Testimoni dari Blogger Internasional : Amril TG

Saat pembukaan gerai Mie Ayam Sehati cabang Jogya, ada tamu istimewa yang datang. Dia adalah blogger internasional yang pernah menjadi tetanggaku di Cikarang.

Berikut adalah tulisannya tentang Mie Sehati yang dimuat di Kompasiana.

Hari Minggu (12/9) lalu, saya menghadiri peluncuran Mie Ayam Sehati Emia Yogyakarta di Jl. Cungkuk Raya 258. Bersama keluarga serta adik ipar, saya–yang kebetulan mengambil cuti lebaran untuk mudik ke kampung halaman istri tercinta tersebut–berkesempatan hadir dalam pembukaan gerai Mie Ayam Sehati Emia yang dikelola oleh rekan blogger Mas Eko Eshapedan sang istri tercinta, mbak Yeni.

Sebelum di Yogya, saat masih tinggal di Cikarang, Mas Eko dan mbak Yeni juga membuka gerai Mie Ayam Sehati di Jl Beruang Perumahan Cikarang Baru.

Setelah hijrah ke Yogya, mereka kembali membuka gerai serupa tapi menyandang nama komersil Mie Ayam Sehati Emia atau Enaknya Minta Ampun.

Seperti diungkapkan di situsnya, filosofi nama Mie Ayam Sehati yang bernaung dalam Mie Perto Grup ini adalah karena Mie ini  dibuat sendiri dan langsung disajikan hari itu juga, sehingga terjamin dari sisi kesehatan dan kandungan gizinya, sehingga harus ada kata SEHAT dalam merk ini. Mie Ayam ini telah menyatukan beberapa hati dari teman-teman yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan ini, sehingga layak kalau ada kata SEHATI dalam merk makanan ini.

“Mie Sehati di Yogya ini kita berikan nama EMIA atau Enaknya Minta Ampun,” kata Mas Eko menjelaskan istilah EMIA yang tertera pada spanduknya.

“Semua filosofi mie ayam Sehati sama dengan mie ayam EmiA, “tambah wakil ketua Komunitas Blogger Bekasi ini, “hanya ada satu tambahan rasa saja. Kalau Mie Ayam Sehati terkenal dengan tiga rasa, maka Mie Ayam EmiA tambah satu rasa yaitu rasa Emia alias Enaknya Minta Ampun”.

Konsep Bisnis Mie Sehati dijelaskan secara rinci di blog Mie Sehati, dan memang bila anda tertarik menekuni bisnis ini maka prospek cerah berada didepan mata.

Dalam Grand Launching Mie Sehati Yogya, kami melahap habis mie ayam yang sangat lezat itu dan diberikan secara cuma-cuma hanya di hari peluncuran. Warna mie yang hijau berasal dari sayur sawi yang dihaluskan dan dicampur dengan adonan mie, memberikan sensasi rasa yang luar biasa.

“Selain sayur sawi, bisa juga digunakan bayam atau daun katuk, namun selama ini, sayur sawilah yang terbukti paling awet untuk dipakai sebagai bahan campuran pembuatan mie ini,” kata Mas Eko.

Rasa Mie Sehati semakin “nendang” ketika ditambahkan saos sambal Dua Belibis yang konon, kata Mas Eko, merupakan jodoh yang paling tepat untuk menyantap Mie Sehati.

Sebelum pamit pulang, berfoto bersama dulu di Gerai Mie Ayam Sehati EMIA Yogyakarta

Rasa Mie Sehati bila disantap dalam keadaan hangat memang sangat “maknyus”. Pokoknya langsung “nempel” di hati. Kelezatannya tentu saja setara dengan tingkat kesehatan mie ini yang masih segar dan bebas dari bahan pengawet. Dengan harga yang relatif terjangkau, kita bisa mendapatkan kenyamanan dan kenikmatan luar biasa dari Mie Sehati ini.

Tak heran, animo masyarakat yang ingin jadi peserta pelatihan pembuatan mie sehati sangat tinggi. Setidaknya 2 kali seminggu akan diadakan pelatihan/workshop membuat mie di gerai tersebut. Bila anda ingin ikut silahkan lihat informasi lengkapnya di www.miesehati.com.

Maju terus Mie Sehati Emia, Sukses selalu buat Mas Eko dan mbak Yeni

Terima kasih mas Amril atas liputannya. Salam Sehati

Share and enjoy

5 thoughts on “Testimoni dari Blogger Internasional : Amril TG

  1. Pingback: Mie SEHATI

Tinggalkan Balasan