau perseorangan yang pernah merasakan pelatihan di Mie Sehati.

Ibu Yeni memang menjamin semua peserta pasti bisa membuat mie seusai pelatihan, sehingga bila mereka masih belum paham akan dilanjutkan dengan penjelasan secara privat. Dengan demikian semua peserta pelatihan dijamin pasti bisa membuat mie sehat. Beberapa peserta biasanya melakukan diskusi seusai pelatihan, tapi ada juga yang diskusinya dilakukan via SMS beberapa hari setelah pelatihan. Ada juga yang melakukan komunikasi via telepon agar penjelasan dari instruktur yang terlewat bisa diulang kembali.

Peserta pelatihan mie sehati memang sangat beragam, mulai dari yang ingin buka usaha mie sehat, sampai pada mereka yang hanya ingin membuat mie sehat. Ada yang jauh-jauh datang dari ujung pulau Sumatera, teman dari Aceh dan Medan, menuju ke Bekasi hanya untuk melihat proses pembuatan mie sehati. Mereka datang mulai dari Neneknya, anaknya sampai ke cucunya.

Alumni peserta pelatihan Mie Sehati

Alumni peserta pelatihan Mie Sehati

Yang ikut pelatihan mie sehati dari komunitas TDA (Tangan Di Atas) biasanya memang fokus di modal kerja.

“Modal 2 juta bisa bikin warung mie sehati mas?”, kata mereka.

“Bisa mas, baca saja tulisanku di Kompasiana, Modal 2 juta sudah bisa bikin bisnis Mie Sehati

Ini petikan tulisanku di Kompasiana :

+++

Abi dari Priok adalah nama pemilik warung Mie Sehati yang dibuka di Priok. Hanya bermodalkan 400 ribu dan kenekadan yang luar biasa, maka akhirnya usaha mie sehati berhasil dibuka di kawasan Priok.

Tentu saja kalau kita baca keperluan apa saja yang harus diadakan dalam rangka membuka warung mie sehati, maka harganya berkisar di angka 3 jutaan. Harganya bisa naik kalau kita pilih peralatan yang mahal-mahal dan akan turun drastis kalau kita bisa memakai barang yang sudah ada di rumah kita, misalnya kompor, mangkok, sendok, baskom dll. Jadi dengan modal bisnis 2 juta sebenarnya bisa juga membuka usaha Mie Ayam Sehati.

+++

Sampai ketemu di pelatihan Mie Sehati di Taman Kuliner Condongcatur, 27 Desember 2015. Salam sehati.

 

Pelatihan membuat Mie Sehati

Pelatihan membuat Mie Sehati

Hoax Mie Instan

Selama ini hoax mie instan terus berlangsung dan meski ada beberapa yang meluruskannya, tetap saja hoax mie instan terus populer di internet. Coba search di mbah Gugel dengan kata kunci “Bahaya Mie Instan”, maka akan bermunculan ribuan hasil pencarian yang isinya belum tentu semuanya benar.

Bahwa mie instan dikonsumsi secara berlebihan berbahaya itu sudah jelas,tapi sebenarnya tidak hanya mie instan, Makanan lain juga berbahaya bila dikonsumsi secara berlebihan. Mie instan yang lezat itu memang mengandung bahan-bahan tertentu yang sulit dicerna, sehingga jika terus dikonsumsi ada kemungkinan menjadi timbunan zat yang tidak diinginkan di dalam tubuh. Namun jika hanya mengkonsumsi makanan ini setahun sekali atau sebulan sekali, maka bahayanya tidak akan sebesar bila makanan ini dikonsumsi harian.

Hoax mie instan yang sering didengar adalah tentang cara masak mie instan yang bisa membuat mie instan menjadi beacun dan menimbulkan penyakit kanker. Bumbu mie Instan yang mengandung MSG atau Monosodium Glutamate (zat penambah rasa makanan terbuat dari hasil fermentasi zat tepung dan tetes gula tebu atau beet) atau sering disebut juga dengan michin berfungsi sebagai penyedap rasa. MSG inilah yang berbahaya jika dipanaskan hingga mencapai suhu 120 derajat celcius lebh. MSG yang dipanaskan melebih suhu tersebut akan berpotensi menjadi Karsinogen.

Lalu dijelaskan juga tentang apa itu Karsinogen? Karsinogen merupakan zat penyebab kanker. Zat Karsinogen ini akan merubah DNA (asam deoksiribonukleat) di dalam sel-sel tubuh, hal ini akan menggangu proses-prose biologis dari yang memakannya. Jika tubuh kita sering mengalami perubahan ini, maka kanker dapat mudah muncul dalam tubuh. Selanjutnya bagi pembaca disarankan untuk memasak mie instan tanpa bumbu dulu, baru kemudian bumbu dimasukkan ketika mie instan sudah masak, karena bumbu ketika dimasak pada suhu di atas 120 derajat celcius akan berbahaya.

Mie Sehati enak di lidah dan di hati

Mie Sehati enak di lidah dan di hati

Hoax di atas sepintas lalu benar adanya, dan bisa jadi memang benar, tapi coba kita lihat dengan lebih seksama. Kapankah MSG ini menjadi berbahaya?

Disebutkan dalam hoax itu, MSG berbahaya ketika dipanaskan hingga suhunya mencapai 120 derajad atau lebih.

Lalu pertanyaannya, saat kita memasak mie instan, berapa suhu terpanas yang pernah kita capai? Air akan mendidih pada suhu 100 derajad jika tekanan udara saat itu sebesar 1 atsmosfer, jadi mungkinkah kita memasak pada suhu 120 derajad celcius? Jawabannya tentu tidak mungkin. Artinya kita tidak akan pernah bisa memasak bumbu mie instan pada suhu 120 derajad. Dengan demikian kita tidak pernah bisa membuktikan bahwa MSG akan menjadi berbahaya pada suhu itu.

Lalu sebaiknya apa yang kita lakukan?

Pertanyaan ini bisa dijawab dengan melakukan cara memasak mie instan seperti biasanya atau bisa juga mencari alternatif lain, misalnya mencari mie yang tidak instan, sehingga tidak perlu takut dengan hoax seperti apapun.

Lezatnya mie instan memang memabukkan penikmatnya. Anak-anakku juga meskipun sudah mengerti bahayanya mie instan, tetap saja masih doyan makan mie instan.

“Bukankah mie instan hanya berbahaya kalaui berlebihan pak? Jadi boleh donk kalau hanya sekali-kali?”, kata anakku.

Akupun menjawabnya dengan anggukan dan senyum standard. “Boleh kok, yang penting ibumu tidak tahu dan kamu hanya makan kali ini saja”

“Wah berat pak. Gak jadi saja deh….”

Anakku langsung ngeloyor kalau sudah dibilang seperti itu. Akan sulit bagi anak-anakku untuk menghadapi ibunya yang berprinsip tidak lagi makan makanan sampah (junk food). Yang namanya mie, bagi istriku memang hanya mie sehati. Mie buatan sendiri, tanpa pengawet dan tanpa MSG.

Mie Sehati (foto by Krisma)

Mie Sehati (foto by Krisma)