Pemuda dari Sumbawa

“Perjalanan 48 jam menuju Jogja hanya untuk belajar membuat mie?”, kataku melihat penampilan seorang pemuda dari Sumbawa yang sedang mengaduk adonan mie.

Sang pemuda dari Sumbawa yang kuperhatikan masih tetap asyik dengan kegiatannya, sementara itu beberapa peserta pelatihan bisnis mie juga asyik dengan kegiatannya masing-masing.

Mas Bagus Jeha, manajer mie sehati mendekatiku dan berkata sambil ikut memperhatikan sang pemuda dari Sumbawa yang naik bus 2 hari 2 malam untuk menuju ke lokasi pelatihan mie di Jogja.

“Pak Eko, kisah dia ini sangat bagus diangkat sebagai pembangkit motivasi lho”

“………..”, aku spechless tak bisa menjawab. Naik bus dua hari dua malam belum pernah kubayangkan. Naik pesawat 5 jam Jogja Papua saja sudah membuatku jet lag, bagaimana rasanya kalau dua hari dua malam di sebuah tempat yang sempit dan tidak terlalu nyaman.

 

Pemuda dari Sumbawa

Pemuda dari Sumbawa

Salah satu peserta pelatihan mie dari Sragen juga mendekatiku dan menyapa ramah padaku sambil bercerita.

“Saya sebenarnya punya dua acara yang sama di hari ini. Satu di Surabaya dan satu lagi di sini”

“Yang di Surabaya pelatihan mie juga?”

“Iya mas, tapi akhirnya kuputuskan untuk ikut acara pelatihan mie yang di Jogja saja. Saya bawa teman untuk mengawani saya”

“Kenapa memilih Jogja?”

“Waktu itu saya pilih yang lebih dekat saja”

“Hahahaha…. alasan yang sederhana ya mas, tapi penting:-)”

“Waktu itu saya merasa sebagai peserta terjauh, hahahaha…. ternyata ada yang lebih jauh lagi. Dari Sumbawa sampai Jogja lewat berapa selat tuh?”

“Ada peserta pelatihan mie yang dari Papua lho mas”

“Iya ya.. sudah kubaca juga di blog mie sehati. Hebat sekali mereka. Luar biasa semangat wirausahanya”

Peserta dari Sragen

Peserta dari Sragen

Sang pemuda yang kita bahas masih tetap asyik melakukan kesibukannya bahkan sampai pelatihan mie selesai, sang pemuda tetap saja betah di warung mie sehati untuk melanjutkan diskusi tentang usaha mie sehati dan pernak perniknya.

Dalam dialog singkatku dengannya, aku sempat memberi pelajaran membuat nasi goreng mewah padanya. Nasgome, begitu kita menyebutnya. Inilah salah satu menu andalan dari mie sehati ciptaan master Mie Perto Syamsu Irman yang berhasil mendapatkan penghargaan dari ketua TDA Bekasi waktu itu.

Dengan memanfaatkan minyak hasil pengolahan ala mie sehati, maka proses pembuatan nasi goreng menjadi sangat mudah. Cukup tuangkan minyak mie sehati dan kemudian masukkan bawang putih yang digeprak plus nasi putih, maka jadilah Nasgome (Nasi Goreng Mewah).

Dengan tekun sang pemuda Sumbawa mencatat semua keteranganku maupun keterangan dari instruktur pelatihan.

“Kira-kira peralatan apa yang tidak ada di Sumbawa yang bisa diadakan disini ya mas?”, katanya bertanya padaku.

“Lihat saja file resep mie sehati yang bisa diunduh di blog mie sehati dan periksa di beberapa lembar terakhir. Ada daftar peralatan yang harus dipunyai untuk membuka usaha mie sehati”

Es Sehati

Es Sehati

Di akhir acara pelatihan, semua peserta mendapat sertifikat pernah mengikuti pelatihan mie dengan tanda tangan dari instruktur pelatihan bu Yeni Eshape.

“Wah pelatihan ini memang bonafide. Nanti saya pasang di dinding rumah saya untuk menunjukkan kalau saya sudah bisa membuat mie”

“Ternyata mudah ya pak membuat mie?”, kataku

“Terus terang pak Eko. Selama hidup ini, baru sekali ini saya memasak di dapur. Hahahaha….”

“Hahahaha….”

“Istri saya pasti heran dengan kemampuan baru saya ini”

“Yakin sudah bisa pak?”

“Paling tidak sudah bisa 50%, sampai di Sragen nanti akan saya biasakan sehingga kemampuan membuat mie makin terasah”

“Hahahaha…. dari guru SMK otomotif pindah menjadi ahli masak mie sehati”

“Saya juga dari SMK Otomotif lho pak”, tiba-tiba sang pemuda Sumbawa nimbrung pembicaraan

“Lho?”

Kitapun tertawa bersama dan berhenti ketika salah satu peserta pelatihan membagikan tepung krispi pada kita.

“Berapa harganya pak?”

“Gratis untuk peserta pelatihan mie sehati”, ujar sang bapak sambil tersenyum.

“Wah aku kasih resep satu lagi nih”, kataku ketika memegang tepung krispi yang berlabel halal ini.

“………….”

“Tepung ini cocok untuk menu nasi goreng istimewa. Saat kita memasak nasi goreng, maka ketika nasi sudah hampir siap dihidang, kita taburi dulu dengan tepung ini dan rasakan bedanya dengan nasi goreng biasanya”

“Hahahahaha…. pak Eko bisa saja tuh…”

Para peserta saling berjabat tangan masih dalam senyum dan akhirnya berpisah dengan meninggalkan sang pemuda Sumbawa dengan catatannya. Pagi ini aku coba kualitas tepung itu pada menu nasi goreng magelangan. Rasanya? Anakku tersenyum simpul sambil memuji masakanku dan pagi itu semua piring terlihat bersih tanpa sisa makanan sedikitpun.

Semoga perjalanan 48 jam menuju Jogja tidak sia-sia bagi sang Pemuda Sumbawa.

Mie Sehati Taman Kuliner Jogja

Mie Sehati Taman Kuliner Jogja

Pelatihan Mie Sehati 25 Desember 2013

Pelatihan Mie Sehati 25 Desember 2013 akan diadakan di Taman Kuliner Condong Catur Depok Sleman Jogja. Seperti biasa dimulai dari jam 08:00 pagi sampai dengan makan siang. Peserta pelatihan akan menyantap mie sehati buatan mereka sendiri, sehingga dapat diketahui seberapa lezat adonan yang telah mereka buat sepanjang pagi hari sampai makan siang itu.

Info pendaftaran pelatihan bisa didapat dari instruktur pelatihan Ibu Yeni Eshape. Peserta dapat mengirim SMS ke nomor 08883087532. Nama dan alamat lengkap dikirim via SMS untuk keperluan pendataan para peserta pelatihan.

Tanggal ini dipilih karena memang hanya tanggal ini yang masih bisa dipakai untuk pelaksanaan acara pelatihan mie. Tempat pelatihan di Cungkuk untuk sementara ditinggalkan dan dipusatkan di Taman Kuliner Condong Catur untuk mempermudah peserta pelatihan yang kebanyakan berasal dari luar kota atau luar pulau.

Lokasi pelatihan tepat di belakang terminal Condong Catur Sleman, tepatnya di sebelah baratnya. Bagi para penggemar byurung di Jawa Tengah dan sekitarnya tentu sangat familiar dengan lokasi ini karena hampir setiap minggu selalu diadakan lomba burung atau minimal latihan lomba burung di lokasi TamKul (Taman Kuliner) ini.

Mie Sehati Taman Kuliner Sleman

Mie Sehati Taman Kuliner Sleman

Biaya administrasi pelatihan di Jogja maupun di luar Jogja tidak berbeda, yaitu sebesar Rp. 200.000 dapat dikirimkan melalui transfer BANK, ke alamat berikut :

Bank Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045.

Pelatihan Mie Sehati secara rutin memang hanya diadakan sekali untuk setiap bulan, baik di Jabodetabek, Surabaya maupun Jogjakarta. Untuk wilayah lain, dipersilahkan memilih lokasi pelatihan yang paling memungkinkan dihadiri. Beberapa peserta pelatihan di Jogja juga tercatat berasal dari berbagai pulau di luar Jawa, bahkan sampai ke Papua. Murid-murid Mie Sehati memang terbentang mulai dari ujung Sumatra (Banda Aceh-Medan) sampai Papua.

Sampai saat ini untuk Wilayah Solo dan Semarang memang belum dapat dijadwalkan secara rutin, karena sampai saat ini para peserta dari luar kota masih bisa dikelola dari wilayah pelatihan di Jogja maupun di Surabaya. Bahkan peserta dari Bandung ada juga yang memilih mengikuti pelatihan di Jogja dibanding Jabodetabek. Padahal instruktur di Jabodetabek adalah Master Mie Sehati Perto Group, pak Syamsu Irman.

Untuk pelatihan di luar Jabodetabek, master Mie Sehati Perto Group mempercayakan pada satu-satunya asisten yaitu ibu Yeni Eshape. Dua instruktur ini tadinya memang bergabung dalam satu kelompok Mastermind (MM) saat di Cikarang, sehingga ketika akhirnya anggota kelompok MM itu berpindah tempat tinggal, masih juga ada silaturahmi di antara mereka.

Sampai bertemu di pelatihan. Bagi yang tidak hadir atau tidak berminat mengikuti pelatihan ini, dipersilahkan berbagi informasi ini pada mereka yang mungkin memerlukan informasi ini. Semoga menjadi amal yang baik bagi saudara.

Salam sehati.

Seporsi Mie Sehati

Seporsi Mie Sehati

Keakraban Pelatihan Mie Sehati

Keakraban Pelatihan Mie Sehati selalu terasa sejak awal pelatihan di mulai. Meskipun mereka berasal dari berbagai kota, tetapi mereka cepat sekali berbaur dan saling merendahkan diri ketika saling bercerita tentang siapa mereka.

“Paling jauh peserta dari mana ya pak?”

“Dari Papua mbak. Sumatera ada juga, Kalimantan yang paling banyak”

“Jadi semua murid sudah pada jualan semua ya pak?”

“Nah ini, tidak semua murid mie sehati berjualan seusai mengikuti pelatihan ini. Memang peserta pelatihan seperti ini datang dari berbagai macam strata masyarakat dan mereka berangkat dari berbagai macam kepentingan”

“…………..”

“Ada yang sengaja datang untuk melihat bagaiman acara membuat mie yang sehat dan dengan cara yang mudah”

“……………….”

“Ada juga yang datang karena memang ingin berjualan mie sehati”

“……………………… ”

“Beberapa calon murid mie sehati juga sudah mempunyai warung yang sudah berjalan dengan baik, tapi mereka ingin mengembangkan usaha warungnya. Yang sudah punya usaha bakso, misalnya ingin menambah menu jualannya. Yang sudah jualan mie, ingin melihat bagaimana proses pembuatan mie, karena mereka biasanya membeli mie dari pedagang mie lainnya”

Pelatihan Mie Sehati Nop

Pelatihan Mie Sehati Nop

Khusus peserta dari Papua, sebenarnya instruktur mie sehati yang diminta untuk mengajar ke Papua. Ada sekitar 50 orang yang siap untuk belajar mie, namun sang instruktur memberi alternatif lain, yaitu men gundang wakil dari Papua dan mengajarinya cara mengajar membuat mie sehati. Setelah mahir, baru utusan dari Papua itu balik dan mengajar calon muridnya yang sudah menunggu di lokasi.

Cara ini ditempuh, karena bila instruktur yang berangkat dikhawatirkan peralatan yang dipersiapkan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Namun bila mereka yang dari Papua datang, maka mereka bis amelihat dengan pasti peralatan apa yang diperlukan. Bila tidak ada di Papua, maka mereka bisa membelinya di Jogja dan dibawa ke Papua.

“Pelatihan mie sehati ini pertama kali dilakukan di berbagai kota dengan cara instruktur berkeliling ke masing-masing kota dan panitia dari masing-masing kota sudah diyakini bisa mempersiapkan alat yang sesuai. Namun sejak pelatihan diadakan di Cikarang Bekasi, maka pelatihan mulai diadakan di satu tempat atau paling jauh di seputaran Jabodetabek”

“……………”

“Saat Mie Sehati pinda ke Jogja, maka pelatihan dibagi menjadi dua area, yaitu area Jabodetabek dengan instruktur pak Syamsu Irman Master Mie Perto dan area di Semarang, Surabaya dan Jogja dengan instruktur Ibu Yeni Eshape”

“…………”

Pelatihan Mie Sehati Nop

Pelatihan Mie Sehati Nop

Dua model pelatihan ini memang hanya intinya saja yang sama, tapi model penyampaiannya bisa berbeda. Pak Syamsu Irman selalu lucu dan penuh humor, sedangkan Ibu Yeni selalu lebih serius, to the point, namun biasanya peserta tetap merasa enjoy, sehingga yang tercipta adalah suasana yang akrab sejak pelatihan dimulai.

Sabtu, 30 Nopember 2013 ini juga pelatihan berjalan lancar dan semua peserta terlihat penuh dengan canda dan tawa, Akhir pelatihan juga ditandai dengan acara yang sama, yaitu narsis berjamaah di depan lokasi Pelatihan Mie Sehati, Jalan Cungkuk Raya 212, Jogja.

Satu pertanyaan yang selalu muncul adalah berapa keuntungan dari bisnis mie ini. Jawaban juga selalu standard, bahwa keuntungan makanan jenis mie bukan menjadi andalan dari sebuah warung. Keuntungan ada pada menu minumannya.

Pelatihan Mie Sehati Nop

Pelatihan Mie Sehati Nop

Pelatihan Mie Ayam Sehati 26 Oktober 2013

Pelatihan Mie Ayam Sehati 26 Oktober 2013 tidak terpublikasi dengan baik di blog mie sehati ini. Ada gangguan di blog mie sehati, sehingga setiap tulisan yang diupload selalu tereduksi secara otomatis. Misalnya kita menulis 500 kata, maka ketika diupload yang muncul hanya sekitar 200 kata saja, sehingga tulisan yang diupload tidak bisa dinikmati secara utuh.

Akhirnya berita pelatihan mie ayam sehati pada bulan Oktober 2013 dimuat di blog eeshape dot com, sambil menunggu perbaikan blog mie sehati. Ketika tanggal pelatihan tiba,peserta yang datang ternyata kebanyakan dari luar kota, meskipun ada salah satu yang dari Jogja.

Seperti biasa diskusi berputar sekitar pengalaman membuat mie dan menjual mie, serta pemanfaatan minyak mie sehati selain untuk proses pembuatan mie sehati.

“Kelebihan mie sehati memang pada konsepnya yang bernuansa kesehatan. Dibuat sendiri, tanpa pengawet dan tanpa penyedap rasa”

Pelatihan 26 Oktober 2013

Pelatihan 26 Oktober 2013

Memang di antara begitu banyak murid pelatihan mie sehati, banyak yang sudah membuka usaha. Ada yang sudah buka usaha soto, bakso atau mie rebus. Mereka ikut pelatihan karena ingin belajar bagaimana membuat mie dan belajar tentang konsep sehat dari mie sehati.

“Saya sudah punya banyak pelanggan mie, tetapi saya sendiri belum tahu bagaimana membuat mie itu sendiri. Jadi dengan ikut pelatihan pembuatan mie, maka saya jadi lebih tahu tentang apa yang akan saya jual. Selama ini saya hanya membeli mie yang sudah jadi, sehingga tidak tahu persis bahan apa saja yang dipakai untuk membuat mie tersebut”

Salah seorang peserta pelatihan hari ini juga memberi masukan pada mie sehati.

“Sebaiknya mie sehati yang dibuat ditambahi dengan telor pak. Kenapa? Karena telor itu akan membuat mie menjadi lebih enak dan lebih mak nyuss”

“Benar pak. Tidak ada yang salah kalau membuat mie sehari dengan ditambahi dengan telor”

“Dua telor akan lebih baik”

“Ya benar”

Pemberian telor pada proses mie sehati memang akan membuat mie menjadi lebih enak, tetapi hal ini tentu akan membuat biaya pembuatan mie jadi lebih mahal. Untuk mie yang akan dimakan sendiri tentu tidak jadi masalah, atau mie dengan cita rasa unggul di restoran unggul, maka mie istimewa tentu tidak akan menjadi masalah.

Jadi penambahan telor bisa perlu bisa juga tidak, karena tanpa telor mie sudah enak, maka silahkan ditambahin telor dengan catatan harga jualnya harus dinaikkan.

Seporsi Mie Sehati

Seporsi Mie Sehati

Pelatihan Mie Sehati September di Surabaya dan Jogja

Pelatihan Mie Sehati bulan September 2013 untuk wilayah Surabaya seperti biasa diadakan pada hari Jumat, tanggal 27 September 2013. Yang ingin menjadi peserta bis alangsung kontak ke ibu Yeni Eshape melalui SMS ke nomor 08883087532. Tulis nama lengkap dan alamat jelas untuk memudahkan komunikasi.

Untuk daerah Jogja, pelatihan untuk bulan September sudah dilakukan di awal bulan pada minggu pertama, sedangkan untuk bulan Oktober akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Oktober 2013. Tempatnya di Pusat pelatihan mie sehati Cungkuk Raya Jogja.

Pada beberapa pelatihan terakhir, peserta dibatasi maksimal 10 orang saja per pelatihan, hal ini dimaksudkan agar peserta dapat lebih optimal menerima pelajaran yang diberikan. Seperti biasa pelatihan akan dimulai pada jam 10.00 sampai makan siang. Sedangkan pelatihan di Surabaya diadakan tepat setelah selesai sholat Jumatan sampai Asar.

Untuk wilayah Surabaya, Semarang dan Solo, jadwal pelatihan bulan September masih belum dapat disusun karena ketatnya jadwal instruktur sejak bulan lalu sampai bulan Oktober nanti. Kebetulan tempat pelatihan Mie Sehati dipakai juga sebagai ajang kumpul-kumpul panitia pelaksana pentas Drama Musik kolosal “Jahiliyah”, sehingga beberapa jadwal kegiatan mie sehati menjadi perlu direvisi lagi. Meski demikian kegiatan pelatihan mie sehati tetap rutin dilakukan minimal sekali dalam sebulan di Cungkuk Jogjakarta.

Pelatihan Mie Sehati 15 Desember 2012

Pelatihan Mie Sehati di Jogja

Biaya administrasi pelatihan di Jogja maupun Surabaya masih belum naik yaitu sebesar Rp. 150.000 dapat dikirimkan melalui transfer BANK, ke alamat berikut :

Bank Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045.

Pelatihan Mie Sehati sampai saat ini secara rutin diadakan setiap bulan, baik di Jabodetabek, Surabaya maupun Jogjakarta. Untuk wilayah lain, dipersilahkan memilih lokasi pelatihan yang paling memungkinkan dihadiri. Beberapa peserta pelatihan di Jogja juga tercatat dari berbagai pulau di luar Jawa, bahkan sampai ke Papua. Murid-murid Mie Sehati memang terbentang mulai dari ujung Sumatra (Banda Aceh-Medan) sampai Papua.

Sampai saat ini untuk Wilayah Solo dan Semarang memang belum dapat dijadwalkan secara rutin, karena sampai saat ini para peserta dari luar kota masih bisa dikelola dari wilayah pelatihan di Jogja maupun di Surabaya. Bahkan peserta dari Bandung masih ada juga yang memilih mengikuti pelatihan di Jogja dibanding Jabodetabek. Padahal instruktur di Jabodetabek adalah Master Mie Sehati Perto Group, pak Syamsu Irman.

Untuk pelatihan di luar Jabodetabek, master Mie Sehati Perto Group mempercayakan pada satu-satunya asisten yaitu ibu Yeni Eshape. Dua instruktur ini tadinya memang bergabung dalam satu kelompok Mastermind (MM) saat di Cikarang, sehingga ketika akhirnya anggota kelompok MM itu berpindah tempat tinggal, masih juga ada silaturahmi di antara mereka.

Sampai bertemu di pelatihan. Bagi yang tidak hadir atau tidak berminat mengikuti pelatihan ini, dipersilahkan berbagi informasi ini pada mereka yang mungkin memerlukan informasi ini. Semoga menjadi amal yang baik bagi saudara. Salam sehati.

mbak Ona dan lipsticknya

mbak Ona dan lipsticknya

Interview Mie Sehati

Interview Mie Sehati bulan ini dilakukan oleh situs Do.Inc dan sudah dimuat di situs mereka. Bagi kita, tentu ini salah satu apresiasi yang membanggakan, karena konsep mie sehati memang beda dengan konsep bisnis mie pada umumnya. Banyak yang salah memahami konsep kita, sehingga menganggap konsep mie sehati sama dengan konsep waralaba lainnya atau konsep mie sehati tyidak jauh-jauh dari jualan mie dengan warna hijau.

Mereka tentu tidak salah, karena mereka memang belum bertanya pada kita dan kita juga belum punya banyak kesempatan untuk bercerita pada mereka. Konsep Mie Sehati sebenarnya sudah ditayangkan di you tube, tapi mungkin konsep seperti itu bukan sesuatu yang dicari di you tube. Itulah yang membuat apresiasi kita terhadap Do.Inc karena sudah menulis tentang konsep mie sehati secara lebih baik.

Silahkan dinikmati hasil interview kita dengan reporter Do.Inc

Mie Ayam Sehati Jogja

Mie Ayam Sehati Jogja

MIE SEHATI, SEHAT LEZAT DI LIDAH DAN DI HATI

by: 

Ada pepatah yang mengatakan, segala yang dimulai dari hati akan sampai ke hati.  Itulah yang pertama kali ada dalam benak Yeni bersama suaminya Eko Eshape ketika melontarkan nama Mie Sehati untuk nama produk usahanya.

“Mie produk kita adalah mie yang sehat di lidah dan di hati,” ujar Eko, menirukan ucapan sang istri.

Mie Sehati awalnya dirilis di Cikarang sebagai usaha bersama oleh beberapa anggotaMastermind Cikarang, Mastermind adalah kelompok yang terbentuk dari 3-7 orang yang biasanya memiliki bisnis sendiri dari industri yang berbeda. Warung Mie Sehati lalu dijadikan tempat kelompok itu berkumpul dan berdiskusi serta belajar membuka usaha Mie Sehati. Karena itulah kemudian tercetus ide selain memasarkan produk, juga fokus menjadi sebuah lembaga pendidikan kewirausahaan.

“Bagi mereka yang ingin merasakan menjadi usahawan dalam skala kecil dan langsung jadi, silahkan bergabung dan ikut pelatihan bersama Mie Sehati. Pulang dari pelatihan langsung bisa buka usaha, karena masalah tempat bisa di teras rumah, di garasi atau di tempat yang sudah ada di sekitar rumah kita,” kata Eko, yang juga seorang blogger sekaligus humas dari kegiatan yang dilakukan oleh Mie Sehati.

Narsis berjamaah di Mie Sehati

Narsis berjamaah di Mie Sehati

Eko kemudian melanjutkan, usai pelatihan, peserta bisa langsung membeli peralatan yang dibutuhkan untuk membuat dan menyajikan Mie Sehati. Setelah itu, mereka bisa segera membuka usaha Mie Sehati. Cukup dengan modal sekitar 3 juta Rupiah terdiri dari alat masak dan perlengkapan tempat menyajikan mie, di luar sewa (biaya) tempat.

Salah satu keunikan model pelatihan Mie Sehati adalah setelah peserta lulus pelatihan sebagai pembuat mie, maka mereka bebas mendirikan warung sendiri dengan nama Mie Sehati atau nama lain yang mereka sukai. Segala keuntungan adalah menjadi hak mereka dan bukan seperti bisnis franchise yang mewajibkan menyetorkan uang sejumlah tertentu setiap tahunnya.

Bagi yang ingin ikut mendaftar pelatihan, cukup membayar biaya administrasi. Peserta akan dididik menjadi pembuat Mie Sehati yang handal sampai mahir. Bila belum mahir, penjelasan bisa dilanjutkan dengan pengajaran jarak jauh via telepon atau email.

Brand yang ingin dikenalkan oleh Mie Sehati adalah sehat, higienis, tanpa pengawet maupun MSG, “Jadi pelanggan Mie Sehati bisa melihat proses pembuatan mie langsung sejak masih berbentuk tepung sampai menjadi mie. Ini mirip dengan konsep Bread Talk.” kata Eko menjelaskan.

Di luar waktu pelatihan, maka warung Mie Sehati buka seperti warung yang lain. Harga satu porsi Mie Sehati cukup terjangkau, kisaran harga 7 ribu sampai 15 ribu rupiah.

Mie Sehati dibuat tanpa pengawet maupun penyedap. Kelemahannya, mie ini tidak tahan lama. Maksimal 8 jam harus sudah dijual dan kalau sudah lewat 8 jam sebaiknya tidak dijual lagi, meskipun masih aman dikonsumsi.

Ketika ditanya soal jumlah cabang Mie Sehati di Indonesia, kepada DoInc kemudian Eko mengatakan, “Cabang Mie Sehati tersebar di berbagai kota besar, tetapi tidak ada catatan tertulis, karena model bisnis Mie Sehati memang bukan franchise.”

Penasaran dan ingin tahu lebih banyak soal Mie Sehati? Yuk meluncur ke link berikut:

Miesehati.com
Facebook
Twitter

+++

Tulisan ini bisa langsung dilihat di situs Do.Inc. Sebuah situs baru yang saat ini masih nongkrong di alexa rank di atas 1 juta, tapi melihat materi situs ini, bisa jadi dalam waktu singkat akan terus melesat di bawah angka 1 juta. Semoga. Amin.

Salam sehati.

Pelatihan Mie Sehati bulan September 2013

Pelatihan Mie Sehati bulan September 2013 yang biasanya diadakan di minggu ke tiga setiap bulan, ternyata bergeser ke minggu sebelumnya. Tepatnya pelatihan akan diadakan pada hari Sabtu, 7 September 2013. Pada para calon peserta dipersilahkan langsung mendaftar ke Ibu Yeni dengan cara mengirim SMS berisi nama lengkap dan alamat lengkap ke nomor 08883087532.

Pada beberapa pelatihan terakhir, peserta dibatasi maksimal 10 orang saja per pelatihan, hal ini dimaksudkan agar peserta dapat lebih optimal menerima pelajaran yang diberikan. Seperti biasa pelatihan akan dimulai pada jam 10.00 sampai makan siang.

Untuk wilayah Surabaya, Semarang dan Solo, jadwal pelatihan bulan September masih belum dapat disusun karena ketatnya jadwal instruktur sejak bulan lalu sampai bulan Oktober nanti. Kebetulan tempat pelatihan Mie Sehati dipakai juga sebagai ajang kumpul-kumpul panitia pelaksana pentas Drama Musik kolosal “Jahiliyah”, sehingga beberapa jadwal kegiatan mie sehati menjadi perlu direvisi lagi. Meski demikian kegiatan pelatihan mie sehati tetap rutin dilakukan minimal sekali dalam sebulan di Cungkuk Jogjakarta.

Mie Sehati Jogja

Mie Sehati Jogja

Biaya administrasi pelatihan di Jogja maupun Surabaya masih belum naik yaitu sebesar Rp. 150.000 dapat dikirimkan melalui transfer BANK, ke alamat berikut :

Bank Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045.

Pelatihan Mie Sehati sampai saat ini secara rutin diadakan setiap bulan, baik di Jabodetabek, Surabaya maupun Jogjakarta. Untuk wilayah lain, dipersilahkan memilih lokasi pelatihan yang paling memungkinkan dihadiri. Beberapa peserta pelatihan di Jogja juga tercatat dari berbagai pulau di luar Jawa, bahkan sampai ke Papua. Murid-murid Mie Sehati memang terbentang mulai dari ujung Sumatra (Banda Aceh-Medan) sampai Papua.

Sampai saat ini untuk Wilayah Solo dan Semarang memang belum dapat dijadwalkan secara rutin, karena sampai saat ini para peserta dari luar kota masih bisa dikelola dari wilayah pelatihan di Jogja maupun di Surabaya. Bahkan peserta dari Bandung masih ada juga yang memilih mengikuti pelatihan di Jogja dibanding Jabodetabek. Padahal instruktur di Jabodetabek adalah Master Mie Sehati Perto Group, pak Syamsu Irman.

Untuk pelatihan di luar Jabodetabek, master Mie Sehati Perto Group mempercayakan pada satu-satunya asisten yaitu ibu Yeni Eshape. Dua instruktur ini tadinya memang bergabung dalam satu kelompok Mastermind (MM) saat di Cikarang, sehingga ketika akhirnya anggota kelompok MM itu berpindah tempat tinggal, masih juga ada silaturahmi di antara mereka.

Sampai bertemu di pelatihan. Bagi yang tidak hadir atau tidak berminat mengikuti pelatihan ini, dipersilahkan berbagi informasi ini pada mereka yang mungkin memerlukan informasi ini. Semoga menjadi amal yang baik bagi saudara. Salam sehati.

Pelatihan Mie Sehati

Pelatihan Mie Sehati

Pelatihan Mie Sehati bulan Agustus 2013

Pelatihan Mie Sehati bulan Agustus 2013 direncanakan akan diadakan pada minggu ke empat, yaitu jatuh pada hari Sabtu, 24 Agustus 2013 di Jalan Cungkuk Raya 121. Tempat pelatihan di Pusat Pelatihan Mie Sehati Jogja, yang saat ini digunakan juga sebagai sekretariat KSPI, yaitu komunitas pekerja seni yang kebetulan sering nongkrong di Mie Sehati.

Berdasar pengalaman selama ini, maka untuk pelatihan dengan peserta umum dibatasi hanya 10 orang maksimal per pelatihan, hal ini dimaksudkan agar peserta dapat lebih optimal menerima pelajaran yang diberikan. Seperti biasa pelatihan akan dimulai pada jam 10.00 sampai makan siang.

Untuk wilayah Surabaya, jadwal pelatihan untuk bulan Agustus masih dalam tahap penyusunan jadwal. Hal ini dikarenakan kesibukan yang sangat padat dari instrukturnya.

Biaya administrasi pelatihan di Jogja dan Surabaya masih belum naik yaitu sebesar Rp. 150.000 dapat dikirimkan melalui transfer BANK, ke alamat berikut :

Bank Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045.

Pelatihan Mie Sehati sampai saat ini secara rutin diadakan setiap bulan, baik di Jabodetabek, Surabaya maupun Jogjakarta. Untuk wilayah Semarang masih belum bisa rutin, sedangkan untuk wilayah Solo sampai saat ini masih belum sempat dijadwalkan juga.

Untuk Wilayah Solo dan Semarang memang belum dijadwalkan secara rutin, karena sampai saat ini para peserta dari luar kota masih bisa dikelola dari wilayah pelatihan di Jogja maupun di Surabaya. Bahkan peserta dari Bandung masih ada juga yang memilih mengikuti pelatihan di Jogja dibanding Jabodetabek. Padahal instruktur di Jabodetabek adalah Master Mie Sehati Perto Group, pak Syamsu Irman.

Untuk pelatihan di luar Jabodetabek, master Mie Sehati Perto Group mempercayakan pada satu-satunya asisten yaitu ibu Yeni Eshape. Dua instruktur ini tadinya memang bergabung dalam satu kelompok Mastermind (MM) saat di Cikarang, sehingga ketika akhirnya anggota kelompok MM itu berpindah tempat tinggal, masih juga ada silaturahmi di antara mereka.

Pelatihan Mie Sehati

Pelatihan Mie Sehati

Di bulan Agustus 2013 ini Mie Sehati juga aktif dalam berbagai kegiatan memeriahkan ulang tahun kemerdekaan RI yang ke 68, baik sebagai sponsor maupun ikut larut dalam kemeriahan berbagai acara di sepanjang buklan Agustus 2013. Acara terakhir yang diikuti adalah gerak jalan massal di kelurahan Ngesti Harjo. Seluruh penduduk kampung turun ke jalan layaknya demonstrasi, tetapi dalam suasana yang hangat penuh canda tawa.

Selamat ulang tahun Republik Indonesia. Sudah merdeka saat ini dan tugas kita adalah mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat dan dengan semangat berbagi sampai kapanpun.

Salam sehati.

Kulinus Mie Sehati di acara Gerak Jalan

Kulinus Mie Sehati di acara Gerak Jalan

Hoax Mie Instan

Selama ini hoax mie instan terus berlangsung dan meski ada beberapa yang meluruskannya, tetap saja hoax mie instan terus populer di internet. Coba search di mbah Gugel dengan kata kunci “Bahaya Mie Instan”, maka akan bermunculan ribuan hasil pencarian yang isinya belum tentu semuanya benar.

Bahwa mie instan dikonsumsi secara berlebihan berbahaya itu sudah jelas,tapi sebenarnya tidak hanya mie instan, Makanan lain juga berbahaya bila dikonsumsi secara berlebihan. Mie instan yang lezat itu memang mengandung bahan-bahan tertentu yang sulit dicerna, sehingga jika terus dikonsumsi ada kemungkinan menjadi timbunan zat yang tidak diinginkan di dalam tubuh. Namun jika hanya mengkonsumsi makanan ini setahun sekali atau sebulan sekali, maka bahayanya tidak akan sebesar bila makanan ini dikonsumsi harian.

Hoax mie instan yang sering didengar adalah tentang cara masak mie instan yang bisa membuat mie instan menjadi beacun dan menimbulkan penyakit kanker. Bumbu mie Instan yang mengandung MSG atau Monosodium Glutamate (zat penambah rasa makanan terbuat dari hasil fermentasi zat tepung dan tetes gula tebu atau beet) atau sering disebut juga dengan michin berfungsi sebagai penyedap rasa. MSG inilah yang berbahaya jika dipanaskan hingga mencapai suhu 120 derajat celcius lebh. MSG yang dipanaskan melebih suhu tersebut akan berpotensi menjadi Karsinogen.

Lalu dijelaskan juga tentang apa itu Karsinogen? Karsinogen merupakan zat penyebab kanker. Zat Karsinogen ini akan merubah DNA (asam deoksiribonukleat) di dalam sel-sel tubuh, hal ini akan menggangu proses-prose biologis dari yang memakannya. Jika tubuh kita sering mengalami perubahan ini, maka kanker dapat mudah muncul dalam tubuh. Selanjutnya bagi pembaca disarankan untuk memasak mie instan tanpa bumbu dulu, baru kemudian bumbu dimasukkan ketika mie instan sudah masak, karena bumbu ketika dimasak pada suhu di atas 120 derajat celcius akan berbahaya.

Mie Sehati enak di lidah dan di hati

Mie Sehati enak di lidah dan di hati

Hoax di atas sepintas lalu benar adanya, dan bisa jadi memang benar, tapi coba kita lihat dengan lebih seksama. Kapankah MSG ini menjadi berbahaya?

Disebutkan dalam hoax itu, MSG berbahaya ketika dipanaskan hingga suhunya mencapai 120 derajad atau lebih.

Lalu pertanyaannya, saat kita memasak mie instan, berapa suhu terpanas yang pernah kita capai? Air akan mendidih pada suhu 100 derajad jika tekanan udara saat itu sebesar 1 atsmosfer, jadi mungkinkah kita memasak pada suhu 120 derajad celcius? Jawabannya tentu tidak mungkin. Artinya kita tidak akan pernah bisa memasak bumbu mie instan pada suhu 120 derajad. Dengan demikian kita tidak pernah bisa membuktikan bahwa MSG akan menjadi berbahaya pada suhu itu.

Lalu sebaiknya apa yang kita lakukan?

Pertanyaan ini bisa dijawab dengan melakukan cara memasak mie instan seperti biasanya atau bisa juga mencari alternatif lain, misalnya mencari mie yang tidak instan, sehingga tidak perlu takut dengan hoax seperti apapun.

Lezatnya mie instan memang memabukkan penikmatnya. Anak-anakku juga meskipun sudah mengerti bahayanya mie instan, tetap saja masih doyan makan mie instan.

“Bukankah mie instan hanya berbahaya kalaui berlebihan pak? Jadi boleh donk kalau hanya sekali-kali?”, kata anakku.

Akupun menjawabnya dengan anggukan dan senyum standard. “Boleh kok, yang penting ibumu tidak tahu dan kamu hanya makan kali ini saja”

“Wah berat pak. Gak jadi saja deh….”

Anakku langsung ngeloyor kalau sudah dibilang seperti itu. Akan sulit bagi anak-anakku untuk menghadapi ibunya yang berprinsip tidak lagi makan makanan sampah (junk food). Yang namanya mie, bagi istriku memang hanya mie sehati. Mie buatan sendiri, tanpa pengawet dan tanpa MSG.

Mie Sehati (foto by Krisma)

Mie Sehati (foto by Krisma)