Pemuda dari Sumbawa

“Perjalanan 48 jam menuju Jogja hanya untuk belajar membuat mie?”, kataku melihat penampilan seorang pemuda dari Sumbawa yang sedang mengaduk adonan mie.

Sang pemuda dari Sumbawa yang kuperhatikan masih tetap asyik dengan kegiatannya, sementara itu beberapa peserta pelatihan bisnis mie juga asyik dengan kegiatannya masing-masing.

Mas Bagus Jeha, manajer mie sehati mendekatiku dan berkata sambil ikut memperhatikan sang pemuda dari Sumbawa yang naik bus 2 hari 2 malam untuk menuju ke lokasi pelatihan mie di Jogja.

“Pak Eko, kisah dia ini sangat bagus diangkat sebagai pembangkit motivasi lho”

“………..”, aku spechless tak bisa menjawab. Naik bus dua hari dua malam belum pernah kubayangkan. Naik pesawat 5 jam Jogja Papua saja sudah membuatku jet lag, bagaimana rasanya kalau dua hari dua malam di sebuah tempat yang sempit dan tidak terlalu nyaman.

 

Pemuda dari Sumbawa

Pemuda dari Sumbawa

Salah satu peserta pelatihan mie dari Sragen juga mendekatiku dan menyapa ramah padaku sambil bercerita.

“Saya sebenarnya punya dua acara yang sama di hari ini. Satu di Surabaya dan satu lagi di sini”

“Yang di Surabaya pelatihan mie juga?”

“Iya mas, tapi akhirnya kuputuskan untuk ikut acara pelatihan mie yang di Jogja saja. Saya bawa teman untuk mengawani saya”

“Kenapa memilih Jogja?”

“Waktu itu saya pilih yang lebih dekat saja”

“Hahahaha…. alasan yang sederhana ya mas, tapi penting:-)”

“Waktu itu saya merasa sebagai peserta terjauh, hahahaha…. ternyata ada yang lebih jauh lagi. Dari Sumbawa sampai Jogja lewat berapa selat tuh?”

“Ada peserta pelatihan mie yang dari Papua lho mas”

“Iya ya.. sudah kubaca juga di blog mie sehati. Hebat sekali mereka. Luar biasa semangat wirausahanya”

Peserta dari Sragen

Peserta dari Sragen

Sang pemuda yang kita bahas masih tetap asyik melakukan kesibukannya bahkan sampai pelatihan mie selesai, sang pemuda tetap saja betah di warung mie sehati untuk melanjutkan diskusi tentang usaha mie sehati dan pernak perniknya.

Dalam dialog singkatku dengannya, aku sempat memberi pelajaran membuat nasi goreng mewah padanya. Nasgome, begitu kita menyebutnya. Inilah salah satu menu andalan dari mie sehati ciptaan master Mie Perto Syamsu Irman yang berhasil mendapatkan penghargaan dari ketua TDA Bekasi waktu itu.

Dengan memanfaatkan minyak hasil pengolahan ala mie sehati, maka proses pembuatan nasi goreng menjadi sangat mudah. Cukup tuangkan minyak mie sehati dan kemudian masukkan bawang putih yang digeprak plus nasi putih, maka jadilah Nasgome (Nasi Goreng Mewah).

Dengan tekun sang pemuda Sumbawa mencatat semua keteranganku maupun keterangan dari instruktur pelatihan.

“Kira-kira peralatan apa yang tidak ada di Sumbawa yang bisa diadakan disini ya mas?”, katanya bertanya padaku.

“Lihat saja file resep mie sehati yang bisa diunduh di blog mie sehati dan periksa di beberapa lembar terakhir. Ada daftar peralatan yang harus dipunyai untuk membuka usaha mie sehati”

Es Sehati

Es Sehati

Di akhir acara pelatihan, semua peserta mendapat sertifikat pernah mengikuti pelatihan mie dengan tanda tangan dari instruktur pelatihan bu Yeni Eshape.

“Wah pelatihan ini memang bonafide. Nanti saya pasang di dinding rumah saya untuk menunjukkan kalau saya sudah bisa membuat mie”

“Ternyata mudah ya pak membuat mie?”, kataku

“Terus terang pak Eko. Selama hidup ini, baru sekali ini saya memasak di dapur. Hahahaha….”

“Hahahaha….”

“Istri saya pasti heran dengan kemampuan baru saya ini”

“Yakin sudah bisa pak?”

“Paling tidak sudah bisa 50%, sampai di Sragen nanti akan saya biasakan sehingga kemampuan membuat mie makin terasah”

“Hahahaha…. dari guru SMK otomotif pindah menjadi ahli masak mie sehati”

“Saya juga dari SMK Otomotif lho pak”, tiba-tiba sang pemuda Sumbawa nimbrung pembicaraan

“Lho?”

Kitapun tertawa bersama dan berhenti ketika salah satu peserta pelatihan membagikan tepung krispi pada kita.

“Berapa harganya pak?”

“Gratis untuk peserta pelatihan mie sehati”, ujar sang bapak sambil tersenyum.

“Wah aku kasih resep satu lagi nih”, kataku ketika memegang tepung krispi yang berlabel halal ini.

“………….”

“Tepung ini cocok untuk menu nasi goreng istimewa. Saat kita memasak nasi goreng, maka ketika nasi sudah hampir siap dihidang, kita taburi dulu dengan tepung ini dan rasakan bedanya dengan nasi goreng biasanya”

“Hahahahaha…. pak Eko bisa saja tuh…”

Para peserta saling berjabat tangan masih dalam senyum dan akhirnya berpisah dengan meninggalkan sang pemuda Sumbawa dengan catatannya. Pagi ini aku coba kualitas tepung itu pada menu nasi goreng magelangan. Rasanya? Anakku tersenyum simpul sambil memuji masakanku dan pagi itu semua piring terlihat bersih tanpa sisa makanan sedikitpun.

Semoga perjalanan 48 jam menuju Jogja tidak sia-sia bagi sang Pemuda Sumbawa.

Mie Sehati Taman Kuliner Jogja

Mie Sehati Taman Kuliner Jogja

Wirausaha itu ya ACTION bukan bicara saja

Pak Ato, teman di Cikarang, pernah akan mengarang buku berjudul APH (Action-Pikir-Hitung). Idenya sederhana saja, kira-kira sebenqarnya pak Ato hanya ingin bilang ;”Wirausaha itu ya ACTION bukan bicara saja”.

Banyak kasus yang ditemui pak Ato, pendiri Kupat Tahu Bandung, yang menunjukkan kalau para calon wirausahawan yang gagal menjadi wirausahawan karena terlalu lama memikirkan bisnisnya, menghitungnya dengan cermat tapi lupa melaksanakan usahanya, alias hanya dipikir dan dihitung tetapi tidak pernah ACTION.

Pernah ditemui pak Ato juga pewirausaha yang begitu bersemangatnya membuka usaha warung soto sampai lupa belum punya kokinya. Ini tentu juga tidak begitu benar, karena sehebat apapun usaha kita, tetap memerlukan sedikit pemikiran agar tidak terlalu salah hasilnya.

Cermat diperlukan, tajam juga diperlukan, tapi perlu diingat bahwa kecermatan dan ketajaman itu menjadi sia-sia kalau tidak pernah dipraktekkan. Ibaratnya jago pedang yang mempunyai ribuan jurus dan sebuah pedang yang tajam tetapi belum pernah bertarung. Tentu bisa dibayangkan seperti apa jagoan pedang itu.

Ada juga tamsil yang lain. Wirausahawan itu seperti perenang. Kalau hanya diteorikan pasti lulus semua, tapi tanpa praktek semua teori renang itu jadi tidak bermanfaat. Masih mending mereka yang belum bisa berenang dan nekad masuk ke kolam. Minum air kolam pasti, tapi pandai berenang juga lebih dijamin dibanding yang ahli teori berenang tapi belum pernah berenang.

Milis Tangan Di Atas adalah gudangnya ilmu wirausaha, jadi dengan ikut milis pasti akan banyak diserap ilmu dari mereka yang sudah mempraktekkan teorinya. Kita bisa menghemat sumber daya dengan membaca pengalaman atau wejangan mereka.

Pagi ini kubaca tulisan mas Try di milis Tangan Di Atas. Buat yang belum ikut milis Tangan DI Atas, silahkan menikmatinya.

+++

Penghujung tahun sudah di depan mata, bagaimana dengan rencana-rencana atau target2 yg telah di susun tahun kemarin ? Apapun hasilnya niscaya anda semua sudah maksimal bekerja keras untuk mewujudkannya.

Sebagai pemimpin bisnis kita seolah ” di haruskan ” membuat serangkaian bisnis plan, strategic plan, di awali dengan serangkaian diskusi, analisa, meeting dll, yang lucunya kadang2 seperti hanya mengulang2 apa yg pernah di rencanakan sebelumnya.

Apa yg sebenarnya terjadi ? ada istilah NATO alias no action talk only, atau kalau di manajemen organisasi istilah kerennya ” discussion paralysis” organisasi yg lemah dlm menggerakan roda aktifitasnya, karena terlalu banyak diskusi tanpa ada yg berani mengambil keputusan.

Sejarah mencatat, pemimpin2 besar adalah pemimpin yg berani take risk dg keputusannya. Ada jargon ” do not rock the boat ” jangan mengguncang perahu yg mengapung tenang, tetapi tak ada pilihan untuk melajukan perahu tanpa kita mendayungnya tanpa ada guncangan.

Peran utama pemimpin adalah menentukan arah dan memecahkan masalah, bukan hanya menghimbau apalagi mengeluh 🙂 Keputusan senantiasa berurusan dengan masa depan yg kita tidak tahu pasti apa yg akan terjadi. Hal ini yg membuat kita gamang ,ragu dan takut mengambil keputusan.

Apapa pun itu, toh sebagai pemimpin bisnis kita harus ambil keputusan, bukankah kondisi anda saat ini, adalah hasil dari keberanian anda memutuskan tiga atau lima tahun yang lalu ?

Salam

Follow twitter saya : @tryatmojo

+++

Jadi benar apa kata judul artikel ini “Wirausaha itu ya ACTION bukan bicara saja!”

Kreatifitas Anggota TDA

Kalau melihat Kreatifitas Anggota TDA, aku selalu tersenyum-senyum sendiri. Bagaimana tidak, ulah mereka kadang tidak pernah masuk dalam pemikiran kita atau masuk dalam pemikiran tetapi rasanya tidak nyaman kalau disampaikan.

Ada yang menulis begini di warungnya “Hari ini wanita hamil gratis makan minum sepuasnya !”, atau menulis begini “Minggu ini pekan diskon sesuai umur. Bila berumur 70 tahun, maka mendapat diskon sebesar 70%”.

Iklan itu tentu saja menarik untuk diperbincangkan. Bisa jadi perbincangan itu tentang tidak mutunya iklan itu atau tentang tidak masuk akalnya iklan itu. Segala macam hal bisa dikomentari, tetapi keuntungan dari menulis iklan itu adalah warung menjadi topik pembicaraan.

Padahal kalau diteliti, sebenarnya iklan itu sama sekali tidak merugikan sang pemilik warung, bahkan tetap saja menguntungkan.

Berapa banyak sih wanita hamil yang akan makan di warung itu. Atau juga berapa banyak orang lansia yang akan makan di warung itu. Selama yang makan bukan wanita hamil atau lansia, maka penjualan warung tidak akan terganggu cash flownya. Apalagi kalau wanita yang datang membawa anak dan suaminya, pasti justru warungnya akan untung.

Hari ini aku membaca iklan pak Ato tentang bisnis properti yang dikaitkan dengan acara Pesta Wirausaha 2013. Silahkan simak isi

Bisnis property salah satu bidang yang saya kuasai. Bisnis EO juga salah satu bisnis yang saya sukai. Gimana kalo bisnis property digabung dengan bisnis EO?

Caranya gini:
Saat ini saya ditugasi untuk jual stand dan tiket seminar PWU TDA 2013.
Saat kemarin saya berniat untuk buka pelatihan bisnis property.

Akhirnya saya punya ide.

Pelatihan bisnis property setiap peserta kena biaya Rp. 500.000,-
Tiket seminar PWU TDA kalo lunas November biayanya Rp. 600.000,-

Maka

Minggu tanggal 2 Desember 2012 saya mau buat pelatihan bisnis property di Cikarang.
Peserta akan diajari seluk beluk bisnis property mulai dari A s/d Z. Ada sharing juga dari alumni peserta pelatihan property sebelumnya.

Untuk itu

Bagi teman teman yang berminat terjun atau tahu seluk beluk bisnis property dan pengin ikut hadir di Pesta Wirausaha TDA 2013 silahkan daftar ke 08161667649 atau email ke atosunartodaryan@yahoo.com atau pin BB 239933C4

Dengan syarat

Bayar biaya Rp. 600.000,- saja…
Lunas sebelum 30 November 2012
Transfer ke 1560001691049 bank Mandiri atas nama Ato sunarto

Biar seru saya batasi hanya 10 orang saja…

Yang berminat segera respon, yang gak minat abaikan saja…..

Ditunggu di minggu seru
Agar kita bisa ketemu
Dan bersama sama hadir di acara PWU
Tentunya bersama kamu……

Salam property dan PWU

Ato Sunarto

Meriahnya Pesta Wirausaha 2012

Pesta Wirausaha 2012 yang diadakan oleh Komunitas Tangan Di Atas (TDA) usailah sudah. Yang tinggal adalah lautan semangat berbagi dan lautan ilmu hikmah yang luar biasa saktinya.

“Seberapa besar berbagimu, maka sebesar itulah penerimaanmu”

“Buatlah brand image usahamu dan lakukan transaksi dengan cermat”

“Jadi pengusaha harus berani jatuh, berani bangkrut dan berani ditipu. Itu pembelajaran yang luar biasa kalau kita sanggup mencari hikmahnya. Segera bangun begitu terjatuh dan lamgkah ke depan akan lebib mudah”

“Langkah pertama selalu sulit dan langkah kedua pasti diikuti oleh langkah selanjutnya, akhirnya tanpa terasa kita sudah sampai tujuan”

“Punya ponsel cerdas tapi hanya digunakan chatting? Lalu dimana letak bisnisnya?”

“Gunakan socmed untuk membantu bisnis kita, tapi bukan dengan cara berjualan langsung via socmed. Biarkan oramng lain bicara tentang bisnis kita, tapi jangan dari kita”

“Bagaimana kita bisa mewujudkan impian, jika untuk bermimpi saja kita tidak berani?”

“Punya mimpi saja tidak cukup, harus ada usaha keras dan cerdas untuk mewujudkan mimpi itu”

Begitu banyak hikmah yang dapat diambil di dua hari acara Pesta Wirausaha 2012. Hampir semua orang mengangguk-anggukkan kepala setiap mendengar masukan dari para pencerah yang tampil begitu mempesona di depan panggung. Inilah lautan hikmah yang sesungguhnya. Para pebisnis UKM merasa bersemangat lagi, karena keh\gagalan yang mereka terima selama ini ternyata adalah hukum alam para pengusaha.

Owner Mie Sehati bersama Merry Riana

Owner Mie Sehati bersama Merry Riana

“Semua pengusaha harus pernah jatuh, kalau belum jatuh segera jatuh, tapi jangan pura-pura jatuh!”

“Mumpung bisnisnya masih kecil, jatuh beberapa kalipun akan kecil dampaknya. Bayangkan kalau bisnis kita sudah besar dan kemudian jatuh…. Jadi mari kita jatuh sekarang juga”

Pusat pelatihan Bisnis Mie Ayam Sehati | Perto Group juga banyak belajar dari acara dua hari ini. Beberapa perubahan di bawah ini merupakan hasil dari perenungan kita dan masukan dari para pemateri di acara PW 2012.

  1. Mulai sekarang semua peserta harus melakukan transfer biaya pelatihan sebelum acara dimulai.
  2. Biaya pelatihan disamakan di seluruh tempat (Yogyakarta,Jakarta, Surabaya)., yaitu Rp. 125.000 per orang atau Rp. 200.000 per pasutri (dua orang).
  3. Peserta yang datang dari jauh (luar kota atau luar pulau) yang membutuhkan tempat menginap, saat ini sudah disediakan tempat menginap yang sederhana dan cukup memadai.
  4. Transfer pembayaran untuk wilayah Yogyakarta adalah rekening BCA atau Mandiri atas nama Yeni Rumiyaningtyas dengan nomor sebagai berikut ;

Pesta sudah usai, sekarang saatnya kita menjalankan apa yang sudah kita dapat dalam kurun 2 hari di Pesta Wirausaha 2012. Minimal kita bisa mejeng dengan para pemateri di sela-sela waktu luang mereka.

Bersama Pak Nukman Luthfie pakar Socmed

Bersama Pak Nukman Luthfie pakar Socmed

 

Supercode Green Entrepreneurship 2011

supercode

Inilah ajang lomba jadi pengusaha di kalangan mahasiswa seri ke tiga. Diadakannya lomba ini di tahun ke tiga membuktikan bahwa ada kesinambungan dari panitia yang satu ke panitia yang lainnya. Aku sendiri baru ikut aktif di seri ke 3 ini.

“Tahun lalu hadiah untuk Juri lebih sederhana daripada tahun ini mas”, begitu kata mas Sri Jabat yang pada hari itu kebagian sebagai salah satu pemberi materi pada para pengusaha yang hadir di acara ini.

Dari sekian banyak peserta, pada hari itu hanya tampil yang masuk final yaitu tiga grup dari UGM (2 grup) dan UII (1 grup).

Dua dari tiga dewan Juri latihan narsis

Dua dari tiga dewan Juri latihan narsis

Peserta finalis pertama membawakan business plan berupa usaha “Ice Cream Banana Yoghurt”. Salah satu wakil dari grup ini dengan lancar bercerita tentang segmentasi pasar, positioning maupun pola pemasarannya. Semua disajikan dengan cukup lengkap.

Sayangnya pertanyaanku tidak berhasil memancing mereka untuk lebih terbuka memandang prospek usaha ini.

“Kalau ice cream ini anda jual ke warung dengan harga 2.000 rupiah dan di warung kemudian dijual dengan harga 5.000, maka kalau ada yang langsung beli ke warung anda, berapa harga yang anda pasang?”, begitu pertanyaanku.

Memang akan banyak jawaban dari pertanyaanku ini. Namun sebenarnya yang kuharapkan adalah jawaban yang lebih luas daripada yang dijawab oleh presenter.

Kalau kita ingin usaha kita berkembang dengan memanfaatkan kekuatan agen, maka harga jual di tempat kita harus sama dengan harga eceran etrtinggi yang kita tetapkan.

Dalam hal ini kalau kita patok HET adalah 5.000 rupiah, maka kalau ada yang beli langsung ke kita harganya harus tetap 5.000 rupiah. Sementara itu akan lebih baik kalau untuk agen, kita beri keleluasaan untuk menjual dengan harga dibawah 5.000.

Dengan demikian pecinta Ice Cream kita ini akan loyal pada agen kita. Mereka tahu bahwa harga di tempat kita adalah sama dengan harga di agen, sementara di agen kadang ada potongan khusus, ada diskon tertentu sehingga jatuhnya harga bisa lebih murah dari di tempat kita.

Pola pikir ini akan membuat agen membesar dan penjualan di tempat kita akan biasa-biasa saja. Energi akan lebih optimal dengan memperbanyak agen daripada memperbesar toko kita.

Jus Madu Ekstrak Keong Emas

Jus Madu Ekstrak Keong Emas

Penampilan kedua adalah “Jus Madu Ekstrak Keong Emas”. Sebuah terobosan baru dalam melihat bencana sebagai peluang. Idenya sangat bagus dan orisinil. Sayangnya usaha ini kelihatannya hanya diperuntukan sebagai pemenuhan kriteria lomba saja, tidak untuk diteruskan menjadi sebuah usaha yang mendatangkan keuntungan besar.

Mereka belum memikirkan ketersediaan pasokan keong emas, padahal itu adalah nilai jual utama mereka. Belum terpikirkan untuk membudidayakan keong emas agar mereka tidak pernah kehabisan stock. Bis adibayangkan jika hama keong emas berakhir, maka mereka akan kehilangan pasokan bahan utama jualan mereka. Artinya usaha mereka akan berhenti total.

Peserta lomba yang terakhir memamerkan kelihaian mereka dalam membuat “Fermentasi Sawi Putih”. Sebuah pertanyaan dari Juri cantik di sampingku rupanya belum terlintas oleh mereka.

“Kalau anda ahli dalam fermentasi sawi putih, pernahkah terpikir untuk memasok fermentasi sawi putih  ke restoran yang memajang menu sawi putih. Pernahkan anda bandingkan dengan kalau anda perlu menyediakan nasi, lauk dll disamping sawi putih yang anda sajikan?”

Rupanya presenter belum siap dengan pertanyaan seperti itu, sehingga tetap bertahan dengan jualannya yaitu nasi plus lauk dan bonus sawi putih.

Satu hal yang didengung-dengungkan oleh mereka adalah makanan yang bersifat ramah lingkungan, bernuansa “GREEN” dan itu merek atunjukan dengan menu sehat sawi putih. Sayangnya mereka lupa bahwa ekmasan yang mereka pakai belum mencerminkan nuansa GREEN.

Memang sangat sulit untuk menciptakan nuamsa GREEN ini, bahkan mie sehati yang sudah berwarna HIJAU, masih dalam taraf menuju ke makanan yang bernuansa GREEN.

Meski demikian secara keseluruhan acara ini cukup berhasil dan sebelum pulang aku sempat menyampaikan sebuah usulan pada salah satu mahasiswa yangterlibat dalam acara ini.

“Ini event yang sangat bagus tapi panitia lupa akan kebesaran nama UGM. Sebaiknya untuk tahun depan diadakan dalam skala nasional, untuk seluruh mahasiswa Indonesia. Dengan demikian gaungnya akan lebih luas dan sponsor akan tertarik untuk memberi dana ke acara ini”

Sebagai salah satu pemberi materi dan Juri di acara ini, aku sangat bersyukur dapat bertugas dengan baik. Alhamdulillah. Sampai jumpa di tahun depan.

Salam sehati.

Piala Supercode

Mengembangkan Bisnis

“Pada bulan pertama sampai bulan ke empat bisnis saya lancar mas, sehingga saya optimis ketika melakukan tanda tangan kontrak untuk sewa tahunan, ternyata bisnis saya langsung melorot dan beberapa di antaranya malah rontok”

Begitu kata salah satu peserta Kelompok Mastermind yang baru dibentuk di BCP pada hari Minggu, tanggal 3 April 2011 ini. Aku langsung menebak, pasti ada hubungannya dengan cash flow.

“Bener mas, cash flow jadi tidak lancar dan akibatnya pasokan jadi ikut terhambat, akibatnya penjualan jadi ikut terganggu”

Aku jadi ingat cerita dari seorang teman ketika bisnisnya naik begitu cepat dan akhirnya harus turun perlahan-lahan dan terus turun sampai akhirnya tutup (CMIIW Friend).

“Ketika pembeli mulai banyak, maka kita mulai menaikkan jumlah persediaan sesuai permintaan. Begitu terjadi terus sampai akhirnya permintaan turun tetapi persediaan tetap tinggi, akibatnya persediaan rusak karena waktu dan akhirnya barang yang kita sajikan ikut menurun kualitasnya”

“Kok bisa mas?”

“Ya bisa, karena kita memakai bahan baku yang kurnng bagus, sisa dari persediaan kemarin yang tidak habis”

Nah kalau model begini ini pasti bisnis kuliner, dimana rasa adalah nomor wahid. Begitu rasa berubah, maka pembeli akan menjauh.

“Seharusnya saat permintaan tinggi kita tetap setia dengan jumlah yang biasa kita siapkan untuk pelanggan, sehingga rasa tetap enak dan biarkan pembeli kecewa karena kehabisan pesanan”, kata temanku itu.

“Jadi kita biarkan pembeli kecewa karena tidak kebagian produk yang kita jual”, lanjut temanku.

“Besok atau kapan dia pasti akan datang lagi karena penasaran. Nah ketika dia datang maka dia akan mendapatkan makanan yang rasanya tetap enak dan akibatnya lagi dia tetap setia dengan apa yang kita sajikan”

Ternyata mengembangkan bisnis perlu seni tersendiri. Banyak hal yang harus dipikirkan ketika kita ingin mengembangkan bisnis. Harus memakai banyak referensi agar hasilnya sesuai dengan harapan kita, begitu kata teori manajemen.

Pak Ato, salah satu penganut pola pikir APH, selalu mengedepankan ACTION dalam setiap langkahnya. Hasilnya memang tidak membuat semua usahanya berjalan lancar, tapi sebagian besar usahanya memang berasal dari pola pikir APH (Action-Pikir-Hitung).

“Nanti kalau buku karangan pak Ato sudah terbit, kita perlu beli bukunya”, kataku ketika melihat pak Ato berapi-api memberikan masukan untuk para anggota KMM (Kelompok Mastermind) yang baru saja terbentuk.

Ada dua belas orang yang hadir di acara ini. Mirip dengan ketika pembentukan mastermind Cikarang 5 dan 6. Ketentuan di KMM peserta maksimal adalah 8 orang dan minimal 5 orang, sehingga hari ini terbentuklah dua kelompok mastermind. Satu kelompok isinya cewek semua dan satu kelompok isinya cowok semua.

Pembentukan mastermind biasanya selalu meriah, tetapi yang penting bukan pembentukannya. Yang penting adalah menjaga agar kegiatan KMM ini dapat terus berlangsung”

“Yang utama adalah komitment untuk hadir. Kalau ada yang berhalangan hadir, tinggal saja, jangan diikuti kemauan mereka yang tidak bisa hadir, karena bila tanggalnya dirubah belum tentu dia bisa hadir”

“Berapapun yang hadir, terus laksanakan pertemuannya”

Pertemuan diakhiri pada siang hari selepas sholat Dzuhur. Aku menuju ke parkiran mobil bersama mbak Tikka, Ternyata mbak Tikka ini mau menunjukkan loaksi bisnisnya di Giant. Sebuah tempat yang ramai kalau hari libur tetapi kurang ramai kalau hari tidak libur.

Wah kalau urusan bisnis offline seperti ini perlu disuntik dengan promosi online agar lebih nendang bisnisnya. Sempat mampir juga ke mantan kios mbak Tikka yang terlihat semarak dan laris, karena setidaknya ada tiga kios yang tumbuh bersama naiknya omzet.

Mengembangkan bisnis memang tujuan kita semua dan caranya bisa berbeda-beda sangat tergantung pada kreatifitas, semangat dan model bisnisnya. Kiat dari pak Ato hanya ada dua.

Rajin berbagi dan bersilaturahmi, maka bisnis akan berkembang dengan sendirinya”

Berhasil “TUTUP”

Logo TDA

Rasanya aneh kalau mendengar cerita tentang tutupnya sebuah usaha dan disampaikan dengan penuh ketegasan. Simak surat dari mas Noto di bawah ini.

+++

Dear,All….

“SOTO AYAM MAS NOTO”Setelah tiga bulan lalu berhasil saya buka, maka hari ini saya nyatakan bahwa SOTO AYAM MAS NOTO telah “BERHASIL TUTUP”.

Terkadang sulit untuk menterjemahkan kalimat “Berhasil Tutup”, tapi saya pikir saya harus belajar untuk melihat setiap keadaan dari sudut pandang yg berbeda, bahwa dg tutupnya Usaha pertama saya “soto ayam” telah membuat saya berhasil mengetahui cara yang salah dalam mengelola sebuah usaha.

Saya hanya tidak boleh diam, yang penting adalah saya harus segera Action lagi.Dan semoga dengan berbagi, saya bisa mendapat masukan dan saran yang bisa lebih menguatkan saya dalam usaha berikutnya.

Terimakasih buat pak Untung, pak siswanto dan pak Ato sunarto, serta teman2 TDA dan EU atas dukungannya terhadap usaha saya yg baru pertama saya lakoni ini.

Mari Berkarya Lagi, dan Tetap Semangat!!
Salam

+++

Sambutan teman-teman juga sangat mencenggangkan. Bukannya ikut sedih, malahan ikut mendukung penutupan usaha ini.

Misalnya tanggapannya seperti ini.

+++

Wah makin banyak yang berani menyampaikan kegagalannya. Kayaknya musti diadain sesi diskusi sendiri nih…Judul diskusinya”The Power of Gagal”Silahkn berbagi kegagalan dan mari kita ambil hikmahnya..

Salam Suksessss,

+++

Selamat dan Sukses pak Pranoto atas penutupan usahanya, sayang saya tidak bisa menghadiri penutupan usahanya. Semoga dengan keberhasilan penutupan usaha ini akan diikuti dengan pembukaan usaha lagi.
Kalo mau wisata ke daerah puncak aja kalo macet suka buka tutup, begitu juga kalo mau ke puncak usaha kalo macet cash flownya yang tinggal buka tutup aja.
Buka Tutup usaha adalah keputusan, tidak buka usaha dan tidak menutup usaha (kalo rugi) adalah kebimbangan..
Salam buka tutup usaha

+++

Sebelum buka mie wasabi,
saya sudah sukses tuh pak menutup usaha warung padang satu bulan sebelum nya.
Sudah sukses pula menutup usaha pempek sebelumnya.
Sudah sukses pula menutup usaha sarung tangan dan apron sebelumnya.
Sudah sukses pula menutup usaha mlm dan keagenan pulsa.
Sudah sukses pula menutup usaha kulakan jualan baju ke Bali.
Ternyata baru sadar saya telah banyak menuai ke-sukses-an setelah baca postingan pa pranoto ini.
Dan dari tutup nya usaha itu masing masing punya alasan sendiri yang berbeda beda.
Tapi, ga kapok kapok ya?

+++

Luar biasa mas Pranoto. Beliau bisa menghadapi kekalahan dengan baik.
Kalah dalam satu pertempuran bukan masalah, masih ada pertempuran lain yang bisa kita menangkan.
Yang penting jangan sampai kalah perang. Tabu kalau sampai kalah perang.
Pertempuran dan Peperangan adalah dua hal yang berbeda.

Salam sehati.

+++

Tertarik ikut diskusi seperti di atas, silahkan ganti kalimat “Masukan Alamat email Anda!” dengan alamat email anda dan klik Join Now!

Subscribe to tdabekasi

Powered by us.groups.yahoo.com

tetap semangat mengikuti Pelatihan Mie Ayam Sehati

tetap semangat mengikuti Pelatihan Mie Ayam Sehati

Pelatihan Mie Sehati : 26 Februari 2011

“Bu besok bisa datang mesin giling mienya?”

“Ya mas, silahkan datang besok sore ya, nanti kita siapkan mesinnya”

Percakapan singkat itu mengakhiri acara pelatihan mie sehati di Gerai Mie Ayam Sehati Yogyakarta. Beberapa percakapan sebelumnya banyak menunjukkan antusiasme ang tinggi dari para peserta pelatihan untuk sesegera mungkin membuk ausaha mie ayam sehati.

“Konsep Mie Sehati memang seperti itu, yaitu bagaimana membuat semua orang bisa buka usaha secepat mungkin dengan modal usaha yang sesedikit mungkin”

“Para peserta pelatihan mie sehati bis alangsung buka warung mie cukup dengan modal 3 juta rupiah saja. Silahkan bandingkan dengan bisnis waralaba lainnya yang bisa sampai puluhan juta”

Itu kalimat yang kusampaikan pada seorang staf ahli DPR yang kebetulan kutemui di KA Taksaka saat ngobrol di dekat pintu keluar KA.

Dimanapun kita berada, selalu sempatkan untuk memasarkan produk kita dengan cara seelegan mungkin dan seramah mungkin.

Sampai bertemu di pelatihan selanjutnya.

Siap-siap narsis berjamaah sebelum meninggalkan warung mie sehati

Siap-siap narsis berjamaah sebelum meninggalkan warung mie sehati

Jumlah ideal pelatihan mie sehati

Jumlah ideal pelatihan mie sehati

Kewalahan Diserbu Penggemar

“Pak Syamsu, mohon acaranya dihentikan dulu, kita kembali ke tempat duduk masing-masing”, begitu ucapan dari eMCe acara Festival Wirausaha 2010 (FW2010) memperingatkan Master Mie Perto Syamsu yang masih asyik menjawab pertanyaan para penggemar Mie Ayam yang begitu antusias bertanya mulai dari A sampai Z perihal dunia Mie Ayam.

Acara sharing bisnis dari Mie Sehati memang menampilkan Sang Master Mie Perto Syamsu, dan baru kali ini sang master terlihat kewalahan menghadapi serbuan ratusan peserta yang memadati lokasi sharing bisnis di salah satu sisi ruangan acara FW2010.

Apalagi ada juga pertanyaan yang sudah ditanyakan masih ditanyakan lagi oleh peserta lain. Suasana benar-benar model acara otak kanan pak Purdi, semua merapat ke meja sharing bisnis mie dan saling berebut bertanya, bahkan sampai event ini selesai digelarpun masih saja ada yang bisik-bisik bertanya pada pak Syamsu dan asistennya Ibu Yeni.

Berdasar jadwal panitia, maka sharing bisnis Mie Sehati ini hanya punya durasi 1 jam saja, tetapi melihat animo peserta yang begitu antusias, maka waktu sharing bisnis mie ayam inipun diperpanjang sampai hampir dua jam dan itu masih terasa kurang bagi penonton.

Antusias penonton Mie Sehati ini juga mirip dengan acara penutup FW2010 yang dibawakan oleh Ippho Santosa, pakar otak kanan. Waktu yang disediakan panitia ditabrak habis dan tidak ada keberatan dari panitia maupun penonton. Akibatnya begitu acara selesai adzan maghribpun sudah berkumandang.

Fakta yang mengejutkan adalah hadirnya penonton yang ternyata mengetahui acara ini via FB. Untung aku dulu langsung membuat halaman FB untuk acara ini, sehingga banyak yang terjaring ikut dalam acara ini gara-gara melihat FB.

Mie Sehati mengajarkan pada audiens untuk ikhlas dalam berusaha. Jangan takut untung besar dan kemudian bingung kemana lagi harus beramal, tetapi tetaplah selalu istiqomah dalam menjalankan bisnis. Untung adalah sebuah akibat dari kegiatan kita berbisnis, jadi terimalah semua akibat itu dengan ikhlas dan syukur.

Semua lakon di dunia ini sudah dibuat jalan ceritanya oleh Tuhan Sang Maha Oke (meminjam ucapan dari mas Ippho), jadi kita tinggal menjalaninya dengan baik dan jangan mencoba merubah jalan cerita Tuhan dengan membelokkannya ke jalan cerita lain yang lebih jelek.

Tuhan akan merestui usaha kita membelokkan jalan cerita hanya kalau jalan cerita yang kita inginkan adalah jelan cerita yang lebih baik, bukan jalan cerita yang lebih buruk tentunya.

Janji Suci pada Tuhan masing-masing

Hari ke dua acara FW2010 ini memang penuh dengan semangat otak kanan yang selalu bebas merdeka, meloncat-loncat dan susah diatur. Audiens seperti tersihir oleh ucapan para pembicara di depan. Tatapan mata mereka terlihat asyik memandang sang pembicara. Kalaulah ada yang tidak terlihat asyik, mungkin karena tadi malam nonton bola dan masih ngantuk, apalagi melihat Inggris yang kecolongan gol yang seharusnya tidak terjadi.

“Jangan tatap mata saya..!”, begitu ucap sang pembicara sehingga membuat suasana yang sudah santai menjadi makin akrab.

Ini memang event akbar ulang tahun yang pertama buat TDA Bekasi dan panitia telah sukses mendatangkan begitu banyak peserta dalam event ini.

“Melihat animo penonton, maka acara ini terlihat layak untuk dijadikan acara tahunan TDA Bekasi”

Ucapan ini langsung dijawab dengan tepuk tangan gemuruh dari seluruh peserta FW2010. Panitia yang tadinya sudah siap untuk “nombok” karena dana yang masuk tidak cukup untuk membiayai kegiatan besar ini, akhirnya siap-siap untuk GAGAL nombok!:-)

Begitulah kalau para panitia adalah pengusaha semua, maka doanya lebih mustajab dibanding mereka yang jarang berdoa.

“Wirausahawan biasanya terbukti lebih sering berdoa dan lebih khusyuk berdoa dibanding pekerja kantoran”

“Pekerja kantoran, tanpa berdoapun mereka yakin akan terima gaji di akhir bulan. Sementara itu para wirausahawan harus bedoa siang malam agar bisa membayar gaji pegawainya”

“Mereka terbiasa berdoa dan meski awalnya mungkin kurang ikhlas, tapi dengan tuntutan kondisi lingkungan yang ada, keikhlasan berdoapun akhirnya muncul”

“Silahkan catat, dari sepuluh sahabat nabi yang masuk sorga, delapan di antaranya adalah pengusaha. Tolong koreksi kalau pernyataan ini salah”

Dalam acara FW2010 hari ke dua ini, audiens bahkan rela membeli sebuah benda sederhana dari pembicara yang normalnya berharga di bawah 200 ribu dengan uang sebesar dua juta lima ratus ribu rupiah.

Audiens dibuat tergetar hatinya ketika berdoa untuk sang pembeli itu. Betapa mereka ingin membeli tetapi keberuntungan belum sampai pada mereka.

Tercatat dua anggota TDA yang bergerak dalam bidang IT yang mewarnai acara hari ke dua ini. Yang pertama tentu mas Din, bujangan ganteng yang harus segera dicarikan pasangan hidupnya (yang sepadan). Yang ke dua mas Kika yang memberi hadiah web hosting senilai 4 juta rupiah sebagai doorprize acara FW2010.

Semangat berbagi yang luar biasa tekah ditunjukkan oleh semua anggota TDA maupun non anggota TDA.

“Suatu saat nanti, bila ikhlas sudah datang, maka tidak ada lagi take and give. Yang ada adalah Give and Given

Luar biasa semangat para presenter dan animo para peserta FW 2010. Semoga di FW2011 akan lebih meriah lagi dengan makanan rohani yang lebih bergizi.

Insya Allah. Amin.

+++

+++

Tampilan ini ternyata ada yang salah. Rupanya salah satu alamat ada yang salah tulis, tertulis yeni.eshape@miesehati.com, seharusnya yang benar adalah yeni@miesehati.com (makasih buat Mas Vavai yang membuat semua ini bisa terjadi) atau yeni.eshape@gmail.com.

Materi pelatihan dapat diunduh disini. Lengkap, mulai dari bahan sampai ke cara pengolahannya.