Ayam Panggang Herbal mas Agung

“Ini bukan Ayam Panggang Herbal mas Agung pak”, kata anakku begitu merasakan ayam panggang buatan mas Agus.

“Lho ini memang ayam panggang herbal mas Agung”, jawabku keheranan

“Ini namanya ayam JAMU !”, tukas anakku cepat

Akupun tergelak tertawa. Memang aku sejak kemarin menyampaikan pada anak-anakku bahwa hari ini kita akan makan Ayam Herbal buatan mas Agus.  Maklum anakku sangat tidak suka dengan jamu, sehingga aku harus menjauhkan kata Jamu dari pembicaraan tentang ayam herbal.

Ketika ayam panggang itu akhirnya datang, anak-anakku langsung menyerbunya. Waktu memang sudah menunjukkan saat adzan maghrib untuk wilayah Jogja dan sekitarnya. Kitapun langsung menyiapkan piring, nasi dll untuk menyantap ayam tersebut.

Biasanya kita selalu membatalkan puasa dengan makanan ringan, takjil, dan baru makan besar setelah selesai sholat maghrib. Hari ini kita berubah, langsung adegan makan berat sebelum sholat maghrib.

Ayam Panggang mas Agus

Ayam Panggang mas Agus

Ayam panggang mas Agus istimewanya adalah berbahan ayam kampung dan bukan ayam non kampung, sehingga bayanganku ayam ini pasti kecil badannya. Itu sebabnya aku juga langsung pesan dua ekor ayam panggang. Takutnya kalau hanya pesan satu ekor tidak mencukupi.

Ketika melihat ujud ayam panggang itu, maka terhenyaklah mata kita. Ternyata ukuran ayam panggang ini masuk kategori JUMBO alias besar banget. Sampai makan sahur, kita tetap masih belum sanggup menghabiskan dua ekor ayam panggang itu.

“Ini mirip ayam gudeg pak, besar banget”, kata anakku

“Ya benar, ini jadinya mirip makan ayam gudeg”, kataku

Hari berikutnya, kitapun sengaja tidak menyiapkan lauk untuk buka puasa. Du aekor ayam itu masih belum selesai kita sempurnakan, sehingga kitapun mencoba menyempurnakannya untuk makan buka puasa lagi.

“Kita masak apa ya?”, tanyaku pada anak-anakku

Saat tidak ada pembantu di rumah, maka akupun jadi punya tugas untuk memasak. Makanan favorit anakku adalah ayam bacem dan tentu tidak mungkin aku membuat ayam bacem dari mantan ayam bakar ini.

“Bapak kan ahli masak nasi goreng mewah, masak nasgome saja pak”

“Nasi goreng dari ayam bakar?”

“Iya pak, pasti enak”

“Oke, kalau begitu ambil ayam bakarnya dan kita potong kecil-kecil”

“Asyiiik…!:-)”

Ayam Panggang suwir

Ayam Panggang suwir

Tugas masak nasi gorengpun kita bagi-bagi. Aku bagian membuat bumbu, istri menambahi garam. Lilo menyiapkan bahan untuk bumbu dan membersihkannya, sedangkan Lita menyiapkan potongan ayam dari qayam bakar yang masih ada di beseknya (kotak dari bahan bambu).

Luluk menyusul kemudian menyaksikan proses pembuatan nasi goreng mewah alias nasgome. Bumbu asli nasgome adalah minyak mie sehati, tetapi karena mie sehati sedang tutup, maka aku harus menyiapkan bumbunya mulai dari “ngulek” bawang merah, putih dll.

“Tuang dulu minyak ke wajan dengan api sedang ya”, kataku memberi komando.

“Sudah jadikah adonan telornya? Kalau sudah oke, bawa bumbu kesini dan kita campur bumbu ini dengan satu butir telor di atas wqajan”

Kutuangkan telor, di orak-arik dan kemudian bumbu kita campur, sehingga menghasilkan bumbu nasi goreng plus telor satu butir. Selanjutnya bumbu di angkat dan kemudian tuangkan minyak lagi secukupnya. Setelah minyak siap untuk menggoreng, maka masukkan bumbu dan kemudian langsung disusul dengan nasi.

Ratakan nasi goreng dan masukkan kecap untuk pewarna nasi goreng, maka dalam waktu yang tidka terlalu lama sepiring besar nasi goreng sudah tersedia di depan TV untuk disantap.

“Bismillah…”, begitu adzan terdengar nasi gorengpun langsung masuk ke perut.

Inilah nasi goreng yang berkolaborasi dengan ayam bakar mas Agung. Yang belum pernah nyoba silahkan mencobanya. Akan lebih baik kalau begitu datang ayam bakar herbal, langsung dijadikan sebagai campuran nasi goreng, sehingga produk makanannya bisa dijamin sehat, karena dalam kondisi yang segar semua.

Ayam Panggang Nasi Goreng

Ayam Panggang Nasi Goreng

+++

Info pemesanan Ayam Panggang mas Agus : 081578813772

167 views

Testimoni Mie Sehati

“Anda sudah berhasil membuat mie, yang jadi masalah adalah, apakah mie anda sudah diterima pelanggan? Mari kita buat Testimoni Mie Sehati pada beberapa orang yang kita pilih”, begitu kata Master Mie Perto Syamsu Irman.

“Jangan memberikan mie buatan kita pada teman atau saudara kita yang dekat. Carilah orang yang netral, agar testimoni Mie Sehati bisa memberikan manfaat bagi kita. Yang pertama, cari anak-anak untuk merasakan nikmatnya mie sehati. Biasanya anak-anak ini lebih jujur dibanding orang dewasa. Dia akan langsung bereaksi begitu rasa mienya tidak sesuai dengan harapan mereka”

Nasehat itu selalu disampaikan Master Mie Perto setiap mengadakan pelatihan Mie Sehati Perto Group. Nasehat lain adalah minta testimoni ke orang yang kita anggap bisa menularkan hasil testimoninya pada orang lain. Misalnya orang yang gemar bercerita kesana-kemari, sangat cocok untuk diminta testimoninya tentang Mie Sehati.

Mie Sehati (foto by Krisma)

Mie Sehati (foto by Krisma)

Hari ini aku mencoba minta testimoni dari teman-teman dan kalau testimoni dari teman-teman dijadikan sebagai kebanggaan diri, maka kita telah berbuat salah. Testimoni dari teman adalah sebuah pernyataan yang menjadi doa untuk kita. Biasanya teman-teman kita akan memuji produk kita, kadang melupakan kekurangan yang ada pada masakan kita. Kalimat mereka itu harus kita jadikan sebagai doa untuk kita. Perlu segera diaminkan agar doa mereka terkabul.

Testimoni jujur dari anak-anak yang kurang menyukai rasa mie kita akan menjadi pemicu innovasi kita. Mungkin ada sesuatu yang masih kurang atau justru berlebih. Kekurangan garam akan memnbuat masakan terasa hambar, tapi masih bisa dinikmati dengan lezat bila ditambahkan garam secukupnya. Akan berbeda dengan kalau masakan kelebihan garam. Akan sangat sulit membuat masakan yang kebanyakan garam dibuat menjadi lebih lezat.

Mari kita baca doa dari teman-teman di FB tentang Mie Sehati.

Tri Sudarsono : Makanan apapun jenisnya ketika kita makan haruslah bisa memberi sugesti bahwa apa yang kita makan ini selain enak juga menyehatkan dan mie sehati selalu begitu, tentu saja semua karena Mie Sehati dibuat jauh dari bahan aditif yg sangat merugikan kesehatan. Mie Sehati memang enak dan bisa. It works men.
Ricky Candra kalo maem ini aku ga perlu kuatir ttg bahan2 dari yg dimakan….dah jelas alami dan sehat mas….
Satriyo Yok : Testimoni ya pak? siaaap:: “mie sehati enak dan bikin kangeen.. dan es sehati-nya sangat lezat! saya juga ga mungkin lupa sama lotek khas bu Yeni yang lezat itu, pokoe Mie Ayam Sehati recommended banget deh!”
Dari beberapa komentar teman-teman di atas, maka aku langsung mengaminkannya. Semoga doa dari teman-teman di atas dan juga doa dari teman-teman lain buat Mie Sehati dapat dikabulkan Allah swt. Amin. Tentu doa saja tidak cukup, jadi disamping mohon doa berupa testimoni dari teman-teman, kitapun tetap melakukan segala daya upaya agar Mie Sehati makin berkualitas, makin higienis dan makin bermanfaat bagi kita semua.
Amin.
Salam sehati
Mie Sehati (foto by Krisma)

Mie Sehati (foto by Krisma)

121 views

Ke Bantul ? Ada warung ENAAK tuh

“Mau jalan-jalan ke Bantul? Ada warung ENAAK tuh. Bisa dipakai untuk mencoba rasa lain dari warung yang banyak bertebaran di Bantul”.

Warung Enaak (5)

Warung Enaak

Benar di bantul memang agak kesulitan untuk mencari warung yang nyaman, ada tempat sholat yang luas dan bersih serta toilet yang juga luas dan bersih.

Warung Enaak

Warung Enaak

Maklum, meskipun aku tinggal di Bantul, tetapi sangat jarang main ke Bantul selatan. Aku lebih sering main ke Kotamadya Jogyakarta, yang hanya beberapa meter saja dari rumahku.

Memang letak rumahku sangat dekat dengan perbatasan Kodya Jogyakarta dengan Kabupaten Bantul, sehingga lebih sering melintas jalan-jalan di kodya dibanding yang di Bantul. bahkan kalaupun aku sepedaan lebih sering ke wilayah Kabupaten Sleman.

Warung Enaak (3)

Warung Enaak (3)

Warung ENAAK ini menarik karena konsepnya yang memanjakan tamu. Ada lokasi makan yang modelnya lesehan dan model duduk di kursi, baik kursi biasa atau yang model sofa. Ada fasilitas hotspot gratis juga, sehingga bagi yang ingin tetap terhubung ke dunia socmed (social media) tetap dapat eksis disana.

Meskipun kecepatan internetnya biasa-biasa saja, tapi cukup memadai untuk sekedar baca email atau chatting. Kalau untuk melihat film di Youtube mungkin belum memadai, tapi cukuplah untuk selingan menunggu datangnya pesanan makanan minuman kita.

Dari berbagai menu yang ada, aku memilih menu “Gulu (sapi) Bakar madu” dan rasanya ternyata tidak mengecewakan. Harganya juga cukup reasonable.

Dagingnya cukup empuk dan langsung lepas dari tulang begitu kita sentuh. Semoga kalau ada yang datang setelah membaca tulisan ini juga mendapat daging seperti yang kurasakan hari ini.

Biasanya aku memang lebih suka daging bakar dan bukan daging bakar madu, tapi ternyata lumayan oke juga rasanya. Ada rasa bakar yang manis. Bagi cewek-cewek yang sudah manis, mungkin tidak perlu pesan yang pakai madu, kecuali ingin tambah manis (guyon mode : ON).

Bagi yang punya akun di foursquare, bisa melihat lokasi RM Enaak ini disini.

531 views

Testimoni dari Abi Priok

Jakarta, 21 April 2010 Kompas…

Ribuan pekerja outsourcing di pelabuhan/terminal petikemas itu menuntut diangkat menjadi karyawan tetap. Kontrak kerja outsourcing ditandatangani oleh manajemen JICT dengan beberapa vendor, yakni PT Philia Mandiri Sejahtera, Koperasi Pegawai Maritim, dan Koperasi Karyawan JICT.

 

Mereka antara lain bekerja sebagai operator rubber tired gantry crane, head truck, quay crane, radio officer, dan maintenance.

“Pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan inti yang terkait langsung dalam proses produksi dan berada di lini satu pelabuhan/terminal peti kemas,” kata Hanafi yang juga Presiden Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI)..


Ya, sekelumit berita yang tentunya diantara kita ada yang pernah mengamatinya melalui layar berita televisi. Dan kebetulan kejadian tersebut menimpa saudara ipar saya, akhirrnya dikarenakan penuntutan pekerja kontrak sebagian dari mereka diberhentikan oleh perusahaan.

Apa reaksi selanjutnya..?

Yang saya amati.. – Bingung – Ketakutan akan masa depan yang suram – Terkadang matanya berkaca dan terlihat iba seolah membayangkan anak yang sudah mulai besar ketika pagi selalu tersenyum jika Ayahnya berangkat bekerja dan kebetulan dikaruniai 3 orang anak yang lucu-lucu dan manis.

Saya sendiri ikut bingung dan iba melihatnya, Tanjung Priuk – Bekasi mondar mandir mencari jawaban.

Setelah sekian lama mencoba untuk mencari tahu tentang apa yang harus bisa dilakukan akhirnya bertemulah dengan “Pesta Wira Usaha Bekasi “ dan salah satunya disitu terdapat workshop “Mie Ayam Sehati “.

Akhirnya setelah berbincang-bincang dan mencoba memberi masukan akhirnya beliau tertarik juga pengin ikut nimbrung gabung, bolehlah ikut ya nanti uang pendaftaran gimana, mungkin bagi sebagian besar anggota milist uang 150.000 tidak berarti tapi bagi orang yang sudah terkena PHK 3 bulan hidup di Jakarta tentu sesuatu yang berharga.

Okelah ikut ucapnya terima beres ya..

seeplah mas ikut aja siapa tahu bermanfaat.

Saya lihat begitu antusias mengikuti jalannya acara, sementara Pak Syamsu asyik memainkan mie kesayangannya he..he.

Hari ke-3 setelah mengikuti Pesta Wirausaha beliau telpone.

Har, aku pengin ikut beneran yah buat pelatihannya di Cikarang kan?..

yah mas ikut saja murah kok cuma gantiin biaya bahan saja.

Kebetulan beliau memang gaptek sama komputer dan gak pernah ikut milist ya nggak kelihatan tapi mungkin ada yang kenal waktu pelatihan namanya Irwan.

Sepulang dari pelatihan beliau langsung semangat dan mampir ke tempat saya, dengan raut muka yang sama, bingung.

Modalnya bagaimana? katanya ..

Mas, kan dirumah Ibu sudah ada mesin gilingnya, mangkuk juga ada, kompor, piring ya udah itu cukup mas tinggal modal bahan kita bantu, Spanduk nanti buatin, gampang jangan dibikin repot pungkasku.

Setelah dihitung-hitung ternyata modal gak lebih dari 400.000,- sudah bisa buka..murah kan?

Alhamdulilllah sudah berjalan sampai sekarang dengan nama Mie Abi dengan memanfaatkan teras rumahnya yang sempit di Jl.Kampung Mangga RT 016/RW 03 Tanjungpriuk Koja- Jakarta Selatan.

Setidaknya dengan modal yang terbatas sudah cukup untuk bisa menyambung hidup sehari-hari tinggal bagaimana seiring waktu bisa menapaki jalannya usaha dengan kreativitas dan peluang kedepannya. Memang saya lihat antusias warga setempat begitu marak, selain karena mereka baru dengar kok ada mie yang berwarna hijau, kuning,merah,diolah ditempat, gak pake pengawet, boleh lihat proses pembuatannya juga.

Untuk pemula sudah lumayan sehari bisa habis 2-3 gilingan.

Yah begitu sekelumit fakta yang tejadi. Jadi bagi Anda yang masih bingung untuk memulai usaha mungkin ini bisa menjadi isnpirasi tanpa perlu modal yang berlimpah, dan pintar meracik mie, gampang saja kalau mengikuti pelatihannya kok..dijamin enak, enak tenan, enak sekali..

Soal pelatihan dan dimana tanya sama Masyon.he..he (atau tanya Ibu Yeni saja 0888 308 7532)

Salam Berbagi…

Anhar http://www.mainanpesawat.com

http://www.muhammadyasiranhar.wordpress.com

+++

diambil dari milis TDA Bekasi atas ijin mas Anhar

742 views

Testimoni dari Blogger Internasional : Amril TG

Saat pembukaan gerai Mie Ayam Sehati cabang Jogya, ada tamu istimewa yang datang. Dia adalah blogger internasional yang pernah menjadi tetanggaku di Cikarang.

Berikut adalah tulisannya tentang Mie Sehati yang dimuat di Kompasiana.

Hari Minggu (12/9) lalu, saya menghadiri peluncuran Mie Ayam Sehati Emia Yogyakarta di Jl. Cungkuk Raya 258. Bersama keluarga serta adik ipar, saya–yang kebetulan mengambil cuti lebaran untuk mudik ke kampung halaman istri tercinta tersebut–berkesempatan hadir dalam pembukaan gerai Mie Ayam Sehati Emia yang dikelola oleh rekan blogger Mas Eko Eshapedan sang istri tercinta, mbak Yeni.

Sebelum di Yogya, saat masih tinggal di Cikarang, Mas Eko dan mbak Yeni juga membuka gerai Mie Ayam Sehati di Jl Beruang Perumahan Cikarang Baru.

Setelah hijrah ke Yogya, mereka kembali membuka gerai serupa tapi menyandang nama komersil Mie Ayam Sehati Emia atau Enaknya Minta Ampun.

Seperti diungkapkan di situsnya, filosofi nama Mie Ayam Sehati yang bernaung dalam Mie Perto Grup ini adalah karena Mie ini  dibuat sendiri dan langsung disajikan hari itu juga, sehingga terjamin dari sisi kesehatan dan kandungan gizinya, sehingga harus ada kata SEHAT dalam merk ini. Mie Ayam ini telah menyatukan beberapa hati dari teman-teman yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan ini, sehingga layak kalau ada kata SEHATI dalam merk makanan ini.

“Mie Sehati di Yogya ini kita berikan nama EMIA atau Enaknya Minta Ampun,” kata Mas Eko menjelaskan istilah EMIA yang tertera pada spanduknya.

“Semua filosofi mie ayam Sehati sama dengan mie ayam EmiA, “tambah wakil ketua Komunitas Blogger Bekasi ini, “hanya ada satu tambahan rasa saja. Kalau Mie Ayam Sehati terkenal dengan tiga rasa, maka Mie Ayam EmiA tambah satu rasa yaitu rasa Emia alias Enaknya Minta Ampun”.

Konsep Bisnis Mie Sehati dijelaskan secara rinci di blog Mie Sehati, dan memang bila anda tertarik menekuni bisnis ini maka prospek cerah berada didepan mata.

Dalam Grand Launching Mie Sehati Yogya, kami melahap habis mie ayam yang sangat lezat itu dan diberikan secara cuma-cuma hanya di hari peluncuran. Warna mie yang hijau berasal dari sayur sawi yang dihaluskan dan dicampur dengan adonan mie, memberikan sensasi rasa yang luar biasa.

“Selain sayur sawi, bisa juga digunakan bayam atau daun katuk, namun selama ini, sayur sawilah yang terbukti paling awet untuk dipakai sebagai bahan campuran pembuatan mie ini,” kata Mas Eko.

Rasa Mie Sehati semakin “nendang” ketika ditambahkan saos sambal Dua Belibis yang konon, kata Mas Eko, merupakan jodoh yang paling tepat untuk menyantap Mie Sehati.

Sebelum pamit pulang, berfoto bersama dulu di Gerai Mie Ayam Sehati EMIA Yogyakarta

Rasa Mie Sehati bila disantap dalam keadaan hangat memang sangat “maknyus”. Pokoknya langsung “nempel” di hati. Kelezatannya tentu saja setara dengan tingkat kesehatan mie ini yang masih segar dan bebas dari bahan pengawet. Dengan harga yang relatif terjangkau, kita bisa mendapatkan kenyamanan dan kenikmatan luar biasa dari Mie Sehati ini.

Tak heran, animo masyarakat yang ingin jadi peserta pelatihan pembuatan mie sehati sangat tinggi. Setidaknya 2 kali seminggu akan diadakan pelatihan/workshop membuat mie di gerai tersebut. Bila anda ingin ikut silahkan lihat informasi lengkapnya di www.miesehati.com.

Maju terus Mie Sehati Emia, Sukses selalu buat Mas Eko dan mbak Yeni

Terima kasih mas Amril atas liputannya. Salam Sehati

60 views

Sudut Pandang Mas Kika

Pagi-pagi selesai menemani mbak Luluk dan mas Lilo membuat Mie aku hidupkan komputer dan mataku langsung tertuju pada halaman web mas Kika. Ada sebuah kesaksian yang dibuat oleh mas Kika terhadap perilakuku dalam menjalankan bisnis mie ayam sehati.

Judul tulisan mas Kika adalah “Mie Ayam Sehati

Aku langsung menulis komentar di kolom komentar. Isinya kurang lebih ucapan terima kasih atas apa yang telah mas Kika tuliskan di Blognya. Tidak gampang mendapat tulisan dari mas Kika dan hari ini aku telah terpilih untuk ditulis oleh mas Kika.

Pasti mas Kika sudah menyediakan waktu khusus untuk menulis, mengingat kesibukan beliau yang luar biasa padatnya dan untuk ini aku hanya dapat mengucapkan salut dengan mengangkat dua jempolku.

Ada salah satu bagian dari tulisan mas Kika yang terasa sangat pas mengena dengan misiku.

+++

Kegiatan-kegiatan positif seperti inilah yang memang harus menjadi tanggung jawab kita sebagai bangsa. Membangun dengan “hati” dan mengulurkan tangan sebisa mungkin. Inilah yang dinamakan “Sedekah Berjamaah” dan menurut saya pula, bila kegiatan ini terus menjadi pegangan bagi Mas Eko dan tim untuk bersosial bahkan dikembangkan lebih bagus lagi, maka akan banyak orang yang bisa mendirikan usahanya sendiri yang bisa jadi menyebar se-antero Indonesia (mumpung perijinannya tidak sulit seperti di Negara-negara maju)

+++

Di penutup tulisannya, mas Kika kembali menyentil kita dengan sebuah kalimat yang semoga menjadi pencerahan bagi mereka yang masih menganggur dan ingin bekerja dengan baik (dan halal).

+++

Dan bagi teman-teman yang masih menganggur, saya mohon pula “jangan hanya menunggu pemerintah untuk memberimu pekerjaan” karena itu sama saja dengan menunggu salju turun di pulau jawa

+++

Terima kasih mas Kika. Tim Mie Sehati sangat menghargai tulisan mas Kika.

+++

foto-foto diambil dari FB Mas Kika

199 views

Telepon hari ini berdering terus

Ponsel bernomor 0888 308 7532 milik Ibu Yeni hari ini berdering terus seakan tidak mau berhenti. Pasti telah terjadi sesuatu, sehingga telepon itu terus membunyikan nada dering panggilan telepon.

Selidik punya selidik, ternyata jawabannya muncul di milis Tangan Di Atas Bekasi.

Rupanya ada sebuah imil dengan judul “Mie Hijau Perto Group ada di koran Warta Kota hari Mingu 18 Juli 2010″. Akibatnya banyak sekali penelpon yang menelpon Master Mie Perto Group pak Syamsu. Rupanya pak Syamsu selalu berkata pada para penelpon agar langsung menghubungi nomor 08883087532 untuk berkonsultasi langsung dengan Ibu Yeni.

 

Tanpa adanya berita di koran saja Mie Sehati sudah kewalahan menerima murid kursus, apalagi dengan adanya berita di Koran, maka jelas kalau Ibu Yeni jadi kalang kabur mengatur jadwal pelatihan. Apalagi dalam waktu dekat ini akan dibuka juga cabang pelatihan di Kota Yogyakarta.

Memang direncanakan akan ada soft launching Mie Ayam Sehati Perto Group di Yogya yang direncanakan pada minggu pertama bulan puasa, yaitu pada hari ke tujuh. Jadi tinggal menunggu keputusan tanggal 1 Ramadhan tahun Hijriyah, maka akan ketahuan menjadi tanggal berapa kalau tahun Masehi.

Grand Launchingnya sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 14 September 2010, sehabis lebaran.

Semangat berbagi dari pak Syamsu Irman yang tak kenal lelah membuat Mie Sehati Perto Group terus merangsek menuju kesuksesan demi kesuksesan.

Sampai bertemu di pelatihan yang akan datang.

468 views

Pengusaha Roti tertarik Mie SEHATI

Sholat Maghrib baru saja selesai ditunaikan dan gerai Mie Ayam SEHATI kembali menerima tamu dari Yogyakarta. Mereka adalah kelompok pengusaha roti “Emily” yang sudah malang melintang dalam bisnis roti di Yogya.

Warna ijo melambangkan semangat "Go Green"

Warna ijo melambangkan semangat "Go Green"

“Wah..model penyajian seperti ini belum pernah kulihat di Yogya”

“Lho semuanya berwarna ijo ya, sampai pangsitnya juga berwarna ijo”

“Gimana kalau buka di Yogya?”

“Di Tangerang juga belum pernah kulihat yang seperti ini. Buka disana saja dijamin laku deh…”

Itulah komentar mereka secara spontan begitu melihat penampilan mie Ayam SEHATI dan kemudian ketika mereka merasakan betapa nikmatnya Mie Ayam SEHATI yang disajikan tanpa mempergunakan pengawet maupun pemanis.

“Bagaimana resepnya, kok tanapa pemanis tapi rasanya sudah enak?”

“Bisa enggak demo ke tempatku dan aku akan segera buka usaha untuk kuliner seperti ini?”

Hmmmm memang ijo dan lezat

Hmmmm memang ijo dan lezat

Merekapun langsung larut dalam diskusi dengan pemilik gerai Mie Ayam SEHATI ini. Sebuah formula mie jadi [biang mie] diberikan pada mereka dan kemudian dilengkapi dengan catatan proses pembuatan mie sampai ke pembuatan pangsitnya.

Selepas Isya, diskusi ini masih terus berlanjut. Segala pernak pernik yang berhubungan dengan mie Ayam SEHATI dikupas tuntas dan diselesaikan dengan cara yang baik serta seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Mengingat hari sudah malam dan masih banyak kegiatan lain yang harus dilakukan.

Tidak lupa foto narsispun dilestarikan dalam acara ini.

Jempol buat Mie SEHATI yang lezat bergizi

Jempol buat Mie SEHATI yang lezat bergizi

Terima kasih kunjungannya. Kita nanti ketemu lagi di Yogya dan Tangerang.

82 views

Kunjungan Komunitas CiMart

Gerai Mie Ayam SEHATI yang menampilkan nuansa HIJAU terus didatangi tamu, baik perorangan, pasangan kecil, pasutri, keluarga maupun kelompok organisasi atau komunitas yang berada di sekitar lokasi Beruang III.

Setelah pagi hari dipakai sebagai ajang mastermind kelompok MMC1, maka malam harinya gantian komunitas CiMart yang memakai warung ini sebagai tempat berbagi pendapat.

Suguhan khas Paijo [paket bakmi ijo] menjadi santapan utama malam itu. Pendampingnya bermacam-macam. Ada yang cukup puas dengan pangsit yang memang disediakan sebagai defauklt dari layanan Mie, ada juga yang masih menambahkan kripik Taro di atas Mie Hijau.

Hehehe… ini tentu suatu hal yang bertolak belakang. Mie Hijau adalah mie lezat yang tanpa pengawet dan dibuat langsung di warung, sedangkan kripik itu adalah buatan pabrik yang mestinya memakai pengawet agar lebih tahan lama disimpan.

Minuman pendamping juga beraneka macam, mulai Teh Botol panas, ini maunya sih teh botol dikeluarkan dari botolnya dan dipanasin lagi, hehehe…ide yang kreatif tetapi tidak diindahkan oleh pemilik warung [mungkin dianggap terlalu kreatif atau takut merusak kandungan zat yang sudah dihitung secara teliti oleh pabriknya] dan ada juga yang pesan minuman tradisional Teh Manis Panas.

Pembicaraanpun berlangsung akrab dan semua yang disampaikan saling diterima oleh para pendengarnya. Benar-benar suasana saling pengertian di antara para pengurus CiMart. Apakah suasana ini terbawa karena lezatnya Mie Hijau SEHATI?

Silahkan saja tanya pada mereka yang hadir pada malam itu.

Para Cimarters yang hadir pada malam itu memang full narsis. Sudah berkali-kali foto di dalam ruangan, masih juga minta nambah di luar ruangan. Padahal hari sudah terlanjur malam dan tidak bisa ditarik jadi sore lagi. Maksudnya sebenarnya para Cimarters sudah ngantuk, tetapi semangat narsis mengalahkan rasa kantuk itu.

Kebetulan Jalan Beruang III [jalan kuliner] ini memang selalu ramai sampai larut malam, sehingga narsis berjamaah inipun menjadi tontonan tersendiri di malam itu.

+++
foto-foto diambil oleh pak Firman [maksudnya fotografernya namanya pak Firman]

27 views