Mie Sejati di Tangerang

Beberapa hari lalu aku menerima kiriman gambar launching Mie Sejati di Tangerang. Pengirimnya keluarga Basyari yang beberapa waktu lalu ikut pelatihan pembuatan Mie Sehati di Taman Kuliner Condongcatur Jogja. Saat pelatihan itu, memang terjalin komunikasi yang lebih intens antara instruktur pelatihan dengan peserta pelatihan, sehingga semua yang disampiakan oleh instruktur bisa dipahami dengan baik oleh para peserta pelatihan.

Pelatihan Mie Sehati Taman Kuliner Jogja

Pelatihan Mie Sehati Taman Kuliner Jogja

Di tahun awal pelatihan, peserta pelatihan bisa sampai puluhan bahkan pernah lebih dari seratus orang ketika pelatihan dilakukan di sebuah Mall Bekasi. Interaksi antar instruktur dan peserta pelatihan menjadi kurang optimal, hanya sebagian peserta yang bisa melakukan komunikasi secara intensif. Sampai angka 20 orang, komunikasi masih bisa dilakukan meskipun masih ada beberapa orang yang tetap kurang mendapat perhatian secara penuh.

Akhirnya diadakan juga kelas peserorangan alias privat, tetapi biaya pelatihan jadi lebih besar, karena harus menyiapkan bahan untuk dipakai sebagai praktek percobaan pembuatan mie dan pelengkapnya. Paling ideal ternyata bila pesertanya cukup 4 orang saja atau maksimal 10 orang.

Keluarga Basyari setelah pada tanggal 28 Maret 2015 mendapat pelatihan di Jogja langsung membuka usaha di Tangerang, tepatnya di jalan Dipatiunus no 38 RT 01/03 Kampung Cibodas Kelurahan Cibodas Kecamatan Cibodas kota Tangerang Banten pada tanggal 26 April 2015.

Mie Sejati Cibodas Tangerang

Mie Sejati Cibodas Tangerang

Pusat pelatihan Mie Sehati atau Mie Perto atau Mie Hijau, memang mencoba melakukan misi komunitas Tangan Di Atas (TDA), yaitu mencetak wirausahawan baru sebanyak mungkin dengan cara yang semudah mungkin. Dengan demikian aroma semangat wirausaha segera memasuki mindset para wirasuahawan baru tersebut. Setelah usaha dijalankan, pasti akan banyak kendala yang muncul, disinilah semangat wirasuaha diasah lebih mengkilap lagi. Ada yang gagal itu pasti, tapi pasti juga ada yang berhasil. Salah satu murid pak Ato di Cikarang bahkan pernah dengan bangga menulis “sukses menutup bisnis!”.

Mie Sejati Cibodas Tangerang

Mie Sejati Cibodas Tangerang

Setelah membuka sebuah usaha, memang ada dua kesimpulan yang akan terjadi, yaitu gagal atau berhasil. Yang penting adalah keyakinan untuk berbuat lebih baik, semangat untuk lebih maju dan tak kenal menyerah. Yakin pada diri sendiri bahwa kegagalan adalah sukses yang tertunda, keberhasilan menutup usaha yang rugi juga sebuah tantangan untuk menjadi lebih cermat dalam melakukan wirausaha.

Pelatihan mie Sehati di Jogja, Surabaya maupun Jabodetabek, selalu mementingkan komunikasi yang lebih intens antara instruktur dengan para murid. Sampai-sampai tetap ada komunikasi setelah pelatihan selesai diadakan. Memang tidak ada pelatihan yang sempurna bagi para murid, sehingga mereka selalu merasa ada yang terlewat ketika sudah sampai di rumah. Hubungan via SMS ataupun telepon langsung biasanya dilakukan saat sang murid menemui kendala ketika melakukan praktek di rumahnya masing-masing.

Mie Sejati Cibodas Tangerang

Mie Sejati Cibodas Tangerang

Salah satu nasehat yang selalu diberikan oleh sang instruktur saat sang murid akan membuka usaha adalah kewajiban untuk berbagi rejeki saat bisnisnya sudah mulai untung.

“Silahkan lihat keuntungan dan sisihkan 2,5% untuk diberikan pada yang berhak. Siapakah yang harus diberi ? Siapa saja yang anda anggap berhak dan lakukan tanpa lapor ke saya, karena Tuhan sudah mengurus malaikat untuk mencatat amal kita, baik yang akan dilakukan maupun yang nantinya dilakukan”

Konsep Mie Sehati memang mengajak siapapun warga Indonesia untuk tertarik dalam bidang kuliner sehat dan setelah lulus sebagai murid mie sehati, maka mereka diperbolehkan untuk membuat warung dengan nama mereka sendiri atau memakai nama mie sehati. Tidak ada beaya yang harus dibayarkan bila memakai nama mie sehati, yang penting mereka memang membuat mie sesuai yang telah diajarkan.

Mie Sejati Cibodas Tangerang

Mie Sejati Cibodas Tangerang

Pengusaha Roti tertarik Mie SEHATI

Sholat Maghrib baru saja selesai ditunaikan dan gerai Mie Ayam SEHATI kembali menerima tamu dari Yogyakarta. Mereka adalah kelompok pengusaha roti “Emily” yang sudah malang melintang dalam bisnis roti di Yogya.

Warna ijo melambangkan semangat "Go Green"

Warna ijo melambangkan semangat "Go Green"

“Wah..model penyajian seperti ini belum pernah kulihat di Yogya”

“Lho semuanya berwarna ijo ya, sampai pangsitnya juga berwarna ijo”

“Gimana kalau buka di Yogya?”

“Di Tangerang juga belum pernah kulihat yang seperti ini. Buka disana saja dijamin laku deh…”

Itulah komentar mereka secara spontan begitu melihat penampilan mie Ayam SEHATI dan kemudian ketika mereka merasakan betapa nikmatnya Mie Ayam SEHATI yang disajikan tanpa mempergunakan pengawet maupun pemanis.

“Bagaimana resepnya, kok tanapa pemanis tapi rasanya sudah enak?”

“Bisa enggak demo ke tempatku dan aku akan segera buka usaha untuk kuliner seperti ini?”

Hmmmm memang ijo dan lezat

Hmmmm memang ijo dan lezat

Merekapun langsung larut dalam diskusi dengan pemilik gerai Mie Ayam SEHATI ini. Sebuah formula mie jadi [biang mie] diberikan pada mereka dan kemudian dilengkapi dengan catatan proses pembuatan mie sampai ke pembuatan pangsitnya.

Selepas Isya, diskusi ini masih terus berlanjut. Segala pernak pernik yang berhubungan dengan mie Ayam SEHATI dikupas tuntas dan diselesaikan dengan cara yang baik serta seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Mengingat hari sudah malam dan masih banyak kegiatan lain yang harus dilakukan.

Tidak lupa foto narsispun dilestarikan dalam acara ini.

Jempol buat Mie SEHATI yang lezat bergizi

Jempol buat Mie SEHATI yang lezat bergizi

Terima kasih kunjungannya. Kita nanti ketemu lagi di Yogya dan Tangerang.