Pelatihan Mie Sehati bulan September 2013

Pelatihan Mie Sehati bulan September 2013 yang biasanya diadakan di minggu ke tiga setiap bulan, ternyata bergeser ke minggu sebelumnya. Tepatnya pelatihan akan diadakan pada hari Sabtu, 7 September 2013. Pada para calon peserta dipersilahkan langsung mendaftar ke Ibu Yeni dengan cara mengirim SMS berisi nama lengkap dan alamat lengkap ke nomor 08883087532.

Pada beberapa pelatihan terakhir, peserta dibatasi maksimal 10 orang saja per pelatihan, hal ini dimaksudkan agar peserta dapat lebih optimal menerima pelajaran yang diberikan. Seperti biasa pelatihan akan dimulai pada jam 10.00 sampai makan siang.

Untuk wilayah Surabaya, Semarang dan Solo, jadwal pelatihan bulan September masih belum dapat disusun karena ketatnya jadwal instruktur sejak bulan lalu sampai bulan Oktober nanti. Kebetulan tempat pelatihan Mie Sehati dipakai juga sebagai ajang kumpul-kumpul panitia pelaksana pentas Drama Musik kolosal “Jahiliyah”, sehingga beberapa jadwal kegiatan mie sehati menjadi perlu direvisi lagi. Meski demikian kegiatan pelatihan mie sehati tetap rutin dilakukan minimal sekali dalam sebulan di Cungkuk Jogjakarta.

Mie Sehati Jogja

Mie Sehati Jogja

Biaya administrasi pelatihan di Jogja maupun Surabaya masih belum naik yaitu sebesar Rp. 150.000 dapat dikirimkan melalui transfer BANK, ke alamat berikut :

Bank Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045.

Pelatihan Mie Sehati sampai saat ini secara rutin diadakan setiap bulan, baik di Jabodetabek, Surabaya maupun Jogjakarta. Untuk wilayah lain, dipersilahkan memilih lokasi pelatihan yang paling memungkinkan dihadiri. Beberapa peserta pelatihan di Jogja juga tercatat dari berbagai pulau di luar Jawa, bahkan sampai ke Papua. Murid-murid Mie Sehati memang terbentang mulai dari ujung Sumatra (Banda Aceh-Medan) sampai Papua.

Sampai saat ini untuk Wilayah Solo dan Semarang memang belum dapat dijadwalkan secara rutin, karena sampai saat ini para peserta dari luar kota masih bisa dikelola dari wilayah pelatihan di Jogja maupun di Surabaya. Bahkan peserta dari Bandung masih ada juga yang memilih mengikuti pelatihan di Jogja dibanding Jabodetabek. Padahal instruktur di Jabodetabek adalah Master Mie Sehati Perto Group, pak Syamsu Irman.

Untuk pelatihan di luar Jabodetabek, master Mie Sehati Perto Group mempercayakan pada satu-satunya asisten yaitu ibu Yeni Eshape. Dua instruktur ini tadinya memang bergabung dalam satu kelompok Mastermind (MM) saat di Cikarang, sehingga ketika akhirnya anggota kelompok MM itu berpindah tempat tinggal, masih juga ada silaturahmi di antara mereka.

Sampai bertemu di pelatihan. Bagi yang tidak hadir atau tidak berminat mengikuti pelatihan ini, dipersilahkan berbagi informasi ini pada mereka yang mungkin memerlukan informasi ini. Semoga menjadi amal yang baik bagi saudara. Salam sehati.

Pelatihan Mie Sehati

Pelatihan Mie Sehati

Dua Srikandi belajar membuat Mie Sehati di Yogya

Pelatihan hari Minggu, tanggal 11 September 2011 ada dua Srikandi yang belajar membuat Mie Sehati di Yogyakarta. Pelatihan hari ini sebenarnya akan diundur ke Minggu 18 September 2011, tapi karena sudah terlanjur daftar, maka dua peserta tetap hadir di hari Minggu 11 September 2011.

Peserta pelatihan Mie Sehati September 2011

“Alhamdulillah, pelatihan tetap diadakan tanggal 11 September 2011, soalnya tiket ke Padang sudah oke tanggal 17 September 2011”

“Sama, aku juga bersyukur bisa ikut pelatihan pada hari ini”

Dialog dua Srikandi itu membuat seluruh pelatihan berada dalam suasana yang sangat berbeda dengan pelatihan-pelatihan yang pernah diadakan. Biasanya ada saja salah satu peserta yang masih jaim dalam membuat mie sehati. Mereka masih malu-malu mengaduk tepung atau menggiling mie.

Mengaduk tepung mie sehati

Untuk dua Srikandi ini, mereka terlihat sangat cekatan dan maunya mereka semua yang mempraktekkan apa yang tertuang dalam file resep mie sehati. Bahkan merekapun langsung membuat rencana begitu sampai ke rumah. Pokoknya harus segera bikin usaha warung mie sehati dengan nama versi mereka sendiri.

“Soal harga bagaimana ya pak?”

“Soal harga memang gampang-gampang susah. Harga murah belum menjamin larisnya jualan kita, demikian juga harga mahal belum tentu membuat dagangan kita tidak laku”

“Tempat juga masih belum dapat yang sip pak. Masih sangat terbatas orang yang lewat di depan rumah, karena tempatnya kurang strategis”,

“Ya benar. Tempat memang ikut menentukan larisnya jualan kita, tetapi jangan lupa, bahwa untuk bisnis kuliner, maka yang paling utama adalah kecocokan rasa”

Mie Sehati difoto dulu sebelum dimakan

Mie Sehati difoto dulu sebelum dimakan

Memang banyak warung legendaris di bisnis kuliner yang terletak di daerah yang tidak strategis, kadang terlalu pelosok dan susah dijangkau dengan angkutan umum maupun pribadi. Contohnya warung Mak Uneh di Bandung, Ayam Goreng di Pandaan dll.

Kecocokan rasa juga memegang peranan penting dalam bisnis kuliner. Ada yang suka pedes, manis, asin dll, sehingga biarpun makanannya terkenal belum tentu bisa disukai oleh semua orang. Kecocokan lidah mengambil peran besar disini. Itu yang membuat Gudeg yang dijual di luar kota Yogya, rasanya bisa beragam.

“Tempat kalau kecil bagaimana pak?”

“Lihat saja pembeli yang baru saja beli tadi. Mereka tidak masuk ke warung ini, tapi hanya duduk di depan warung dan menyantap mie sehati di rumah mereka masing-masing”

“Bahkan ada juga yang berhenti sebentar untuk pesan dan kemudian pergi lagi. Mereka datang lagi ketika merasa mie mereka sudah masak”

Dua Srikandi cantik ini terlihat memahami apa yang kusampaikan. Mereka memang datang dari tempat yang cukup jauh. Yang satu dari Padang dan satunya dari Garut.

“Kok mereka bisa datang ke warung ini pak?”, tanya salah satu pengunjung warung ketika dia tahu bahwa pelatihan ini diikuti oleh dua peserta yang rumahnya sangat jauh dari Yogyakarta.

“Mereka biasanya mencari di mesin pencari Google. Kata kuncinya pelatihan mie dan biasanya masuk ke situs mie sehati. Silahkan dicari saja di Google mas”

“Nanti saya carinya di internet pak”

Waktu tiba-tiba sudah berubah menjadi semakin siang dan ada acara yang harus kuikuti, sehingga akupun pamit meninggalkan para Srikandi ini memuaskan dirinya di warung mie sehati.

Wajib narsis di depan warung mie sehati

Wajib narsis di depan warung mie sehati