Pelatihan Mie Ayam Sehati di Bulan Puasa

Peserta pelatihan Mie Sehati dari Papua

Peserta pelatihan Mie Sehati dari Papua

Bulan puasa ini ternyata tidak mengendorkan semangat para calon peserta untuk berlatih membuat dan menjual mie hijau sehati. Tidak tanggung-tanggung peserta yang bertanya datang dari Papua, sebuah daerah yang amat jauh dari Jogjakarta.

Setelah melalui pembicaraan yang super singkat dan penuh energi positip akhirnya diputuskan pelatihan diadakan pada tanggal 25 Juli 2012. Bahkan seusai pelatihan, teman-teman dari Papua tetap tinggal di Jogja untuk mendalami cara pembuatan mie sehati.

Mereka menginap di sebuah hotel dekat warung mie sehati dan selama beberapa hari mendalami proses pembuatan mie maupun penjualannya. Terlihat wajah cerah mereka dan semangat mereka untuk segera menguasai seluk beluk mie ayam sehati.

Pada hari terakhir, mereka membawa dua buah mesin giling mie dan siap untuk mengajarkan ilmu membuat mie. Cita rasa mie sudah mereka rasakan sendiri, sehingga mereka sudah mantap untuk berbagi ilmu.

“Hanya ada tiga rasa untuk mie sehati, yaitu Mie Ayam Sehati rasa ENAK, ENAK BANGET dan ENAK TENAN !”

Di Papua mereka adalah putra daerah yang cerdas dan penting, tetapi mereka tetap pandai menjaga diri sehingga langsung menyatu dengan suasana Jogja yang tentu saja berhati nyaman atau membuat hati siapapun menjadi nyaman.

Misi mereka juga sangat mulia. Mereka akan menjadi duta mie sehati di Papua dan akan mengajarkan seluk beluk ilmu mie sehati kepada teman-teman mereka yang ada di Papua. Mereka ingin berbagi ilmu, karena berbagi ilmu adalah sama dengan berbagi berkah.

Tentu sangat layak kalau apresiasi juga diberikan kepada siapa saja yang membuat mereka bisa datang dari Papua ke Jogja. Banyak sekali tangan yang terlibat, sehingga mereka bisa datang ke Jogja dan semoga Allah swt membalas budi baik mereka ini. Amin.

Selesai pelatihan dengan teman-teman dari Papua, ternyata masih juga ada permintaan untuk mengadakan pelatihan di bulan Puasa ini, sehingga akhirnya diputuskan untuk mengadakan pelatihan lagi pada hari Sabtu, tanggal 4 Agustus 2012. Untuk bulan September sendiri, pelatihan akan diadakan pada hari Sabtu, tanggal 29 September 2012.

Tempat pelatihan dan waktu pelatihan seperti biasa, yaitu di Mie Sehati Cungkuk Raya 258 Jogjakarta, mulai jam 09.00 s.d 13.00.

Untuk pelatihan di Jogjakarta ini, seperti biasa dapat menghubungi Ibu Yeni Eshape di 08883087532, sebaiknya via SMS dulu. Tulis nama lengkap dan alamat jelas. Nama ini nantinya akan ditulis pada sertifikat yang dikeluarkan oleh Mie Sehati.

Biaya administrasi pelatihan sebesar Rp. 125.000 dapat ditransfer ke alamat di bawah ini :

Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045

Berbisnis dengan Allah sebelum dengan sesama : Buka Bersama

“Sebaiknya kalau ingin bisnis kita sehat dan berkah, kita dahului dengan bisnis dengan Allah dahulu”

“Maksudnya?”

“Misalnya kita pedagang buah, mari kita pilih yang bagus sebelum kita berjualan dan berikan pada yang membutuhkan”

“Wah kalau kita penjual berlian sulit donk pak”

“Hahahaha…. itu tadi kan hanya contoh, tidak bisa diterjemahkan seperti itu”

“Iya ya, kalau pedagang BBM, atau pedagang kayu atau pedagang ponsel, pasti juga akan kesulitan melakukannya”

“Yah begitulah, tidak semua nasihat bisa diterima secara tersurat, kadang yang kita terim ajustru yang tersirat”

Bagi mereka yang berbisnis kuliner, maka nasehat itu lebih mudah diterapkan. Penjual mie akan dengan mudah membuat semangkok mie sebelum berjualan dan memberikannya pada yang berhak. Penjual jajan pasar juga bisa menggratiskan pembelian pertamanya sebelum mulai menarik uang dari para pembelinya.

Inspirasi itulah yang sebenarnya membuat kita lebih rajin bersedekah. Dengan Rajin bersedekah, maka dijamin berkah akan datang dengan tanpa kita duga dan dari tempat yang tidak kita ketahui. Semuanya serba surprise. Kita kadang menyadari berkah itu ketika kita merenungkannya. Kita lebih sering memperhatikan doa kita dibanding apa yang sudah kita terima,sehingga lupa kalau sudah terlalu banyak nikmat yang telah kita terima.

Dalam bulan puasa ini aku jadi berpikiran untuk mengadakan acara buka bersama di warung mie sehati. Ada bebeapa hal yang ingin kulakukan dalam acara itu. Mungkin ini berdasar pengalaman buka bersama tadi malam dan pengalaman tahun lalu saat diundang berbuka bersama.

Jajanan buka puasa

1. Aku ingin menunjukkan acara buka bersama yang tidak hanya hura-hura tetapi tetap ada acara tarwikh bersamanya. Hura-hura dalam acara buka bersama itu perlu, selain untuk mempererat tali silaturahmi, juga untuk membuat suasana menjadi hidup, tapi sholat tarwikh berjamaah di bulan puasa sebaiknya tetap dilakukan.

2. Aku ingin berbisnis dengan Allah dengan mengundang teman-temanku untuk mencicipi jajan pasar yang selama bulan puasa ini dijajakan di depan warung mie sehati. Tentu selain jajan pasar kusediakan juga makan malam bagi mereka yang masih belum kenyang dengan suguhan jajan pasar.

3. Aku ingin acara jualan makanan berbuka ini tidak hanya milik Kampung Kauman Jogja saja, tetapi bisa menjadi milik seluruh kampung di Jogja, termasuk Kuncen ataupun Cungkuk. Kulihat Kauman tetap semarak, sementara itu di Kuncen juga terlihat semarak. Semoga di Cungkuk juga bisa ikut memeriahkan kegiatan di bulan Puasa ini.

pasar sore kauman

Jadi mari kita icip-icip jajan pasar di warung mie sehati, selain dapat kenyang insya Allah dapat mempererat tali silaturahmi juga.

Salam sehati.

+++

Artikel terkait : Buka puasa bisa sesat dan menyesatkan.

jeruk plus kelapa muda

Jeruk plus kelapa muda ini kalau ditambah es, bisa jadi tidak cocok untuk buka puasa

 

 

Berbuka di Mie Sehati untuk sahabat (yang) Mudik

“Pak ada kawan dari Cikarang yang pingin merasakan nikmatnya mie sehati, gimana? Apa perlu buka warung di sore hari?”

“Maksudnya? Kawan kita mudik dan lewat Yogya?”

“Iya bener. Mereka mudik dan menyempatkan diri untuk mampir ke Yogya. Kita buka warung mie sehatinya sekalian ya?”

mie-hijau-asli-sehati1

Begitulah, akhirnya kita buka warung mie sehati di bulan puasa ini. Para pemudik yang kenal dengan mie sehati secara online, bisa merasakan kenikmatan mie sehati yang berwarna hijau segar secara offline.

Beberapa kawan sering merasa heran dengan warna hijau segar dari mie sehati. Mereka tidak mengira kalau mie sehati warnanya hijau. Pikir mereka warnanya sama dengan warna mie yang lain. Kuning cerah !

“Hati-hati pak kalau beli mie dan warnanya kuning cerah”, begitu kata orang

“Warna asli mie tanpa pewarna buatan adalah kuning lusuh atau putih kekuning-kiningan”

“Lalu kenapa mie sehati warnanya bisa hijau segar?”

“Pada setiap adukan tepung untuk mie sehati selalu dicampurkan air hasil perasan daun sawi yang kaya gizi”

“Maksudnya di-juice?”

“Benar. airr juice ini akan memperkaya kandungan gizi mie sehati. Dengan demikian selain lezat juga sehat!”

“Hahahaha…. pak Eko iklan!”

Pertemanan di dunia online, baik melalui socmed maupun aplikasi lain selalu perlu aplikasi kopdar agar lengkap. Seperti yang sering diucapkan teman-teman Bengawan. “Sharing online dan offline!”

Jadi bagi teman-teman pemudik yang ingin merasakan suasana hangat (karena kadang AC-nya lupa dihidupin:-), silahkan mapir di Mie Sehati.

Jajanan Buka Puasa terlaris

Jajanan Buka Puasa terlaris