Pelatihan Dadakan

Karena tidak bisa ikut acara lesehan bisnis di TDA Jogja, maka istriku berangkat sendiri ke acara tersebut. Sebuah acara yang dikemas dengan baik oleh panitia penyelenggaranya.

Lucunya ada salah satu peserta yang mengira akan bertemu dengan aku dan berharap bisa sharing bisnis mie ayam sehati. Akhirnya disepakati akan diadakan shairing bisnis mie ayam sehati pada hari Sabtu, 21 Agustus 2010 di Mie Ayam Sehati “EMIA” Jogja.

Aku hanya tersenyum saja ketika istriku bercerita tentang hal ini. Malam itu juga kupasang acara ini di wall FB-ku dan esok harinya acara itupun berlangsung meriah. Ada nuansa nostalgia disitu, karena salah satu peserta adalah mas Tricky yang sudah dua puluh tahun lebih tidak berjumpa.

Ada dua nama Tri di acara ini, yang satu adalah mas Tri Kuntoro anggota teater Gadjah Mada jaman dulu (sekarang masih ya?) dan juga mas Tri 3T, anggota Teater Stemka yang juga sampai sekarang masih aktif bermain teater.

Selain itu ada juga dua nama Eko di situ, dua-duanya anggota TDA. Untuk masalah ini, memang tidak aneh lagi, karena nama Eko memang sudah sangat menyampah di TDA. Itu sebabnya orang lebih suka memanggilku dengan sebutan pak Dhe (karena aku menulis buku berjudul Pak De ngeblog) atau mas Eshape (kependekan dari Eko Sutrisno Hadi Purnomo).

Selesai acara, mas Tri langsung menulis di BB dan di FB.

“4 jam pelatihan yang tidak terasa, karena suasananya dan materi yang disampaikan sangat lengkap serta detil. Luar biasa, aku jadi bisa ngajarin istriku untuk membuat mie sehat”

Aku langsung merespon pesan itu dan berjanji untuk menuliskannya di blog mie sehati. Sayangnya banyak kendala yang membuat aku baru bisa menuliskannya sekarang.

Suasana pelatihan kali ini memang sangat berbeda dengan pelatihan sebelumnya. Biasanya kalau ada pelatihan dan yang menjadi instrukur adalah pak Syamsu Mie Perto, maka yang jadi pusat perhatian adalah humor pak Syamsu, maka di acara ini hampir semua peserta punya selera humor yang tinggi.

“Ojo lucu-lucu, sing duwe warung iki dagelan lho! (jangan terlalu lucu, yang punya warung ini pelawak lho)”

Aku langsung menunjuk mas Tri 3T,”lha yang ini pelawak yang lebih lucu lagi!”

Begitulah kalau anggota teater yang suka mementaskan cerita humor berkumpul. Semua jadi terasa cair. Tidak terlihat ada “gap” di antara mereka.

Tanpa terasa waktu sudah menjelang maghrib dan tepat sebelum adzan maghrib berkumandang semua mie sudah terhidang di depan mereka.

“Mie ini rasanya enak banget karena aku sendiri yang membuat!”

Derai tawa terus mewarnai suasana pelatihan ini. Jangan-jangan karena asyik tertawa, maka mereka jadi lupa inti pelatihan membuat mie ini.

Semoga semua acara ini membawa berkah bagi kita semua. Amin.