Pelatihan Mie Sehati di Surabaya

Bulan ini pelatihan mie sehati akan dimulai dari Surabaya, tepatnya pada hari Sabtu 4 Mei 2013. Tempatnya seperti biasa di  TK Islam Nurul Azizi. Pondok Candra Surabaya, kecuali kalau ada teman di Surabaya yang ingin ditempati sebagai tempat berlangsungnya acara pelatihan ini. Bagi yang ingin mengikuti pelatihan ini bisa langsung kirim SMS ke nomor instrukturnya, Ibu Yeni 08883087532 atau manajer Mie Sehati Mas Bagus Jeha 081931746888. Kirimkan nama dan alamat lengkap. Nama lengkap diperlukan untuk ditulis pada sertifikat pelatihan dan alamat lengkap diperlukan bila ingin dikirimi Mesin Giling Mie Sehati.

Dalam pelatihan mie sehati sering disediakan juga mesin giling mie sehati karena ada beberapa peserta yang sudah memesan via SMS, tetapi pada dasarnya manajemen mie sehati tidak berjualan mesin giling mie, hanya membantu membelikannya kalau ada yang memesan dan mempunyai kesulitan mendapatkannya. Pengalaman memang membuktikan bahwa banyak dari peserta yang ingin langsung action dan membawa pulang mesin giling mie cadangan yang ada di saat pelatihan. Bahkan pernah hanya bersedia membeli mesin giling mie yang dipakai untuk pelatihan, padahal mesin yang digunakan untuk pelatihan bukanmesin giling mie yang baru. Mereka lebih puas memakai mesin giling (bekas) pelatihan mie sehati.

Yeni Eshape 08883087532

Pelatihan akan dimulai pada jam 09.00 dan berakhir saat makan siang, menyantap mie hasil praktek pelatihan mie sehati. Kalau pelatihan di Jabodetabek, biasanya ada pelatihan membuat pangsit dan langsung praktek, sehingga peserta jadi keasyikan makan pangsit dan pelatihan menjadi lama. Peserta pelatihan yang bertugas pada bagian penggorengan pangsit juga sering sambil berkelakar berkata, “kapan aku bisa makan pangsit, begitu selesai goreng langsung diserbu peserta yang tidak menggoreng”.

Untuk pelatihan di Surabaya biasanya tidak diajarkan bagaiman acara membuat pangsit, karena caranya memang sangat mirip dengan membuat mie. Bedanya hanya pada bukaan mesinnya saja. Resep dan cara membuat sama persis dengan cara membuat mie sehati.

Biaya administrasi sebesar 150.000 dapat dikirimkan melalui transfer BANK, sebagai berikut :

Bank Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045.

Akan lebih baik kalau calon peserta pelatihan sudah mengunduh resep mie sehati di internet dan mempelajarinya di rumah. Dengan demikian acara pelatihan bisa lebih optimal.

Sampai ketemu di Pelatihan Mie Sehati di Surabaya. Salam sehati.

Pelatihan Mie bulan April 2013

Untuk bulan April 2013 ini, pelatihan Mie Sehati akan diadakan pada hari Sabtu, 20 April 2013, jam 09.00 s.d makan siang . Bagi yang ingin mengikuti pelatihan ini bisa langsung SMS ke nomor instrukturnya, Ibu Yeni 08883087532. Kirimkan nama dan alamat lengkap. Nama lengkap diperlukan untuk ditulis pada sertifikat pelatihan dan alamat lengkap diperlukan bila ingin dikirimi Mesin Giling Mie Sehati.

Dalam setiap pelatihan mie sehati, sebenarnya instruktur tidak menyediakan mesin giling mie, tetapi pengalaman telah membuktikan bahwa banyak dari peserta yang ingin langsung action dan membawa pulang mesin giling mie ke rumahnya. Bahkan ada peserta yang hanya mau membeli mesin giling mie yang dipakai untuk pelatihan, padahal mesin yang dipakai untuk pelatihan bukan mesin yang baru, tetapi begitulah kalau keinginan melakukan ACTION sudah ada di ubun-ubun.

Pelatihan yang akan dimulai pada jam 09.00 biasanya akan berakhir saat makan siang, dengan puncak acara menyantap mie hasil praktek mereka. Untuk pelatihan di Jogja dan Surabaya biasanya tidak diajarkan bagaiman acara membuat pangsit, karena caranya memang sangat mirip dengan cara membuat mie. Bedanya hanya pada setelan bukaan mesinnya saja. Resep dan cara membuat sama persis dengan cara membuat mie sehati.

Flyer Mie Sehati

Flyer Mie Sehati

Biaya administrasi sebesar 150.000 dapat dikirimkan melalui transfer BANK, sebagai berikut :

Bank Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045.

Akan lebih baik kalau calon peserta pelatihan sudah mengunduh resep mie sehati di internet dan mempelajarinya di rumah. Dengan demikian acara pelatihan bisa lebih optimal. Pengalaman juga membuktikan bahwa mereka yang sudah membaca resep mie sehati lebih semangat mengikuti pelatihan. File yang diunduh juga kebetulan ada koreksi disana-sini, sehingga peserta diwajibkan membawa alat tulis untuk melakukan koreksi pada beberapa kalimat yang ada.

Para peserta pelatihan diharapkan mengirim SMS ke Ibu Yeni 08883087532 berisi nama lengkap dan alamat lengkap. Nama lengkap diperlukan untuk ditulis pada sertifikat dan alamat lengkap diperlukan bila suatu saat ingin membeli mesin giling mie dan tidak ada stok di warung mie sehati.

Sampai ketemu di Jogja. Salam sehati.

semangkok mie sehati

semangkok mie sehati

Makanan bisa jadi sumber penyakit

“Makanan bisa jadi sumber penyakit, bisa juga jadi penyembuh penyakit. Semuanya tergantung apa yang dimakan dan kapan memakannya”

“Juga tergantung seberapa besar porsi makannya”

“Hahahaha… benar, makanan sehat kalau dimakan dengan porsi yang berlebihan akan mendatangkan penyakit juga”

“Apalagi makanan tidak sehat. Junk food kita tahu adalah jenis makanan yang miskin nutrisi, tetapi menjadi kecintaan banyak anak jaman sekarang dan mereka (anak-anak itu) mengkonsumsinya secara berlebihan. Lalu mau jadi apa mereka nanti?”

Keprihatinan tentang dunia makanan tidak sehat sering menjadi perbincangan dalam diskusi kita, orang-orang yang terlahir dari produk jaman lalu. Kita sering rindu akan makanan sederhana buatan para penjual makanan jaman dulu, tapi mencari jenis makanan sederhana itu di jaman sekarang susahnya setengah mati. Tidak banyak yang berjualan makanan ala jaman dulu dan laris manis.

gerobag mie sehati

gerobag mie sehati

Makanan jaman dulu hanya laris saat diadakan event nostalgia makanan jaman dulu. Setelah event itu berlalu, maka sang penjual akan kembali pada jualan masa kininya.

“Ibu saya dari kecil mengajari saya makanan sehat, selalu tanpa penyedap dan rasanya menurut saya tidak masalah. Tetap enak dan akibatnya ibu saya juga tetap sehat di usianya yang sudah senja”, kata salah seorang murid pelatihan mie sehati hari ini.

“Jaman sekarang ini repot kok mbak, waktu mahasiswa prihatin, makan yang murah meriah, jauh dari daging atau makanan berkolesterol tinggi. Setelah kaya dan sukses dicap sebagai penderit apenyakit A, B, C dst, sehingga tidak boleh sembarang mengkonsumsi makanan, akhirnya dari mahasiswa sampai sekarang makanannya ya itu-itu saja”

“Saudara saya ada juga yang sudah menjaga makanan yang dia makan, tetapi ternyata tiba-tiba divonis sakit kanker”

Jadi memang kita tidak hanya menjaga makanan yang dimakan tetapi pola hidup juga harus diatur agar hidup tetap sehat, awet muda dan mati masuk sorga !:-)

“Murid-murid yang ikut pelatihan mie sehati ini memang bermacam-macam. Ada yang begitu ingin melakukan ACTION menjadi pengusaha dan akhirnya mereka datang dengan semangat menggebu, pulang membawa mimpi dan sampai di rumah mewujudkan mimpinya”

“Ada juga yang ingin menambah ilmunya tentang cara membuat mie yang sehat dan kemudian menjadikan menu mie sehati sebagai menu tambahan di warungnya”

“Beberapa murid malah datang untuk belajar membuat mie sehat dan kemudian memasak mie tersebut untuk keluarganya. Mereka tidak rela keluarganya hobi makan mie instan”

“Mas Eko, apa bener ada yang hanya ingin belajar masak dan buikan belajar mejadi pengusaha mie?”

“Ya begitulah. mereka datang dengan mobil mewah ke warung kita saat di Cikarang dan ternyata mereka hanya bertujuan memasak makanan yang sehat”

Pelatihan mie sehati ini memang unik. Tidak hanya mencetak para wirausahawan baru, tapi memberi pengertian bahwa makanan bisa jadi sumber penyakit, sehingga sudah saatnya kita sadar bahwa membuat makanan yang sehat apalagi untuk dijual adalah kewajiban kita bersama untuk menjaganya.

Kandungan sawi dalam mie sehati yang berwarna hijau adalah cara cerdas mengajak anak-anak makan mie tanpa sayur tetapi mienya sudah dicampur sari daun sawi. Kita tahu, kandungan gizi sawi sangat kaya.

Di hari lain, kita juga bisa memasak mie sehati dengan campuran wortel atau bahan lain yang kaya gizi, sehingga mie sehati akan menjadi makanan yang sudah penuh gizi meskipun ujud luarnya seperti mie biasa yang dijual di warung mie.

“Bagaimana cara memasukkan sari daun sawi dalam sajian mie sehati mas Eko?”

“Gampang saja, ambil daun sawi kemudian diblender menjadi jus sawi. Setelah disaring, air jus sawi ini dijadikan campuran dalam membuat adonan mie. Demikian juga jika kita ingin membuat mie sehati dengan bahan yang lain, wortel atau buah bit, misalnya”

Makanan bisa jadi sumber penyakit, jad imari kita buat makanan yang bisa menghindarkan kita dari penyakit.

semangkok mie sehati

semangkok mie sehati

 

Persaingan buka usaha

Banyak orang beraggapan bahwa “Persaingan buka usaha itu perlu ditakuti”, padahal sebenarnya “Persaingan buka usaha itu (tidak) perlu ditakuti”. Topik ini kita bahas pada saat aku ikut motret kegiatan pelatihan mie sehati outdoor di Taman Kuliner Jogja, Sabtu 26 Januari 2013 kemarin.

pelatihan outdoor

Diskusi menjadi makin menarik karena, banyak yang masih beranggapan bahwa kalau mau buka usaha harus berbeda dengan usaha yang ada di tempat kita akan membuka usaha. “Buka usaha jangan mencari pesaing!”, begitu kilah mereka.

Persaingan buka usaha saat awal berdirinya usaha kita memang akan menghabiskan energi kita. Akan banyak energi yang dihabiskan untuk memikirkan bagaimana mengalahkan pesaing dan kadang bisa saja terjadi antara mereka yang bersaing akhirnya memunculkan perasaan bermusuhan.

Energi positip kita akan tergerus oleh energi negatip dari sebuah permusuhan. Semua ide kita untuk meningkatkan omzet penjualan atau memperbaiki kualitas usaha kita makin terpinggirkan secara tidak langsung. Akhirny abisnis kita malah jalan di tempat atau salah-salah malah bisa bangkrut.

“Baru buka usaha sebentar kok sudah bangkrut, kan begitu mas Eko? Itu pasti gara-gara persaingan buka usaha memang sesuatu yang menakutkan para pewirausaha baru”

“Bagaimana kalau aku mendoakan para pewirausaha baru itu bangkrut sekalian mas?”

“Lho?”

“Bagaimana kalau kudoakan mereka sering ditipu saat baru buka usaha?”

“Mikir persaingan buka usaha saja sudah pusing masak harus berpikir untuk siap-siap ditipu, hehehe… mas Eko bercanda ya?”

“Tidak bercanda ini. Lihat saja para pewirausaha yang kita anggap sudah mapan, apakah mereka tidak melalui tahapan bangrut, ditipu dan segala hal yang menakutkan lainnya?”

“Wah benar itu mas. Orang tuaku juga seperti itu”, tiba-tiba ada yang menyela pembicaraan ini.

“Ceritanya gimana mbak?”

“Ibuku dulu tidak punya apa-apa, akhirnya hanya bisa berjualan gethuk. Segala macam kesulitan dihadapi oleh ibuku. Yang namanya ditipu orang sudah sangat sering, tapi semua itu tidak menyurutkan niat untuktetap buk ausaha dan menjalankannya dengan penuh kesabaran. Semua orang yang pernah menipunya tetap dia jadikan kawan dan tidak ada yang dia jauhi”

” ……………………”

“Ibuku tetap baik pada mereka dan ternyata kemudian dari merekalah pintu rejeki itu terbuka. Ibuku percaya rejeki Tuhan itu lewat orang lain, dengan demikian selalu mementingkan kepuasan pelanggan adalah salah satu teori yang ibu ajarkan secara tidak langsung pada anak-anaknya”

“Wah kalau dalam teori manajemen ISO 9001, ada istilah tidak ada pelanggan yang rewel, yang ada adalah penjual yang kurang kreatif. Ibu mbak ini sudah menjalankan teori ISO 9001 tanpa perlu mempelajarinya”, kataku dalam hati.

“Dari jualan gethuk yang sederhana itu, ibuku bisa menyekolahkan anak-anaknya, bisa membeli rumah, mobil dsb untuk kita semua”

“Hanya karena gethuk ya mbak?”

“Iya mas. Sayangnya anak-anaknya malah tidak pandai memasak. Hahaha…. jadi  ikut pelatihan mie sehati untuk belajar memasak”

pelatihan  outdoor 1

Kitapun tertawa bersama, meskipun dalam hati aku juga mengiyakan pernyataan mbak ini di kalimat terakhirnya. Banyak orang tua yang sukses menjadi pengusaha, segala perjuangan dilaluinya untuk sukses dan menyekolahkan anak-anaknya dengan harapan agar anaknya nanti bisa menjadi pegawai !:-)

Akhirnya setelah anaknya sukses menjadi pegawai, terasa ada yang kurang dalam hidup ini. Merekapun mulai berpikir untuk jadi pengusaha, apapun ujud usahanya. Mereka akhirnya menyadari, bahwa apapaun jabatan mereka, saat pensiun semuanya itu akan hilang. Tinggalah sebuah post power syndrome dan segepok uang pensiun yang segera habis jika tidak diputar.

Beberapa tahun lalu aku pernah ke pabrik roti di Bandung yang dikelola oleh mantan direktur yang sudah sangat ahli di bidang ekonomi. Yang terjadi bisnisnya ternyata tidak sukses. Dunia kerja mereka sangat berbeda dengan dunia saat mereka pensiun, sehingga akhirnya mereka mundur selangkah dan menyerahkan bisnis rotinya pada istrinya. Mantan direktur itu hanya bertindak sebagai penasehat.

Hasilnya sungguh luar biasa. Pabrik rotinya berkembang pesat, sehingga kampung mereka terkenal sebagai kampung roti. Saat menjelang lebaran atau Natal, akan banyak penduduk kampung yang ikut bekerja di pabrik roti itu untuk mengejar produksi.

“Bagaimana bisa tidak terjadi persaingan di antara pabrik roti yang masih bersaudara ini? Bukankah mereka membuka toko di jalan yang sama, saling berderet dan saling berhadapan langsung?”

“Disini tidak ada persaingan buka usaha roti mas. Masing-masing toko sudah mempunyai pelanggan tersendiri. Kita memang membuat disain yang berbeda pada masing-masing toko dan ternyata mas lihat semuanya laris kan?”

Pikiranku langsung melayang ke kota Medan. Di sana ada gang yang kalau malam semua penjualnya menjual bubur ayam dan semuanya laris. Jadi terbukti bahwa persaingan buka usaha itu tidak perlu ditakuti.

“Mas Eko sudah ada cabang di sekitar rumah saya?”

“Wah itu tanggung jawab anda untuk membukanya. Kita hanya memberikan ilmu caranya membuat mie dan bagaimana menjualnya”

“Eh iya mas, bener jangan buka warung disana. Mas Eko cukup buka warung disini saja, nanti malah saingan sama saya. Hahaha….”

“Eh jangan keliru, makin banyakpenjual mie di tempat anda akan makin membuat mie sehati lebih dikenal”

“Mengapa mas?”

“Meskipun satu gang menjual mie semua, tapi warung mie sehati mempunyai keunggulan dibanding mie yang lainnya”

“Mas, banyak juga lho mie yang warnanya sama dengan mie sehati, tanpa pengawet dan tanpa penyedap MSG. Lalu apa istimewanya mie sehati mas?”

“Kita mempunyai 3 rasa istimewa”

“Rasa apa itu mas?”

“Rasa enak, enak tenan dan enak banget !”

“Hahahha…..”

Pelatihan mie out door kali ini benar-benar berlangsung penuh canda tawa. Kita jadi tidak takut lagi ditipu saat buka usaha dan tidak takut lagi bersaing secara sehat dengan penjual mie yang lain. Tidak ada persaingan antar penjual mie, yang ada adalah sinergi, saling menjadikan pesaing sebagai mitra. Saling belajar dan saling memberi pengaruh positip.

Benar kata temanku “Persaingan buka usaha itu (tidak) perlu ditakuti!”

es sehati

Pelatihan Mie di Surabaya

Pelatihan Mie di Surabaya kali ini jatuh pada hari Jumat, tanggal 1 Pebruari 2013. Acara dimulai pada jam 13.00 atau selepas sholat Jumat. Lokasi pelatihan seperti biasa di TK Islam Nurul Azizi Jalan Belimbing XI Pondok Candra Surabaya. Peserta wanita atau non muslim dapat langsung datang ke lokasi pelatihan, sedangkan peserta pria yang muslim dipersilahkan sholat Jumat dulu di dekat lokasi pelatihan.

Acara pelatihan memang praktis dimulai setelah sholat Jumat. Biaya pelatihan sama dengan di Jogja sebesar 150 ribu rupiah, dapat dikirimkan ke alamat ini :

Bank Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045.

Akan lebih baik kalau calon peserta pelatihan sudah mengunduh resep mie sehati di internet dan mempelajarinya di rumah. Dengan demikian acara pelatihan bisa lebih optimal.

Para peserta pelatihan diharapkan mengirim SMS ke Ibu Yeni 08883087532 berisi nama lengkap dan alamat lengkap. Nam alengkap diperlukan untuk ditulis pada sertifikat dan alamat lengkap diperlukan bila suatu saat ingin membeli mesin giling mie dan tidak ada stok di warung mie sehati.

Sebenarnya instruktur tidak menyediakan mesin giling mie, tetapi pengalaman membuktikan bahwa banyak dari peserta yang ingin langsung action dan membawa pulang mesin giling mie cadangan yang ada di saat pelatihan.

Ini kutipan tulisan tentang adanya peserta yang langsung ingin membawa pulang mesin giling mie yang diapkai untuk demo pelatihan mie.

+++

“Bu, teman-teman pelatihan kan sudah pesan mesin giling mie, agar mereka bisa langsung praktek di rumah. Jadi saya juga mau beli mesin giling mie punya ibu saja”, ucapnya lirih seperti berbisik pada sang instruktur pelatihan.

“Beli mesin giling mie tidak harus ke mie sehati, tetapi bisa beli sendiri ke toko-toko yang menjualnya. Harganya sekitar 600-700 ribu untuk ukuran yang kita pakai di pelatihan ini. Kalau pesan sekarang paling cepat dua minggu baru sampai”, begitu kalimat dari sang instruktur itu. Kalimat terakhir ini rupanya yang membuat mas Beni terus berbisik mendekati sang instruktur.

“Bagaimana kalau mesin giling mie yang Ibu demokan tadi saya bawa saja Bu. Saya benar-benar ingin langsung ACTION setelah mengikuti pelatihan ini”

“Wah gimana ya pak. Itu milik peserta pelatihan di Surabaya yang lalu dan akan segera diambil. Coba saya kontak ke pemiliknya dulu ya. Soalnya dia sudah bayar kontan”

+++

Begitulah kalau peserta pelatihan memakai otak kanannya dalam membuka usaha mie ayam sehati. Mereka langsung action dan urusan BEP (break event point) tidak mereka perhatikan. Yang penting ACTION.

Sampai bertemu saat Pelatihan Mie di Surabaya

+++

Duo Mie Sehati Perto Group

Duo Mie Sehati Perto Group

Pelatihan Mie Sehati 15 Desember 2012

Sebenarnya pelatihan pembuatan MIe Sehati pada hari Sabtu 15 Desember 2012 ini tidak ada. Yang ada adalah pelatihan Mie Sehati pada hari Minggu, tanggal 16 Desember 2012 di Cikarang, tetapi karena ada mis komunikasi, maka akhirnya pelatihan digelar juga meski bukan pada hari Minggu tetapi pada hari Sabtunya.

Tiga orang peserta datang dari luar pulau, yaitu dari Kalimantan. Dua orang dari Banjarmasin dan satunya dari Sampit. Peserta lainnya ada yang dari Jogja dan ada yang dari luar kota Jogja. Salah satu peserta dari Boyolali (Bajul kesupen), bercerita panjang lebar tentang niatnya untuk belajar mie sehati.

“Saya sudah lama bermain di makanan sehat, termasuk juice khusus untuk berbagai macam penyakit.

“Wah setahu saya Boyolali hanya terkenal sapinya”

Tidak, saya sudah pernah menyembuhkan orang yang dokter sudah menyerah untuk menanganinya dengan ramuan herbal saya. Jadi Boyolali tidak hanya terkenal akan sapinya atau susunya, tetapi masih banyak yang lainnya”

“Hahahabenar pak. Terus kok larinya ke mie?”

“Mie sehati saya lihat kaya akan kandungan gizi yang alami, jadi saya tertarik untuk belajar membuat mie sehati dan akan saya sandingkan dengan makanan minuman herbal saya”

Pembicaraan makin asyik karena semua peserta rupanya tertarik untuk belajar tentang ilmu herbal, bahkan sampai akhirnya ke produk organik.

“Sayang kalau ada kata organiknya jadi mahal ya pak?”, kataku

“Ini yang salah pak. Justru organik itu murah dan hasilnya luar biasa”

“Lho kok bisa begitu?”

“Ya memang begitu. Organik itu membuat proses pertumbuhan menjadi lebih cepat dan dimensinya juga menjadi lebih besar, sehingga secara umum lebih murah”

“Wah baru tahu nih pak. Tadinya yang saya tahu kan kalau ada kata organik pasti menjadi mahal harganya, misalnya beras organik lebih mahal dari beras biasa”

“Itulah kekeliruan kita”

Pelatihan Mie Sehati 15 Desember 2012

Pelatihan Mie Sehati 15 Desember 2012

Dengan penuh semangat cerita berganti ke masalah produk organik dan makin banyak yang tertarik untuk ikut membahasnya, sampai akhirnya harus dihentikan karena pelatihan akan segera dimulai.

“Boleh saya abadikan dengan handy cam ya?”

“Silahkan pak. Bebas kok”

“Kalau sudah jadi saya dikirimi hasilnya ya pak?”, tiba-tiba peserta lainnya nyeletuk

“Hahahaha……boleh-boleh”

“Sepuluh ribu satu CD?”

“Hahah…. malah jadi lebih mahal ongkos kirimnya nanti”

Akhirnya pelatihanpun dimulai. Didahului dengan doa bersama, maka di awal pelatihan peserta dikenalkan dengan cara menghidangkan mie ayam sehati ini. Selanjutnya dikenalkan dengan pembuatan kaldu, minyak mie ayam dan akhirnya cara membuat mie sehati.

“Warnanya kok bisa hijau seperti itu memakai pewarna apa Bu?”

“Kita memakai pewarna dari daun sawi. Ada di catatan yang dibagikan pada semua peserta pelatihan”

“Caranya?”

“Gampang kok, daun sawi diblender dan setelah disaring maka airnya dipakai sebagai campuran membuat mie”

“Memakai daun yang lain bisa ya Bu?”

“Apa saja bisa, tergantung selera kita, mau mie warna apa yang kita inginkan”

Pelatihan Mie Sehati 15 Desember 2012

Pelatihan Mie Sehati 15 Desember 2012

Tak terasa pelatihan akhirnya harus berakhir. Merekapun saling mempererat pertemanan dengan saling berbagi nomer telpon dan berjanji untuk bertemu lagi di lain waktu untuk membuktikan siapa yang sudah sukses membuat mie sehati. Pelatihan Mie Sehati 15 Desember 2012 ditutup dengan narsis berjamaah, seperti biasanya.

Pelatihan Mie Sehati 15 Desember 2012

Pelatihan Mie Sehati 15 Desember 2012

Pelatihan Mie Sehati di Jogja

Sabtu, 15 Desember 2012 akan diadakan pelatihan pembuatan mie sehati di Jogja, mulai jam 10.00 s.d 13.00. Untuk acara pelatihan mie sehati ini, seperti biasa biaya pelatihan sebesar 150.000 IDR bisa ditransfer melalui :

Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045

Para peserta pelatihan disarankan mengirim SMS ke Ibu Yeni 08883087532 terutama memuat data nama dan alamat lengkap. Data ini selanjutnya diperlukan untuk penulisan sertifikat dan juga untuk pengiriman mesin giling mie atau pengiriman formula mie sehati. Dua hal yang sangat krusial dalam pelatihan ini memang mesin giling mie sehati dan formula mie sehati.

Dari berbagai mesin giling mie yang ada, maka disarankan untuk memakai yang model engkol besar. Ada juga model engkol yang kecil, tapi cepat rusak dan hanya disarankan untuk pemakaian rumah tangga saja. Mesin giling yang disarankan oleh Mie Sehati cukup awet, bisa tahan bertahun-tahun dan harganya masih relatif terjangkau.

Mesin mie sehati

Mesin giling mie

Seperti biasa, pelatihan ini tidak hanya berlangsung saat pelaksanaan saja tetapi dijamin akan ada mentoring sampai peserta memahami proses pembuatan mie sehati dan proses penjualannya. Silahkan setelah pelatihan selalu menghubungi ibu Yeni Eshape (08883087532) atau pak Syamsu Master Mie Perto (08561125392) yang akan terus membimbing secara langsung maupun via Milis Mie Sehati.

Untuk pelatihan di jabodetabek. Silahkan hubungi pak Syamsu Irman Master Mie Perto (08561125392) atau pak Ipung (Purwanto) di Nomer : 083894423763 ( email : ipung1ipung@yahoo.com )

Bisa juga langsung melihat ke blog khusus pelatihan mie wilayah Jabodetabek di http://miesehati.wordpress.com

Untuk daerah Cibubur, jadwal ada di facebook Mi Jawara. https://www.facebook.com/MieJAWARA

Lokasi pelatihan mie sehati di Jogja adalah di depan warung mie sehati, jl Cungkuk Raya 258 Jogja KP 55182.

Kalau dari arah Kilometer Nol (Kantor Pos besar), maka ambil arah ke Wates (ke barat). Sampai di simpang empat Wirobrajan, belok kanan (ke utara) sampai ke pasar Klithikan.

Di depan pasar ada jalan ke kiri (Barat), ikuti jalan itu sampai ke Masjid Kuncen. Belok ke kanan (Utara) dan sampai ke Puskesmas Wirobrajan, belok ke kiri (Barat) masuk ke jalan Cungkuk Raya.

Warung Mie Sehati ada di sebelah kiri dan tempat pelatihan ada di depannya.

Kalau dari arah Magelang, maka jalan lurus terus ke arah Samsat (Selatan), ikuti jalan itu (belok ke kanan), lewat bawah kolong jembatan Kereta Api dan sampai di simpang empat. Belok kanan (Barat) sampai ke simpang tiga dan belok kiri (Selatan) masuk jalan HOS Cokroaminoto.

Jalan terus dan sampai ke pasar Klithikan.

Di depan pasar ada jalan ke kanan (Barat), ikuti jalan itu sampai ke Masjid Kuncen. Belok ke kanan (Utara) dan sampai ke Puskesmas Wirobrajan, belok ke kiri (Barat) masuk ke jalan Cungkuk Raya.

Warung Mie Sehati ada di sebelah kiri dan tempat pelatihan ada di depannya.

Sampai ketemu di pelatihan.

 

Jadwal Pelatihan Mie Surabaya dan Jogja

Jadwal Pelatihan Mie Surabaya dan Jogja untuk bulan Nopember dan Desember sebenarnya akan digeser tetapi karena peserta sudah terlanjur mendaftar, maka pelatihan tetap diadakan sesuai jadwal pelatihan mie yang telah dimuat di blog ini.

Jadi pelatihan di Surabaya dilaksanakan pada hari Jumat 30 Nopember 2012, jam 13.00 atau sehabis sholat Jumat.

Lokasi pelatihan di Surabaya sangat dekat dengan masjid, sehingga peserta bisa sholat Jumat di masjid tersebut sebelum ikut pelatihan.

Untuk wilayah Jogjakarta, sebenarnya pelatihan digeser pada hari Sabtu lalu, tetapi karena sudah ada yang mendaftar pada tanggal 1 Desember, maka pelatihan tetap diadakan pada Sabtu, 1 Desember 2012.

Untuk acara pelatihan mie sehati ini, seperti biasa biaya pelatihan sebesar 150.000 IDR bisa ditransfer melalui :

Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045

Para peserta pelatihan sebaiknya kirim SMS ke Ibu Yeni 08883087532 terutama nama dan alamat lengkap. Data ini diperlukan untuk penulisan sertifikat dan juga untuk pengiriman mesin giling mie atau pengiriman formula mie sehati.

Seperti biasa, pelatihan ini tidak hanya berlangsung saat pelaksanaan saja tetapi dijamin akan ada mentoring sampai peserta memahami proses pembuatan mie sehati dan proses penjualannya. Silahkan setelah pelatihan selalu menghubungi ibu Yeni Eshape (08883087532) atau pak Syamsu Master Mie Perto (08561125392) yang akan terus membimbing secara langsung maupun via Milis Mie Sehati.

Untuk pelatihan di jabodetabek. Silahkan hubungi pak Syamsu Master Mie Perto (08561125392) atau pak Ipung (Purwanto) di Nomer : 083894423763 ( email : ipung1ipung@yahoo.com )

Bisa juga langsung melihat ke blog khusus pelatihan mie Jabodetabek di http://miesehati.wordpress.com

Untuk daerah Cibubur, jadwal ada di facebook Mi Jawara. https://www.facebook.com/MieJAWARA

 

Pelatihan Mie Sehati di Mi Jawara Cibubur

Pelatihan UKM membuat MieSehat di MiJawara Cibubur Sabtu24/11/12 jam 09:30 sd selesai, biaya 150rb/orang. Cc @miesehati @TanganDiAtas

Begitu status mas Oni pemilik Mi Jawara Cibubur. Pelatihan Mie Sehati memang merambah kemana-mana dengan instruktur Master Mike Perto pak Syamsu Irman atau asistennya ibu Yeni Eshape.

Untuk wilayah Jabodetabek, maka tugas master mie perto pak Syamsu Irman untuk menjadi instruktur, sedang diluar wilayah itu, tugas ibu Yeni Eshape sebagai instruktur. Pada bulan ini pelatihan yang sudah pasti tanggalnya adalah di Cibubur pada hari Sabtu, 24 Niopember 2012 dan di Surabaya pada hari Jumat 30 Nopember 2012, jam 13.00 atau sehabis sholat Jumat.

Lokasi pelatihan di Surabaya sangat dekat dengan masjid, sehingga peserta bisa sholat Jumat di masjid tersebut sebelum ikut pelatihan.

Untuk wilayah Jogjakarta, melihat kesibukan dari Ibu Yeni, maka ada kemungkinan tidak ada pelatihan yang dijadwalkan pada bulan Nopember ini. Ada kemungkinan pelatihan mie sehati akan dijadwalkan pada awal Desember 2012, atau tepatnya pada hari Sabtu, 1 Desember 2012.

Untuk acara pelatihan mie sehati, biaya pelatihan sebesar 150.000 IDR bisa ditransfer melalui :

Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045

Info lebih detil via SMS ke nomor Yeni Eshape 08883087532. Sertakan nama lengkap dan alamat plus alamat email. Nama lengkap diperlukan untuk ditulis di Sertifikat, alamat untuk data base pelatihan dan alamat imil untuk memudahkan komunikasi sebelum maupun setelah acara.

Peserta pelatihan memang dijamin menguasai ilmu membuat mie secara total. artinya bila belum paham dipersilahkan untuk terus berkomunikasi dan ibu Yeni Eshape (08883087532) atau pak Syamsu Master Mie Perto (08561125392) akan membimbing secara langsung maupun via Milis Mie Sehati.

Khusus untuk pelatihan di wilayah Cikarang bisa diikuti di http://miesehati.wordpress.com/

Pembayaran untuk peserta pelatihan wilayah Jabodetabek dapat dilihat di situs tersebut atau langsung menghubungi FB Mie Jawara.

Khusus untuk pelatiha ndi Mie Jawara Cibubur yang berlokasi