ATMOSPHERE Resto Mewah Meriah

Sudah pernah ke ATMOSPHERE Resto Mewah Meriah di Bandung?

Inilah resto yang layak dicoba untuk memanjakan lidah kita dengan suguhan berkelas dan suasana yang nyaman. Parkir cukup luas meskipun selalu penuh, demikian juga kursi yang sering terlihat kosong tetapi sudah ada tulisan “RESERVED” di atas meja berkursi kosong tersebut.

Lalu apa kelebihan resto ini sehingga mengundang banyak penggemar kuliner datang dan menghabiskan banyak uang disini ?

Tentu yang pertama adalah kualitas makanan yang disajikan di resto ini. Semuanya kelas atas dan disajikan dengan cukup cepat. Para pelayan dengan setia mendengarkan permintaan kita dan selalu sigap menerima lambaian tangan kita.

Mereka juga tidak hanya menjual makanan atau minuman saja tetapi juga memberi saran kapan sebaiknya makanan dihidang dan karakter dari masing-masing makanan yang disajikan.

Aku tidak tahu juga, apakah aku kebetulan mendapat layanan yang membuat nyaman atau memang semua pengunjung mendapat layanan yang sama.

ATMOSPHERE Resto Mewah Meriah ini terletak di jalan Lengkong dan bisa dicoba untuk mereka yang menyukai suasana romantis. Ada tempat untuk acara pertemuan besar, atau sekedar makan bersama keluarga besar.

Bisa juga hanay berduaan di luar ruangan yang cukup temaram denghan penerangan lampu plus “senthir” (lampu minyak) yang membuat nuansa menjadi romantis.

Aku pesan minuman khas ATMOSPHERE, yaitu jus pelangi. Paling bawah ada rasa manis, makin ke atas makin asam.  Akhirnya kuaduk dan menimbulkan rasa minuman yang bak nano-nano, rasanya rame !:-)

jus pelangi ATMOSPHERE

jus pelangi ATMOSPHERE

Yang harus dicoba di resto ini adalah irisan buah mangga. rasanya luar biasa nikmat dan janagn takut kalau ketagihan. Kita bisa membawa satu kotak mangga yang sudah siap diangkat. Makin banyak yang kita beli makin banyak diskonnya.

irisan buah mangga ATMOSPHERE

irisan buah mangga ATMOSPHERE

Setiap jam 19.30 di resto ini kelihatannya ada musik hidup (live music). Cuma aku tidak bertanya apakah setiap hari atau khusus hanya malam minggu saja.

Kualitas suara penyanyinya cukup prima demikian juga band pengiringnya. Di meja kulihat ada gambar AFGAN dan ada tulisan bahwa pada bulanNopember 2012 ini dia akan tampil di resto ini.

Aku jadi tidak bisa membayangkan bagaimana para pengunjung memarkir mobilnya di lokasi parkir yang meskipun luas terlihat selalu penuh ini.

penyanyi live di ATMOSPHERE

penyanyi live di ATMOSPHERE

So… kalau anda ke Bandung dan ada waktu luang (plus uang secukupnya), maka silahkan ajak keluarga anda untuk mencoba cita rasa resto ini. ATMOSPHERE Resto Mewah Meriah menunggu anda dan keluarga anda menikmati sajian mereka. Soal rasa aku ikut menjamin, tapi soal mahal kayaknya menjadi bagian dari lezatnya masakan di resto ini.

Nasihat seorang teman padaku begini :

“Saat kita makan bersama keluarga, maka tutupilah harga menu makanan yang ada. Pilih makanan yang menjadi kesukaanmu dan pesan secukupnya. Angka pada kolom harga akan membuat kenikmatan hidangan menjadi berkurang”

Temanku melanjutkan lagi nasihatnya.

“Itu kalau bersama keluarga dan bayar sendiri ya”

“Lho ?”

“Ya benar. Kalau kita ke resto ini atas biaya orang lain alias sedang dijamu. maka lakukan petunjuk ini….”

“Apa itu?”

“Lihat kolom harga saja dan jangan lihat kolom jenis masakan. Setelah ketemu harga termahal, maka lihatlah menu masakan apa yang paling mahal itu, kalau sesuai dengan dirimu, maka pesan, kalau tidak sesuai cari lagi harga termahal kedua dan seterusnya…”

“Hahahaha… nasehat bagus !:-)”

makan bersama keluarga di ATMOSPHERE

makan bersama keluarga di ATMOSPHERE

 

 

Raminten, kuliner yang “berbeda”

Menjadi berbeda belum tentu menjadi yang terbaik, tetapi yang terbaik biasanya memang berbeda.

“Yang namanya angkringan, saat ini sudah punya branded tersendiri di masyarakat. Jadi kalau mas Robby ingin angkringan Cekli-nya lebih hebat lagi ya usahakan angkringan Cekli berbeda dengan angkringan yang lain”, kataku saat diskusi dengan Owner Angkringan Cekli saat meluncur menuju Resto Raminten.

“Angkringan Cekli memang berbeda dengan angringan yang lain. Minimal menunya lebih beragam dan rasanya bisa dicoba. Ada hotspot juga. Bisa dipakai untuk acara pertemuan dan pernah dipakai oleh salah satu penyedia layanan seluler yang besar. Pernah juga dipakai ajang NoBar pertandingan besar”

Tak terasa obrolan dengan Owner Angkringan Cekli telah membawa kita di depan resto Raminten. Resto baru dengan model layanan yang “berbeda”.

Mereka menamakan para pelayan resto ini sebagai kumpulan anak-anak lulusan SLB, sehingga kalau pesanan makanan terlambat datang dimohon untuk dimaklumi dan jangan dimarahi.

Sajian menunya juga sangat bervariasi dan mengingatkan kita akan nostalgia masa kecil dulu. Cobalah wedang beras kencur dan rasakan “taste” yang berbeda dari wedang beras kencur di resto yang lain.

Sajian nasi liwet maupun nasi goreng juga berbeda penampilannya. Ada paket untuk single dan dobel, artinya nasinya banyak atau nasinya sedikit saja. Dijual juga gudir, yang dulu sering kita jadikan sebagai mainan saat kita kecil. Disini gudir adalah puding yang ditampilkan dalam bentuk yang berbeda.

Di ruang depan, sebelum masuk ke ruang makan, disediakan beberapa kursi kosong. Gunanya seperti kursi yang sering disediakan di resto Pizza, yaitu sebagai ruang tunggu karena semua kursi di ruang makan sudah terisi penuh.

Warung ini memang tak kenal henti, sehingga memudahkan para pengunjung untuk memilih jam makan. Kalau ingin antri ya dipersilahkan duduk di ruang tunggu, kalau ingin tidak antri harus benar-benar cermat dengan jam makan yang dipilih, misalnya milih jam 11.00 siang atau jam 15.00 sore.

Uniknya lagi, di bawah resto ini ternyata ada kandang kuda balap yang terawat rapi kandangnya sehingga tidak menimbulkan aroma yang tidak sedap. Pengunjung dibuat merasa sedang berada di sebuah kawasan yang unik ketika suara kuda itu terdengar jelas di telinga mereka.

Es krim di Raminten juga boleh dicoba rasanya. Kecuali bagi yang sudah kegemukan, sebaiknya hindari makan es krim di Raminten, atau akan ketagihan makan es krim disini.

Satu hal yang mungkin menjadi hal yang tidak disukai oleh beberapa orang adalah aroma menyengat yang datang dari ramuan atau “sajen kembang” yang berada di setiap ruangan. Bila alergi terhadap aroma ini, maka acara makan bisa berubah menjadi acara yang sangat tidak mengenakkan.

Aroma “klenik” khas Jawa sangat terasa, bahkan di ruang sholat yang cukup gelap, aroma ini masih terasa menyengat, sehingga yang muncul bisa jadi bukan kekhusukan beribadah tetapi rasa lain yang muncul.

Dengan kelebihan dan kekurangannya, resto ini patut dicoba untuk mengetahui seberapa cocok kita dengan penyajian dan pelayanan di resto Raminten yang “berbeda”.

Silahkan pilih sendiri selera kuliner kita.