Over Rice

Di situs Over Rice kubaca “Winner of Jakarta’s Best Restaurant Awards 2007 & 2008 in Modern Asian Category by Jakarta Java Kini Magazine”, sangat meyakinkan !

Kitapun sepakat untuk memesan menu Over Rice yang menurut sebagian orang harganya mahal, tapi tetap diminati karena rasanya yang enak. Itu sebuah kejadian yang terjadi beberapa tahun lalu dan hari ini kulihat ada lagi box Over Rice di mejaku, langsung saja kusingkirkan menu lain yang ada di mejaku. Bukan aku tidak suka nasi kotak konvensional yang duluan ada di mejaku, tapi memang Over Rice yang ini masih terlihat panas dan kemudian terbukti memang masih hangat, sementara nasi kotak yang satunya sudah tidak hangat lagi.

Sebenarnya dalam dunia kuliner itu tidak dikenal menu yang mahal dan menu yang murah. Harga mahal dan murah bisa jadi relatif ketika rasa sudah berbicara. Rasa memang tidak bisa menipu, menu yang lebih mahal biasanya memang lebih nikmat rasanya, tapi ketentuan ini tidak seratus persen benar. Masih banyak warung pinggir jalan yang rasanya jauh lebih enak, lebih maknyus,  dibanding resto yang mahal.

OverRice

OverRice

Bisnis kuliner ini memang berbeda dengan bisnis lainnya. Ada sebuah tempat yang terlihat kumuh, tetapi ternyata yang datang di lokasi kuliner itu adalah orang berduit dan pecinta kuliner sejati. Mereka bisa jadi datang dari tempat yang cukup jauh, tetapi tetap datang lagi, begitu mereka berwisata di dekat lokasi kuliner tersebut.

Ayam Goreng H Soleh Pandaan salah satu contoh lokasi warung yang “nylempit” (tersembunyi), jauh dari keramaian, tetapi larisnya luar biasa. Kunci di warung ini adalah sebelum digoreng, ayamnya dimasak dulu dengan campuran air kelapa, sehingga rasanya berbeda dengan ayam di tempat lain. Jamu beras kencur juga menjadi daya tarik warung ini.

Kalau sudah begini, maka harga yang mahal, lokasi yang jauh sudah tidak berpengaruh lagi bagi pembeli. Itu sebabnya aku lebih suka menyebut harga kuliner itu “reasonable” atau tidak , masuk akal atau hanya ngejar setoran !:-)

Semahal apapun harganya, selama masih seimbang dengan kenikmatan yang didapat, maka harga jadi nomor dua. Akan berbeda dengan selera mahasiswa, senimmat apapun makanan, selama tidak terjangkau isi kantong dianggap tidak nikmat lagi. Bagaimana bisa merasa nikmat, kalau makan seporsi kemudian harus puasa dua hari 🙂

Kembali soal nasi kotak Over Rice, harga mahal dari kuliner ini menurutku memang reasonable. Lihat saja bungkus plastiknya yang memenuhi standar internasional sebagai bahan pembungkus makanan. Tertulis di bawah bungkus plastik keterangan tentang jenis plastik yang dipakai, yaitu PP (polypropylene) yang merupakan pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman, seperti botol minuman, tempat menyimpan makanan dan terpenting botol minum untuk bayi. Biasanya bahan PP dengan angka 5 berupa botol transparan yang tidak jernih.

Soal rasa, Over Rice juga sangat memanjakan lidah, terutama yang sedang lapar maupun yang sudah tidak begitu lapar. Tentu makanan ini kurang cocok bagi kantong mahasiswa, tapi bagi mahasiswa yang berduit tebal, harga pasti tidak menjadi kendala untuk menyantap Over Rice.

OverRice

OverRice