Jadwal Pelatihan Mie Sehati | Perto Group bulan Juni 2012

Dari milis Mie Sehati, didapat data jadwal pelatihan untuk bulan Juni 2012 sebagai berikut :

  1. Tanggal 3 Juni 2012 di Warung blogger Mie Sehati, jalan Cungkuk Raya 258 Jogjakarta
  2. Tanggal 10 Juni 2012 merupakan permintaan khusus dari kampus STMIK-Cikarang Jl.Industri Raya Kab.Bekasi.( khusus mahasiswa/wi), jadi tidak untuk umum.
  3. Tanggal 17 Juni 2012 di di Warung Nasi RAOS ( ex Sate Kelinci ) Jl.Tarum Barat 2, Cikarang Baru.
  4. Tanggal 15 Juni 2912 di TK Nurul Azizi Jl Blimbing XI Pondok Candra Surabaya
  5. Tanggal 24 Juni 2012 di Bogor

Pendaftaran di Jabodetabek (termasuk Cikarang), silahkan melalui telepon, hubungi Ibu Mustika dengan nomor Telp. 081808282463 / 082111696766

Sedangkan untuk pendaftaran melalui email, dipersilahkan langsung ke : ipung1ipung@yahoo.com (Pak Ipunghttp://www.yumnibiz.wordpress.com)

Biaya investasi Rp. 125,000,- dapat ditransfer ke :
Rek.CIMB Niaga # 025 010 4374 118 – Purwanto
Rek. Mandiri # 125 000 516 1682 – Harminto Andi .P
Rek. BCA # 5220473696 – Mustika Ningsih

Kontak yang bisa dihubungi pada pelatihan di Bogor, selain master Mie Perto pak Syamsu adalah mbak Lili dengan nomor ponsel 08176622431. Biaya pelatihan sama dengan biaya pelatihan di tempat lain yaitu Rp. 125 ribu per orang.

Untuk pendaftaran di Surabaya dan di Jogja, silahkan ikuti informasi di bawah ini :

Pendaftaran melalui Telpon ke Ibu Yeni : 08883087532

Untuk Pembayaran bisa melakukan transfer ke Rekening di bawah ini :
Bank Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045.

 

mesin giling mie

Pelatihan Mie Sehati khusus Cikarang, 15 April 2012

Bila Anda punya motivasi tinggi untuk membuka usaha dan tidak hanya sekedar ingin mengetahui bagaimana proses membuat jajanan yang sehat, maka silahkan bergabung dengan tim pelatihan Mie Sehati khusus daerah Cikarang. Pak Ipung, EO Pelatihan, akan mendatangkan master Mie Sehati Perto Group, Pak Syamsu Irman, pada hari Minggu, tanggal 15 April 2012.

Mie Sehati di Poins Square (19)

Tempat Pelatihan : Rumah Ibu Mustika, anggota kelompok Mastermind Cikarang2 (MMC2).

Tepatnya di Jalan Puspita VII Blok S No.4 – Montana Residence – Jababeka 2, Cikarang Baru

Telp. 081808282463 / 082111696766

Untuk mendaftar melalui telepon, silahkan hubungi Ibu Mustika dengan nomor di atas.

Untuk pendaftaran melalui email silahkan langsung ke : ipung1ipung@yahoo.com (Pak Ipung http://www.yumnibiz.wordpress.com)

Biaya investasi Rp. 125,000,- dapat ditransfer ke :
Rek.CIMB Niaga # 025 010 4374 118 – Purwanto
Rek. Mandiri # 125 000 516 1682 – Harminto Andi .P
Rek. BCA # 5220473696 – Mustika Ningsih

+++

•Catatan untuk Pelatihan Mie Sehati di Yogya (6 dan 21 April 2012) dan Surabaya (13 April 2012) :

Pendaftaran melalui Telpon ke Ibu Yeni : 08883087532
Untuk Pembayaran bisa melakukan transfer ke Rekening di bawah ini :
Bank Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045.

Pelatihan Dadakan (lagi) 30 Juli 2011, Sabtu pagi di Cungkuk Raya 258 Yogyakarta

Banyaknya permintaan akan adanya pelatihan menjelang bulan puasa akhirnya meluluhkan hati tim pelatihan Mie Sehati. Ditetapkan pada akhirnya akan diadakan pelatihan pada tanggal 30 Juli 2011, hari Sabtu dengan jam pelatihan seperti biasa (jam 09.00 – 13.00).

Peserta pelatihan tanggal 10 Juli 2011 dari Tegal

Peserta pelatihan tanggal 10 Juli 2011 dari Tegal

Permintaan diadakannya pelatihan ini datangnya dari para peserta yang berasal dari luar pulau, mirip dengan beberapa pelatihan dadakan yang pernah diadakan di Mie Sehati Yogyakarta. Mungkin mereka sedang pulang kampung menjelang bulan puasa, sehingga memanfaatkan keberadaan mereka di pulau Jawa dengan mengikuti pelatihan bisnis Mie Ayam Sehati.

Transfer biaya pelatihan sebesar Rp. 100.000 dapat dikirim melalui :

Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045

Silahkan hubungi Ibu Yeni 08883087532 untuk informasi lebih detil.

Diskusi Mie Ayam Sehati | Perto Group

Pelatihan mie sehati | Perto Group selama ini selalu dipandu oleh Master Mie Perto Pak Syamsu dan asistennya Ibu Yeni, namun dalam dunia online nama mereka tenggelam oleh namaku. Begitu dahsyatnya dunia online, sehingga kalau disebut kata kunci mie sehati, maka yang muncul adalah namaku.

Akibatnya, mau tidak mau, aku harus belajar banyak tentang miesehati, baik proses pembuatannya maupun konsep penjualannya. Inilah yang kemudian kudiskusikan dengan pak Syamsu dan kupakai sebagai senjata setiap aku berdiskusi tentang mie sehati, dimanapun aku berada.

Konsep mie sehati adalah konsep “sharing” atau pak Syamsu lebih mengenalnya dengan istilah berbagi ilmu berbagi berkah.

“Bagaimana caranya membuka warung mie sehati?”

“Ikut pelatihannya dan langsung buka warung, jangan pakai mikir”

“Bolehkah memakai nama mie sehati ?”

“Boleh. Bebas memilih nama”

“Berarti boleh memakai nama selain mie sehati?”

“Benar. Yang penting beli biang mie ke mie sehati dan jangan beli ke mie yang lain. Kita tidak menjamin rasa kalau resepnya memakai resep lain”

“Adakah fee yang harus diserahkan ke Mie Sehati?”

“Bila sudah merasa untung, silahkan sisihkan 2.5 % untuk mereka yang membutuhkan”

“Hanya itu saja syarat membuka mie sehati?”

“Ya benar!”

Konsep mie sehati | Perto Group adalah membuat semua orang Indonesia mudah membuka usaha dengan modal yang seminimal mungkin. Saat ini dengan uang 3 juta rupiah (diluar tempat), maka kita sudah bisa buka usaha mie sehati, atau apapun namanya.

Ingin diskusi lebih dalam tentang mie sehati? Silahkan ikuti milis mie sehati.

Salam sehati.

Logo Miesehati yang lain

Logo Miesehati yang lain

Launching Dapur Mie Ijo – Halim

Sehari sebelum acara launching Dapur Mie Ijo Halim, aku kontak Master Mie Perto Pak Syamsu Irman untuk menghadiri acara tersebut barengan. Maklum meskipun tempatnya dekat, tapi lebih enak kalau bawa navigator yang paham jalan.

Rupanya pak Syamsu ada acara lain, sehingga jadinya sendirian saja menuju acara launching Dapur Mie Ijo dan seperti kuduga -sedikit- salah jalan. Untung aku curiga, sehingga cepet-cepet balik kanan.

Rupanya kalau dari arah PGC, spanduk mie Ijo ini tidak terlihat jelas, setelah balik kanan, maka spanduk ini terlihat jelas di kiri jalan.

Langsung masuk dan parkir mobil. Jalan sebentar pas di depan mushola yang sangat bagus (sayang lupa namanya) langkahku tertahan oleh antrian orang-orang yang mau masuk ke Dapur Mie Ijo.

Suasana di dalam ruangan sudah hiruk pikuk oleh mereka yang menyantap Mie Ijo buatan mas Bayu. Laki perempuan, tua muda sampai anak-anak memenuhi ruangan dapur Mie Ijo. Mas Bayu sendiri berkutat di depan gerobak Mie Ijonya dan tidak bisa kemana-mana. jadi ingat cerita pembukaan Mie Gendut di deltamas. Suasananya sangat mirip. Sang penjual dipaksa tidak bisa duduk dan berdiri terus untuk melayani para tamu.

Begitu sudah merasakan satu porsi, langsung mereka pada pulang dan menenteng beberapa porsi tambahan.

“Ada yang pesan sampai 15 bungkus untuk dibawa pulang”, kata sohibul bait.

Wouw, luar biasa Mie Ijo ini. Mangkuknya lain dari pada yang lain. Ada sapuan warna biru di mangkoknya dan ada taoge di dalam mangkoknya. Ini mungkin memang ciri khas dari Mie Ijo yang digagas oleh mas Bayu. Rasanya tetap tidak lari dari rasa khas Mie Ayam Sehati | Perto Group, tetapi ada sensasi baru, karena ada tambahan taoge dan pangsit rebus.

Tambahan pangsit rebus ini membuat sajian mie ijo terasa berbeda dengan Mie Sehati di tempat lain. Mungkin resto mie sehati | Perto Group lainnya bisa mencontoh untuk membuat unik sajiannya masing-masing.

Harga jual masing-masing menu bisa dilihat dari menu yang ditempel di gerobak mas Bayu. Setiap daerah memang memasang harga yang berbeda, tetapi patokan dasar adalah harus lebih dari 7.000 rupiah atau minimal sama.

Selesai sholat Dhuhur, tim mie sehati pamitan dan menuju ke kegiatan lainnya, yaitu kopdar alumni UGM yang tergabung dalam KagamaVirtual Wilayah Jabodetabek.

Kekenyangan Mie Ijo langsung merem

Kekenyangan Mie Ijo langsung merem

Mie Wasabi, yang baru di Plaza THB Bekasi

Setiap bertemu dengan kawanku yang sudah lama tidak bertemu, biasanya kalimat yang terucap adalah, “Wah…sudah terkenal ya mie sehatinya? Tak search di Gugel selalu muncul namanya …”

Aku biasanya menjabat erat tangannya sambil tersenyum tersipu-sipu, sambil berharap dia berkata lagi. Biasanya memang selalu disambung dengan pertanyaan klasik.

“Itu framchise ya? Sudah berapa cabangnya? Maksudnya outletnya sudah berapa dan dimana saja?”

Kalau sudah sampai di pertanyaan ini, maka aku biasanya memulainya dengan jawaban klasik.

“Konsep Mie Sehati | Perto Group adalah bagaimana seluruh rakyat Indonesia ini bis amenjadi pengusaha dengan modal yang sesedikit mungkin”

“………”

“Nah, di bisnis Mie Ayam Sehati ini cukup dengan modal 3 juta kita sudah bisa buka usaha sendiri”

“Itu biaya untuk apa mas?”

“Itu biaya untuk semuanya kecuali tempat”

“Oooo…..”

“Kita sebut outlet Mie Sehati lainnya dengan sebutan binaan, karena mereka memang binaan kit atetapi segala masalah pemrodalan sampai operasionalnya menjadi tanggung jawab mereka sendiri”

“Terus apa yang dilakukan oleh Mie Sehati terhadap mereka?”

“Mie Sehati hanya memberikan ilmu pada mereka. Bagaimana membuat mie yang sehat dan tetap lezat serta mengajari mereka cara berjualan yang bernilai ibadah”

“Lalu apa keuntungan dari Mie Sehati?”

“Kalau soal untung dan rugi kita serahkan pada Yang Maha Pengasih dan penyayang, yang jelas kita bisa bertambah teman dan keluarga. Menyambung tali silaturahmi adalah perbuatan yang baik menurut kami dan itu sebabnya satu musuh terasa kebanyakan dan seribu sahabat terasa masih sangat kurang”

“Terus pemasaran yang bernilai ibadah itu yang kayak apa?”

“Pada saat pembukaan warung mie, kita buat 200 mangkuk (porsi) dan separuhnya kita berikan gratis pada orang yang kita targetkan menjadi pasar mie kita”

“……”

“Seratus orang akan mencoba kelezatan mie ayam sehati artinya ada seratus suara yang siap menjadi tenaga pemasar kita. Pada bisnis kuliner, orang lebih percaya pada omongan orang daripada iklan di koran atau di media lainnya”

“..itu yang dimaksud dengan beribadah sambil melakukan pemasaran yang cerdas?”

“Yes..tapi tidak hanya itu, masih banyak jurusnya”

“Misalnya…”

“Ini hal klasik tapi sangat bermanfaat”

“Hmmm…..”

“Setiap hari sebelum berdagang dengan manusia, coba kit aberdagang dulu dengan Tuhan”

“Caranya?”

“Setiap hari kita buat beberapa porsi yang kita sedekahkan pada mereka yang membutuhkan. Setelah itu barulah kita jual mangkok mie lanjutannya”

“Bagaimana mie itu bisa terasa leszat, padahal tidak memakai penyedap dan pengawet”

“Pertama, tanpa pengawet justru akan menjamin mie kita lezat, karena mie sehati dibuat hari ini dan disajikan hari ini, sehingga kesegaran rasa mienya luar biasa enaknya”

“Resep lainnya?”

“Selalu gunakan kecap selera nusantara, yaitu BANGO dan gunakan saos Dua Belibis. That’s all!”

“Bener mas, aku pernah nyoba mie Wasabi di Bekasi. rasanya memang enak sekali. Aku jadi pingin nyoba juga yang di Jogja, jangan-janga lebih istimewa…”

“Hahahaha….. sama saja mas. Kita jamin rasanya mirip, karena kita belum menerapkan sistim manajemen proses untuk mengendalikan proses pembuatan mie hijau ini”

Aku selalu ingat kata-kata pak Wahyu Saidi yang bangga menjadi penjual mie, meskipun gelar pendidikannya bikin ngiri penjual mie yang lain.

“Banggalah menjadi penjual mie, karena kita telah memberikan contoh nyata bagaimana nikmatnya membuka usaha sendiri”

Baru buka Gerai Mie Wasabi

Nama yang cukup asing di telinga ini sebentar lagi akan muncul di Bekasi dan akan sangat memukau para pelanggannya. Bagaimana tidak, belum buka warung saja sudah kelarisan apalagi kalau warungnya sudah dibuka.

Itulah Gerai Mie Wasabi (Warna Alami Sehat Bergizi) yang akan dibuka pada tanggal 15 Januari 2011 ini. Bagi teman-teman komunitas Tangan Di Atas Bekasi (TDA Bekasi) disediakan dua hari untuk berbagi bisnis di warung ini.

Mengambil Tempat di Plaza Taman Harapan Baru Bekasi, warung ini sebenarnya sudah lama diidamkan oleh pemiliknya yang sudah belajar lama cara pembuatan mie ayam Sehati | Perto Grup.

Dengan konsep “green”, maka warung ini menyediakan makanan yang benar-benar sehat bergizi dengan tetap menjaga kelezatannya. Seperti juga di gerai mie sehati lainnya, maka sebagai pewarna hijau pada mie Wasabi, maka digunakan daun Sawi Hijau yang diambil sarinya.

Kita semua tentu tahu manfaat Sawi Hijau. Bila belum yakin manfaatnya, silahkan saja di search, maka pasti jawabannya kurang lebih seperti ini.

+++

Sawi mampu menangkal hipertensi, penyakit jantung, dan berbagai jenis kanker. Manfaat lainnya adalah menghindarkan ibu hamil dari anemia.

Konsumsi sayur-sayuran sudah menjadi kebutuhan primer karena kandungan gizinya yang sangat tinggi. Menurut Gladys Block, Ph.D, dari University of California di Berkeley, Amerika Serikat, konsumsi sayuran hijau secara teratur dapat menyusutkan risiko penyakit kanker hingga separuhnya.

Dr. Joann Manson dari Harvard Medical Scholl menyebutkan bahwa konsumsi sayuran hijau dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular seperti stroke, jantung koroner, dan hipertensi. Salah satu jenis sayuran yang sangat populer di Indonesia adalah sawi.

+++

Jadi bagi yang belum suka sawi dan ingin mendapatkan khasiatnya, silahkan saja menyantap Mie Hijau Wasabi. Tidka terasa aroma Sawinya, tetapi kandungan gizinya sudah masuk dalam mie Wasabi.

Bagi warga Bekasi, dipersilahkan mencobanya. Disini alamatnya.

+++

Mie Wasabi masuk TiVi

Pelatihan Mie Sehati : Depok 12-12-2010

Kalau di warung mie sehati diadakan syukuran atas rahkmat Allah yang telah diterima, maka di Depok diadakan pelatihan Mie Ayam Sehati. Inilah pelatihan angkatan ke 22 di penghujung tahun 2010 ini.

Bagi peminta pelatihan ini dikenakan biaya sebesar 75.000 per orang. Kalau bayar di tempat dikenakan biaya 100 ribu. jadi kalau memang sudah punya niat segera saja transfer biaya pendaftarannya.

Silahkan catat tanggal dan tempat acara.

Danau Pengasinan – Sawangan – Depok, tanggal 12 Desember 2010, jam 09.00 s.d jam 14.00. Kontak person Pak Ipung (EO Cimart) 0815 1090 1803.

Untuk pelatihan di Yogya akan diadakan pada tanggal 26 Desember 2010 di Cungkuk Raya 258 Yogyakarta 55182. Hubungi Ibu Yeni 08883087532 untuk pelatihan di Yogya.

Sampai ketemu di lokasi.

Mie Pelangi POKSA 11 : Memang Enak

Saat pembentukan Mastermind Poksa 11, aku sempat ikut di pertemuan pertama mereka. Aku ajak juga pak Ruwi JM dari Mastermind Cikarang 1 untuk ikut acara itu.

Ada cerita lucu yang dilontarkan salah satu peserta Mastermind.

“Sehabis mendengar ceramah pak Purdi, saya langsung sewa kios pak. Sekarang saya bingung mau diisi apa kios yang sudah saya sewa itu?”, begitu katanya dan tentu hal ini langsung disambut dengan tawa maupun senyum dikulum oleh para peserta MM Poksa 11.

“Begitulah jiwa TDA Bu. Yang terpikirkan hanya action, sehingga setelah itu jadi bingung sendiri”

“Terus gimana pak?”

“Ya mari kita pikirkan bersama-sama, apa yang paling baik dilakukan terhadap kios yang sudah disewa itu”

Kitapun berdiskusi panjang lebar tentang sesuatu urutan kegiatan yang akhirnya dipopulerkan oleh pak Ato Kupat Tahu dengan sebutan APH (Action-Pikir-Hitung) atau KPK (Kerjakan-Pikir-Kalkulasi).

Sore ini ditemani pak Syamsu Master Mie Perto, kita coba cita rasa Mie Pelangi hasil kolaborasi MM Poksa 11 ini. Suguhan pertama yang disajikan adalah Dawet Hitam yang belum dirasa saja sudah menerbitkan selera. Gelasnya mengundang selera orang untuk meminumnya.

“Kalau mau dibikin lebih mantap, coba campur dengan daet ijo Bu”, demikian arahan dari pak Syamsu melihat aku langsung nyruput dawet Hitam tanpa sempat difoto lagi.

Setelah puas minum dawet hitam, maka yang muncul kemudian adalah Mie Pelangi. Aku yang belum pernah makan mie pelangi agak heran juga dengan tampilan mie ini.

Ada warna hijau (dari sari jus sawi), kuning (warna asli mie) dan kemerahan (dari warna wortel import). Ini rupanya yang membuat mi ini disebut mi pelangi. Mie yang penuh warna.

“Warnanya kurang ngejreng sore ini pak”, kata bu Neli salah satu pemilik warung Mie Pelamngi ini.

Oke soal warna bagiku tidak begitu menjadi masalah, karena toh aroma dan wajah mie itu sudah cukup sebagai pembangkit selera. jadi yang penting adalah bagaimana rasa mie itu sekarang.

Kucoba makan tanpa saus, kemudian kucoba lagi dengan ditambahi saus dan terakhir kutambahi dengan kecap Cap BANGO (selera Nusantara).

Hasilnya adalah suatu nuansa rasa lezat yang terus menanjak sampai akhirnya mie itu ludes habis tuntas.

Mie ini cocok sebagai contoh mie hasil binaan Pak Syamsu Perto Gourp. Salut buat pak Syamsu yang mau meluangkan waktunya untuk mengecek sejauh mana mitra binaannya berkembang, baik di pemasaran mienya maupun di proses produk mienya, termasuk cita rasa mienya.