Testimoni dari Abi Priok

Jakarta, 21 April 2010 Kompas…

Ribuan pekerja outsourcing di pelabuhan/terminal petikemas itu menuntut diangkat menjadi karyawan tetap. Kontrak kerja outsourcing ditandatangani oleh manajemen JICT dengan beberapa vendor, yakni PT Philia Mandiri Sejahtera, Koperasi Pegawai Maritim, dan Koperasi Karyawan JICT.

 

Mereka antara lain bekerja sebagai operator rubber tired gantry crane, head truck, quay crane, radio officer, dan maintenance.

“Pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan inti yang terkait langsung dalam proses produksi dan berada di lini satu pelabuhan/terminal peti kemas,” kata Hanafi yang juga Presiden Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI)..


Ya, sekelumit berita yang tentunya diantara kita ada yang pernah mengamatinya melalui layar berita televisi. Dan kebetulan kejadian tersebut menimpa saudara ipar saya, akhirrnya dikarenakan penuntutan pekerja kontrak sebagian dari mereka diberhentikan oleh perusahaan.

Apa reaksi selanjutnya..?

Yang saya amati.. – Bingung – Ketakutan akan masa depan yang suram – Terkadang matanya berkaca dan terlihat iba seolah membayangkan anak yang sudah mulai besar ketika pagi selalu tersenyum jika Ayahnya berangkat bekerja dan kebetulan dikaruniai 3 orang anak yang lucu-lucu dan manis.

Saya sendiri ikut bingung dan iba melihatnya, Tanjung Priuk – Bekasi mondar mandir mencari jawaban.

Setelah sekian lama mencoba untuk mencari tahu tentang apa yang harus bisa dilakukan akhirnya bertemulah dengan “Pesta Wira Usaha Bekasi ” dan salah satunya disitu terdapat workshop “Mie Ayam Sehati “.

Akhirnya setelah berbincang-bincang dan mencoba memberi masukan akhirnya beliau tertarik juga pengin ikut nimbrung gabung, bolehlah ikut ya nanti uang pendaftaran gimana, mungkin bagi sebagian besar anggota milist uang 150.000 tidak berarti tapi bagi orang yang sudah terkena PHK 3 bulan hidup di Jakarta tentu sesuatu yang berharga.

Okelah ikut ucapnya terima beres ya..

seeplah mas ikut aja siapa tahu bermanfaat.

Saya lihat begitu antusias mengikuti jalannya acara, sementara Pak Syamsu asyik memainkan mie kesayangannya he..he.

Hari ke-3 setelah mengikuti Pesta Wirausaha beliau telpone.

Har, aku pengin ikut beneran yah buat pelatihannya di Cikarang kan?..

yah mas ikut saja murah kok cuma gantiin biaya bahan saja.

Kebetulan beliau memang gaptek sama komputer dan gak pernah ikut milist ya nggak kelihatan tapi mungkin ada yang kenal waktu pelatihan namanya Irwan.

Sepulang dari pelatihan beliau langsung semangat dan mampir ke tempat saya, dengan raut muka yang sama, bingung.

Modalnya bagaimana? katanya ..

Mas, kan dirumah Ibu sudah ada mesin gilingnya, mangkuk juga ada, kompor, piring ya udah itu cukup mas tinggal modal bahan kita bantu, Spanduk nanti buatin, gampang jangan dibikin repot pungkasku.

Setelah dihitung-hitung ternyata modal gak lebih dari 400.000,- sudah bisa buka..murah kan?

Alhamdulilllah sudah berjalan sampai sekarang dengan nama Mie Abi dengan memanfaatkan teras rumahnya yang sempit di Jl.Kampung Mangga RT 016/RW 03 Tanjungpriuk Koja- Jakarta Selatan.

Setidaknya dengan modal yang terbatas sudah cukup untuk bisa menyambung hidup sehari-hari tinggal bagaimana seiring waktu bisa menapaki jalannya usaha dengan kreativitas dan peluang kedepannya. Memang saya lihat antusias warga setempat begitu marak, selain karena mereka baru dengar kok ada mie yang berwarna hijau, kuning,merah,diolah ditempat, gak pake pengawet, boleh lihat proses pembuatannya juga.

Untuk pemula sudah lumayan sehari bisa habis 2-3 gilingan.

Yah begitu sekelumit fakta yang tejadi. Jadi bagi Anda yang masih bingung untuk memulai usaha mungkin ini bisa menjadi isnpirasi tanpa perlu modal yang berlimpah, dan pintar meracik mie, gampang saja kalau mengikuti pelatihannya kok..dijamin enak, enak tenan, enak sekali..

Soal pelatihan dan dimana tanya sama Masyon.he..he (atau tanya Ibu Yeni saja 0888 308 7532)

Salam Berbagi…

Anhar http://www.mainanpesawat.com

http://www.muhammadyasiranhar.wordpress.com

+++

diambil dari milis TDA Bekasi atas ijin mas Anhar